Ustadz And I

Ustadz And I
part 27


__ADS_3

matahari masih belum terbit sepenuh nya, seorang perempuan. dengan pakaian tertutup dengan jaket tebal berkeliling lorong sambil membawa tong sampah yang berukuran besar , siapapun yg melihatnya pasti tau tugasnya


gadis dengan jaket tebal itu menggigil kedinginan , sudah dari subuh tadi ia berkeliling dengan membawa sampah-sampah .


menit berlalu, Reina duduk di bangku taman .sambil mengusap ke dua tangan nya dan menempel kan telapak tangan nya ke pipi


" dingin banget" sahut Reina yang sudah lelah berkeliling


Reina menatap wajah-wajah para santri yg berlalu lalang di depan nya,"hari ini mereka pulang".ujar Reina ,bagi para santri pulang adalah sesuatu hal yang paling di tunggu tunggu


" Reina !!!" teriak seseorang dari belakang


Reina menoleh ke belakang "Jasmin ? ada apa jas?" tanya Reina pelan .Jasmin menatap Reina dengan tersenyum "hari ini pokok nya aku ada kejutan untuk kamu" sahut Jasmin bahagia


"kejutan?" tanya Reina tak yakin


"ia pokok nya ,kamu tunggu aja nanti sore! bisik Jasmin , kemudian dengan cepat ia berlari menghilang dari pandangan


waktu terus berputar… acara demi acara berlangsung .


Reina yg sudah lelah berkeliling memutuskan untuk ke koperasi membeli beberapa minuman


baru hendak berjalan ,langkah nya terhenti ketika ia mendengar rintihan anak kecil dari balik lorong


dengan rasa penasaran Reina segera berjalan ke arah belakang lorong , terlihatlah sebuah lapangan olahraga para santri ,lapangan dengan tanah nya yg tandus membentang sejauh mata memandang


matanya menangkap sosok anak kecil yang sedang membersihkan baju nya yg kotor "seperti ia yg terjatuh" batu Reina


" assalamualaikum ,ada yg perlu kk bantu" sahut reina menghampiri bocah kecil yg sedang menunduk membersihkan baju nya


mendengar ada suara ,bocah kecil itu mengangkat kepalanya


"Adli?!" sahut Reina tak percaya


"kakak!" sahut nya kegirangan mengingat Reina adalah kakak yg memberikan nya tusukan sate buah


" bisa tolong ambilkan itu kk !" sahut Adli menunjuk ke arah bola nya yg tersangkut di atas pohon


matanya mengikuti arah yg di tunjuk Adli ,Reina menelan ludah ," bagaimana bisa bolanya ada di sana" batin Reina memandang dahan pohon yang lumayan tinggi


"percaya gak kalau kakak nii superhero?" tanya Reina menatap mata Adli dengan tatapan nya yg meyakinkan


" kakak superhero!" seru Adli girang


Reina tertawa " iya kakak ini cucu nya superhero ! " jawab Reina asal


"waahhh ,jadi kakek kakak superhero juga?!" tanya Adli takjub ,

__ADS_1


" hmm begitu lahh………" jawab Reina malu malu


.


"tunggu di sini dan perhatian baik baik " sahut Reina menyuruh Adli berdiri agak jauh dari pohon itu


"oke kk"


Reina menatap pohon plum di Depan nya


" mari kita taklukan " sahut Reina mantap sekarang ia sudah mengambil ancang-ancang untuk memanjat


beberapa lama kemudian Reina sudah ada di atas pohon


"kakkaakakak" teriak Adli melambai lambai kegirangan dari bawah


dengan alay nya Reina meniru gaya pose super Hero di atas dahan pohon sambil membalas lambai Adli


"wahh" Adli menatap takjub sosok super Hero yang ia temui ,ia masih tak menyangka bisa bertemu dengan super Hero


setelah menjatuhkan bola Adli dari atas pohon Reina kembali menjalankan aksi nya ia loncat ke terjun ke bawah layak nya super Hero


setelah berhasil mendarat sempurna ,Reina menghampiri Adli yg masih tercengang karna dalam sekejap Reina bisa turun dari pohon dengan loncatan yg sangat keren


." wahhhh makasiiiiiiiiiiiiii kk,!!" seru Adli sambil mengambil bolanya dari tangan Reina


"kakak ,Adli pergi dulu yaa!" sahut Adli kemudian berlari sambil memegang bola nya


dengan segera Reina kembali , mendorong tong sampah nya dan melanjutkan hukuman nya


di tempat yang sama…………


Adli berjalan terburu-buru masuk ke ruangan sambil membawa bolanya


"assalamualaikum " Seru Adli cepat ia ingin segera menemui ibu dan kakaknya segera menceritakan apa yg baru ia alami


