Ustadz And I

Ustadz And I
46


__ADS_3

Reina melihat arloji nya ,sekarang sudah jam 2 siang dan sekarang ia sudah berada di bandara internasional abu dhabi atau yang lebih dikenal dengan dubai .ia sedang menunggu penerbangan selanjut nya ,reina sudah menyelesaikan shalat nya di mushala yang ada di bandara ini sekaligus menjama' shalat ashar ,reina memutuskan untuk pergi ke resto untuk menganjal perut nya yg terasa lapar ,ketika baru melangkah beberapa langkah ,reina seperti melihat sosok yang ia kenal "ustadz farhan gak sih ?" Batin reina bertanya ketika tidak sengaja matanya menagkap sosok seorang yang mirip dengan sosok ustadz nya ,tapi itu tidak mungkin karna ustadz kan masih di south afrika . "Ya gak mungkin lah rei ,ustdadz ada disini .....ngaco kamu," ujar reina pada dirinya


Reina memesan makanan nya dan langsung makan dengan tenang di salah satu resto bandara ,ia bahkan tersenyum lebar mengingat ia yang akhirnya punya perjalanan sendiri tanpa di temani siapapun .setelah selesai makan dan sudah membayar makanan nya .Reina melangkah terburu buru mengingat ia lupa meninggalkan kopernya di kursi tunggu ,mana bawaan banyak lagi ,


"Brukk" reina terjatuh ,seperti nya ia menabrak seseorang ,reina mengadahkan kepalanya "sorry " ujar reina pelan sambil bangkit dari posisi nya ,reina mengadahkan kepala nya "sorry sir " ujar reina menatap sosok pemuda di depannya


Pemuda didepan nya tampak merapikan barang barang nya yang terjatuh akibat tabrakan dengan nya ,reina menatap sosok di depan nya dengan lekat ,tanpa aba aba reina memeluk sosok yg ada di depannya.


"What are you doing ?" Seru pemuda itu dengan nada marah sambil berusaha melepas pelukan reina


"Ihh mas galakan sekarang " ujar reina sambil tersenyum menatap sosok di depan sambil terus memeluk pemuda di depan nya


"Lepas nggak?" Seru pemuda ini marah sambil berusaha melepaskan diri


"Mas adnan , mau kue keju !!! nggak pakai lama " ujar reina masih memeluk sosok pemuda di depan nya


Pemuda di depan nya tampak terdiam beberapa saat "reina ?" Ujar pemuda itu pelan


"Ihh mas mah, sama adek sendiri nggak kenal !" Ujar reina protes


"Ya allah adek mas ,udah setinggi ini ,udah pakai cadar " seru adnan menggandeng pundak reina


"Mas mau pulang juga ?" Tanya reina sambil berjalan bersama mas nya ke kursi tunggu tempat ia meninggalkan koper nya ,untungnya koper nya masih ada di tempat ia duduk tadi


"Iya mas di suruh umi "seru adnan sambil duduk di kursi samping reina


Mas adnan adalah mas nya ,anak kedua setelah mas harits ,mas adnan sudah 5 thn memetap di madinah untuk menyelesaikan studinya di sana seperti hal nya mas haritss , mas adnan nya ini sangat menyayanginya walau kadang sering memarahi reina jika reina keluar bersama sepupu lain nya .tapi setiap ia habis memarahi adik nya reina ,adnan selalu membelikan kue keju kesukaan reina untuk kembali berbaikan dengan reina.


"Mas kok kita bisa samaan sih " ujar reina sambil menatap mas nya


"Sengaja mungkin umi atur ,supaya kita barengan ke indo nya "seru adnan sambil meletakkan barang barang nya di depan nya


"Hmm mas ,mas kira tadi reina siapa ?" Tanya reina pada mas nya


"Ya mas kira kamu orang lain lah ,lagian kamu itu bilang dulu kek ,ini langsung meluk aja " ujar adnan mengomel


"Ihh " seru reina sebal


Tanpa mereka sadari seseorang sedang menatap lekat ke arah mereka ,yang sedang asik bercekrama


Berapa jam berlalu ,akhirnya mereka sampai ke indonesia tepat nya sampai di pekanbaru tempat dimana reina tinggal bersama keluarganya .


"Mas udah nyampai belum ?" Tanya reina masih menguap karna ia sangat mengantuk

__ADS_1


"Sekitar 30 menit lagi kita sampai "jawab Adnan pada Reina ,sekarang mereka berada di dalam taksi yang mereka pesan menuju ke pondok atau lebih tepat nya rumah mereka ,sekarang jam menunjukkan pukul 5 dini hari .


