
Regina membuka mata nya menatap langit langit kamar yang ia tempati ,rasanya ia sudah cukup istirahat hari ini ..reina bangun dari tidur nya menatap ke luar jendela kamar ..."jam berapa sekarang?" Batin nya bertanya ,dengan segera ia mengambil hp nya yang ia letak di meja kecil di samping tempat tidur ."sudah mau waktu magrib ternyata" ujar nya pelan ,sebenar nya ia tidak terbiasa tidur sehabis asar tapi tadi setelah membersihkan diri dan juga barang barang yang mereka bawa ,tubuh nya benar benar letih dan ia tertidur setelah menunaikan sholat asar .
Reina beranjak dari tempat tidur nya ,matanya menatap keberadaan kamar nya sepertinya suaminya masih belum pulang ...reina berjalan menuju kamar mandi bersiap siap menyambut waktu maghrib .setelah berapa lama ia keluar dari kamar mandi ,ia salah ,ia tidak bisa menunaikan sholat maghrib karna tamu bulanan nya datang .
Daripada duduk diam di kamar ,Reina memutuskan untuk turun ke bawah ,membuatkan makan malam untuk suaminya .
Baru berapa langkah Reina turun dari tangga ,Reina mendengar suara dari arah dapur
"Assalamualaikum " ujar Reina memberi salam
"Ohh ya Allah ,Waalaikumussalam " jawab ibu paruh baya dengan senyum di wajah nya
"Maaf kan saya sudah membuat Anda terkejut ," pinta Reina dengan bahasa Arab
"Ah...tidak apa apa ,panggil saya umi Ana saja " ujar ibu paruh baya itu
"Baiklah umi Ana..nama saya Reina umi ,istrinya farhan " tambah reina
"Hohoho...umi sudah tahu ,nak farhan sudah bilang" ujar umi Ana dengan senyuman khas nya
Suara adzan berkumandang .
"Alhamdulillah " ujar Reina setelah membaca doa setelah adzan
"Nak reina tidak sholat ?" Tanya umi Ana
Dengan bertemu merah Reina menggelengkan kepala nya malu...
"Baiklah umi tinggal dulu yaa ,umi mau sholat " ujar umi mematikan kompor nya.
__ADS_1
"Umi apa masakan nya sudah siap?"
"Alhamdulillah udah ,tinggal meletakkan nya di piring "
"Umi ,biar Reina aja yaa yang bantu ,meletakkannya di piring "pinta reina dengan tersenyum
"Boleh ,tapi hati hati yaa..." Ujar umi kemudian segera berlalu pergi menghilang dri balik pintu .
Dengan hati hati ,Reina meletakkan makanan makanan yang sudah siap ke piring ,setelah siap Reina ingin mengambil sebuah muu untuk ia minum ,tapi tanpa sengaja pergelangan tangan nya menyentuh pinggiran panci panas .
"Asstagfirullah!"dengan spontan Reina menarik tangan nya ,reina melihat pergelangan tangan nya "ya Allah ..gimana ini ?" Saat melihat pergelangan tangan nya memerah
"Assalamualaikum!" Terdengar suara mas Farhan yang baru datang
"Waalaikumussalam !" Jawab Reina antusias dan seketika itu juga ia lupa dengan pergelangan tangan nya.Reina segera membawa satu persatu piring ke meja makan .
"Assalamualaikum istriku " ujar Farhan memeluk Reina dari belakang
"Mari makan sayang "kini giliran Farhan menarik kursi untuk Reina duduk
" mas duluan aja ,Rei masih ada yang mau di ambil " tolak Reina halus kemudian segera kembali ke dapur
Reina tinggal membawa beberapa piring lagi dan juga gelas untuk minum
" mas bantu yaa" ujar farhan tiba tiba muncul sambil membantu membawakan piring
Setelah selasai ,reina makan bersama suaminya .ia menceritakan tentang tadi saat ia baru berkenalan dengan umi Ana .farhan hanya tersenyum mendengarkan nya ,setelah selesai makan ,farhan segera mengenggam tangan kiri istrinya sambil menunggu Reina selesai makan .
Tanpa sengaja Farhan menangkap warna ke ungu unggulan dari balik lengan baju gamis Reina
__ADS_1
"Astagfirullah apa ini " ujar farhan saat ia melihat pergelangan tangan istri nya lebih dekat .
Reina yang asik makan sadar bahwa suami nya memerhatikan luka bakar nya ."emm………tadi ....."ujar Reina ragu ragu
Sedangkan Farhan ia sedang berusaha menggulung lengan baju istrinya agar tidak mengenai luka .
"Ini kenapa ?" Tanya Farhan masih menatap luka Di pergelangan tangan Reina .
"Emm....tadi kena panci " ujar Reina pelan
"Udah diobati ?" Tanya farhan sambil menatap reina dengan tatapan kwatir
Reina menggeleng pelan ,ia lupa untuk mengobati luka nya ketika mendengar salam mas Farhan.
"Astagfirullah " farhan berkali kali istigfar ,untuk menetralisir kan hati nya yang sedang kwatir tingkat tinggi .
"Mas jangan marah .."ujar Reina sambil menundukkan kepalan nya ,mendengar mas Farhan berkali kali Beristigfar membuat Reina takut .
Mendengar ucapan istri nya Farhan segera berdiri ,berjalan mendekati meja di sudut ruangan ,mengambil kotak p3k dan segera mengobati tangan Reina .
"Rei dengar mas dulu ...mas gak marah sama rei ,sama sekali gak marah ,tapi mas minta maaf ,mas nggak bisa jaga reina sampai terluka begini " ujar Mas Farhan sambil menundukkan kepalanya
"Mas ..astagfirullah ,mas jangan nunduk ,mas gak salah apa apa ,rei yang salah " ujar reina segera memegang wajah suaminya agar suami nya tidak menundukkan wajah di hadapan nya
"Mas minta maaf "ulang Farhan sekali lagi ,perasaan nya sekarang campur aduk ia kwatir sekaligus merasa bersalah ,sampai -sampai membiarkan wanita yang ia cinta terluka tanpa sepengetahuan nya
"Mas minta maaf" ulang Farhan lagi
"Maaf......." Belum siap farhan berkata ,reina sudah menutup mulut Farhan dengan tangan nya .
__ADS_1
"Mas ini sama sekali bukan salah mas ,ini murni kecerobohan Rei ,lagian ini luka kecil "ujar Reina menatap mata Farhan dengan pandangan berkaca kaca .