Ustadz And I

Ustadz And I
part 25


__ADS_3

Reina memutar kembali tong sampah yg ia pegang dan berjalan mengikuti ustadz Farhan


"hukuman lagi!" keluh Reina sambil mendorong tong sampah


mereka berhenti di depan pintu hijau tempat dimana ustadz bisa masuk ke kelas nya melalui pintu ini


Reina terus berjalan di belakang ustadz ,langkah nya terhenti saat ustadz sudah duduk di meja nya


Reina masih terdiam di sisi kanan ustadz ,bingung hendak duduk atau tetap berdiri


"duduk " satu kata terlontar dari ustadz


dengan segera Reina duduk di mejanya ,ia tak ingin menambah emosi ustadz yg sekarang sudah sangat bisa ia rasakan


"Reina?" tanya Ustadz Farhan


"ya ustadz" jawab Reina


Reina terus menunduk sekali kali ia mencuri tatapan pada sang ustadz ganteng incaran para santri putri


"kamu lagi " seru ustadz Farhan pelan ,tangan nya mengurut pangkal hidung nya .


antara bingung , geram dan kasian bercampur satu


geram mengapa dari sekian santri nya hanya Reina yg paling sering melanggar


kasian ,melihat Reina yg tak kunjung selesai dari hukuman nya.


bingung antara mau menghukum atau tidak ,jika mengikut kata hatinya tentu Farhan akan lebih memilih untuk mencari cara menghibur Reina ,tapi … kenyataan nya dia harus menambah hukuman baru untuk kekasih dalam diam nya ini


berbeda dengan Reina yg asik menatap wajah Ustadz nya yg sedang menutup matanya


timbul satu pertanyaan di benak Reina


" siapa yg akan jadi istri ustadz nya? "


"apakah sanggup berhadapan dengan ciptaan Allah yg seganteng ini?",berbagai pertanyaan muncul di benak nya


Farhan membuka ke dua matanya ,ia mengangkat pandangan nya melihat sosok perempuan di depan nya,


saat ini Farhan seakan tak bisa menahan senyum nya" tak berubah " geleng Farhan tersenyum melihat tingkah laku Reina


" ehemm" dehem Farhan keras


sontak deheman Farhan menyadarkan Reina dari lamunan nya


dengan cepat Reina menundukkan pandangan nya


" kamu pulang , perpulangan ini?" tanya Farhan datar


"tidak ustadz " jawab Reina singkat


"kalau begitu cari semua kitab yang ada di daftar ini " Farhan menuliskan beberapa judul kitab di selembar kertas


"dan saya mau kapanpun saya minta kamu harus sudah ada " lanjut Farhan menyodorkan kertas dengan 15 judul kitab yg berbeda


" baik ustadz " sahut Reina "Farhan " tambah Reina dalam hati


setelah berkata demikian ,Farhan segera pergi ke luar dari kelas


"hah" Reina membulatkan matanya "sebanyak ini?" Reina menelan ludah membaca satu persatu nama kitab yg ada di kertas ini


sedangkan Farhan berjalan dengan tersenyum ke ruangan nya

__ADS_1


"pasti tidak memberatkan nya" sahut Farhan


acara pun berlangsung sampai malam


Reina menatap dirinya di kaca " akhirnya " sahut Reina melihat bayangan nya di kaca memakai pakaian yg sama seperti para santri lain nya setelah berapa jam ia habiskan dengan memakai rompi petugas kebersihan


reina menatap tempelan baru di lemari nya


tempelan emoticon yg di dapat nya tadi pagi


bibir nya melengkung tersenyum,membaca kata kata yg tertulis di bawah nya


satu pertanyaan muncul di benak nya "Apa benar ustadz Zaid yg memberikan nya?" , mustahil bagi ustadz Zaid mengetahui keadaan nya


karna ustadz Zaid bukan ustadz yg memegang kelasnya ,dan bisa dikatakan kalau ustadz Zaid tidak mengenal nya


"aku tak yakin ,tapi gapapa lahh" sahut Reina menepis keraguan nya yg penting sekarang baginya ia merasa lebih baik setelah mendapat kiriman tisu dari orang yg Reina tidak tahu siapa .


tidak berapa lama kemudian terdengar seseorang memanggil namanya


" Reina , Reina,Reina " panggil Jasmin saat memasuki kamar asramanya mencari sosok sahabat nya yg tidak ia lihat dari tadi pagi


"disini"jawab Reina masih di depan kaca


" ,ayo kita ke aula "ajak Jasmin pada Reina


"iya bentar lagi " jawab Reina masih membetulkan jilbab nya


" acara sudah di mulai?" tanya Reina lagi


"sudah…… ,aku mencarimu karna ingin melihat acaranya bersama mu" sahut Jasmin geram sambil menunggu Jasmin bersandar di tempat tidur matanya menatap Reina yg masih membetulkan jilbab nya


