Ustadz And I

Ustadz And I
Tamu


__ADS_3

Malam hari .


Reina duduk di pinggir kasur sambil mengecek handphone nya .


"Klek "pintu kamar mandi terbuka ,Terlihat sosok Farhan keluar dengan menggunakan handuk yang di sangkutan kan di pinggang nya ,ia melangkah mendekati istri nya yang masih sibuk dengan handphone nya


"Ngapain ?" Tanya Farhan duduk di samping Reina .


"Bales in chat dari mama mas" jawab Reina tanpa menoleh sedikit pun


Farhan yang duduk di samping istri nya ,geram ....pasalnya sang istri masih belum selesai chat dengan mama nya


"Dek " panggil Farhan pelan


"Ya "sahut Reina .


"Dek " panggil farhan Lagi


"Iya mas ada apa ?" Kini Reina meletakkan hp nya


"Malam ini gimana ?" Tanya Farhan pelan


"Gimana apa nya mas?" Ulang Reina ia tak mengerti


"Malam ini ...Hmm ...."Farhan tak bisaa mengatakan dengan jelas karna ia sendiri malu untuk mengatakan nya ,tapi bagaimana lagi sejak pagi tadi ia kefikiran hal ini .


Melihat wajah Farhan memerah ,Reina mengerti ,suaminya sekarang sedang mengajak nya untuk melakukan ibadah


"Rei Haid" bisik Reina pelan di telinga suaminya


Mendengar bisikan Reina , Farhan segera menoleh tak percaya ."beneran lagi ....?"tanya Farhan lemas


Reina mengangguk malu "maaf ya mas" ujar Reina malu .Farhan hanya terdiam tangan nya terukur untuk memeluk istrinya "kalau udah suci kabar in ya dek " ujar Farhan .rekan mengangguk pelan .


"Yuk tidur udah malam " yang dibalas anggukan oleh Reina ,reina mematikan lampu kamar dan segera kembali ke sisi suaminya untuk tidur tentu saja dalam pelukan hangat ustad Farhan.


Pagi hari tiba .


Di ruang tengah terlihat Reina sedang mangantar Farhan pergi ke kantor ."asli nggak mau ikut sama mas ?"tanya Farhan sekali lagi ,setelah berkali kali mengajak istri nya untuk ikut bersama nya .


"Ya mas ...lainkali aja yaa ....mas jangan lupa pulang cepat " ujar Reina sambil menyalami punggung suaminya

__ADS_1


Di perusahaan


Farhan masuk ke salah satu ruangan ,yang mana ruangan tersebut milik adik nya .


"Assalamualaikum " salam Farhan ketika masuk


"Waalaikumussalam Marhaban ya akhi " ujar Faris (adik Kandung Farhan )menyambut kedatangan abang nya


Mereka mulai membahas tentang perusahaan dan laporan pemegang saham di perusahaan ini .saham perusahaan mereka mengalami penurunan yang serius ,sehingga Farhan sebagai salah satu pemegang saham terbesar harus turun tangan untuk membantu menyelesaikan masalah di perusahaan adik nya ini .


"Dimana kakak ipar ?" Tanya Faris di akhir diskusi mereka


"Ada di rumah " ujar Farhan masih dengan Raut serius


"Hari ini apa abang akan pulang lebih cepat ?"pancing Faris sambil tersenyum


"Seperti yang terlihat " ujar Farhan membalas senyuman Faris


"Bukan kah kakak ipar harus nya sudah kembali belajar ?" Tanya Faris sedikit heran ,Setau nya istri abang nya ini sekelas dengan adik perempuan nya Hawa ,tapi mengapa justru ikut dengan abang nya ke Qatar


"Kau tahu ...? "Farhan menghentikan bicara


"Tidak jadi ,hanya saja cepatlah untuk Menikah "ledek Farhan pad Faris


"Aku menyesal bicara dengan mu " ujar Faris kehilangan mood nya .


