
Farhan mengusap wajah nya kasar ,ia sudah menentukan jawaban nya ,perlahan Farhan keluar dari mobil nya melangkah masuk ke ruangan tadi dimana ia berkumpul bersama paman nya dan tiga orang lain nya
Setelah mengucapkan salam Farhan duduk kembali di tempat duduk nya .
"Jadi bagaimana keputusan mu nak ?" Tanya Ibrahim (paman Farhan sekaligus pimpinan Darull ulum adzadville )
Farhan menarik nafas panjang "bismillahirahmanirrahim ,untuk masalah ini sepenuh nya saya serahkan kepada pihak keamanan agar bisa ditindaklanjuti sesuai peraturan pondok pesantren "
Mendengar jawaban Farhan ke tiga pria paruh baya di depan nya saling memandang satu sama lain ,mereka tidak menyangka jawaban anak muda di depan mereka ini mampu membuat mereka terkejut sama sekali di luar perkiraan mereka .
Sedangkan KH Ibrahim tersenyum mendengar jawaban keponakan nya ,memang sudah pantas Farhan menjadi pengganti nya
Farhan yang sudah menyampaikan jawaban nya buru buru keluar dari ruangan itu ,agar ia tidak berubah pikiran ,Farhan berjalan cepat ia harus pulang setidak nya mengabari hal ini pada istri nya .
Setengah jam berlalu Farhan memasuki gerbang rumah nya ia segera masuk dan memakirkan mobil nya ,dan ia segera turun dari mobil nya melangkah masuk ke dalam
Di kamar ,Reina sedang tersenyum tipis memandangi luka di wajah nya sekarang ia hendak menggoleskan obat di luka nya agar luka nya sembuh Tapi sebelum itu Reina memegangi kaca yang memantulkan bayangan dirinya ."apakah bisa hilang ?" Tanya nya pada dirinya sendiri
"Apakah ini bisa hilang ?" Tanya nya lagi ,Reina ingin menangis melihat wajah nya sekarang yang paling ia takutkan jika luka ini akan membekas di wajah nya dan tidak akan bisa hilang selama nya ,baru hendak menangis ia mendengar suara pintu kamar nya terbuka "Klek "
"Assalamualaikum "
"Waalaikumussalam " jawab Reina antusias saat mendengar suara suaminya .
"Mas dah balik ,Tumben cepat ?" Ujar Reina segera berlari memeluk Farhan erat ,begitu juga dengan Farhan ia membalasnya tak kalah erat
Setelah cukup lama berpelukan Farhan menuntun Reina untuk duduk bersamanya menanyakan pertanyaan ringan dan menghirup aroma rambut Reina sedalam dalam nya "lagi ngapain tadi sayang ?" Tanya Farhan sambil mengelus tangan mungil istrinya
"Lagi mau ngasih obat "ujar Reina sambil menunjuk wajah nya
"Udah ?" Tanya Farhan mengelus wajah Reina
Reina menggeleng pelan lalu menjawab ,"belum mas "
Dengan sigap Farhan berdiri mengambilkan obat salep Reina dan segera duduk kembali dihadapan istrinya "mau mas pasangin? " tawar Farhan ,Reina dengan cepat mengangguk setuju
Dengan hati hati Farhan mengoleskan obat nya ke wajah Reina dengan serius ia bahkan mengoleskan nya dengan sangat pelan agar Reina tidak kesakitan .
"Mas tau nggak ?"tanya Reina di saat Farhan sedang fokus
"Apa sayang ?"
"Negara Jerman itu bikin mobil ?"
"Tau "
"Kalau Jepang bikin robot ?"
"Tau"
__ADS_1
"Kalau mas bikin kangen?"
Farhan terdiam ia mengangguk pelan ,Farhan mengedipkan matanya beberapa kali mencoba untuk fokus ,tapi ia tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah walaupun begitu farhan tetap mengoleskan obat dengan pelan
"Tapi...Reina kangen mas sedikit aja kok" jelas Reina
Farhan hanya diam saja tak menjawab
"Sedikit berlebihan maksudnya "
"Blush" pipi Farhan merah padam ia dengan cepat berhenti mengobati istrinya sungguh sangat susah untuk fokus hanya ke luka saja ,
Reina sadar Farhan mulai tak tahan ia bahkan Semakin berniat menggoda suami nya
"Mas tunggu.." Reina menahan wajah Farhan
"Ada apa ?" Tanya Farhan bingung "apakah ada sesuatu di wajah nya ?"batin nya bertanya
"Sini ada sesuatu di wajah mas" ujar Reina lagi
"Kan benar...."