Adnan melihat ke spion taksi yang ia tumpangi ,sepanjang perjalanan nya bersama Reina ,Adnan merasa ada seseorang mengikuti mereka ,"tapi siapa ?"batin Adnan bertanya tanyan,mata fokus memerhatikan taksi yang berada tepat di belakang mereka .


30 menit berlalu ....


Mobil taksi yang mereka tumpangi masuk ke area pekarangan pondok ,terlihat beberapa santri putra yang sedang bergegas pulang dari masjid setelah shalat subuh bersama ,sekarang sudah jam setengah 6 pagi dini hari .waktunya para santri untuk mengikuti kelas pagi mereka


Adnan berjalan keluar dari taksi segera menurunkan satu persatu koper milik nya dan milik reina dari bagasi mobil taksi ,


"Dek itu teman nya masih tidur tuh " ujar sopir taksi sambil menunjukk reina yang masih terlelap di kursi belakang


"Oh iya pak sebentar lagi " ujar adnan sambil mengeluarkan satu persatu barang bawaan mereka


Terlihat beberapa pemuda datang menghampiri adnan yang tengah sibuk menuruni barang


"Akhirnya gus muda kita ......pulang juga "ledak salah satu pemuda itu


"Yoii ,kalau nggak di suruh sama buk nyai ,mana mungkin gus adnan kita masih disini " ledek yang satu lagi


"Masih betah woi di madinah ,betah ...sampai lupa punya keluarga "ledek mereka tak berhenti


Adnan hanya tersenyum tipis sambil meletakkan barang bawaan nya pada tiga pemuda di depan nya


"Banyak banget Adnan!" Protes mereka saat menerima beberapa tas besar yang sudah berpindah ke tangan mereka


"Yah Malah pergi dia nya " ujar salah seorang dari mereka ketika adnan nampak berjalan ke arah pintu taksi


"Dek ,bangun..." Ujar adnan pelan


"Iya mas ,kalau udah sampai " ujar reina masih belum sadar


"Udah sampai dek ,di rumah "ujar adnan pelan


"Mas gendong ?" Tawar adnan pelan ketika melihat reina masih tak kunjung bangun dari tidur nya


Dengan perlahan reina membuka matanya ,samar samar ia melihat pemandangan familiar yang sudah lama ia tidak melihat ,bangunan bangunan putih dengan beberapa santri putra berlalu lalang terlihat di hadapan nya ,reina terdiam sebentar ia masih mencerna apa yang ia lihat .


Baru berapa detik ,Reina langsung membuka sempurna matanya dan dengan cepat turun dari mobil


"Mas arya ! Mas fadhil ! Mas ridwan !" Teriak reina girang ketika melihat sosok yang ia kenali berada di depan nya


Yang di panggil terdiam lama ketika mereka melihat sosok reina

__ADS_1


"Siapa ya?"celutuk Fadhil pada perempuan bercadar di depan nya


"Udah dek ,langsung ke rumah aja ,mereka loading nya lama "seru Adnan menarik tangan reina


Berjalan masuk ke rumah mereka


"Dek..?"tanya arya menoleh ke arah ridwan ,dengan wajah penuh tanda tanya


"Reina !!!!!"seru fadhil ketika ia sadar


"Reina woiiii"ujar arya tak pada kedua sepupu nya , fadli dan ridwan


Dengan cepat ketiga nya berlari mengejar reina dan adnan yang sudah berjalan menjauh dari mereka


"Kamu reina yaa?"tanya Ridwan kembali memastikan


"Bukan ,saya bidadari " ujar reina geram menjawab pertanyaan aneh dari Mas ridwan nya


"Ya allah benar reina !!"ujar arya heboh


"Aduh sini dek peluk mas dulu "ujar fadli membuka lebar kedua tangan nya untuk memeluk adik sepupu mereka ini


"Nggak muhrim "ujar reina menjauh menghindari pelukan dari Mas fadli nya


Mendengar jawaban reina ketiga laki laki itu terdiam sejenak


"Subhanallah " ujar fadli terkesima


"Walhamdulilah "ujar ridwan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ,masih tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar


"Walailahailallah" ujar Arya sambil menyambung zikir kedua sepupu nya ,ia benar benar tidak menyangka


"Wallahuakbar " tambah reina melengka


"Alhamdulilah adek mas ,udah pintar sekarang !" Seru adnan mengusap kepala reina


Di tempat lain .


Seorang laki laki duduk di tepi ranjang hotel yang ia pesan ,siapa lagi jika bukan farhan yang baru sampai di kota asal sahabat nya .


Farhan nampak sedang mengupirim pesan pada harits


"Alhamdulillah sudah sampai ,"tulis farhan pada Harits

__ADS_1


__ADS_2