
Reina?" seru Farhan menebak
,tanpa ia sangka sosok Yang ada di depan nya menoleh membalikkan badan nya
dan betapa terkejutnya Farhan bahwa orang yg ada di depan nya benar benar Reina
"u,ustadz?" sahut Reina ketakutan
"kamu ! bukan nya kata kamu ,kamu tidak pulang! lalu bagaimana dengan kitab kitab saya apakah sudah siap?" sahut Farhan
ia marah bukan karena Reina yang belum mengerjakan hukuman nya ,tapi ia marah dengan yang Reina kenakan sekarang , bagaimana bisa seorang santri nya sekaligus calon istri nya bisa berkeliaran dengan baju basah nya dan hanya di tutupi oleh handuk saja
"ya Allah" batin Farhan tak faham lagi dengan apa yang Reina lakukan
" ustadz??" seru Jasmin menghampiri ustadz Farhan ,masih dengan mempertanyakan apa benar ini ustad Farhan
karena mendengar seseorang memanggil nya Farhan menoleh ke arah Jasmin ,belum ia memutar kan kepalanya ,matanya yang sudah melihat kondisi Jasmin dan Reina yang tak jauh beda ,dengan cepat Farhan mengalihkan pandangan nya dari Jasmin dan Reina ,dan dengan buru buru farhan segera pergi dari toko
Farhan berjalan dengan emosi nya ,yang di pikirkan nya sekarang ,mengapa bisa Reina mengenakan handuk saja dan tidak risih dengan pakaian nya yang basah dan malah Farhan yang kwatir dengan bajunya , bagaimana nanti jika Reina sakit? bukan kan kondisi tubuh reina sangat lemah ?
Farhan tak menyangka ia yang awalnya hanya berencana melihat lihat souvernir malah bertemu dengan Reina ,setau Farhan Reina masih di pondok karna dia tidak pulang perpulangan ini , ternyata dugaan nya salah Reina pulang ke rumah Jasmin dengan seizin pondok
masih di tempat aksesoris laut…
Jasmin mendekati Reina yang masih menunduk karna takut
" udah gapapa ,ustadz udah pergi kok ," Jasmin menenangkan Reina
"asli?" Reina mengangkat kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri melihat keberadaan nya ustadz Farhan yang sudah tidak ada lagi
"fuihhh Alhamdulillah,kamu tahu Jasmin !! ustadz menanyakan tentang hukuman ku yang belum kelar" sahut Reina sambil melanjutkan berjalan melihat lihat aksesoris lain nya
"apa !! emang kamu masih ada hukuman apa lagi Reina?" tanya Jasmin tak percaya , beberapa banyak hukuman nya Reina kenapa masih ada juga yang belum kelar
"masih " sahut Reina lesu ,ia juga lupa dengan hukuman nya mencari kitab kitab yang ustadz minta
Reina memandang Jasmin dengan muram ia bahkan tak tahu bagaimana harus berhadapan dengan ustadz Farhan karena ia tidak mungkin bisa menyelesaikan hukuman ini dalam waktu liburan ini
" udah gapapa ,gak usah di fikirkan ,oh ya ! aku sudah menemukan aksesoris untuk kita " sahut Jasmin menarik tangan Reina agar mengikuti nya
"ini! " jasmin menunjukkan kalung kerang yang mirip
"ini aku ,kamu dan hawa" tebak Reina
"betul !!" sahut jasmin senang , setelah sekian lama akhirnya mereka punya sesuatu yang sama
setelah membeli kalung dan beberapa aksesoris lain nya ,Jasmin dan Reina memutuskan untuk pulang
__ADS_1
…………………………………………………………
malam hari nya
Reina menatap langit langit kamar villa yang mereka tempati
Reina kembali terbangun setelah mencoba untuk tidur ,tapi diri nya belum juga tertidur
Reina memasang jilbab dan cadarnya dan tak lupa ia memakai jaket , Reina melangkah ke balkon luar dari villa yang mereka tempati
semilir angin menerpa lembut dirinya ,suara ombak masih terdengar ,Reina menutup matanya sebentar Menikmati tiupan lembut angin malam menerpanya
mata nya tak lepas dari pandangan malam yang indah dari sardinia bay , pemandangan indah yang Allah ciptakan ini mampu membuat Reina kembali bertasbih memuji keindahan alam Yang Allah ciptakan ini
Reina menikmati pemandangan yang di namakan bioluminesensi, Bioluminesensi adalah fenomena biologis di mana makhluk hidup tertentu tubuhnya bisa mengeluarkan cahaya. Bioluminesensi terjadi karena proses kimia. Jamur, flagellata, kunang-kunang, dan plankton jenis tertentu memiliki kandungan unik dalam tubuh mereka yang bisa membuat tubuh mereka berpendar. Adapun jenis plankton yang menyebabkan munculnya cahaya biru itu adalah plankton jenis Gonyaulax sp. Gonyaulax sp, termasuk dalam bioluminescence yang mampu memancarkan cahaya di air laut.
