
(ustadz farhan POV)
mendengar ocehan Reina
,Farhan yg menahan senyum nya "baru kali ini dia punya murid seberani Reina " pikir farhan
hmm Farhan melihat arloji di tangan nya
sudah waktu nya untuk para santri beristirahat ,tidak mungkin dia harus menghukum santri santri nya
"ya Allah lama banget ..."keluh Reina dengan bahasa Indonesia yg masih bisa di dengar oleh Farhan
"baiklah para santri ,kita tutup pertemuan kita hari ini , assalamualaikum "Farhan segera keluar dari kelas dengan membawa tumpukan kertas
dia harus memeriksa ulang di rumah nanti
(Reina POV)
"akhirnya....."Reina meregangkan tangan nya
Reina tak sabar untuk ke perpus duduk di sofa perpus dengan selimut tebal nya dan snakc yg udah di beli nya di koperasi kemarin
"Jasmine dan hawa pasti udah di sana duluan " Reina segera membersihkan buku nya dan menaruh nya di loker dan ada sebagian yg dia bawa
sesampai di perpus Reina melihat banyak santri santri yg berdatangan ke perpus
"kenapa ini?" tanya Reina dalam hati
tapi yg lebih penting dia harus kembali ke meja nya dimana Jasmine dan hawa berada
"assalamualaikum "sapa Reina pada ke dua teman nya yg sedang sibuk menulis
"wa'alaikumsalam rein " sapa Jasmin dan hawa tanpa melihat Reina ,pandangan mereka tidak teralihkan dari kitab yg mereka baca
"hawa,Jasmine kenapa sekarang di sini ramai kali ?" tanya Reina
"ohhh..itu ustadz Zaid datang"jawab hawa
"emang kenapa kalau ustadz datang? " tanya Reina
"masa kamu gak tau sihh ,,,Reina gini ya ,ustad Zaid itu the most wanted ,termasuk ustadz paling ganteng yg ada di pondok ini ,jadi ustadz Zaid baru pulang ,aku juga gak tau dari mana
tapi yg penting ustadz Zaid nanti akan kasih para santri putri hadiah bagi siapa yg bisa menjawab soal dari nya ,dan para ustad juga akan datang ,semacam bagi bagi hadiah gitu "
terang Jasmine dengan semangat 45
"emang ada yaa ke giatan kyk gitu ,kn disini lebih banyak santri putri yg memakai cadar?" tanya Reina
"ada Reina dan kegiatan ini jarang banget "seru Jasmine heboh
"aku bisa ikutan ?"tanya Reina
" ya Allah Reina liat itu kakak kakak senior aja pada ikutan jangan kn itu tu liat adik kecil itu namanya fei ,bukan namanya sihh nama panggilan nya ,dia juga ikutan , apalagi kamu ,ya harus lahh!"
seru Jasmine
"emang kapan waktunya?" tanya reina
"nanti sore !" jawab Jasmin cepat .
"nanti sore ? " jawab Reina membulat kan matanya
"iya!!"jawab Jasmine
"kok cepat kali !" tanya Reina
"namanya kuis Rei...Rei "bales hawa menimpali
sore hari phn tiba .......
para santri berdatangan ke aula sebentar lagi para mukaram ustadz dan ustadzah akan memasuki ruangan
"Rei ayo !! waktu nya bentar lagii !!" seru Jasmine yg masih fokus menyalin
__ADS_1
"aku gak ikutan boleh ? " tanya Reina dia juga tidak yakin bisa menjawab lebih baik dia bersantai di perpus dengan selimut tebal nya
"APA!! kamu GK ikutan ?"tanya Jasmin tidak percaya
"iya boleh nggak ?" tanya Reina
"gak boleh ." jawab Jasmin sambil menarik tangan Reina berdiri dari tempat duduk nya
"kenapa gak boleh ?" tanya Reina yg masih kukuh tidak mau pergi
" Reina ,kita harus datang mendengar kan nasihat ustad Zaid yang baru datang dari berpergian banyak ilmu yg akan disampaikan ,sayang loh kalau dilewatkan ,mending kamu ikutan kn kamu bisa ambil manfaatnya mendengarkan nasihat ustadz" seru hawa
"tu betul kata hawa !"seru Jasmine saking bersemangat nya dia lupa akan ada nasihat yang khusus di sampaikan oleh ustadz Zaid
"oke deh " Reina segera memakai rompi dan membetulkan cadar nya
sesampai di aula mereka ternyata tidak mendapatkan tempat untuk duduk dan para ustad dan Ustadzah sudah ada di aula
yang lebih tepatnya mereka datang terlambat dan sekarang mereka jadi pusat perhatian
"ya Allah gara gara kamu ni Reina jadi terlambat kita"seru Jasmine menutup dirinya dengan buku yg di bawa
"aku malu .."seru hawa yg merasa tidak enak dilihat oleh ratusan orang
hanya mereka saja yg sekarang berdiri yg lain sudah duduk termasuk para ustadz
kakak senior memandang mereka dengan tatapan sengit
salah satu kakak senior berdiri mendekati mereka kemudian menyuruh mereka berdiri di depan yg lebih tepat nya di samping para jajaran al mukaram para ustad dan Ustadzah
ini sudah menjadi hukuman dari dulunya
"aku takut Reina .." seru hawa pelan matanya sudah berair
"aku malu .."seru Raina membalas hawa
