
FARHAN POV
aku berlari menuju kamar ruangan tempat Reina menginap
ketika aku sampai di pintu putih bertuliskan no 332 badan ku berhenti kaku seakan aku tersadar
"apa yg sedang aku lakukan ?" tanya ku pada diri ku
"aisssy " geram ku
kenapa aku kesini ,ini bukan masalah ku lagi ,aku tidak bisa lebih jauh dari ini karena Reina belum siapa siapa ku,tapi ya Allah hati ku kwatir
tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata bayangan Reina saat belumuran darah tadi seakan terus menghantui ku , mengingat kan ku akan janji ku pada Abi Sa'ad saat aku meminta Reina menjadi istri ku 5 tahun yg lalu
(flashback on)
hari yg paling bersejarah untuk ku ,5thn yg lalu aku libur panjang ,saat itu Harits dan aku satu pondok di Madinah dan aku memutuskan untuk menemani harits pulang ke Indonesia
awalnya tidak ada yg spesial ,semua itu berawal dari seorang gadis belasan tahun menabrak ku dengan keras,karna ia ingin mengejar layangan nya yg terputus
saat aku melihat ke arah nya dia hanya melihat ku dan mengucapkan maaf dengan bahasa Arab
"Afwan kk" seru Reina kecil sambil tersenyum kemudian pergi kembali berlari mengejar layangan yg putus
beberapa detik itu membuat ku terpaku akan senyuman gadis kecil itu
Harits menghapiri ku dan membatu ku bangkit
" maaf han ,adek ku itu memang begitu" serunya sambil membantuku
"adikmu?" tanyaku tidak percaya
"ya ,itu adikku yg paling kecil " seru Harits lagi
"siapa namanya ?" tanyaku disisi lain aku sangat berharap dapat mengetahui nama gadis perempuan itu
" Reina Mardhiah " jawab Harits
"Reina Mardhiah,Reina Mardhiah "seruku sambil tersenyum
" ada apa dengan mu ?" tanya Harits melihat ku tersenyum .
dari sini lah awal keberanian ku untuk meminta orang tua ku datang menemani diriku melamar gadis kecil itu
saat aku berbicara pada kyai Sa'ad yg lebih dikenal dengan sebutan Abi
Abi bertanya padaku
" Abi memang ingin kamu menjadi menantu Abi , tetapi kenapa Reina ,kenapa tidak kakak nya saja ?" tanya Abi pada ku
" saya ingin Reina Abi untuk Jadi teman pendamping hidup saya ,ntah mengapa hati ini sangat mendambakan nya saat saya pertama kali bertemu dengan Reina dan saya yakin dia adalah jodoh saya Abi " ucapku dengan segala keberanian
Abi tersenyum melihat ku
" Abi suka kamu jadi menantu Abi ,tapi Abi ingin Reina menikah dengan cinta nya ,berbeda dengan kakak nya yang lain Reina tidak pernah mau jika itu bukan pilihan nya sendiri ,...nanti jika Reina sudah mendekati waktu nya untuk menikah Abi akan sekolah kan dia di sekolah mu agar Reina dapat menentukan pilihannya " seru Abi Sa'ad dengan mata teduh nya
aku hanya duduk terdiam dan di fikiran ku hanya ada satu pertanyaan
"apakah lamaran ku di terima atau di tolak?"
tanpa basa basi aku bertanya pada Abi
" Abi apakah lamaran Farhan di terima ?" tanyaku to the point
" insyaallah Abi terima lamaran nya , insyaallah jika memang Reina jodoh mu pasti akan ada jalan nya " jawab Abi
betapa senangnya aku hari itu ,hari dimana aku yakin gadis kecil itu akan menjadi milik ku suatu saat nanti ,akan menjadi hawa ku dan aku adalah Adam nya ,akan menjadi Fatimah ku dan aku adalah Ali nya
__ADS_1
dari waktu itu aku terus menunggu kedatangan Reina ku
(flashback of)
aku masih melamunkan masa masa indah itu tidak sadar bahwa adaseseorang memanggil sedari tadi
"ustad farhan!" panggil santri kesehatan yang sudah berapa kali memanggil ku tapi tak kunjung ku jawab
"i,iya ada apa ?" seru ku tersadar
"ada keperluan apa ustadz di sini ?" tanya santri putri itu
" saya hanya memastikan bagaimana kondisi santri putri yg terluka itu saat ini ?" tanya ku
" ohh Alhamdulillah ustadz,sudah siuman " sahut nya
ya Allah betapa leganya hati ini ...
