
"pulang! " perintah Farhan pada Reina , kemudian berlalu meninggalkan Reina
dengan langkah cepat Reina mengikuti dari belakang
baru Langkah Reina melangkah pergi menyusul
tiba tiba
"Reina !!! awas!!!!!!" Farhan mendorong Reina ke samping
pria di belakang Reina bangkit kembali dan berjalan ke arah Reina ,ingin menusuk Reina tapi rencananya gagal karna Farhan mendorong Reina ke samping
tak menyerah sampai situ , pria itu mengarahkan pisau ke tangan nya ke arah Farhan ,dengan cepat Farhan menghindari ,persaingan sengit terjadi
pria itu masih tidak menyerah ,berkali kali ia menyerang Farhan tapi dengan cepat juga Farhan terus menghindar
Reina yang melihat itu terdiam"apa yang harus dia lakukan?" fikir Reina tidak mungkin ia membiarkan ini terjadi lebih lama lagi
satu ide muncul ,dengan sekuat Tenaga Reina berteriak menarik perhatian orang orang
"help us help us please ,!!!!" teriak Reina berulang kali
Farhan menoleh ke belakang kwatir sesuatu terjadi pada Reina karna teriakan reina ,melihat Farhan yang lengah ,pria berkulit hitam itu segera mengarah kan pisau nya ke perut Farhan
Reina yang melihat itu langsung berteriak "ustadz awas!!!
seketika Farhan tersadar ,ia menghindar tapi terlambat ,pisau laki laki itu telah mengenai lengan kanan Farhan dan membuat sobekan panjang
Reina terdiam menatap kejadian di depan nya,kakinya serasa mati rasa ,matanya berkaca kaca lidah nya kelu
tak selang berapa lama ,beberapa orang datang menghampiri mereka
melihat orang orang datang menghampiri mereka,pria berkulit hitam itu lari ,melarikan diri
Reina duduk di depan Farhan yang terduduk lemas karna banyak nya darah yang mengalir
dengan mata berkaca kaca
Reina menatap ustadz nya yang sedang kesakitan memegang lengan nya yg bercucuran darah
,Tanpa aba aba ,Reina merobek ujung gamis hitam nya
"sreeekk" Reina merobek bajunya dan dengan cepat memegang lengan Farhan dan mengikat kan potongan bajunya ke luka Farhan agar bisa mengurangi banyak nya darah keluar
Reina memegang lengan baju putih Farhan yang berubah menjadi merah dengan menundukkan wajah nya
__ADS_1
Farhan melepaskan genggaman tangan Reina dari tangan nya
"menjauhlah" seru Farhan datar "ingat batasan mu" lanjut Farhan menjauhkan badan nya dari Reina ..
Reina mengangkat kepalanya
"u..us...us..tadz maafkan saya ,ka..karena saya ustadz jadi begini!!" ujar Reina sambil menangis
menatap Farhan
"m,, maafkan saya ustadz" Isak Reina berkali kali
Farhan menatap bola mata yang berkaca-kaca di depan nya sebentar ,ada perasaan hangat yang Farhan rasakan saat melihat gadis di depannya menangis karenanya
Farhan tersadar ,dan dengan segera memalingkan wajahnya dan berusaha untuk berdiri berjalan kembali ke taman bunga
Reina menatap pundak Farhan dari belakang ,rasanya tak tega
Farhan berjalan pelan dengan Reina yang mengikutinya dari belakang , keadaan mereka menarik beberapa pasang mata ,tentu saja karna jubah putih Farhan yang berubah warna
"ya Allah Abang ini kenapa?" tanya hawa panik saat melihat Farhan datang dengan baju yang berlumuran darah
"gak kenapa kenapa" Farhan menyandarkan dirinya ke mobil ,wajah nya pucat pasi ,
"bagaimana ini!" seru hawa panik
dengan cepat Reina menghalangi niat guru nya
"ustadz biar saya saja yang menyetir!" seru Reina cepat
"k..kamu?..bis..a" sahut Farhan terbata bata ,ia bahkan tak sanggup berkata kata , kepalanya pusing bukan main ,ini karena Farhan punya fobia akan darah
"bisa!" sahut Reina yakin ,karena dulu dia sudah beberapa kali diam diam belajar mobil bersama Abang sepupunya
