
Raina membuka buku nya membaca baca sekilas ,tanpa dia sadari kelas sudah penuh
terdengar suara laki laki "assalamualaikum " Raina yg masih membaca bukunya segera mengadahkan kepalanya ,mata nya menangkap sosok laki laki yg familiar ,"kenapa dia di sini?"
"kenapa dia duduk di meja ustadz ,?"
"apa dia ustadz?"
"tapi kenapa harus di kelas ini sihh" raina menundukkan kepala nya harapan nya adalah agar ustadz yg bernama farhan tidak menyadari kehadiran nya
detik berlalu berganti menit ,waktu penjelasan pun selesai dan sekarang waktu latihan semua santri fokus pada latihan nya ,Raina sudah selesai mengerjakan tugas nya dari berapa menit lalu
sekarang dia sedang menopang kepalanya dengan sebelah tangan nya fokus memerhatikan seseorang yang berhasil menarik perhatian nya ,tidak ada yg menyadari perbuatannya kecuali yg ditatap oleh Raina ,Raina yakin ustadz nya sekarang ini adalah orang yang mempunyai ilmu yg banyak karena apa ? Raina baru mengikuti kelas nya sekali tapi dia sudah mampu mengerjakan tugas, menurut nya ustadz ini mempunyai cara pembelajaran yg unik sehingga lebih memudahkan orang orang untuk memahami dengan kurun waktu yg singkat
mata Raina tidak bisa lepas memandangi wajah ustadz yg sibuk membaca kitab ,"ya Allah kenapa baru engkau sadarkan sekarang bahwa ustadz nya memiliki wajah tidak kalah jauh dengan laki laki terganteng di Arab ,Omar borkan Al gala "Raina terus memandangi tanpa sadar bel tanda pelajaran selesai berbunyi ,Raina terus memandang laki laki yg merupakan ustadz nya sampai tatapan matanya bertemu dengan yg ditatap
__ADS_1
sontak Raina menetup kedua matanya dengan tangan nya "astaghfirullah zina mata "seru Raina pelan dlm BHS Arab
"kemana saja dia ,bukan nya dia yg memandangi seseorang yg bukan muhrim nya dari tadi"batin ustadz Farhan dan dengan segera memalingkan wajahnya cepat seraya tersenyum tipis melihat kelakuan santri baru nya yg menurutnya sangat lucu
kelas pun berakhir sekarang adalah waktu istirahat dan untuk melakukan sholat berjamaah
Raina keluar kelas bersama Jasmine dan hawa tapi sekarang dia sedang berjalan sendiri di lorong yg mempunyai pemandangan senja yg sangat indah
"insyaallah Raina akan bertahan ya Allah bantulah hamba mu yg lemah ini"satu doa yg Raina panjatkan ketika melihat senja ada sebagian dari hatinya yg sedang menangis merindukan keluarga nya yg berbeda benua dari nya
setelah jam istirahat berakhir,Raina harus masuk kelas lagi bukan untuk belajar bersama ustadz melainkan diskusi bersama dengan kelompok untuk membahas pelajaran yang belum di mengerti dan mengulang pelajaran yg lama lama
berbeda dari kelas bersama ustadz ,kelas diskusi bersama tampak nya lebih susah melihat banyak santri yg datang dengan membawa tumpukan kitab selain yg disimpan di loker mereka yg berarti itu punya mereka sendiri
"gila!! itu mau dibahas? sebanyak itu?"Raina membulatkan mata nya dia menatap ke buku yg dia bawa dari asramanya ,dia hanya membawa buku catatan nya
__ADS_1
Raina segera berjalan ke arah loker untuk mengambil buku buku yg dia pelajari sebelumnya bersama ustadz karna dia santri baru dia hanya membawa 2 buku , karena 2 buku itulah yg baru dipelajari nya
setelah mengunci loker nya Raina menghampiri dua teman nya hawa dan Jasmine yg sedang membaca kitab
(percakapan dengan bhsa Inggris)
"tolong aku yah ,aku belum tahu sistem diskusi di sini kyk mana "pinta Raina
"tidak perlu khawatir kamu sekelompok dengan kami kok?yakan hawa!" seru Jasmin
"iya ,kami siap membantu" seru hawa dengan senyum hangat nya
"Alhamdulillah makasih yaa"seru Raina yg merasa terharu dengan teman teman barunya
"iya sama sama"seru hawa dan Jasmine
__ADS_1
(mohon maaf lama update dikarenakan ada sedikit masalah pribadi , salam sehangat coklat dari author 😊🥰🥰)