
Pagi itu reina kembali melangkahkan kaki menuju perpustakaan , salah satu tempat untuk nya menambah ilmu , reina berjalan ke arah rak rak di perpus memilih buku buku yang akan di baca nya setelah selesai ia meletakkan buku buku yang ia dapat ,di meja nya .Reina menatap dua bangku kosong di depan nya "hawa dan jasmim dimana yaa ? kok belum datang?." Batin reina bertanya
Reina membuka buku nya ia memilih untuk tidak memusingkan hal itu ,Ia segera membaca buku nya ,waktu berlalu sudah setengah buku telah selesai reina baca ,sampai sampai ia tidak sadar dua teman nya sudah duduk di depan nya
"Reina.! Apa kamu tahu ustadz farhan sudah kembali !"seru jasmin dengan bersemangat
"Deg" seketika reina berhenti dari membaca dan langsung mengangkat kepala nya menatap dua sahabat nya ,"apakah itu benar ?" Batin reina bertanya
"tadi aku dan hawa lewat depan kelas anak 2 ,dan kami melihat ustadz farhan yang mengajar " seru jasmin meyakinkan reina yang tampak tidak yakin
"Oohh ya udah …" ujar reina kembali membuka buku nya ,mengapa ia harus peduli ? Disaat ia bukan lah siapa siapa bagi sosok yang hadir setelah dua tahun pergi dari hidupnya
"Ihh reina gak asik ,ujar jasmin kesal
Sedangkan hawa yang dari tadi diam justru bersikap biasa aja dengan reaksi reina, ia tidak terkejut ,reina sedang berusaha ,dan ia tahu betapa berat nya hal itu ,meski ada setitik harapan melihat reina bahagia mendengar kabar itu ,setitik harapan reina akan merubah keputusan nya ,tapi hal itu tidak mungkin
"Udah udah ,ini di perpus "seru hawa meredakan rasa kesal jasmin ,ia sebdiri juga kesal tapi ia tahu alasan mengapa reina seperti itu
Waktu terus berputar,angin sepoi sepoi malam ,santri santri yang berhamburan kembali ke asrama mereka ,di tengah hawa dingin nya malam reina berjalan dengan kedua sahabat nya menuju kamar asrama mereka setelah selesai dari kelas diskusi .
"Rei aku mau ngomong ,"bisik hawa menarik tangan reina yang hendak masuk ke kamar asrama
"Mau ngomong apa ?" Tanya reina
"Kamu beneran sudah gak peduli lagi. ?"Tanya hawa pelan ,karna sekarang posisi mereka di depan pintu asrama ,jasmin sudah masuk lebih dahulu ,hanya tersisa mereka berdua
"Hmm insyaallah iya."jawab reina pelan
"Kamu yakin? ." Tanya hawa sekali lagi
"Yakin," jawab reina ragu ,Ia sendiri tidak tahu apakah ia benar benar yakin ,yakin akan terus bertahan dengan keputusan nya .
__ADS_1
"Hmm kalau gitu aku akan menghormati keputusan kamu rei ,dan aku minta maaf karna mulai sekarang siapapun perempuan yang akan abang ku lamar ,aku akan mendukung nya " ujar hawa pelan ,sekarang sudah saatnya ia melepaskan sahabat nya ini ,dia tidak bisa terus memaksakan kehendaknya ,ia harus menghormati segala keputusan abang nya ,ia juga akan menerima siapapun yang akan menjadi kakak iparnya walaupun itu bukan reina
"Ide bagus." Ujar reina pelan ,ia tahu maksud dari perkataan hawa
"Aku akan mendoakan yang terbaik "lanjut reina lagi , sambil menggengam kuat tangan nya ,ia harus kuat .Ini keputusan nya ,ia sudah sejauh ini jangan sampai ia gagal .
Hawa memeluk singkat reina "makasih doa nya rei ," sahut hawa ketika memeluk reina
Reina hanya bisa tersenyum dan berjalan bersama hawa masuk ke asrama .
..."Kadang untuk tersenyum itu terasa sangat menyakitkan "...
