Ustadz And I

Ustadz And I
Turun !!!


__ADS_3

Di tempat lain


Jasmin berdiri menatap suasana pagi di pondok ...ia datang kembali ke sini bersama hawa dan Aidil ,mereka berniat mengantarkan pesanan ustadz Farhan .


Jasmin menatap barang bawaan nya ,yang tidak banyak tapi tidak juga sedikit ,ia harus bisa! Semalam bukan nya ia sudah puas menangis ,dan sekaran ia hanya tinggal mengikhlaskan saja ..


Jasmin segera mengambil barang barang itu ,sedangkan hawa dan Aidil mereka sudah lebih dahulu masuk ke rumah Reina ..


Jasmin melangkahkan kakinya di jalanan kerikil menuju rumah Reina ,ia berjalan pelan sambil menundukkan pandangan nya sambil terus berjalan ...tapi langkah nya terhenti ketika ia harus berpapasan dengan sosok seseorang di depan nya


Jasmin mengadahkan kepala cepat ,ia tahu siapa di depan ynya sekarang ini ,siapa lagi jika bukan sosok yang kemarin menabrak nya ,ada apa ini ? Mengapa dia lagi ? ...batin Jasmin kesal


Dengan cepat jasmin berjalan ke sisi kanan jalan ,dan laki laki di depan nya juga mengikutinya ,ia dengan cepat pindah ke sisi kiri jalan ,dan laki laki di depan nya juga mengikuti ,"sungguh ?" Batin Jasmin jengkel ,dengan cepat ia tendang berapa batu kecil ke arah lutut pria di hadapan nya


"Astagfirullah " sontak laki laki itu menepikan badan nya dan memegangi kaki nya ,jelas saja batu lemparan jasmin tepat mendarat di tulang keras nya .


"Ya Allah Gus ! ,Gus Anda baik baik saja ?!" Seru heboh beberapa santri yang berada di belakang pria itu


Jasmin hanya menatap sekilas dan segera lanjut berjalan ..


"Mata biru ?" Ujar Harits saat melihat bola mata perempuan yang baru saja berpapasan dengan nya


"Gus perlu saya antar?" Tanya seorang santri


Harits menggeleng "tidak saya baik baik saja ,kalian boleh duluan " ujar Harits kepada santri santri yang jalan bersama nya ....


Di tempat lain ....


"Tok tok tok "suara ketukan pintu terdengar dari luar .


"Mas .."panggil Reina pelan ,ia harus membuka pintu tapi mas nya tidak kunjung melepaskan pelukan nya .


"Ada Apa ?" Jawab Farhan dengan mata yang masih terpejam.


"Mau bukakan pintu ..."ujar Reina .


Tidak ada respon dari Mas Farhan nya , bukan nya melepaskan mas Farhan nya malah menguatkan pelukan nya .

__ADS_1


"Sebentar aja ,mana tau penting ."tawar Reina


"Sebentar!" Farhan melepaskan pelukan nya dan segera menutupi dirinya dengan selimut .


Rina bergegas turun dari kasur dan segera melangkah ke arah pintu kamar nya "klek " Reina membuka pintu.


"Assalamualaikum " ujar hawa dan Aidil bersamaan


"Waalaikumussalam. ,hawa ? Apa kabar ,maaf Kemaren aku sibuk tak bisa menemanimu ,hi bocah manis ,bagaimana Indonesia nya ?" Tanya Reina antusias melihat siapa tamu di depan nya


"Jasmin !" Seru Reina segera berhamburan kepelukan jasmin .


"Ekh ..Reina ini terlalu kencang " ujar Jasmin ,


"Maaf " ujar Reina sambil tersenyum menatap jasmin .


"Oh ya bagaimana kalau kalian menungguku sebentar lagi,aku akan bersiap siap ,"sahut Reina saat ia ingat ,ia izin hanya sebentar pada ustadz .upss salah pada mas nya .


"Baiklah kami duluan ,kami tunggu di bawah ,dan ini .,,,,,ini semua barang bang Farhan ,tolong kamu bawa " ujar Hawa sambil memberikan beberapa paper bag kepada Reina .


