Ustadz And I

Ustadz And I
Nikah


__ADS_3

Waktu silih berganti


Reina menutup pelan matanya ,ia baru saja melewati momen besar dalam hidup nya ,ia baru saja menyetujui lamaran seseorang pria ,ia setuju akan lamaran ustadz nya, dan otomatis sekarang ustadz nya adalah calon suami nya


Reina menutup wajah nya dengan kedua tangan nya ,memikirkan nya saja ia sudah malu


"Calon istri ustadz Farhan aaaaaaaaaaaa" teriak Reina malu sambil menghentakkan kaki nya ke kasur


Reina bangun dari tidur nya ia cubit pipi sebelah kanan nya "auu" ujar reina senang ,ia senang karna semua yang baru ia lewatkan bukan hanya mimpi belaka ,sekarang dia adalah calon istri seseorang


Ia menutupi wajah nya dengan bantal ,ia malu sangat sangat malu ,malu bercampur bahagia


"Ting " bunyi notif di hp nya


Reina mengambil hp nya ,matanya membesar saat melihat siapa yang mengechet nya


"Assalamualaikum calon istriku "baca Reina sambil memegangi dada nya


"Waalaikumussalam calon suamiku " batin reina menjawab ,ia tidak berani untuk saat ini menjawab pesan ustadz Farhan .


Reina memandangi lama layar hp nya ,seperti ini yaa? Rasanya jatuh cinta berbalas ,


Di tempat yang berbeda sekarang seseorang pemuda sedang mengambil kembali hp nya yang baru saja ia matikan ,ia memberanikan diri mengechet calon istri nya .


Dalam hatinya Farhan kembali memuji Dzat Allah yang maha esa .tasbih pujian dan shalawatan selalu ia serukan ,hatinya bersyukur ,akhirnya tidak lama lagi ia akan menjadi Imam pada gadis yang ia cintai


enggan perlahan farhan menutup matanya ,tertidur bersama dengan chat yang kini berbalas


"Waalaikumussalam " balas Reina cepat ,baru saja ia mengirimkan nya ia langsung menghapus kembali pesan nya


"Nggak ,nggak boleh rei ,kamu harus berhasil bertahan sampai akad ,jangan sekarang ,ini hanya godaan syeitan rei,kamu belum punya ikatan yang sah ,kamu jangan melakukan nya sekarang ,tahan rei ,tahan....." Batin Reina menenangkan dirinya yang sedang berkecamuk perasaan cinta yang berbunga bunga


Satu minggu kemudian ....


Reina menyatu dirinya di dan kaca ,ia sekarang berbalut gaun putih yang indah ,dengan sedikit sentuhan make up yang menambah kecantikan pada wajah nya ,setelah seminggu ia berjuang melewati hari hari yang sibuk ,sibuk mempersiapkan diri menjadi istri sholehah ,ia mendapat pelajaran langsung dari ketiga saudaranya yang mendadak menjadi ustadz dan ustadzah untuk nya ,


Mas Harits mengajarkan nya akan menjadi sosok yang mandiri ,taat suami ,dan banyak lagi .


Mas Adnan nya menyuruh nya untuk membaca buku buku nya ,dengan landasan ia harus mempersiapkan mental ,mempersiapkan mental sih iya !,tapi pikirkan adek nya ,pikirkan ...masa' dirinya harus selesai membaca semua buku yang mas nya berikan sebelum akad .sehari Reina bisa menamatkan 10 judul buku pemberian mas Adnan ,kadang ia ingin protes ,tapi itu hanya usaha sia sia


Mas nya juga menyuruh nya membaca buku yang menurut Reina agak aneh ,agak di luar dari tema berumah tangga menurut nya ,seperti....


"Cara bertahan hidup di alam liar"

__ADS_1


"Cara memasang sprei praktis!"


"50 obat obat-obatan herbal efektif "


"Titik akupuntur sesuai !!"


"Menjahit dengan 12 model yang berbeda!"


"Melahirkan ,di ambil dari kisah nyata perjuangan seorang ibu!"


Pernah ia memprotes ,saat mas nya menyuruh nya membaca buku akuntansi ,"biar hemat "katanya ,


"Mas reina tu.."belum sempat ia mengutarakan protes nya ,mas nya memotong "baca aja ,hitung hitung nambah ilmu "ujar mas Adnan nya


Berbeda dengan mas mas nya ,mbak Raisa nya mengajarkan adab adab seorang istri kepada suami ,ya ! Ia harus belajar tentang yang berurusan dengan suami kepada mbak nya ,karna mbak nya sudah menikah ,walaupun masih pengantin baru .