Reina sedikit tahu mengenai ini karna ia pernah membaca di suatu buku pada waktu SMP dan ia tak menyangka akhirnya ia bisa melihat langsung Bioluminesensi di dunia nyata
" tringg!!!! buk!!! bak?!? " suara penggerakan kecil dari dapur .
Reina mencoba mendengar sekali lagi ,dan benar saja ,asal suara ini berasal dari dapur ,Reina melihat arloji di tangan nya "tengah malam gini ? ! siapa yaa?"
. terlintas di pikiran nya "apakah ada maling di sini?" batin Reina tak percaya
dengan penuh keberanian ,Reina mencoba melangkah ke dapur
, semakin Reina melangkah kan kakinya semakin suara itu terdengar jelas
Reina melihat ada tongkat kayu di pojok dinding ,dengan penuh hati hati Reina mengambil tongkat itu dan berjalan cepat ke arah sosok di hadapan nya dan langsung memukuli nya tanpa ampun
"Awww" keluh orang yg Reina pukuli berkali kali
"who are you" tanya Reina tapi tak menghentikan nya dari memukul orang di depan nya
"Emir ,IM Emir" sahut pria yang ternyata adalah Emir
"who Emir?" sahut Reina masih tak berhenti ia masih belum sadar yang ia pukuli adalah Emir paman Reina
"paman nya jasminnnn" sahut laki laki di depan nya berteriak kecil
Reina membulat kan mata nya dan menghentikan pukulan nya dia hampir lupa ,ada sosok Emir di sini ,dia benar benar melupakan paman nya Jasmin ini
Emir menyeka pipinya yang merah lebam akibat pukulan Reina dan juga badannya terasa sangat sakit , pukulan Reina tidak terlalu keras tapi Reina memukul nya berkali kali padahal dirinya hanya ingin mencari makanan karna lapar ,mengapa akhirnya jadi begini?
"paman Emir !" Reina langsung duduk menyamakan dirinya dengan paman nya Jasmin yang terduduk di lantai akibat perbuatannya
"paman maaf , apakah sakit paman?" tanya Reina ,ia merasa sangat bersalah
__ADS_1
"iya "sahut Emir memaafkan Reina
tapi Reina berfikir lain ,Emir mengatakan iya karna menjawab pertanyaan nya tentang luka
"paman silahkan duduk" sahut Reina kemudian segera mencari kotak P3K dan juga membawa beberapa es batu
Emir bangkit ,ia melangkah ke arah balkon luar dan segera duduk di sana
Reina menghampiri Emir sambil membawa kotak P3K dan juga es batu ,Emir langsung mengambil dari tangan Reina tanpa melihat sedikit pun ke arah Reina ,melihat hal itu Reina merasa lebih bersalah lagi
"perlu bantuan paman ?" tanya Reina kwartir melihat Emir kesusahan memasang krim untuk di pundak nya yang memar karna Reina
" tidak usah " jawab Emir singkat ,ia benar-benar tidak apa-apa, mengapa Reina masih tetap di samping nya ?
