Ustadz And I

Ustadz And I
41


__ADS_3

Di pagi buta ,suara bel terbunyi di seluruh asrama ,membangunkan manusia manusia yang sedang terlelap dalam tidur mereka


Reina membuka kedua mata nya , menatap enggan ke sekeliling nya ,sekarang adalah waktu untuk ia mengerjakan sholat sunnah tahajud .


" huh. " reina menghela nafas kasar ,ia bangkita dari posisi tidur nya menjadi duduk di tepian ranjang ,menatap kosong kawan kawan asrama nya yang mulai bangun satu persatu .


"Sudah dua minggu, " ucap reina menatap kosong di depan nya ,sudang dua minggu berlalu sejak ustadz pergi ,ntah mengapa ia seperti kehilangan semangat nya untuk beberapa waktu ini ,hari-hari nya berjalan seoerti biasa ,masuk kelas ,ngaji ,ke perpus ,diskusi malam ,semuanya seperti biasa ,tapi ini semua berbeda ,hatinya seakan akan merasa hampa seperti ada yg hilang .


Dirinya yang sekarang sedang berpura pura untuk menjadi baik baik saja ,menjadi sosok yang samadi depan sahabt nya ,seakan -akan ia selalu bahagia ,hidup tamba beban ,tapi siapa ? Siapa yang tahu jika ia sedang berpura-pura.


..."Berpura-pura lah bahagia ,sampai engkau lupa bahwa engkau sedang berpura - pura"...


"Sudahlah jangan dipikirkan lagi ,bismillah semoga hari ini lebih baik dari hari yang sebelum nya." Ucap reina pada dirinya sendiri,ia harus bisa ! Nggak ada alasan nya untuk tetap seperti ini lebih lama lagi ,karna ada cita cita yang harus ia perjuangkan ,ada orang tuanya yang harus ia banggakan dan ada dirinya yang harus ia......


"Kasiihani "lanjut reina lagi


"Cintai."Reina meralat kata-kata nya ,dan dengan gerakan pelan reina turun dari ranjang nya ,beranjak menuju ke kamar mandi untuk bersiap siap


Di Negara yang berbeda


..."Aku sekarang sudah seperti orang gila yang mencintaimu ...


...Tampa alasan dan juga syarat ...


...Merindukan mu tanpa kenal batas waktu ...


...Mendoakan mu selalu dalam setiap doaku ...


...Bagaimana bisa aku sekarang masih merindukan mu walau kau telah menolak cinta ini ...


...Aku tahu kekuatan cinta ini nyata ,bahkan aku tidak bisa menbencimu...


...Jangan tanya tentang mebencimu aku yang sekarang sedang berusaha untuk menahan rinduku pada mu ...


...Sungguh aku tidak bisa membencimu yang ku tahu aku mencintaimu "...

__ADS_1


Batin dari Seorang laki- laki yang sedang duduk menatap bangunan persegi yang berwarna hitam megah yang berada di depan nya ,bangunan yang menjadi kiblat seluruh umat muslim di seluruh dunia ,ya!! Bangunan persegi itu tak lain adalah kakbah.ia sedang duduk di depan kakbah duduk di pelataran kakbah ,mata nya tak lepas dari bangunan hitam nan anggun yang menarik perhatian nya


"Assalamualaikum saudaraku ,di sini lagi ?" Tanya seseorang duduk di samping nya


"Alhamdulillah iya " jawab lelaki itu pelan


"Gimana disini? Apa aman ?," tanya pemuda yang bernama aziz yang duduk di samping laki laki itu


"Alhamdulillah " jawab lelaki itu sambil tersenyum ke arah aziz pemuda yang duduk di samping nya


"Tak perlu di paksakan." Ucap aziz pelan pada lawan bicara nya


" itu terlalu jelas. " lanjut aziz menatap hal yang sama dengan apa yang ditatap pemuda di samping nya ,yaitu kakbah bangunan kokoh di depan mereka.


"Hahhaha" laki laki itu tertawa pelan ketika mendengar ucapan aziz ,tawa palsu dari seorang Muhammad Farhan Al faruqi .


" ini garing kau tahu ?" Lanjut aziz beranjak dari tempat duduk nya


"Ya memang .." Lanjut farhan bangkit dari posisi nya ,berjalan mengikuti Aziz yang tak lain adalah teman sesama majlis Syeikh Yusuf ,guru mereka


Dua pemuda itu berjalan keluar dari masjidil haram .dua pemuda yang lebih memilih menghabiskan waktu istirahat mereka di masjidil haram untuk berzikir dan bermunajat pada Allah SWT ,rabb semesta alam .


