
"Assalamualaikum my darling , i Love Love Love you so much. " ujar seseorang dari belakang
Dengan spontan Reina membulatkan matanya sempurna "apalagi ini ya Allah ðŸ˜"
Benar saja dugaan nya ,siapa lagi jika bukan suaminya .
"Pfft Bwahahahha" tawa Adnan dan Harits memenuhi ruangan .
Mereka terus tertawa sampai abi menegur mereka untuk diam .
Sedangkan Reina hanya bisa menundukkan kepalanya ,umi dan abinya hanya bisa tersenyum
"Ustadz mau yang mana ?" Tanya Reina pada Farhan.
"Yang mana aja boleh " ujar Farhan tanpa bisa berhenti tersenyum .
Dengan segera reina mengambilkan sarapan suaminya,dan setelah selesai mereka lanjut sarapan bersama .
Waktu silih berganti ,Reina baru saja selesai mencuci piring ,ia segera berjalan menuju kamarnya .
"Kreeit" Reina membuka pintu kamarnya ,terlihat jelas ustadz tidak berada di sini . Reina melepaskan jilbab nya dan segera naik ke kasur nya ,menyandarkan dirinya sambil membuka hp nya ,Reina yang sibuk dengan hp nya tidak sadar dengan kedatangan seseorang di kamarnya .
"Honey"panggil Farhan pelan
"Ya ada apa ustadz" ujar Reina spontan .
Mendengar Reina merespons nya ,Farhan segera berjalan mendekat ,dan segera merebahkan tubuh nya di samping Reina .
"Kapan kamu akan kembali ke pondok ?" Tanya Farhan sambil mengambil tangan kanan istri nya untuk ia genggam
"Emm kalau menurut tanggal masuk sih ,5 hari lagi ustadz. " jawab Reina sambil membuka kalender di handphone nya
"5 hari lagi yaa....bukan nya terlalu cepat."ujar Farhan sambil memainkan tangan Reina .
"Ada apa ustadz ? Ada yang mengganggu ?" Tanya Reina setelah meletakkan hp nya ke ke meja di samping kasur nya ,ia tahu ada sesuatu terdengar jelas dari nada bicara suaminya seperti ada yang ia khwatir kan .
"Tida ada ,hanya saja bukan nya terlalu cepat untuk kita ,berpisah setelah 5 hari dan kamu akan mondok untuk 1 thn ke depan. " ujar Farhan jujur ,bukan nya apa apa ia masih ingin menghabiskan banyak waktu sebelum harus berpisah dari istrinya ini .
"Hmm begitu ……" ujar Reina pelan
"Apa kita bisa minta izin untuk libur lebih lama ?"tanya Farhan menatap dalam wajah istrinya yang duduk di sampingnya
"Hmm saya seperti nya tidak diberi izin lagi ustadz ,karna saya sudah pulang lebih dulu dari yang lain nya. "jawab Reina
"Saya nggak mau pisah dari kamu"ujar Farhan mengenggam erat tangan istri nya
"Saya tahu ustadz ."Reina mengubah posisi nya ,ia ikut berbaring bersama suaminya
"Kenapa kamu tidur nya di situ ?"tanya Farhan saat melihat Reina yang tidur bukan di dekat nya melainkan di pinggir kasur
"Sini !" Ujar Farhan menyuruh eRina tidur dlm pelukan nya
__ADS_1
Dengan malu malu tapi mau Reina masuk ke dalam pelukan Farhan dan dengan cepat farhan memeluk istrinya lembut ,
"Bahkan kita belum melakukan ibadah ." ujar Farhan di tengah pelukan nya
Tahu apa yang di maksud ,muka Reina berubah menjadi merah padam ,"apa ustadz menginginkan nya sekarang ?"nanya Reina malu .
"Saya ingin tapi saya lebih ingin meluk kamu seperti ini lebih lama lagi " ujar Farhan sambil tersenyum
"Kamu ingin kita punya anak berapa ?" Tanya Farhan pada istrinya
"5" jawab Reina cepat
"5? " tnya farhan memastikan ,ia sedikit terkejut dengan jumlah nya .