Pagi hari di madressa tarbiyatul banaat adzadville ,terlihat suasana yang agak berbeda dari biasanya ,banyak dari para santri yang masih duduk di kantin menyerup segelas jahe anget instan yang tersedia hanya pada musim dingin ,dimana mereka tidak akan mendapatkan minuman ini di hari hari biasa .suhu pagi ini adalah dibawah 5 derajat celcius.
Di salah satu meja terlihat tiga senior yang juga sedang asik di meja nya siapa lagi kalau bukan reina dan kedua teman nya ,yang sedang menukmati minuman mereka.
"pagi ini ada kelas ustadz hasan kan ? " tanya jasmin di tengah kegiatan mereka .
"Iya … jam nya sebentar lagi, cepetan minum nya !! " ingat hawa pada kedua sahabatnya yang masih asik mencari kehangatan dari segelas jage anget
"Baiklah baiklah " jasmin dan reina mengakhirkan kegiatan meminum nya dan bersama sama jalan ke kelas
Reina meletakan buku buku nya di meja no 7 ,aneh nya sudah hampir 3 thn ia jadi santri ,mengapa ia selalu mendapatkan meja di nomor yang sama
Reina duduk di kursinya ,membuka buku pelajaran nya dan mulai membaca nya sembari menunggu kedatangan ustadz hasan .
"Deg" reina memegangi dada nya "ada apa ini mengapa jantungku berdetak sangat cepat?" Batin reina bertanya ,"ada apa ini ?"
"Klek "pintu terbuka
Dengan spontan reina menoleh ,pandangan mereka bertemu dalam hitungan detik reina segera menundukkan kepalanya ,reina memegangi dada nya yang masih tidak berhenti berdetak
__ADS_1
"Assalamualaikum wr.wb perkenalkan saya farhan al faruqi akan menggantikan jam ustadz hasan mulai dari ini mohon keja sama nya " ujar farhan memperkenalkan dirinya.Matanya melirik ke arah seseorang ,yang sedang memalingkan muka nya seakan tak mau menatap nya
"Reina "batin farhan memanggil nama indah itu ,panggilan dengan sejuta rindu yang tersimpam setelah sekian lama ,akhirnya ia kembali bertemu sosok hawa nya yang ia rindukan
Reina yang masih menundukkan kepala nya ,menahan mati matian keinginan nya untuk mengangkat kepalanya ,ia ingin menatap sosok yang ia tungg,ingin sekali ia mengungkapkan rasa rindunya tapi ia seakan akan kembali di tanya "apa hak mu? "
... "Menahan rindu dalam diam itu menyakitkan"...
Pelajaran berlangsung ,cara mengajarkan dan wibawa farhan semakin terasa bagi reina ,seakan menambah ketertarikan nya untuk menatap sosok farhan langsung .tapi ia harus menahan dirinya
"Prangg" suara nyaring terdengar dari depan kelas
Dengan spontan reina mengangkat kepalanya melihat apa yang terjadi ,tapi justru pandangan nya bertemu dengan mata coklat menawan milik ustadz farhan .terlihat dari raut wajah farhan sedang tersenyum menatap reina .
"Deg deg deg "reina memegangi dada nya yang sedang berdendang riya
Sadar akan hal itu, reina kembali menundukkan pandangan nya ,"bagaimana bisa tutup gelas itu jatuh?" Omel reina dalam hati ,karna tutup itu reina kembali menatap sosok rupawan itu .
Pelajaran kembali berlangsung ,di tengah pelajaran farhan menatap sosok reina yang masih menunduk terpikir ide cemerlang di pikiran nya
"Prangg "
Dengan cepat reina mengangkat kepala nya karna terkejutnmendengar suara,nyaring dari depan meja nya ,tapi jutsru reina kembali bertatapan dengan ustadz farhan
"Tutup gelas sialann"teriak reina dalam hati betapa kesel nya ia saat sudah bersusah payah menudukkan pandangan nyan,tapi tutup gelas itu dengan mudah menggoyahkan nya.
Kekesalan reina bertambah saat melihat senyuman jahil dari pria didepan nya
"Arghhggg gak bisa kalo gini terus ,bisa luluh sebelum sehari "batin reina frustasi
"Farhan kamu harus nikah secepat nya " batin farhan
__ADS_1