"haha,maafkan aku" ujar Reina menghadapi ke kekesalan sahabat nya


" siap " sahut Reina setelah menghabis kan beberapa menit di depan kaca


"omong - omong apa aku terlihat cantik?" tanya Reina sebelum mereka memasuki aula tepat acara berlangsung


"cantik bangetttt " sahut Jasmin tanpa menatap Reina


" cantik tidak ?" tanya Reina memaksa Jasmin menjawab lebih serius


"bangettt" jawab Jasmin


"apanya yg banget ?" sahut Reina yg mulai kehilangan mood nya


"cantik nya" sahut Jasmin sambil menahan tawanya melihat tingkah kesal sahabat nya


mereka berdua pun memasuki aula yg sudah mulai penuh dengan manusia manusia dari berbagai penjuru dunia


" malam ini acara apa ?" tanya Reina


"shalawat nabi" sahut Jasmin singkat matanya menatap kagum grup shalawat khusus santri putri yg menampilkan tampilan terbaik mereka malam ini di acara puncak karna besok tinggal acara penutupan dan perpulangan bagi seluruh santri kecuali santri yg tidak pulang seperti Reina


Reina menikmati acara yg sedang berlanjut "merdu banget" batin Reina,sambil menikmati matanya menatap satu persatu personal grup shalawatan


tatapan nya berhenti ketika matanya menangkap sosok yang ia kenal "fatima?!" seru Reina penuh tanda tanya


"ya ampun!!! kamu kenal?" tanya Jasmin heboh ketika ia mendengar Reina menyebutkan salah satu dari anggota grup shalawatan


"baru" bales Reina singkat


rasa ingin memberitahu Jasmin meningkat ,tanpa basa basi Jasmin memulai memberi tahu Reina info penting yg harus Reina ketahui

__ADS_1


"ku beri tahu sekilas info :itu !Fatima itu adalah santri putri yg terkenal disini Fatima itu terkenal kecerdasan nya tv bukan main ! ,dan jika ada lomba risalah dia selalu menjadi pemenang nya , suaranya wow ! bukan main main ,kaya ,cantik , sholehah,pintar ,segalanya dehh ,dan katanya dia itu tunangan nya ustadz farhan " …


" DEG" Reina memegangi dada nya yg terasa ngilu


"kenapa dengan nya?" batin Reina bertanya


"haha kenapa rei? kamu GK suka kalau Fatima itu tunangan nya ustadz ,di liat dari mana pun mereka cocok ,lah kamu siapa?" batin Reina menyadarkan nya


"cocok yaa" sahut Reina dengan nada lesu


"iya cocok lah ,ustadz dan calon ustadzah !" jawab Jasmin dengan nada cemburu


"tapi aku tetap GK suka tu sama Fatima itu,jadi berkurang satu kandidat jodoh aku!" seru Jasmin frustasi


"kandidat jodoh?" ulang Reina memastikan


"iya ! semua yg ganteng di pondok ni ,udah ku masukkan dalam kandidat jodoh seorang Jasmin AZ Zahra "jawab Jasmin dengan pede nya


"hahahah" tawa Reina menggema


dengan segera Jasmin meletakkan tangan nya ke mulut Reina


"Rei !!" ujar Jasmin sambil membulatkan matanya


" oh ya! hawa mana jas ?" tanya Reina


"tu yg duduk di depan " tunjuk Jasmin


"kok hawa bisa duduk paling depan?" tanya Reina .


"ya mana tau" bales Jasmin acuh


menit berlalu,jam berganti


acara puncak malam ini sudah selesai


disudut ruangan terlihatlah 2 orang santri sedang melahap snack yg diberikan pindij ke seluruh santri.


"ya Allah laper banget ! " sahut Reina sambil kembali mengigit roti coklat di tangan nya


" kamu belum makan?" tanya Jasmin curiga


" heheh" Reina menggeleng kan kepalanya pelan


"ya Allah Reina kok bisa?!" tanya Jasmin tak percaya Karena siang tadi adalah acara makan bersama


"lupa" jawab Reina singkat


"kok bisa lupa" tanya Jasmin lagi


"aku kan sibuk jadi petugas kebersihan ,nggak kefikiran makan " jawab Reina sambil kembali menggigit roti nya


Jasmin menatap lama Reina ada perasaan kasian kepada sahabatnya ini ,jauh dari keluarga ,sering kena hukuman ,sampai lupa makan


."nii untuk muu" Jasmin memberikan roti isi coklat nya kepada Reina


"kamu?" tanya Reina memikirkan sahabatnya


"aku dah puas sing tadi ,!dan aku juga gak begitu lapar" sahut Jasmin kembali memakan roti lain nya yg ia punya


" makasihh" sahut Reina menatap bahagia, jujur ia masih lapar saat ini


Jasmin dan Reina tersenyum bersama sambil me makan roti yg mereka punya

__ADS_1


ketika Reina hendak memakan roti pemberian Jasmin ,kegiatan nya terhenti saat seseorang memanggil namanya


"Reina ya?"


__ADS_2