"Kami tunggu di bawah "ujar jasmin kembali mengingatkan .


Rina melangkahkan kaki masuk ke kamar nya dan segera meletakkan barang barang milik suaminya ke sudut kamar .


"Mas "panggil Reina pelan


Dengan cepat farhan membuka selimut yang menutupi wajah nya ."siapa ?" Tanya farhan sambil menarik Reina agar duduk di sisi nya


"Hawa ,Jasmin ,Aidil " jawab Reina .


"Ohh " ujar farhan sambil membuka kedua tangan nya kembali ,isyarat agar Reina kembali masuk ke pelukan nya .


"Emmm ...mas ,mereka menunggu di bawah "ujar Reina sehati hati mungkin .menjaga perasaan suaminya .


"Ya memangnya kenapa ?" Ujar Farhan tidak peduli.


"Mereka menunggu Rei .." Ujar Reina pelan .

__ADS_1


"Ohh ,pergilah Gapapa " ujar Farhan baru paham ,istrinya hendak menemui teman teman nya .


"Mas gimana ?" Tanya Reina


"Mas mau istirahat aja di sini ,kamu aja yang turun " ujar Farhan pelan .


"Makasih mas !" Ujar Reina segera bergegas turun dari tempat tidur menuju ke kamar mandi untuk bersiap siap .


Baru ia berjalan beberapa langkah tangan nya kembali di cegat oleh mas nya


"Ada apa mas? " tanya Reina curiga ,apa mas nya berubah Fikiran ?


"Hadiah .."ujar Farhan pelan .


"Hadiah ?..ooh mas tanya hadiah nya di mana ,Kemaren kata kk asih hadiah hadiah nya di letakkan di kamar Mbak Raisa ,mas.." Jawab Reina cepat .ia sudah tau dari Kemaren karna kk asih sebdiri yang menyimpan hadiah Walimah nya


"Bukan hadiah itu " ujar Farhan pelan .


"Jadi hadiah apa yang mas maksud ?" Tanya Reina bingung ,hadiah apa yang mas maksud? Reina berfikir sebentar ,hadiah ? Apa mas nya menginginkan hadiah darinya ?tapi bahkan ia tidak mempersiapkan satu pun hadiah untuk ustadz nya ini


"Gapapa,gak jadi ,kamu buruan siap siap " ujar Farhan dengan nada datar .


"Baik lah mas ,Reina mau siap siap dulu " ujar Reina masih bingung tentang hadiah apa yang mas nya maksud ?


Setelah reina masuk ke kamar mandi ,Farhan meruntuhkan dirinya bagaimana ia bisa kesal hanya karna itu ,hanya karna Reina tidak paham apa yang ia maksud ,apa ia harus berterus terang ? ,sepertinya ia,...jika tidak istrinya tidak akan mengerti apa yang ia inginkan ,"astagfirullah ! Ada apa dengan mu farhan ? Sabar ini bahkan baru hari pertama..."runtuk Farhan pada dirinya


Berapa jam kemudian


"Rei yang sebelah kanan ,ada yang merah ," teriak jasmin dan Hawa antusias saat melihat Reina yang berada di atas pohon ,mengambilkan beberapa buah rambutan untuk mereka .


"Tangkap !" Ujar Rina meleparkan beberapa rambutan dari atas pohon .


Dengan cepat hawa dan jasmin menangkap dengan bantuan bakul tempat mereka mengumpulkan buah rambutan yang mereka dapatkan .


"Bahkan ini lebih enak dari pada leci " ujar Aidil sambil memakan satu rambutan lagi .


Mereka tertawa bahagia saat melihat dua bakul besar yang mereka pegang sudah terisi penuh ,baru hendak turun Reina segera di hadapan dengan keberadaan ,Mas Harits, Mas Adnan ,dan juga suaminya Mas farhan menunggu di bawah pohon sambil menatap nya dengan tatapan seakan-akan ingin menelan hidup hidup dirinya .

__ADS_1


"TURUN !!!!" Ujar Harits menatap adik bungsu nya yang masih berada di atas pohon rambutan


"Reina mas bilang TURUN !" Ulang Harits


__ADS_2