"Saya mau punya anak 5 " jawab Reina sambil menyembunyikan wajah nya di dada bidang Farhan
"Saya mau punya anak laki laki 5 " tambah Reina
"Laki laki semuanya ?kenapa tidak perempuan semuanya ?" Tanya Farhan sambil menatap wajah Reina yang bersembunyi
"Kenapa kamu menyembunyikan wajah mu ,saya ingin melihatnya " ujar Farhan protes
Dengan malu malu reina mengadahkan wajah nya menatap wajah suaminya yang berada di atas nya karna perbedaan tinggi mereka sangatlah jauh
Masih belum puas ,Farhan mengangkat reina ke atas ,agar posisi wajah reina lebih tinggi dari wajah nya
"Kenapa laki laki semua ?" Ulang Farhan dengan nada serius
"Tidak boleh " ujar Farhan ketus
"Kenapa tidak boleh ?"
"Nanti kamu lebih sayang sama mereka "ujar Farhan terdengar jelas ia sedang kesal
"Tentu saja saya akan menyayangi mereka semua "sahut Reina dengan tersenyum
"Tidak boleh "ujar Farhan cepat
"Kenapa ?" Tanya Reina
"Saya gak mau kamu sayang sama laki laki lain " ujar Farhan sambil memeluk Reina
"Bwahahahaha karna itu……?" Reina tidak bisa berhenti tertawa ,saat tahu suaminya ini sangat pencemburu bahkan sama anak nya sendiri ,lebih tepat nya calon anak mereka
"Saya gak mau."ujar farhan pelan
"Hmm ustadz...... "panggil reina pelan
"Saya kan udah jadi suami kamu,kenapa masih panggil saya ustadz "ujar Farhan masih dengan nada kesal
"Ada apa ini ?apa suaminya ini sdang bad mood mengapa juga mempermasalahkan hal seperti itu ?" Batin Reina
__ADS_1
"Karna ustadz kan ustadz saya " ujar Reina menjawab dengan hati hati karna ia tahu mood ustadz Farhan sedang tidak bagus
Setelah berapa lama tidak ada jawaban dari ustadz hanya diam saja
"Baiklah baiklah ,ustadz mau di panggil sayang ?" Tanya Reina
Dengan cepat Farhan menggeleng
"Darling ?"
"Suamiku ?"
"Habibi?"
"Hubby?"
"Cinta ?"
"Honey ?"
"Zauji?"
"Husben?"
"Apa ustadz mau di panggil abi ?" Tanya Reina sedikit geli dengan tawaran nya ,ustadz Farhan tetap menggeleng .
"Jadi apa ? Saya panggil ustadz apa ?" Tanya Reina lembut
"Mas" ujar Farhan pelan sambil tetap memeluk Reina
" kok mas ,ustadz?" Tanya Reina bingung dari banyak nya panggilan yang ia tawarkan kenapa ustadz nya malah ingin di panggil mas ,panggilan mas biasanya untuk mas nya seperti mas Adnan mas Harits ,tapi kenapa suaminya yang merupakan blasteran antara Arab dan turki malah ingin di panggil mas .
"Saya pingin " ujar Farhan cepat ,sebenarnya ia dah lama ingin di panggil mas ,kenapa ? Karna Harits di panggil dengan panggilan itu oleh reina ,dan ia juga merasa panggilan mas itu terdengar unik dan romantis.
"Baiklah mas " ujar Reina tersenyum,sambil tertawa terbahak babak dalam hati
Mendengar di panggil mas ,muka Farhan langsung memerah. Ntah mengapa ia sangat suka jika mendengar reina memanggil nya mas ,"coba ulangi "ujar Farhan dengan nada yang jauh lebih dari sebelum nya
"Apa mas ku. " ujar Reina sekali lagi
"Coba lagi " ujar farhan mengadahkan kepalanya menatap wajah reina ,dengan senyuman di wajah nya
"Mas" ulang Reina
"Lagi "pinta Farhan
"Mas Farhan " ulang Reina
"Blushh" pipi Farhan memerah seketika
"Bwahahahhahaha ,ini asli ustadz yang datar ,galak plus sadis ,kyk nya beda orang lah ,"batin Reina tertawa terbahak bajak dalam hati .
__ADS_1