Farhan diam dengan raut penuh tanda tanya
"Kan benar mas ganteng nya kelewatan " ujar Reina dengan wajah serius
"Ih mas ganteng deh " goda Reina lagi ia berusaha menahan tawa nya ,bagaimana tidak ia melihat mas Farhan hanya bisa menundduk karna malu
"Ih mas malu ....ustadz Farhan malu nieee...."goda Reina
Farhan segera berdiri dan berjalan ke kamar mandi
"Ngapain?" Tanya Farhan saat melihat Reina masih mengikuti nya
"Ikuttttt"
"Mas mau mandi ,ikut?" Tanya Farhan sambil mengedipkan sebelah matanya
"Ih apaan sih mas"ujar Reina yang gantian malu ia segera menjauh dari mas Farhan dengan menyembunyikan malu nya
"Kalau mau boleh loh" teriak Farhan di depan pintu kamar mandi
"Mas Farhan ihh" seru Reina kesal
Malam hari nya ....di meja makan
Farhan baru pulang dari masjid ia sekarang sedang mengisi perut nya yang kosong ,ia makan sambil memperhatikan Reina yang sedang membaca buku di depan nya ,sejak Reina sakit ia selalu minta di bawakan buku buku nya dari pondok ,"untuk persiapan ujian "katanya
Saat di tengah tengah makan Farhan kefikiran kejadian pagi tadi ..saat ia musyawarah bersama paman nya ,apakah ia harus memberitahu istri nya ? Ataukah tidak ?,sebaik nya ia memberi tahu ini kepada Reina
__ADS_1
"Dek"panggil Farhan
"Hmm" jawab Reina menanggapi Farhan tapi masih membaca buku nya
"Mas mau cerita penting"ujar Farhan lagi
"Cerita apa mas"Reina menutup buku nya dan memberikan perhatian penuh kepada mas nya
Farhan menarik nafas panjang ia mulai menceritakan kejadian tadi pagi dimana abi menyerahkan nya data data orang yang membuly Reina dan keputusan nya yang ,enyerahkan masalah ini sepenuh nya pada pihak keamanan
Reina yang mendengar cerita Farhan hanya diam saja ,sampai saat Farhan menanyakan pendapatnya "bagaimana menurut adek ?" Tubuh nya bergetar ,matanya berair "Reina gamau....orang orang itu harus di hukum "ujar Reina sambil menangis
"Dek "
"Reina gamau...Reina mau nya orang itu semua di hukum mas ....orang tu jahat MA Reina mas ......Reina gamau ada orang tu ....Reina gamau ....Huhu"tangis Reina mulai kencang
"Reina sayang nya mas ....dengerin mas.."ujar Farhan dengan sangat lembut
"Gamau ...gamau sama mas...mas biarkan orang tu ....sedangkan Reina gimana?gimana kalau orang tu jahat lagi ? Mas gak sayang ma Reina "tangis Reina kemudian segera lari ke kamar
"Sayang..."Farhan ingin memperjelas tapi Reina sudah lari
Di kamar ...Farhan membuka pintu ,ia melihat Reina sedang duduk memeluk kedua kaki nya menangis ,dengan cepat Farhan naik ke atas kasur mendekati Reina
Ia menyentuh badan Reina yang bergetar dan membawa badan mungil itu masuk ke dalam pelukan nya
"Gamau sama mas ...mas ga sayang MA Reina "ujar Reina meronta dalam pelukan Farhan
Farhan hanya diam saja tak melepaskan pelukan nya "mas biarkan orang tuu"tangis Reina sambil memukuli dada bidang Farhan
"Mas sayang ma Reina "terang Farhan sambil memeluk Reina ia mengulang-ngulang kata kata itu
"Gakkk mas jahat "ujar Reina tangisan nya makin menjadi ,ia selalu terbayang bagaimana kejadian itu menimpanya setiap ia melihat wajah nya ,ia gak sanggup jika harus melihat wajah mereka lagi ,gak ada yang tahu bagaimana mereka mempermainkannya mencoba memasukkan nya ke dalam kuali yang mendidih ,ia tidak pernah ceritakan itu...tapi semua kejadian itu selalu terbayang saat ia melihat luka di wajah nya ,ia gamau ketemu sama mereka
"mas sayang MA kamu sayang" ulang Farhan lagi hati nya pedih sangat sakit bahkan dadanya terasa sangat sesak
"Orang tu pukul Reina mas "isak Reina dalam pelukan Farhan tubuh nya bergetar hebat dan Farhan bisa merasakan nya
"Maaf in mas sayang ....sayang mas maaf in mas ..."ulang Farhan sambil menangis mendapati Reina yang terdiam di pelukan dengan air mata yang masih mengalir tapi tak bersuara lagi ..
Rasa takut dan kwatir mulai menghampiri Farhan saat ia melihat Reina yang benar benar tidak bertenaga lagi Perlahan Farhan membaca surat Ar Rahman sambil memeluk Reina ,mengelus rambut panjang istrinya mencium Ubun Ubun nya sesekali hingga akhir ayat surat Ar Rahman ,Farhan membaca beberapa doa penguat hati di telinga Reina dan kata kata cinta untuk sang istri yangsudah berhenti menangis tapi masih sesegukan
Setelah Reina sudah tenang Farhan membaringkan nya di kasur dan menyelimutinya ,baru hendak melangkah beberapa langkah ,tangan nya di tahan oleh Reina "mas mau Kemana hiks hiks"suara Reina mau menangis lagi
"Gak Kemana mana mas mau ambilkan minum untuk kamu dan ganti baju "
"Cepat" ujar Reina dengan suara khas orang habis menangis dengan wajah nya yang berubah merah
"Ya sayang "Farhan memegang tengkuk Reina dan mencium bibir Reina singkat kemudian di susuli pipi kanan , pipi kiri ,hidung ,dan dahi tak lupa kedua mata Reina yang bengkak
__ADS_1