
Reina berjalan ke arah gerbang ,dugaan nya betul ada 5 anak perempuan itu disana
terlihat mereka sedang asik memakan coklat yg berukuran besar
dengan cepat Reina menghampiri mereka "assalamualaikum Is the chocolate delicious? I want it too, who did you get it from?"tanya Reina menanyakan dari siapa ia mendapatkan coklat itu
" wa'alaikumsalam sis,we got from the brother who was outside" mereka menunjuk luar gerbang
"thanks" balas Reina sambil mengedipkan matanya ke 5anak tadi
dengan segera Reina berlari ke arah gerbang Takut nya orang itu sudah pergi
karna Reina adalah petugas kebersihan jadi bebas untuk nya keluar dari gerbang pondok
"ustadz zaid?" seru reina tak percaya , betapa bahagianya ia saat ustadz Zaid yg mengirim tisu itu
Zaid menunggu Farhan yg tak kunjung datang ,sambil memegang sebungkus coklat kepunyaan Farhan ,Zaid memalingkan muka nya ke samping karna dari tadi ia merasa ada yang melihatnya
"siapa yaa?" sahut Zaid menggaruk tengkuknya yg tidak gatal
di balik pagar Reina memegangi dada nya yg tak karuan
"Reina ! " panggil hawa saat ia berhasil menemukan Reina setelah lama mencari nya
Reina yg sedang bersembunyi segera meletakkan tangan nya di mulut , isyarat diam
hawa yg mengerti maksud Reina segera memelankan suaranya dan berjalan ke arah Reina
"ikut aku! ada yg mau ketemu kamu" sahut hawa setengah berbisik
"siapa?" tanya Reina mengingat dia tidak punya saudara atau kenalan selain santri di sini
"udah ikut aja" hawa menarik tangan Reina menjauh dari pagar
sesampainya mereka di aula ,hawa masih menarik tangan Reina ke kerumunan orang tua
mata Reina menangkap sosok yg ia kenali
" ma !" sahut Reina tak percaya melihat sosok yg menemani nya di rumah sakit sekarang ada di depan nya
__ADS_1
" assalamualaikum nak "sahut ibu paruh baya saat melihat sosok Reina datang mendekat ke arah nya
"mama ,kapan datang?" sahut Reina memeluk sosok ibu yg sudah menganggapnya seperti anak nya sendiri
"baru datang" jawab ibu paruh baya itu membalas pelukan Reina
" ma hawa ke sana dulu yaa" ujar hawa ingin mengambil beberapa minuman di pantry yg sudah di siapkan oleh bagian konsumsi
"hawa anak nya mama?" tanya Reina tak percaya setaunya ibu yg ada di didepan nya adalah seorang ibu yg tak memiliki anak
"iya hawa anak mama,anak mama ada 4 dua laki laki dia atas hawa ,dan yg paling kecil juga laki laki " sahut ibu itu dengan tersenyum
"subhanallah ,hawa sendiri yg perempuan ya ma " simpul Reina
"nggak kok ,kamu tambah lagi ,anak mama yg perempuan" sahut sang ibu dengan membelai punggung tangan Reina lembut
"assalamualaikum maa,apa kabar " sahut seorang perempuan datang menghampiri Reina dan ibu nya hawa
" wa'alaikumsalam fatima" sahut ibu tadi langsung mengenal sang perempuan
"mama kapan datang ?" tanya perempuan itu basa basi
" Alhamdulillah barusan "jawab ibu nya hawa dengan senyum khas nya yg manis
Reina menatap lama Fatima yg masih asik mengobrol "cantik sekali "batin Reina
"oh ya perkenalkan anak mama ,Reina "sahut sang ibu memperkenalkan Reina sebagai anak nya
"anak mama?" sahut Fatima tak percaya , siapapun yg melihat Reina dan ibu nya hawa juga tidak akan ada yg percaya ,dengan postur muka Asia dan Arab yg jauh berbeda
"yaa anak angkat mama," sahut Reina mengulurkan tangannya ke arah Fatima
Fatima membalas uluran tangan Reina ,dan segera memeluk Reina
waktu berlalu ,semakin banyak orang orang datang menghampiri ibunya hawa ,reina merasa kurang nyaman ,dengan tatapan penuh tanda tanya dari beberapa orang saat ibu nya hawa berkali kali memperkenalkan nya sebagai anak nya
"maa Reina izin dulu yaa,Reina ada urusan " sahut Reina berbisik di telinga nya ibu nya hawa
"gak sini dulu aja reina , istirahat " sahut sang ibu tak rela
__ADS_1
"nggak maa,, Reina pergi yaa" sahut Reina menenangkan ke kwatiran sang ibu
sang ibu hanya membalas dengan anggukan pelan dan juga senyum yg selalu menghiasi wajah nya yg cantik
Reina berjalan asal ,di setiap lorong di lewatinya matanya mencari sesuatu yaitu sampah ,tak lupa dengan 1 tong sampah yg ia dorong bersamaan "persis seperti tukang kara" dumelnya saat melihat bayangan nya lengkap dengan tong sampah besar di kaca jendela yg di lalui nya
Reina berjalan tak tentu arah ,saat sadar ia sudah bukan di bagian asrama perempuan ,ia berada di tempat terlarang yaitu area ustadz ,dimana di area ini tak satupun santri putri boleh masuk
Reina manatap nanar ruangan ustadz farhan ,dimana ia pernah di panggil saat ia menggambar ustadz Farhan di buku tulis nya
dengan cepat matanya mencari jalan keluar dimana ia bisa pergi secepat nya dari kawasan ini
"pintu gerbang " sahut Reina melihat pintu gerbang berwarna cokelat yg berhubungan langsung dengan area luar pondok
dengan cepat Reina melangkah sebelum para ustadz kembali ke ruangan nya dan ia di tangkap basah ada di area terlarang
saat Reina hendak membuka gerbang
":kreitt" pintu gerbang terbuka
di depan pintu itu Reina tercengang ,bukan ia yg membuka pintu itu ,tapi ada yg membuka nya dari luar
saat pintu terbuka sempurna terlihat lah 10 orang ustadz menatap Reina dengan tatapan terkejut
"kenapa ada santri di sini" batin mereka bertanya-tanya tentang keberadaan Reina yg bisa ada di area ustadz
tak kalah jauh Reina sekarang bersandar dengan tong sampah yg ia dorong kaki nya mari rasa ,tatapan nya mulai berkaca-kaca
tubuh mungil nya bergetar hebat di hadapan para ustadz yg ada di hadapannya
satu saja sudah membuat mati rasa saat harus berhadapan dengan ustadz Farhan ,dan sekarang ia berhadapan dengan 10 orang ustad sekaligus
" IKUT SAYA!" suara salah satu ustadz memecah lamunan nya
Reina tahu siapa ustadz itu,siapa lagi kalau bukan suaranya ustadz farhan
Reina memutar kembali tong sampah yg ia pegang dan berjalan mengikuti ustadz Farhan
"hukuman lagi!" keluh Reina sambil mendorong tong sampah
__ADS_1