
Reina melangkahkan kaki nya melangkah demi langkah ...sudah dua hari ia disini dan juga setiap sore akan ada dokter datang memeriksa wajah nya ....ia sudah baik baik saja sekarang hanya saja ia sedikit merindukan sosok suami nya yang sibuk dengan urusan nya di pondok
Sekarang yang ada di rumah ini hanya dirinya dan Mama dan juga beberapa main yang tinggal di sini
"Reina sini nak "suara merdu dan lembut memanggil namanya .
Reina tersenyum dengan cepat ia berjalan mendekat ke sosok perempuan paruh baya yang sedang tersenyum pada nya
"Mama biar Reina saja " ujar Reina langsung mengambil alih keranjang yang di pegang ibu mertuanya
"Kamu ini " ujar perempuan paruh baya itu sambil tersenyum menampakkan deretan gigi rapi nya
Reina menggandeng tangan ibu mertuanya itu menemani nya berjalan sambil memetik buah anggur yang sedang berbuah dan mengumpulkan nya di keranjang kecil
Mereka berdua sibuk memetik anggur hijau yang sudah matang sambil mengobrol ringan bersama
"Bukankah sebentar lagi ujian nak ?" Tanya mama di tengah obrolan
Reina terdiam ia kembali memikirkan pertanyaan mas Farhan berapa hari yang lalu ,ia masih belum bisa memberikan jawaban
"Rei...Reina ?...reina ...."suara panggilan mama menyadarkan Reina dari lamunan nya
"Eh ma..maaf tadi Rei kefikiran sesuatu ..."ujar Reina
"Rei bingung ...rei tahu ntar lagi ujian dan mas Farhan minta Rei tinggal di sini aja tapi rei belum iya kan ,rei bingung mau jawab apa " lanjut nya lagi
"Kenapa Rei bingung ?" Tanya sang mama sambil menatap serius wajah Reina,Setau nya Reina akan sangat terlindungi jika ia tinggal di sini ,dan itu juga baik buat Reina dan Farhan
"MA jika Reina tinggal di sini ...Mas Farhan harus ngantar rei pagi pagi sekali dan juga jarak antara rumah dan pondok bisa dibilang cukup jauh ,dan jikalau mas bisa ..rei juga merasa ga bisa semaximal mungkin belajar nya karena rei gak akan ikut kelas musyawarah malam bersama yang lain nya....ma rei mau tinggal di sini tapi untuk saat ini rei bingung " terang Reina panjang lebar
Perempuan di depan Reina ini menatap matanya lama ..seakan ingin mengatakan banyak hal
"Mama lupa kamu seorang santri " ujar sang mama dengan tersenyum
__ADS_1
" menurut mama gimana?" Tanya Reina lagi
"Ikuti kata hati kamu ...mama akan dukung apapun keputusan mu nak "ujar mama dengan tenang
Reina tersenyum sambil menatap hamparan rumput hijau di depan nya ..
"apa yang harus ia pilih ?"
Percakapan mereka berakhir sampai di situ ,dua perempuan ini akhirnya memutuskan untuk masuk kembali ke dalam rumah setelah puas berkebun dan memetik anggur
Menit berlalu berganti jam
Reina mengusapkan kedua tangan nya ke wajah nya sambil mengucapkan aamiin ,ia baru saja selesai memanjatkan sebuah doa ,Suasana nyaman di kamar ini menambah keinginannya untuk berlama lama di atas sajadah ,tapi ia lebih memilih bangkit dari tempatnya dan segera merapikan mukena yang ia kenakan
Baru hitungan berapa menit ia berdiri suara pintu kamar terbuka mengalihkan pandangan nya
Farhan muncul dari balik pintu sambil mengucapkan salam "Assalaamu'alaikum" ujar Farhan segera melangkah masuk ingin cepat cepat memeluk istri nya
Farhan membuka tangan nya dan segera memeluk erat tubuh Reina
"Salam nya ! " ingat Farhan
"Oh iya....Waalaikumussalam mas " ujar Reina saking bahagia nya ia bahkan lupa menjawab salam,padahal menjawab salam kan wajib
Berapa menit kemudian ....Farhan masih memeluk Reina , sepertinya dia tidak ada niat untuk melepaskan nya , menurutnya ini suatu yang ajaib tapi nyata ,ia merasa energinya seharian ini seakan akan memulih hanya dengan kemelut istri nya ....dan ia merasa hati nya menghangat saat mencium aroma rambut istrinya .perasaan antara bahagia rindu dan syukur seperti menerima kebahagiaan bagi nya
"Mas........."panggil Reina masih tetap berada dalam pelukan suami nya
"Udah makan malam ?"tanya Reina memastikan
"Alhamdulillah belum" ujar Farhan santai
"Mas tadi makan siang ?" Tanya Reina lagi
__ADS_1
"Siang .....Hmm mas lupa" ujar Farhan masih menutup matanya nya sambil memeluk istrinya dengan posisi berdiri
"Ih berarti mas seharian belum makan yaa...?"ujar Reina melepaskan pelukan nya
Ia ingat pagi tadi saat hendak menyiapkan sarapan untuk Farhan ,Farhan menolaknya dengan alasan ia nanti akan terlambat
"Iya ya?"tanya Farhan tak peduli ia masih ingin memeluk istrinya Tapi Reina menolak nya ...dengan alasan ia harus makan dahulu ,dengan berat hati Farhan mengikuti apa yang Reina perintahkan ...
Farhan melepaskan sorban nya ,dan mengganti baju nya sebelum ia turun ke bawah ..Saat ia turun rumah sangat sepi karena mama dan aba pasti sudah tidur di saat jam segini
Farhan menghidupkan lampu dapur dan mulai memasukkan berapa makanan ke dalam microwife sambil menunggu ia membuka handphone nya memeriksa berapa e-mail nya .
"Mas " seseorang muncul dari belakang dengan hanya menampakkan wajah nya
"Eh Honey " ujar Farhan sadar atas kedatangan Reina ..."kenapa ke sini?" Tanya Farhan segera mematikan hp nya
"Mau temanin mas " jawab Reina dengan bahagia ,alasan bahagianya sangat simpel Walaupun tinggi nya jauh beda dengan mas Farhan ia masih bisa melihat wajah tampan milik mas nya
"Temanin mas ?" Tanya Farhan dengan wajah sedang mempertimbangkan
Berapa lama kemudian "Ih mas ihh" ujar Reina saat melihat tatapan tidak yakin dari wajah mas Farhan ,ia berjalan dengan cepat
Farhan tersenyum senang ,ternyata seru juga ujarnya dalam hati .."Eitss mau Kemana ?" Tanya Farhan menahan tangan Reina yang hendak pergi
"Mau ke kamar " jawab Reina datar
Farhan menarik tubuh Reina ke hadapan nya ,ia memegangi kedua pipi Reina yang memerah karna kesal "ulu ulu ada bidadari marah ,sini liat wajah marah nya mana " goda Farhan sambil mencoba menatap mata Reina
Reina mencoba menghindari tatapan itu ,bisa bisa nanti ia akan luluh dengan mudah ,tapi usaha nya sia sia ia tidak bisa menghindar karena mas Farhan memegangi ke dua sisi pipi nya dengan tangan nya hingga membuat Reina tidak ada cara lain ia menjulingkan mata nya untuk menghindari tatapan Farhan
Farhan terdiam sebentar ia menatap wajah Reina kemudian
"Bwahahahha " tawanya yang ia tahan akhirnya pecah.
__ADS_1