
Jasmin nya ada?"tanya pria di depannya Reina kembali mengulangi pertanyaannya
baru hendak menjawab ,
seseorang datang dari belakang Reina
"silakan masuk " seru maid Jasmin mempersilahkan pria di hadapan Reina masuk
karna melihat pria itu mau melangkah masuk Reina menggeser posisinya ke samping pintu ,memberi jalan untuk laki laki yang ada di depan nya
setelah itu pemuda itu berlalu meninggalkan nya, Reina masih menatap sosok pemuda itu Dengan tatapan curiga
menit berlalu ,Reina berjalan kembali ke kamar Jasmin, dengan tatapan nya masih menatap ke arah ruang tamu
sesampainya di kamar jasmin ,Reina kembali membuka hp nya dan langsung membuat panggilan video ke keluarganya yang kau berada di Indonesia ,
"tidak di angkat?" tanya Reina tak yakin
"ada apa?" tanya Jasmin yang baru keluar dari kamar mandi nya
"aku menelfon keluarga ku berkali kali ,tapi kenapa panggilan ku tidak tersambung juga!" Reina kembali menekan nomor salah satu dari anggota keluarga nya , sekarang ia menelfon ke nomor Abang nya yg bisa di pastikan akan di jawab
setelah beberapa saat terdengar suara operator telfon " tidak tersambung juga!" Reina berseru tak percaya
"Reina ,sadar !! ini dimana ? kita beda berapa jam? " Jasmin menyadarkan Reina bahwa mereka berbeda 7jam lebih cepat dari jam Indonesia
"Astaghfirullah" Reina memegangi kepalanya dia benar-benar lupa dengan masalah ini
"oh yaa Jasmin dibawah ada yang cariin kamu?" seru Reina kembali
"cariin aku?" Jasmin memberhentikan kegiatan nya mengeringkan rambutnya
" iya ," sahut Reina
Jasmin nampak mengerutkan kening nya sebentar , kemudian tak berapa lama sebuah senyuman muncul di wajah nya
" temanin aku kebawah!"Jasmin menarik tangan Reina spontan berjalan ke pintu kamar nua
"Wait ,tapi kenapa? kamu bisa sendiri lagian itu tamu kami? aku mager" seru Reina menarik kembali badan nya ke kasur ia enggan untuk keluar dari kamar
"pokoknya ikut" seru Jasmin tak bisa di ubah
Reina menggeleng kepala nya cepat dan berusaha menarik tangan nya dari Jasmin
mereka tak berhenti tari tarikan sampai akhirnya Reina mengalah
"oke oke ,aku kebawah" Reina mengalah melihat kesungguhan Jasmin yg tidak mau kalah darinya
akhirnya mereka turun bersama ke bawah
"assalamualaikum brooo" sapa jasmin menepuk kertas pundak laki laki yang Reina temui tadi
"uhuk uhuk" laki laki itu batuk karena pukulan tiba tiba Jasmin saat ia sedang minum
" ngomong ngomong ada yang nggak menepati janji loh ?" sahut Jasmin berdiri di samping laki menatap mata lawan bicaranya seakan akan tak mau membiarkannya begitu saja
"menjauhhh" laki laki itu meletakkan jari telunjuk nya ke kening Jasmin kemudian mendorong kepala Jasmin pelan
" auww ,kamuu yaa!! ?" tunjuk Jasmin dengan menahan emosi yang membara bara
" panggil paman " laki laki itu menekan kata paman dalam ucapan nya
__ADS_1
"paman? kyk kamu? hahaha sampai lupa punya keponakan yaa !,padahal dulu……" Jasmin menghentikan kata katanya saat melihat kedatangan mamanya yang menatap nya tajam
"ma dia !" seru Jasmin tak terima
"kalian ini , sudahlah jangan terus meribut ,lihatlah Reina !" sahut sang ibu
Reina terdiam ia yang sedang asik memakan makanan nya pun sontak jadi sorotan seluruh mata mengarah padanya yang sedang memakan kue di tangan nya
" hmm ini enak " ujar Reina menahan malu dari balik cadarnya
" siapa?"
