
di tengah hiruk pikuk pasar malam ,Reina berjalan antusias sambil menggandeng tangan mas nya .
Farhan awalnya biasa saja ,tapi setelah masuk ia mulai merasakan aroma sampah dan makanan bercampur menjadi satu masuk ke Indra penciuman nya membuat perut nya mual tak karuan .
"mas beli ini yaa!"tunjuk Reina menunjuk beberapa aksesoris lucu yang menarik perhatian nya
"hmm"
"mas ke sana yuk ada bakso bakar" tunjuk Reina setelah selesai membeli barang
dengan cepat Reina menarik Farhan ke arah gerobak penjual bakso bakar
"10 tusuk ya mang !" pesan Reina antusias ,sambil menunggu pesanan Reina menatap sekeliling nya masih banyak yang mau ia beli ...
"mas di tinggal ya ,nanti saya ambil " ujar Reina sambil mengandeng tangan Farhan mengikuti nya
Farhan tetap berusaha mengikuti istrinya walau ia merasa sangat mual
"mas kok jalan nya lama sih ..cepetan " ujar Reina berjalan di depan Farhan .
tidak ada jawaban dari Farhan ,Reina merasa ada yang tidak beres dengan suaminya,dengan cepat ia balikkan badan nya karena badan suami jauh lebih tinggi dari padanya ,ia tidak bisa melihat dengan jelas wajah suami nya.
"mas sini !" ujar Reina sambil menyuruh Farhan menundukkan kepalan nya .
Farhan menundukkan badan nya ,tanpa basa basi Reina membuka hp nya agar memudahkan nya melihat wajah suaminya.
"mas?!" ujar Reina syok saat ia melihat wajah suami nya yang sudah pucat pasi
"kenapa?" tanya Reina sambil menempelkan tangan nya ke pipi mas Farhan
"mual" ujar Farhan sambil tersenyum lemah
"ya Allah kok gak bilang dari tadi "Omel Reina sambil menuntun suami nya keluar dari arena pasar malam .
sesampainya di luar Reina menyuruh Farhan untuk duduk di bangku yang tersedia di sana
"mau muntah ?" tanya Reina pelan
Farhan mengangguk membenarkan
"mas mau muntah muntah aja jangan di tahan ,Rei. ada bawa plastik kok " ujar Reina sambil membuka tas nya mencari keberadaan plastik .
tidak berapa lama kemudian
"huwekk huwkk" Farhan memuntahkan semua isi perut nya ke dalam kantong plastik yang Reina sudah siapkan untuk nya
dengan telaten Reina memberikan sebotol air mineral ,"kumur kumur mas "ujar Reina menyuruh suaminya membersihkan mulut nya
setelah selesai Reina memberikan satu botol air mineral lagi untuk Farhan minum ....
"gimana ?" tanya Reina setelah Farhan meminum air mineral
__ADS_1
"enakan ?" tanya Reina lagi
Farhan hanya mengangguk kemudian memberikan botol air bekas ia minum kepada Reina
dengan cepat Reina menerima botol itu ,tapi bukan nya ia simpan ,Reina justru membuka tutupnya dan menuangkan air yang tersisa ke telapak tangan nya
"maaf ya mas" ujar Reina sambil membasuh wajah suaminya dengan tangan nya
Farhan hanya diam saja ,ia menikmati basuhan air yang Reina berikan ..membuat wajah nya terasa lebih segar .
setelah selesai .Reina membuka kembali tas nya mencari cari sesuatu ,seingat nya ia pernah memasukan nya ke tas nya tapi ia tidak tahu apakah masih ada atau tidak .
"cari apa ?" tanya Farhan mulai bersuara
"cari minyak kayu putih mas " jawab Reina masih sibuk dengan tas nya
"dapat!" seru Reina setelah berhasil mendapatkan sebotol minyak kayu putih andalan nya
Reina menuangkan minyak kayu putih itu ke tangan nya "mas Reina izin ya .."ujar Reina sambil membuka kancing jubah suaminya dan mengoleskan minyak itu ke dada suaminya dan juga punggung .