" Alhamdulillah kalau begitu saya pamit " undurku
"silahkan ustadz" seru santri itu
ya Allah terima kasih
dengan hati yg sudah siap ku telfon Harits dan ku kabari tentang kondisi adik nya
di luar dugaan Harits hanya tertawa dan mengatakan " bahwa adik nya itu langgeng dengan rumah sakit"
dan Harits juga berpesan agar aku lebih menjaga Reina karna di sini tidak ada satu pun keluarga nya
Farhan POV end
beberapa hari kemudian
Reina sudah bisa keluar dari rumah sakit jahitannya juga sudah dilepas dan sekarang waktunya untuk pulang kembali kepondok madressa Tarbiyatul banaat adzadvile
" reinaaa!!!" seru Yasmin memeluk erat kawat nya
"upss sorry ,tapi kamu mau aku antar ke asrama?" tawar Jasmine
" tidak aku ingin langsung ke kelas bukan nya sebentar lagi masuk jam pelajaran ustadz ya" ujar Reina memastikan
Jasmine menghela napas dia tahu sahabatnya ini akan memilih untuk pergi ke kelas daripada istirahat di kamar ..
"bagaimana?? "tanya jasmine menaik turunkan ke dua alis nya menggoda Reina
"apanya ?"tanya Reina sambil tersenyum
." di rumah sakit?" tanya jasmine lagi
" bosan sangat membosankan " sahut Reina
"kenapa kalian tidak datang menjenguk ku?"tanya Reina
" kami ingin sekali ,tapi pihak pondok tidak mengizin kan nya ,aku dan hawa sudah berulang kali meminta izin tapi jawaban nya tetap sama!" ujar Jasmine dengan nada geram nya
" hmm ngomong ngomong hawa mana? " tanya Reina
" dia sudah di kelas " jawab Jasmine
sesampai nya di kelas Reina segera duduk di kursinya " ahh kangen banget Susana kyk gini "
"tuk " satu lemparan kertas mengenai punggung nya
Reina menoleh "hawa?" tanya Reina tidak yakin melihat hawa melempar kan kertas
"b..b..aca" hawa den isyarat tangan
__ADS_1
"ohh"Reina segera membuka kertas itu , setelah membaca surat hawa sampai selesai
Reina merasa tidak ada waktu lagi untuk istirahat .
"Lomba risalah nya sebentar lagi ,dan risalah ku .. hampir saja aku lupa ,aku punya risalah yg belum selesai "ujar Reina
Beberapa menit kemudian .. Ustadz Farhan memasuki ruangan
kelas berlangsung seperti biasa
hanya saja ntah mengapa Reina ingin menatap sosok yg berada di depan nya
dengan hati hati Reina mengankat kepalanya , mencuri pandang
tatapan mereka bertemu berlangsung
beberapa detik
dengan segera Reina mengalihkan tatapannya
"deg deg "Reina megangi dadanya
"ada apa dengan ku "seru Reina bertanya pada diri nya sendiri ,,,,,,
"apa harus langsung masuk ke kelas ,kenapa dia tidak istiharat terlebih dahulu "tanya Farhan dalam hati betapa terkejutnya ia saat masuk ke kelas mendapati Reina sudah ada di kursi nya
jam sudah berganti pelajaran sudah di tutup
dengan segera hawa dan Jasmin mendatangi Reina di tempat duduk nya
"reinaaa " peluk hawa erat
" Jasmine dah cerita semuanya padaku " tambah hawa lagi
"iyaa tapi lepas dulu "seru Reina ntah mengapa sejak dia pulang dari rumah sakit 2sahabat nya ini sudah ahli membuat orang sesak
"ya Allah aku tu kangen banget " pelukan hawa tambah erat
"hawa udah dehh "sahut Jasmin memaksa hawa melepaskan pelukannya
hawa melepaskan pelukannya
"kita ke perpus yuk "ajak Reina
" kamu yakin rei ,apa nggak istirahat dulu aja " tawar hawa
" aku dah bosan istirahat di RS ,dan Sekarang waktu ku untuk menyelesaikan risalah karna sebentar lagi pengumpulan lomba risalah nya "seru Reina
"baiklah kalau gitu "mereka ber tiga pun pergi ke perpus
di tempat biasanya mereka tempati
Reina membuka risalah nya yang terhenti ..
menit berlalu Reina dan hawa sibuk mencatat risalah mereka sedangkan Jasmine membuka rotinya dan kembali menceritakan kejadian Reina jatuh dari pohon
"Trus ustad Farhan melepaskan sorban nya ,wiss aku sempat terpana dengan cara ustad melepaskan sorbannya dan langsung membalutkan nya ke luka mu truss dengan sigap ustadz Farhan menggendong mu sambil berlari ke mobil ,aku gak pernah liat adegan seperti itu selama aku hidup ....tampak jelas ustadz menkwatirkan mu " Jasmine melanjutkan ceritanya
Reina yg sedang menulis menghentikan kegiatan saat tersadar dengan cerita Jasmine
"tunggu tunggu tadi kamu bilang ustadz menggendong ku?" tanya Reina tidak percaya dengan apa yg di dengar nya
" iyaaaaaaa,aku aja masih ingat momen itu Reina!'"seru Jasmine yakin
Reina melihat ke hawa dengan harapan hawa akan mengatakan semua itu bohong
tapi kebalikan nya hawa Malah mengganguk tanda iya
__ADS_1
"USTAD FARHAN MENGGENDONG KU??" seru Reina frustasi
"IYAAAAAAAA" seru Jasmine lagi