"perkenalkan saudara angkat ku , sekaligus sahabat ku Reina Mardhiyah" sahut Jasmin dengan bangga
"ohh Reina" sahut laki laki itu cuek
"besok mau kemana?" sahutnya kembali bertanya pada beban hidupnya selama ini
" kita besok pergi kemana yaa Reina ?" tanya Jasmin meminta usul Reina
Reina terdiam ia memikirkan apa apa saja tempat bagus di Afrika Selatan ,dia sama sekali tidak tahu ,dia bahkan tidak tahu banyak tentang negara ini
"aku Kurang tau ,aku ikut kamu saja"
Jasmin menatap lama paman kecil nya ,ia punya satu tempat menarik yang akan ia kunjungi besok " pantai sardinia bay !" usul Jasmin tiba tiba
"kurang bagus" jawab paman nya Jasmin acuh
"bagaimana Reina ?" tanya Jasmin dia lebih ingin dengar pendapat kawan nya dari pada pendapat paman nya yg sok tahu
"boleh!" Reina mengangguk setuju
"seterah" sahut laki laki di depan Jasmin pasrah , memang ia takkan bisa melawan keponakan nya yg sepuluh tahun beda darinya ,dari dulu ia tak pernah bisa menang jika melawan keputusan Jasmin
" hei …hei… EMIR Al GHIFFARI " panggil Jasmin berulang kali tapi tak ada jawaban dari paman nya
"Paman " panggil Jasmin
" biasakan memanggil ku dengan lebih sopan " seru Emir berlalu dari hadapan Jasmin
" jangan lupa besok !" teriak Jasmin mengingat kan paman nya sebelum benar benar pergi dari rumah nya
waktu berlalu ……
kebesokan harinya …
terlihat beberapa orang perempuan sedang mengemaskan barang bawaan mereka
karna hari ini mereka akan pergi ke pantai yang bernama sardinia bay beach yang terletak di Port Elizabeth , Afrika Selatan ,butuh waktu sekitar 6 atau 7 jam perjalanan untuk sampai ke sana
Sardinia bay beach
setelah memastikan semua beres ,mereka pun segera pergi ,mereka pergi dengan mobil Emir paman nya Jasmin ,
di perjalanan Reina menghabiskan waktunya dengan tidur ,karna semalam ia menghabiskan malam nya untuk menelfon keluarga nya , ia menelfon umi nya beberapa jam , berbeda dengan abinya yang hanya setengah jam dan juga Abang dan kakak nya yang juga menelfon nya ,di tambah dengan sepupu-sepupunya nya yang seumuran dengan nya menelfon menanyakan gimana kabarnya dan juga merindukan nya ,merindukan partner melanggar mereka di pondok nya milik keluarga Reina
perjalan berlangsung mobil putih milik Emir melaju cepat di jalanan sepi Afrika ,sambil mendengarkan nashed Jasmin memakan cemilan yang ia bawa sambil menemani Emir yg sedang menyetir ,karna Reina dan mamanya sudah tertidur dari awal perjalanan
sesekali Jasmin ikut bersenandung nashed ketika ada bagian yg ia hafal ,Emir hanya tertawa mendengar suara sumbang Jasmin sesekali ia mengejek keponakannya .tapi di balas acuh oleh jasmin
__ADS_1
Emir adalah adik dari mama nya Jasmin , adek terakhir ,Emir menghabiskan waktu kecilnya di rumah kakak nya karna ia di suruh kakak nya untuk menjaga Jasmin kecil yang aktif nya masyaallah ,dan sekarang lagi ia mendapat kan tugas dari kakak iparnya untuk menjaga Jasmin dan ibunya ,tentu saja Emir tidak setuju awalnya dan pada akhirnya ia harus menerima amanah kakak ipar nya dan sekarang ini nasibnya ,ia harus menjadi sopir pribadi keponakan nya selama ia liburan ,karna kakak ipar nya (ayah jasmin) ada urusan penting perusahaan di luar negara
Reina membuka matanya ,saat telinga nya mendengar suara gemuruh air yang kuat ,Reina menatap sekeliling nya tinggal ia di mobil Reina
menatap ke luar betapa tak percaya nya Reina, dia sudah sampai di pantai sardinia bay
"masyaallah" puji Reina saat melihat ke luar mobil
Reina berjalan ke luar mobil betapa senangnya Reina, saat ia langsung merasakan angin sepoi-sepoi langit menerpa jilbab nya ,
Reina melihat Jasmin sudah ada jauh di depan nya sedang bermain air
dengan tanpa malu malu Reina berlari ke arah Jasmin melebarkan ke dua tangan nya ke samping dan melepaskan sepatu yang ia kenakan
kemudian berlari cepat ke arah air pantai ,ombak besar datang Reina sudah bersiap menunggu
"byurss" suara ombak jatuh ke arah nya
Reina tersenyum mengajak Jasmin ikut berlari bersama nya
"waaaa"teriak mereka berdua bahagia
Emir menatap dua perempuan yang sedang berlari lari dengan teriakan alay mereka ,senyum di wajah nya tak bisa ia pungkiri "bagaimana bisa dua wanita bercadar bisa bertingkah norak seperti mereka" batin Emir
ia menatap Jasmin dan Reina dari jauh karna ia harus membantu kakak nya menyiapkan keperluan makan mereka .
setelah lelah bermain Reina dan Jasmin kembali ke tempat mama nya Jasmin berada
" tunggu temanin aku beli di situ!" sahut Jasmin menghentikan tangan Reina meminta Reina menemani nya ke sebuah toko kecil yang terletak tak jauh dari pantai
"tapi kita sudah sangat basah dan ini lengket " sahut Reina karna memang pakaian yang mereka pakai sudah basah dan lengket karna bercampur dengan pasir pantai
"sebentar saja,Kan kita pakai handuk besar ini" seru Jasmin memang sekarang mereka sudah menutupi diri mereka dengan handuk ukuran untuk 5 orang di jadikan satu
"baiklah " Reina tersenyum
dengan berlari berlari kecil Reina dan Jasmin berjalan ke toko kecil itu
"tringg" lonceng pintu toko berbunyi saat mereka masuk .
"wahh" jasmin menatap aksesoris kerang dan perhiasan laut lain nya yg menarik perhatian nya .
Jasmin berhenti ia menatap lama aksesoris laut yang satu ini ,ini sangat cantik
berbeda dengan Reina yang menatap lama aksesoris kerang yang ada si depan nya ,ntah mengapa ia ingin memiliki ini ,tapi inikan untuk orang lamaran .
tapi ntah mengapa hatinya tertarik dengan aksesoris yang satu ini
Reina masih memandangi kerang di depan nya lucu sekali Reina tertawa saat tak sengaja ia mengkhayal akan di lamar dengan kerang putih ini
"REINA?" suara seseorang dari belakang yang terdengar sangat familiar di telinga Reina
"jangan jangan" Reina membalikkan badan nya menatap sosok di depannya tak percaya
__ADS_1