"wa'alaikumsalam" seru penghuni ruangan bersamaan


" mama" sahut Adli saat ia menemukan sosok yg di Cari nya sedang berkumpul dengan Abang dan kakak nya


"ya sayang ! " sahut sang ibu menjawab panggilan sang bungsu


"mama tadi ada kakak superhero!" sahut Adli heboh


"kakak superhero?" tanya sang ibu tak mengerti


"iya maa ,tadi kan Adli main bola,Trus bola nya nyangkut di atas pohon tinggi banget ,datang kakak superhero bantuin Adli ambil bola ,kakak nya bisa naik pohon tinggi ,dan tau gak maa!! kakak superhero loncat dari pohon pas mau turun!"cerita Adli panjang lebar

__ADS_1


"waahh siapa kakak nya" tanya sang ibu setelah mendengar cerita dari Adli


"kakak nya Ga tau namanya"sahut Adli tak bersemangat , bagaimana bisa ia melupakan hal penting tentang super Hero itu


"REINAAA !!!" batin farhan menjawab pertanyaan mama nya


siapa lagi kalau bukan Reina ,baru berapa mingu yang lalu ia jatuh dari pohon , sekarang sudah bisa memanjat pohon! Farhan mengepal tangan nya menahan kegeraman nya pada tingkah laku Reina yg tiada habis -habis nya


"hatchuuuu" "kyk ada yg ngomongin" sahut Reina santai dan lanjut berjalan ke arah aula karna kakak kakak bagian kebersihan meminta nya untuk membantu bagian kebersihan di aula khusus laki laki yg ada di luar pondok karena mereka kekurangan orang .


aula khusus laki laki ini terletak di luar pondok putri ,Reina berjalan bersama beberapa orang lain nya ,ia harus berjalan beberapa meter dari gerbang pondok nya ke arah Utara disana terletak sebuah bangunan yg hampir mirip dengan arsitektur pondok nya bangunan clasik yang bernama "قاعة الرجال " atau lebih di kenal "men's hall " yang bermakna aula laki laki


.


Reina melihat dari kejauhan , banyak sekali orang yang hadir ,rasa malu tiba tiba menyerang nya saat ia sudah dekat dengan aula laki laki


.bersama dengan rombongan nya Reina berjalan cepat ke samping bangunan tempat mereka harus membantu ,di sepanjang perjalanan Reina menundukkan kepalanya ,ntah mengapa sekarang rasa malunya lebih meningkat pesat dari pada saat ia di rumah nya yg bersebelahan dengan pondok putri dan tak jauh dari pondok putra ...


jam berlalu ………


(di asrama Adawiyah)


seorang perempuan masuk ke asrama yang sudah sunyi dan kosong


perempuan itu melepas rompi dan cadarnya ,ia menggulung tinggi lengan baju nya ,dan segera menghempaskan tubuhnya ke kasur nya


siapa lagi jika bukan Reina ,ia sudah menyelesaikan hukuman nya


ia tak menyangka hukuman nya akhirnya bisa ia selesaikan


Reina duduk dan tubuh nya bersandar di sandaran kasur sambil meluruskan kaki nya yg terasa sakit karena terlalu banyak mondar mandir


Reina menatap kasur kasur lain nya yg sudah kosong dari aksesoris nya ,tinggal berapa kasur lagi yg masih lengkap dengan seprai dan bed cover nya ,


kosong nya kasur bertanda bahwa sang empunya kasur sudah pulang ke rumah ,ada sekilas rasa iri ketika Reina mengingat rumah ,tentu saja rumah adalah tempat yg sangat ia rindukan rumah nya dimana ia tumbuh besar bersama dengan keluarga nya


Reina berbaring ia menatap langit langit kasur di atasnya karna tak mungkin ia bisa menatap langit langit kamarnya , karena tempat tidurnya tingkat dan ia ada di bagian bawah


"huh ,sampai kapan lah aku di sini…?" keluh Reina


"kapan aku bisa pulang seperti mereka" tanya Reina lagi


"udah udah ,ngapain mikirin itu ,ingat hukuman kamu yg dari ustadz Farhan masih belum kamu kerjakan" batin nya menyadarkan nya


"kapan kapan ajalah" sahut Reina menutup matanya hendak mimpi indah


baru hendak memasuki alam mimpi ,Reina tersadar dengan teriakan seseorang memanggil namanya

__ADS_1


"REINA!"


"REINAAA AYO PULANG!"


__ADS_2