dengan lemah Farhan menyerahkan kunci mobil pada Reina ,hawa menatap Reina yakin ,hawa membuka pintu bagian tengah dan menuntun kan Abang nya agar duduk bersama nya di tengah ,sedangkan Jasmin dan Reina di depan
Reina meminta Jasmin membuka google maps agar lebih memudahkan mereka,karna tidak mungkin untuk bertanya pada ustadz Farhan yang sudah selemah itu
Reina membaca bismillah ,dan segera menyalakan mobil ustad Farhan ,dan dengan segera mereka menuju rumah sakit terdekat dari lokasi mereka
Jasmin sekali kali menoleh ke belakang memastikan ke adaan ustadz Farhan dan hawa yang berada di samping Abang nya melantun kan zikir zikir untuk pemenang ke adaan
Beberapa lama kemudian mereka sampai di rumah sakit di Port Elizabeth,setelah mereka sampai mereka langsung membawa ustadz Farhan ke ruangan pemeriksaan
Reina terduduk lemas di ruang tunggu bersama ke dua teman nya ,bayangan kejadian tadi masih sangat jelas di pikiran Reina
__ADS_1
hawa menelfon kedua orang tuanya memberi kabar tentang keadaan Farhan , begitu juga dengan Jasmin yang menelepon paman nya meminta nya untuk menjemput nya dan Reina di rumah sakit
Emir yang mendapat telepon dari keponakan nya segera bersiap siap ,dan langsung pergi dengan mobil nya
Jasmin melihat keadaan kedua teman nya
hawa yang berada di ujung ruangan menelfon orang tuanya menjelaskan ke adaan Abang nya dengan isakan tangis nya
sedangkan Reina yang masih terduduk diam ,menundukkan kepalanya ,terlihat oleh Jasmin tangan kiri Reina memegang kuat tangan kanan nya yang gemetaran dengan penampilan yang acak acakan dan tangan nya yang berwarna merah karna darah yang mengering
tak selang beberapa lama Emir datang ke rumah sakit dan langsung menghampiri Jasmin .
"kamu tidak apa apa?" tanya Emir
"aku tidak apa apa " jawab Jasmin pelan sedang pandangan nya menatap Reina yang duduk terdiam di kursi
Emir mengikuti arah pandang Jasmin dan matanya menangkap sosok seorang perempuan yang duduk diam tak bersuara ,"reina?" tanya Emir memastikan pada Jasmin
"sudah dari tadi ia seperti itu ," sahut jasmin pelan ,rasa iba nya tak bisa ia tahan ,ia tahu sekarang Reina sedang menyalahkan dirinya sendiri tapi ini juga bukan seutuhnya salah Reina
"temanin dia!" seru Emir singkat sebelum berjalan pergi meninggalkan Jasmin .
Jasmin mendekati Reina yang masih menunduk ,sedangkan hawa sudah berada di ruangannya Farhan bersama ke dua orang tua nya yang baru datang
"Reina !" panggil Jasmin pelan
"Reina " panggil Jasmin sekali lagi
"Reina" panggil Jasmin sambil memegang tangan Reina
sontak Reina menoleh ke samping menatap Jasmin
"j..j...j..as....min!" sahut Reina terbata bata ,lidah nya terasa kelu matanya yang memerah karna lama nya ia menangis
"iya ini aku , percayalah semua akan baik baik saja" sahut Jasmin menepuk-nepuk pelan punggung tangan Reina
"h..ha..rus nya tadi aku saja ! "sahut Reina menyalahkan dirinya kenapa bukan ia sajaa yang terluka kenapa harus ustadz ya
"ha .ru..s nya tadi aku tidak pergi mengejar" sahut Reina sambil menatap Jasmin, air matanya jatuh satu per satu membasahi cadar yang Reina kenakan
"shutt ,Reina semua ini rencana nya Allah ,jadi jangan salahkan dirimu ,aku yakin semuanya akan baik baik saja " sahut Jasmin lagi
, matanya menatap Reina dengan tatapan meyakinkan
"t.. tapi………"kata kata Reina terputus saat seseorang menyerahkan air mineral kemasan tepat di depan wajah Reina
__ADS_1
"minum "………
JANGAN LUPA UNTUK KOMEN NYA DAN JUGA LIKE❤️❤️👍👍👍😘😘