"makasih honey ..cup" Farhan mencium pipi Reina yang terhalang oleh cadar saat istri nya masih sibuk mengoleskan minyak ke tubuh nya
"blushh" pipi Reina memerah seketika
"bakso bakar nya?" ingat Farhan
"ohh yaaa lupa!! mas di sini aja yaa,Rei mau ke dalam bentar aja " ujar Reina segera berlari
di gerobak bakso
"mang yang 10 tadi !" ujar Reina .
"oh mbak yang tadi ,kira saya gak jadi loh mbak,nii mbak pesanan nya " ujar mang bakso sambil menyerahkan pesanan Reina.
"makasih mang"seru Reina sambil menyerahkan satu lembar uang sepuluh ribuan .
Reina berjalan cepat sampai akhirnya "bukkk"
"maaf maaf saya gak sengaja " ujar Reina sambil menunduk meminta maaf
"ya gapapa" ujar suara laki laki di depan nya
baru berjalan beberapa langkah ,langkah Reina terhenti saat seseorang menyebutkan namanya dari belakang "Reina ya?"
reflek Reina membalikkan badan nya ,melihat siapa yang menyebut nya tadi
"bener Reina !" ujar laki laki di depan nya antusias
Reina berdiri kaku di depan laki laki itu ,ia tahu betul siapa yang ada di depan nya .tidak lain adalah mas Fuad ,santri putra yang bisa membuat nya dulu rela rela memanjat pohon hanya untuk melihat nya pergi dari asrama ke masjid.
"assalamualaikum kk" ujar Reina ingin cepat cepat mengakhiri pertemuan mereka
__ADS_1
"wa'alaikumsalam ,apa kabar Reina ,kabar nya sekolah di Afrika Selatan yah?" tanya Fuad
"iya kak" ujar Reina singkat
"oh Rei , mumpung kamu ada ,mas mau tanya ,mas dengar kamu nikah apa benar?" tanya Fuad pada sosok bercadar di depan nya
"iya kk" jawab Reina cepat
tampak dari raut wajah Fuad ada yang berbeda ,
"oh ya mas ,Rei duluan ya.." ujar Reina segera beranjak pergi.
"Rei ...tunggu! kita samaan aja ,mas juga mau keluar" ujar Fuad berjalan mengimbangi jalan Reina .
"gini ya ...rasanya ..." ujar Fuad di tengah tengah perjalanan keluar dari pasar malam
Reina hanya diam saja ..tidak membalas sepatah kata pun .
"makasih mas ,Rei pergi dulu .."ujar Reina pamit saat sudah melihat keberadaan suaminya dari tempat ia berdiri
"Rei tunggu...!"panggil Fuad sambil mengejar Reina
"ada apa mas .."tanya Reina
"ini untuk kamu..."seru Fuad sambil memberikan satu bungkus gula kapas kepada Reina
"eh mas ,gak usah ...."tolak Reina lembut
"tolong terima Reina ..saya tau kamu suka ini ....."Fuad menatap perempuan bercadar di depan nya yang masih terlihat enggan menerima nya .
"anggap aja hadiah pernikahan kami dari saya " ujar Fuad sambil tersenyum
"makasih mas" Reina mengambil gula kapas itu dari tangan Fuad dan segera pergi berlalu menemui suaminya
Farhan menggenggam tangan nya kuat ,saat melihat istrinya keluar berjalan berdampingan bersama seorang laki laki ,emosinya seakan akan mau meledak saat ia melihat laki laki itu memberikan sesuatu kepada Reina .
"mas.."panggil Reina pada suaminya
"lama yaa...maaf ya mas " ujar Reina sambil mengambil posisi duduk di sebelah Farhan
tidak ada jawaban dari Farhan hanya diam
"mas mual lagi ?" tanya Reina saat tidak ada jawaban dari ustadz Farhan
Farhan menggeleng. diam diam matanya mencuri pandang pada istrinya .
"jangan dimakan"Farhan melempar satu bungkus gula kapas yang hendak di makan Reina ke tanah .
"mas ? kenapa di buang ?" ujar Reina menatap iba gulali nya yang sudah kotor .
Farhan hanya menatap Reina ,mukanya sudah memerah ,Karena tak ada lampu di sini tentu saja tak ada yang tahu ia sedang menahan mati Matian rasa cemburunya
__ADS_1