Ustadz And I

Ustadz And I
hukuman


__ADS_3

angin bertiup sangat kencang pagi ini


hampir semua santri masuk ke kelas dengan menggunakan jeket tebal mereka


sama dengan nya dengan 3 sahabat


Reina,hawa dan Jasmine


suhu pagi ini tepat pada angka 5°c


Reina yg masih dalam proses beradaptasi memakai jaket yg lebih tebal dari yg biasanya santri pakai


penghangat suhu di kelas nya tidak berefek apa apa bagi Reina dirinya sekarang ini persis seperti ikan buntal karna jaket nya yg tebal nya nauzubillah


berapa menit setelah para santri masuk kelas , pelajaran pun di mulai


aneh nya ustadz yg meja nya berada tak jauh di depan Reina hanya memakai jaket tipis


,padahal suhu seperti ini sudah membuat hidung Reina gatal dari tadi


Reina yang awal nya memakai sarung tangan tebal nya,harus melepaskan nya dengan terpaksa karna dia harus menulis apa apa yg ustadz Farhan terangkan


Reina hanya pasrah dengan keadaan nya sekarang , terkadang dia menyesal karna tidak terlalu suka Panas nya Indonesia


padahal panas di Indonesia sangat sulit di dapati di sini


pelajaran pagi yg dingin ini berlangsung dengan tenang ,


Reina yg sudah trauma untuk menatap sosok ganteng di hadapannya ,karena terbayang kejadian kemarin yg masih menghantui pikiran nya


menit berlalu berganti jam pelajaran pun di tutup dengan khidmat ,para santri keluar dari kelas dengan semangat membayangkan mereka bisa menghangatkan badan di bawah selimut tebal mereka menikmati se cangkir coklat panas di kasur mereka


( hari yang indah ) pikir Reina


tapi lain dengan nasib Reina dan berapa anak santri yg belum menyelesaikan hukuman mereka


Reina bukan belum menyelesaikan hukuman nya tapi menunggu hukuman tambahan apa yg akan diberikan oleh ustadz ganteng tapi sadis yg satu ini


"Reina Mardhiah !"seru ustadz Farhan masih dengan posisi menundukkan kepalanya

__ADS_1


"hadir ustadz !"seru Reina ntah kenapa hidung Reina bertambah gatal


"huaaa..aaaa......cimmnnn"akhirnya Reina bersin yg malu malu untuk keluar ,keluar juga dengan volume yg bisa di dengar oleh setiap orang di kelas ini


"kamu hukuman nya bantu saya setiap hari mengoreksi lembar Jawaban santri putra " suara tegas ustadz Farhan bagaikan petir di hati Reina


"setiap hari?"tanya ulang Reina pada dirinya untuk memastikan


"iya ! "di jawab dengan pasti oleh ustad farhan


beberapa santri hukuman lain nya iri dengan hukuman Reina ,karena mereka harus berhadapan dengan kitab kitab yg belum selesai mereka ringkas sedangkan hukuman Reina adalah memeriksa lembaran jawaban para santri putra ,dimana hukum an seperti itu hukuman yg diidamkan santri santri putri lain nya


berbeda dengan Reina yg tampak lesu.


kata setiap hari. menghantui pikiran nya ,bayangkan sebentar lagi musim dingin ,khayalan nya bermalas malas di perpus dengan selimut tebal yg memberi nya kehangatan ,pun sirna dengan kata setiap hari


Reina pun berjalan dengan lesu ke arah meja ustadz, semangat hidup nya tiba tiba menghilang melihat tumpukan lembar jawaban yg lebih banyak dari yg pernah Reina kerjakan sebelumnya


sekarang tumpukan tebal ini sudah berpindah posisi di mejanya


Reina membuka botol termos kecil nya yg sudah lengkap dengan sedotan anti panas nya


Reina memasukkan perlahan sedotan itu dari balik cadarnya dan menyerup nya dengan perlahan


setidak nya ini bisa membuat nya badan nya merasa hangat


dengan serius Reina memeriksa satu persatu lembar jawaban sesuai dengan kunci jawaban yg telah ustad Farhan berikan


memeriksa seperti ini ada seru nya sihh


kadang Reina mendapati jawaban jawaban lucu dari persoalan yg ada


kadang juga Reina tidak mengerti apa yg di tulis dan ini bagian yg paling Reina tidak suka karna dia harus ke depan dan bertanya pada ustad


berjalan ke arah meja ustad saja sudah membuat nya merinding


apalagi jika dia harus bertanya rasanya seperti mau menghilang dari dunia ini


"hwhwhwhaaaa "Reina menahan tawa nya dengan ke 2 tangan nya

__ADS_1


melihat seorang yg sangat lucu jawaban nya


sontak reaksi Reina mengandung lirikan dari beberapa pihak


1 tumpukan telah selesai Reina melihat arloji hitam yang melingkar di tangan nya


sudah 1 setengah jam berlalu


Reina melihat ke sekeliling nya ,santri santri hukuman lain nya masih fokus meringkas kitab yg jadi hukuman nya


Reina tentu tidak bisa keluar karna ustadz masih berada di kelas


Reina meletakan tangan nya di meja sebagai tumpuan wajah nya


menatap sosok yg sedang membaca kitab ,seakan akan tidak ada yang lebih menarik dari kitab yg ustad baca


Reina tersenyum iseng ide cemerlang nya muncul


"wahai guruku yang tampan ,


dirimu sangat tampan


tapi sadis 😆


jadilah jodoh ku


wahai guruku


jangan lah engkau sadis padaku


mana tau aku lah jodoh mu "


seru Reina dengan suara pelan tapi masih bisa di dengar


Reina menahan tawa nya dia yakin sosok yg di maksud nya tidak akan faham apa yg Reina ucapkan


soalnya Reina memakai bahasa Indonesia


dan posisi nya seolah-olah dia sedang membaca salah satu dari lembaran

__ADS_1


"🤣🤣🤣🤣"Reina tertawa puas dalam hati nya


tanpa ia sadari seorang sedang tersenyum dari balik kitab nya dengan rona merah di pipinya


__ADS_2