setelah memastikan Emir sudah selesai dengan kotak P3K nya ,Reina langsung membersihkan nya dan menyimpan nya ,
ketika ingin menyimpan kotak P3K terlintas di fikiran Reina untuk mengambil kan Emir air
Reina melangkah ke dapur ,dengan bantuan senter di hp nya ,Reina menatap meja dapur yang berantakan " ingin makan tohh" batin Reina ,ia mengambil segelas air dan juga menyiapkan beberapa sandwich yang di buatnya dengan bahan bahan yang Emir keluarkan sebelum dipukuli oleh Reina .
setelah selesai Reina mengantarkan makanan dan juga segelas air untuk Emir yg masih duduk di balkon
Reina meletakkan piring dan gelas air di meja yang berada di depan Emir
melihat hal itu ,Emir menatap Reina dengan tatapan aneh
"mengapa Reina bisa tahu dia lapar?" batin Emir
"silahkan " sahut Reina dan segera berlalu meninggalkan Emir , karena tak ingin menganggu
Tampa mereka sadari Farhan memerhatikan mereka dari jendela vila kamarnya yang bertetangga an dengan villa yang keluarga Jasmin tempati
Farhan memegangi dadanya ,yang sesak melihat interaksi Reina di balkon bersama seseorang
awalnya Farhan ingin membuka balkon kamar nya , dirinya yang baruru saja menyelesaikan shalat tahajud dan beriniat untuk menikmati semilir angin pantai dari balkon villa nya
tapi baru hendak keluar matanya menangkap sosok Reina yang sedang menikmati keindahan pantai ,tidak tahu kenapa beberapa menit kemudian Reina masuk ke villa dan keluar dengan sosok laki laki yang Farhan kenali adalah paman nya Jasmin
betapa marah nya Farhan saat melihat Reina sedang menatap Emir yang tidak tahu kenapa
Farhan menggenggam tangan menahan emosi
nya , ditambah lagi dengan Reina yg seperti nya memberikan makanan dan minuman untuk Emir ,paman nya jasmin
Farhan tak kuasa menahan amarah nya ia sekarang terduduk lemas ketika Reina kembali masuk ke villa nya meninggal kan Emir sendiri
Farhan menatap laut dengan tatapan hampa ,hatinya sakit ntah mengapa saat Reina terlihat perhatian dengan orang selain dirinya
Farhan masuk kembali ke villanya ,ia segera mengambil wudhu kemudian mendirikan shalat Sunnah 2 rakaat dalam sujud nya ,bulir air mata jatuh persatu membasahi sajadah nya ia berdoa dalam sujud nya "ya Allah jagalah dia untuk ku ,ya Allah jodoh kan lah aku dengan nya ,ya Allah jagalah perasaan nya untukku ,ya Allah aku mencintai nya ,ntah mengapa aku sangat mencintainya , berharap ia yang jadi pelengkap iman ku ,berharap ia yang jadi makmum ku , berharap ia yang akan menjadi hawa ku ,ya Allah,ya Allah engkaulah yang tahu mana Yang terbaik untuk ku ,ya Allah jika engkau menakdirkannya untuk ku jagalah hatinya ,jika engkau tidak mentadirkan nya untuk ku berilah ia sosok yang lebih baik dari ku" Farhan terus berdoa dalam sujud nya mengadu tentang perasaan nya perasaan cintanya kepada Allah ,
__ADS_1
setelah menyelesaikan shalat nya air matanya masih mengalir,Farhan mengangkat tangan nya hendak berdoa "ya Allah " berkali kali Farhan menyebut nama Allah bibir nya tak sanggup lagi mengatakan keluh kesah hatinya hanya air mata yang menjelaskan beberapa takut nya dirinya jika orang yang di cintai nya berpaling hati dan mencintai orang lain ,Farhan masih menangis bibirnya terdiam , hatinya yang berkata dan air mata nya yang menjelaskan