"tapi boleh juga sihhh ,aku bisa melihat para ustadz ganteng dari sini " bales Jasmin sibuk melirik
mendengar ucapan Jasmine ,Reina tidak habis pikir dengan teman nya yang satu ini bisa bisa mengambil kesempatan dalam kesimpitan
"asli reina ! coba liat arah jarum jam angka 9 " seru Jasmin bisik bisik
"yang mana ?" tanya Reina penasaran
sedangkan hawa yg berdiri di tengah kawan kawan nya hanya bisa pasrah
kenapa dia bisa punya teman seperti ini?ðŸ˜
"masyaallah ganteng banget !"seru Reina saat matanya menangkap seorang yg duduk tak jauh di depannya
"Reina ,ya Allah Reina ,jangan gitu juga liat nya bisa kena lagi kita "seru Jasmine yg malu melihat reaksi Reina yg melebihi dirinya
"tapi asli lohh ganteng !"seru Reina kembali menunduk kan kepalanya
"itu namanya ustadz Hasan "seru Jasmin sambil berbisik
"loh ustad Zaid nya mana?" tanya Reina
"arah jarum jam angka 12 pakai baju jubah putih "seru hawa masih menunduk
"eh kok kamu tahu waa"tanya Jasmin dan Reina dari tadi mereka kira hanya mereka berdua yg jelalatan
"liat tadi sikit " seru hawa malu malu
"keren waaa,fixs yg ini cool banget waa" seru Reina tidak dapat melepas matanya
"Reina nunduk kamu jgn ketara kali liat nya " ser Jasmine yg mulai merasa malu melihat tingkah Reina yg lebih parah dari nya
" bentar ..bentar"seru Reina matanya masih ingin berlama lama memandang sosok berwibawa yg lumaya jauh dari padanya
tanpa sepengetahuan mereka ada orang yg lebih malu lagi melihat tingkah mereka ber 3
"murid kamu Farhan ? " tanya ustad Hasan ketika melihat ustad Farhan yg menutupi sebagian mukanya dengan satu tangan nya
__ADS_1
ustadz Farhan hanya tersenyum dengan seribu keterpaksaan kalau mereka itu murid nya
"lucu yg di sebelah kiri "seru ustadz Hasan saat melihat santri putri itu mencuri curi pandang berkali kali
yg posisi di sebelah kiri adalah Reina
ustadz Farhan hanya menjawab dengan anggukan matanya tidak lepas dari mengawasi ke 3 murid nya terutama Reina
tanpa terasa nasehat yg diberikan oleh ustadz Zaid sangat menyentuh hati sudah selesai sekarang sesi tanya jawab yg sudah ditunggu oleh para santri
"reina bangun !" seru hawa sambil menyenggol pelan bahu Reina yg tertidur karna lama nya nasehat ustad
"hah apa?" seru Reina baru sadar
"sesi tanya jawab sudah di mulai "seru Jasmine yg bersemangat kembali walaupun kakinya sudah pegal karena terlalu lama berdiri
"oooh" jawab Reina tidak peduli
" pertanyaan pertama" suara mik yg bisa didengar di seluruh penjuru aula menbuat para santri terdiam dan mendengar kan dengan sungguh sungguh perasaan harap dan takut meliputi para santri
kecuali Reina yg masih tertidur
"Reina bangun.."seru hawa sekali lagi
Reina mencubit tangan nya sendiri agar tetap terjaga tapi matanya masih berat
"waa cubit aku dongg"pinta Reina pada hawa yg berada di sebelah nya
dengan tanpa ragu hawa menarik pipi Reina yang di tutupi oleh cadarnya
"sakit waa" seru Reina sambil memegang pipi nya ,cubitan hawa membuat Reina 💯 terbangun dari tidur nya
"ya tadi kan kamu yg nyuruh"seru hawa Tanpa merasa bersalah
"nyesal aku waaðŸ˜" seru Reina sambil memegang pipi nya
"san kenapa tersenyum "tanya ustadz Farhan melihat teman di samping nya tersenyum
"itu santri kamu lucu ,liat sekarang dia kesakitan "jawab ustad Hasan mengarah pada Reina yg sedang memegangi pipi nya
ustadz Farhan yg melupakan keberadaan ketiga santri nya sekarang teringat kembali ketika melihat ustad Hasan tersenyum sendiri
"soal yg pertama siapa pengarang syair ini
Aku mencintaiMu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diriMu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingatMu
Cinta karena diriMu, adalah keadaanMu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
BagiMu pujian untuk semua itu
"
semua santri terdiam soalnya sangat jauh dari perkiraan mereka
salah seorang santri mengangkat tangan nya
seluruh orang yg berada di aula mencari siapa yg bisa menjawab soal dari ustadz Zaid
"ya kamu apa jawabannya ?" tanya ustadz Zaid
"Reina turunkan tangan kamu "seru Jasmin cemas
" pengarang syair tadi adalah seorang sosok sufi wanita yg masyhur dan syair tadi adalah salah satu dari syair cinta nya RABIAH Al-ADAWIYAH kepada Allah SWT " jawaban Reina menusukan aula seketika
__ADS_1
"Alhamdulillah BENAR !!!" seru ustadz Zaid membuat semua orang menatap tidak percaya