
angin bertiup sangat kencang pagi ini
hampir semua santri masuk ke kelas dengan menggunakan jeket tebal mereka
sama dengan nya dengan 3 sahabat
Reina,hawa dan Jasmine
suhu pagi ini tepat pada angka 5°c
Reina yg masih dalam proses beradaptasi memakai jaket yg lebih tebal dari yg biasanya santri pakai
penghangat suhu di kelas nya tidak berefek apa apa bagi Reina dirinya sekarang ini persis seperti ikan buntal karna jaket nya yg tebal nya nauzubillah
berapa menit setelah para santri masuk kelas , pelajaran pun di mulai
aneh nya ustadz yg meja nya berada tak jauh di depan Reina hanya memakai jaket tipis
,padahal suhu seperti ini sudah membuat hidung Reina gatal dari tadi
Reina yang awal nya memakai sarung tangan tebal nya,harus melepaskan nya dengan terpaksa karna dia harus menulis apa apa yg ustadz Farhan terangkan
Reina hanya pasrah dengan keadaan nya sekarang , terkadang dia menyesal karna tidak terlalu suka Panas nya Indonesia
padahal panas di Indonesia sangat sulit di dapati di sini
pelajaran pagi yg dingin ini berlangsung dengan tenang ,
Reina yg sudah trauma untuk menatap sosok ganteng di hadapannya ,karena terbayang kejadian kemarin yg masih menghantui pikiran nya
menit berlalu berganti jam pelajaran pun di tutup dengan khidmat ,para santri keluar dari kelas dengan semangat membayangkan mereka bisa menghangatkan badan di bawah selimut tebal mereka menikmati se cangkir coklat panas di kasur mereka
( hari yang indah ) pikir Reina
tapi lain dengan nasib Reina dan berapa anak santri yg belum menyelesaikan hukuman mereka
Reina bukan belum menyelesaikan hukuman nya tapi menunggu hukuman tambahan apa yg akan diberikan oleh ustadz ganteng tapi sadis yg satu ini
"Reina Mardhiah !"seru ustadz Farhan masih dengan posisi menundukkan kepalanya
__ADS_1
"hadir ustadz !"seru Reina ntah kenapa hidung Reina bertambah gatal
"huaaa..aaaa......cimmnnn"akhirnya Reina bersin yg malu malu untuk keluar ,keluar juga dengan volume yg bisa di dengar oleh setiap orang di kelas ini
"kamu hukuman nya bantu saya setiap hari mengoreksi lembar Jawaban santri putra " suara tegas ustadz Farhan bagaikan petir di hati Reina
"setiap hari?"tanya ulang Reina pada dirinya untuk memastikan
"iya ! "di jawab dengan pasti oleh ustad farhan
beberapa santri hukuman lain nya iri dengan hukuman Reina ,karena mereka harus berhadapan dengan kitab kitab yg belum selesai mereka ringkas sedangkan hukuman Reina adalah memeriksa lembaran jawaban para santri putra ,dimana hukum an seperti itu hukuman yg diidamkan santri santri putri lain nya
berbeda dengan Reina yg tampak lesu.
kata setiap hari. menghantui pikiran nya ,bayangkan sebentar lagi musim dingin ,khayalan nya bermalas malas di perpus dengan selimut tebal yg memberi nya kehangatan ,pun sirna dengan kata setiap hari
Reina pun berjalan dengan lesu ke arah meja ustadz, semangat hidup nya tiba tiba menghilang melihat tumpukan lembar jawaban yg lebih banyak dari yg pernah Reina kerjakan sebelumnya
sekarang tumpukan tebal ini sudah berpindah posisi di mejanya
Reina membuka botol termos kecil nya yg sudah lengkap dengan sedotan anti panas nya
Reina memasukkan perlahan sedotan itu dari balik cadarnya dan menyerup nya dengan perlahan
setidak nya ini bisa membuat nya badan nya merasa hangat
dengan serius Reina memeriksa satu persatu lembar jawaban sesuai dengan kunci jawaban yg telah ustad Farhan berikan
memeriksa seperti ini ada seru nya sihh
kadang Reina mendapati jawaban jawaban lucu dari persoalan yg ada
kadang juga Reina tidak mengerti apa yg di tulis dan ini bagian yg paling Reina tidak suka karna dia harus ke depan dan bertanya pada ustad
berjalan ke arah meja ustad saja sudah membuat nya merinding
apalagi jika dia harus bertanya rasanya seperti mau menghilang dari dunia ini
"hwhwhwhaaaa "Reina menahan tawa nya dengan ke 2 tangan nya
__ADS_1
melihat seorang yg sangat lucu jawaban nya
sontak reaksi Reina mengandung lirikan dari beberapa pihak
1 tumpukan telah selesai Reina melihat arloji hitam yang melingkar di tangan nya
sudah 1 setengah jam berlalu
Reina melihat ke sekeliling nya ,santri santri hukuman lain nya masih fokus meringkas kitab yg jadi hukuman nya
Reina tentu tidak bisa keluar karna ustadz masih berada di kelas
Reina meletakan tangan nya di meja sebagai tumpuan wajah nya
menatap sosok yg sedang membaca kitab ,seakan akan tidak ada yang lebih menarik dari kitab yg ustad baca
Reina tersenyum iseng ide cemerlang nya muncul
"wahai guruku yang tampan ,
dirimu sangat tampan
tapi sadis 😆
jadilah jodoh ku
wahai guruku
jangan lah engkau sadis padaku
mana tau aku lah jodoh mu "
seru Reina dengan suara pelan tapi masih bisa di dengar
Reina menahan tawa nya dia yakin sosok yg di maksud nya tidak akan faham apa yg Reina ucapkan
soalnya Reina memakai bahasa Indonesia
dan posisi nya seolah-olah dia sedang membaca salah satu dari lembaran
__ADS_1
"🤣🤣🤣🤣"Reina tertawa puas dalam hati nya
tanpa ia sadari seorang sedang tersenyum dari balik kitab nya dengan rona merah di pipinya