Ustadz And I

Ustadz And I
Tolong jangan katakan hal itu lagi aku takut


__ADS_3

Reina membuka matanya ...samar samar terlihat wajah suaminya di hadapan nya ...


"Alhamdulillah " ujar Farhan mencium kening istri nya ,betapa panik nya ia ketika ia masuk ke kamar nya istrinya sudah tergeletak di lantai tak sadarkan diri .


"Mas..aku kenapa?" Tanya Reina pelan


"Adek sakit apa?" Tanya Reina lagi ia menatap Farhan dengan tatapan tak berdaya


"Dehidrasi " jawab Farhan membalas tatapan istrinya dengan tatapan kwatir ,tangan nya terus mengenggam tangan Reina .


"Ohh Cuman Dehidrasi ,pantasan lemas banget " ujar Reina santai ,ia duga ia akan terkena semacam penyakit serius ternyata dugaan nya salah ..


Farhan yang mendengar kata kata Reina mendelik tajam ke arah istrinya "cuman ?" Farhan mengulangi kata kata Reina dengan maksud agar Reina menjelaskan kata kata nya kembali


"Ya mas..Rei kira kena apa gitu ...penyakit serius seperti kanker, tumor ,gagal jantung eh ternyata cuma dehidrasi " ujar Reina santai tanpa beban


Farhan yang awalnya menggenggam tangan Reina menjadi melepaskan nya ia bahkan tak berfikir kata kata itu yang keluar dari mulut istri nya ,Rasanya ia sedang dimakan oleh api amarah yang membara ...ia tak suka

__ADS_1


Farhan berjalan pergi keluar kamar ,Reina belum menyadari hal itu hanya diam saja tak mencegah Farhan ...


Di luar kamar Farhan mengusap wajah nya gusar ..mood nya benar benar ancur berkeping keping , Farhan menatap pintu kamar nya dan memutuskan untuk kembali masuk


Farhan duduk di ranjang nya tepat di mana Reina berbaring di samping nya


"Mas" Reina memangil suaminya yang sejak tadi hanya diam tak berbicara


"Mas " reina meraih tangan kanan mas Farhan ,tetap tak ada balasan dari Farhan,tidak seperti biasanya


Reina dengan spontan menatap ke arah Farhan ...dengan cepat Farhan mengalihkan pandangan nya


"Hmm kalau Rei benar benar punya penyakit seserius itu ,rei akan menyiapkan diri ,perbanyak bermunajat ke pada Allah ,Lalu Rei akan ...."


"Bagaimana dengan mas " potong Farhan sambil menatap tajam


Reina menatap Farhan dalam hatinya jika ia harus benar berpisah dari dunia ini ,ia tidak ingin ,tidak ingin berpisah dari sosok insan di hadapan nya .

__ADS_1


Tiba Tiba sebuah cairan bening jatuh membasahi pipi nya..ia menatap lurus kedepan ."tidak tau " jawab Reina dengan air mata yang terus berjatuhan .Farhan yang mendengar jawaban Reina segera memeluk reina dengan erat


"Jika tidak tahu jangan pernah berfikir untuk meninggalkan mas ,mas juga tidak tau ,tidak tau bagaimana cara untuk tetap hidup tanpa kamu ,jangan ngomong kyk gitu lagi ,jangan ngomong kanker atau penyakit apapun itu ,mas ga suka ,mas ga suka ,mas pengen sama kamu terus sampai kita ke syurga nya bareng "


Senyuman Reina mereka saat Reina mendengar kata kata suaminya ,dengan tangisan nya yang berubah menjadi tangisan bahagia, Reina semakin menangis saat ia sadar tubuh suaminya yang bergetar hebat saat ini ,ia tahu suaminya sedang menangis .


Dengan perlahan Reina usap punggung suaminya dengan membisikkan kata kata cinta nya untuk suaminya ,pelukan Farhan mengerat


"Kita bahkan belum melakukan ibadah " bisik Farhan dengan nada khas baru selesai nangis


"Yang sabar ya...ganteng ku " jawab Reina dengan wajah yang sudah merah padam


"Lama kali suci nya " protes Farhan layak nya anak kecil


Reina tersenyum lebar .malu dan bahagia bercampur menjadi satu


Ia juga merasa haid nya tidak lancar apa karena kondisi badan nya?

__ADS_1


__ADS_2