"Aku belum memikirkan nya " jawab farhan singkat


"Aku pun begitu ...." Seru aziz dengan nada kecewa


"Jadi mengapa bertanya padaku ?" Ujar farhan polos


"Dengar ...aku bertanya padamu supaya aku bisa mempersiapkan nya sekarang ,tapi teryata kau juga sama ,saudaraku." Ujar Aziz masuk ke taksi yang mereka pesan


Di dalam taksi


Farhan menghela nafas menatap jalanan kota mekkah ,"bagaimana keadaan mu?" Tanya Farhan pada aziz


"Alhamdulilah ,bersyukur kepada Allah " jawab aziz pelan .ia tahu maksud sebenarnya dari pertanyaan itu

__ADS_1


Setelah itu mereka berdua tidak berbicara sampai tiba di tempat tujuan


Di negara yang berbeda


Terlihat tiga perempuan sedang fokus pada buku yang mereka baca,di lihat dari meja mereka yang penuh dengan buku ,orang akan tahu sudah berapa lama mereka duduk di situ


"Apa kalian sudah dengar kabar ? Bahwa ternyata yang melamar Kak Fatima bukan lah ustadz Farhan melainkan seorang santri putra " seru jasmin memulai pembicaraan pada dua sahabat nya


" ohh" balas reina mencoba untuk tidak peduli


"Ya ampun bagaimana bisa kalian terlihat sangat santai setelah mendengar nya ?." Tanya jasmin kesal


"Ya.... Karna kami juga sudah tau " jawab hawa melanjutkan membaca buku nya


"Kalian tahu aku sagat senang mendengar nya ,tapi sayang aku mengetahui hal ini setelah ustadz pergi ," seru jasmin dengan nada kecewa


"Ada apa ? Menagapa kamu bahagia ?" Tanya Hawa mencoba memancing jasmin


Sedangkan di sisis lain ,reina diam membisu menatap erat buku yang di baca nya


"Ini sudah waktunya untuk masuk kelas diskusi. " ujar jasmin mengelak dari pertanyaan yg di lontarkan hawa


"Ohh iya!sudah waktunya" seru hawa ketika ia melihat arloji nya dengan segera ia menutup buku nya dan bangkit dari posisi nya disusulo dengan Reina dan Jasmin. Mereka ber tiga berjalan bersama ke kelas diskusi,untuk menanyakan dan membahas masalah tetang apa yang mereka tidak pahami dan juga kegiatan ini juga menjadi salah satu kegiatan yang mempunyai banyak manfaat untuk mereka


Beberapa jam berlalu kelas berakhir,para santri berhamburan kembali ke asrama mereka .Begitu juga debgan reina dan kedua sahabat nya ,mereka berjalan keasrama untuk istirahat setelah lelah menghabiskan waktu untuk belajar.


Waktu berlalu jam berganti jam ,hari berganti hari ,tahun berganti tahun ....


2thn kemudian .........


Sekarang reina sudah tumbuh menjadi Sosok perempuan yang cantik ,dewasa dan pintar , perempuan itu bernama Reina Mardhiah , yang akrab di panggil di kalangan santri sebagai "kak rei " seorang santri senior yan tinggal setahun lagi sebelum ia resmi mendapat gelar ustadzah ,selainreina di kenal sebagai sosok ceria,dan pintar ,reina juga aktif dalam berbagai macam kegiatan .


Tidak berbeda jauh dengan jasmin dan hawa , ketiga perempuan itu sekarang sudah tumbuh menjadi sosok yang lebih dewasa


Reina berjalan di koridor kelas mereka ,bersama ke dua sahabatnya menuju kelas pelajaran Ustadzah Maimunah , sesampainya di kelas reina duduk di meja nya ,mengikuti pelajaran ustadzah Maimunah dengan baik

__ADS_1


Selama pelajaran Reina membuka buku hijau yang ada di depam nya


"Sudah 2 thn 10 hr 16 jam 56 menit ,dari waktu itu "reina menutup buku hijau itu ,buku yang menjadi saksi bisu dari kerinduan nya selama ini ,reina mengusap wajah nya "apa kamu masih belum bisa ,melupakan nya? " batin nya reina bertanya


__ADS_2