Di tempat yang berbeda


"Tengggg" suara bel berbunyi berkali Kali.Reina yang mendengar itu segera bergegas ingin membukakan pintu .dan tidak lupa ia ditemani oleh umi Ana


"Asslamualaikum Marhaban" sambut Reina


"Waalaikumussalam " jawab 4 orang perempuan berniqob di depan nya


"Silahkan masuk " ajak Reina lembut


Tanpa basa basi 4 perempuan itu segera masuk dan duduk di kursi tamu


"Farhan ada ?" Tanya salah satu dari mereka.


"Farhan sedang tidak ada " jawab Reina pelan

__ADS_1


Setelah memastikan tidak ada laki laki di rumah ini ,satu per satu dari mereka melepas kan Niqob yang mereka kenakan .terlihat 3 orang perempuan yang terlihat sudah berumur dan 1 perempuan muda yang cantik jelita


"Apakah kamu reina ?" Tanya salah satu dari mereka


"Bener saya reina bibi"


"Oh jadi istrinya Farhan kamu " seru salah satu dari tiga perempuan dengan nada mencemooh


"Iya benar bibi"


"Kamu Terlihat biasa saja ternyata " Sahut seorang lagi menimpali


Reina mulai merasa tidak enak ,ada apa dengan orang orang ini ,kenapa aku merasa mereka tidak menyukaimu .


"Asal Indonesia ya? Ku dengar kalian bertemu di pondok " ujar salah satu dari tiga bibi


"Oh ya kami adalah bibi jauh Farhan dari pihak ayah ,"ujar salah satu dari mereka .


Reina yang mendengar hal itu hanya bisa menjawab" ya" dan tersenyum .


"Bukan kah Farhan itu sedikit aneh ,putriku ini cantik jelita ,tapi mengapa dia malah memilih mu?"ujar bibi tersebut sambil memperkenalkan gadis cantik yang bersama mereka


"Benar sekali aku bahkan kaget ketika mendapat berita pernikahan Farhan ,ku kira itu hanya sekedar berita tapi siapa sangka kita malah bertemu di sini ,ngomong ngomong keluarga kamu punya apa?"tanya bibi yang lain


Reina diam saja ,ia tak bisa berkata kata


"Jangan dimasukkan di hati ,karna Faida ini mungkin akan jadi saudara madu mu "ucap salah satu dari bibi bibi di depan nya


Reina yang sedikit tak percaya dengan apa yang ia dengan apa yang ia dengar barusan kata "madu" berhasil membuat dada nya terasa sakit,ia ingin sekali menangis ,tapi tidak…ia tidak boleh menangis di sini ,bisa bisa nanti ia akan semakin terpojok ,"ada apa dengan orang orang ini ? Aku bahkan baru menikah beberapa hari yang lalu " batin nya sedih


"Ku dengar kau belum menamat kan sekolah ,tidak seperti putri ku ini Faida ,dia lulusan terbaik di kampus nya ,banyak pria yang mengejar nya ,tapi tetap aku menjaga nya untu jadi calon istri Farhan di masa depan ,tapi siapa sangka ia menolak nya "ujar sang bibi dengan nada mencemooh


"Benar sekali kk ,dilihat dari segala aspek perempuan di depan kita ini ,tidak ada apa apa nya di banding Faida kita "


"Aku juga merasa begitu ,perempuan Ini sangat biasa biasa saja ,Farhan pasti akan menyesal menikahinya "


Reina sudah tidak sanggup lagi ia harus cepat cepat pergi dari sini ,ia sudah tidak tahan lagi mendengar ucapan ucapan mereka


"Mohon maaf nyonya Nyonya ,Reina harus segera minum obat dan istirahat "ujar umi Ana yang baru datang dengan membawa cemilan .


"Kalau gitu saya izin duluan ,silahkan bibi bibi semua menikmati hidangan nya" ujar Reina segera bangkit dRi tempat tidur nya berjalan mengikuti umi Ana yang berjalan di depan nya

__ADS_1


__ADS_2