Belum lagi dengan persiapan akad ,walaupun sederhana ,reina juga harus turun tangan dalam masalah tertentu ,seperti urus surat nikah dan lain lain .


Reina dan ustadz farhan setuju akan melasungkan akad dahulu ,karna permintaan reina yang ingin mengadakan resepsi ketika ia sudah tamat nanti ,karna jika melasungkan resepsi ,butuh persiapan yang lebih banyak lagi dan waktu masuk pondok juga sudah mepet ,tak sempat jika melakukan resepsi


Reina terdiam ,ia sudah selesai



Reina melangkah masuk ke dalam ruangan dimana semuanya perempuan ,ruangan antara laki laki dan perempuan terpisah , Reina dituntun untuk duduk di balik pintu yang yang menjadi pembatas ruangan khusus perempuan dengan ruangan khusus laki laki .


Reina duduk pelan,ia malu sangat sangat malu di tatap banyak pasang mata ,walaupun semuanya di sini perempuan tapi tetap saja ia malu .


Reina duduk di dampingi dengan umi nya dan mbak Raisa ,acara pun dimulai dari pembukaan berupa ceramah nasihat yang disampaikan oleh abi Raina dan ayah nya ustadz farhan .dilanjutkan dengan pembacaan al- quran di bawakan oleh mas Adnan .hingga saat yang di tunggu tunggu tiba yaitu ijab qabul yang berwali kan kyai saad sendiri yang merupakan abi Reina mengucapkan ijab tak lama setelah ijab selesai Terdengar jelas dengan lantang suara ustadz farhan menjawab


... "قبلت نكاحها وتزويجها على المهر المذكور ورضيت بهى والله ولي التوفيق"...


"Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah."


"Sah?" "Sah!!!!!"


"Alhamdulilah " terdengar sorakan dari balik ruangan


Dan takbir menggema di seluruh ruangan


Reina terdiam sebentar sebuah kecupan mendarat di pipinya kanan dan kiri ,umi nya menciumnya dengan tangisan bahagia ,perlahan lahan bulir bening itu jatuh dari pelupuk reina saat umi nya berbisik


"Anak umi udah besar ternyata"

__ADS_1


"Semoga jadi istri sholehah yang bisa membantu suami nya berjuang untuk agama ya nak" pesan umi nya sambil memeluk reina erat


"Iya umi ,doakan rei ya " ujar reina membalas pelukan umi Nya


" بَارَكَ اللَّهُ لَكَ، وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ"


Doa mbak Raisa nya pada adik bungsunya "selamat adek mbak "ujar Raisa pada adek nya ada perasan tak rela menyelimutinya ,adeknya sekarang sudah dewasa bukan bocah kecil yang selalu mengganggu nya


Di ruangan berbeda ,farhan mendatangi dokumen dan segera menuju ke pintu dengan membawa sepasang cincin yang akan ia Sematkan pada jari manis istri nya


Reina terdiam saat tiba tiba sebuah Tirai dibuka sebagai pembatas antara dirinya dan para tamu ,


"Ada apa ini umi ?" Tanya reina pada umi nya ,mengapa ada tirai ini ? Ujarnya bertanya tanya


Dibalik tirai ini hanya ada reina ,umi dan mbak Raisa nya


"Umi ,mbak kok pakai cadar sih?"tanya reina saat melihat mbak nya memasang cadar nya


"Cadar reina mana ?" Ujar reina sadar dirinya tidak mengenakan cadar sedari tadi


"Udah ..buka pintunya Rei ,ini kuncinya "ujar umi menyerah kan kunci kepada reina


Dengan santai reina membuka pintu


"Klek "pintu terbuka


"Assalamualaikum" ujar seseorang dari balik pintu


"Waalaikumussalam " ujar reina masih belum sadar


Reina mengangkat kepalanya ,sontak mata nya bertemu dengan mata sosok di depan nya


"Ustadz?!" Seketika reina sadar dan langsung menundukkan kepala nya berusaha menutupi mukanya


"Sini nak masuk "ujar umi reina memanggil farhan masuk


Farhan yang masih setengah sadar karena barusan ia melihat wajah reina untuk kedua kali setelah sekian lama .dulu ia pernah melihat reina sebelum reina mengenakan cadar ,awal mereka bertemu


Farhan tersadar ia tersenyum melihat reina yang berusaha menutupi wajah nya


"Istriku "panggil farhan pelan


"Boleh tangan nya saya pegang?"ujar farhan pada sosok perempuan di depan nya

__ADS_1


Reina mengangguk ,dengan pelan farhan memegang tangan reina dan menuntun nya untuk duduk di depan umi reina


__ADS_2