Ustadz And I

Ustadz And I
Kunjungan


__ADS_3

Beberapa hari berlalu Reina menghela nafas lelah ..ia menyandarkan tubuh nya ke sandaran kursi melepaskan penat setelah menyelesaikan semua salinan buka hawa dan jasmin .


Seharian ini ia di perpus saja karena hari ini libur ....Reina menutup matanya perlahan baru beberapa detik ia menutup mata ,nama nya di panggil di radio siaran menyuruh nya agar cepat ke ruang penerimaan tamu ada tamu untuk nya


Dengan langkah lemas tak bertenaga Reina berjalan menuju ruang Penerimaan tamu


"Assalamualaikum " ujar Reina saat memasuki ruangan


"Waalaikumussalam "


Reina membulatkan matanya saat suara itu menyapa pendengaran nya "mas ?" Ujar Reina seakan tak percaya ,ia bahkan lupa ia mempunyai suami


Farhan tersenyum ia berjalan ke arah Reina dan membawa nya ke pelukan nya dalam dalam ...sudah lama ia merindukan istri nya


Di ruangan itu Reina melepas cadar nya ..Farhan seketika terdiam menatap wajah Reina ..mata panda ,bibir yang kering dan wajah yang pucat ..


" apa apaan ini ! Mengapa istri nya bisa seperti "


"Adek minum obat teratur? Tidur tepat waktu kan ? " tanya Farhan curiga


Dengan pelan Reina menggeleng ..ia lupa ...


"Air ? Vitamin ? Makan 3 kali sehari ? " tanya Farhan sudah cemas ia berharap istri nya tidak menggeleng membetulkan apa yang ia takutkan selama seminggu ini


"Lupa " ujar Reina tak berani mengangkat kepala nya,aura suaminya membuat ia ketakutan


"Lupa?.." Tanya Farhan dengan wajah tak percaya


"Adek nyalin buku hawa dan jasmin "bela Reina


Mendengar jawaban Reina ...Farhan berjalan ke arah sofa mendudukkan dirinya di sana ..Farhan menatap Reina yang masih menunduk di depan nya


"Sini "ujar Farhan lembut sambil menepuk kursi di samping nya


Dengan cepat Reina duduk di samping ustadz Farhan


Farhan menggengam tangan Reina dan meletakkan nya di dada nya ,dan mendekatkan wajah nya ke wajah Reina menatap satu persatu ,mata ,hidung dan bibir dengan lama seakan akan ia sedang merekam wajah Reina dengan mata nya


Reina yang di tatap membulatkan mata nya sempurna ,ia menahan nafas nya ,ini sangat dekat hingga ia bisa merasakan nafas mas Farhan ,pipi nya yang memerah menjadi kesenangan sendiri bagi Farhan


"Gimana tidak khawatir bidadari ku secantik ini " ujar Farhan di depan wajah Reina


Reina yang sudah tidak yakin wajah nya sudah semerah apa dengan cepat memalingkan muka nya


Farhan yang melihat hal itu hanya tersenyum dan malah mencium pipi kanan Reina

__ADS_1


"Mas......"protes Reina sambil memegang pipi nya


Farhan yang mendengar protes Reina hanya tersenyum Ingin menjahili istri nya lagi .memeluk Reina erat dalam pangkuan nya


"Udah selesai tugas nya ?" Tanya Farhan di sela pelukan nya


Reina mengangguk pelan ,Farhan yang melihat itu tersenyum dan melanjutkan menikmati momen nya bersama reina


"Cincin nya mana ? " tanya Farhan saat melihat jari manis istrinya


"Dilepas " jawab Reina singkat


"Dilepas yaa...." Terdengar jelas nada kecewa Farhan


"Tapi adek buat jadi kalung " ujar Reina cepat ia tahu cincin itu cincin warisan keluarga suaminya untuk nya .


"Kalung ?" Tanya Farhan tak mengerti


Dengan cepat reina menaikkan jilbab nya menunjukkan benda berkilau di leher nya dengan sebuah cincin tergantung di sana .."ini " ujar Reina memperlihatkan kalung nya


Farhan tersenyum lama melihat cincin itu ia memegang nya dan menatap mata reina dalam "jangan dilepas " ujar Farhan dengan nada sendu ..dengan cepat Reina mengangguk yakin ...ia juga tidak mau ini lepas dari nya


"Mas cincin mas mana?" Tanya Reina sambil memegang tangan Farhan yang dua kali lebih besar dari nya


Farhan melihatkan sebuah cincin logam yang melingkar di jari manis nya yang serasi dengan punya Reina .


"Kenapa ?" Tanya Farhan menatap cincin di tangan nya


"Supaya gak da yang ganggu ..."


Farhan mengerutkan kening nya tidak mengerti "ganggu ?"


"Iya supaya ga ada yang Gatel sama mas ,biar cewek lain mas udah punya adek " terang reina


"Gatel " ulang Farhan sambil tertawa pelan setahu nya tidak ada yang berani Gatel dengan nya selain istri nya ini ...hanya Reina yang berani menatap matanya di saat perempuan lain menundukkan pandangan nya


"Ih mas ..asli loh " ujar Reina tidak terima


"Iya iya sayang ku " ujar Farhan menahan tawa nya


"Kalau ada yang mau Gatel Gatel mas langsung gini tangan nya " reina mempergarakan tangan Farhan menampakkan cincin nikah mereka ,trus mas bilang gini " maaf saya udah nikah " ujar Reina dengan wajah datar


Farhan hanya tertawa pelan ia tak tahu Wajah datar Reina bisa sedatar itu


"Mas serius ih " sebal Reina

__ADS_1


"Maaf jam berkunjung sudah habis " suara speaker di dalam ruangan menghentikan kegiatan dua insan yang sedang bercengkrama


" adek pergi dulu mas ,assalamualaikum " ujar Reina memcium tangan Farhan


"Waalaikumussalam ..ingat pesan mas !" Ujar Farhan sebelum Reina pergi


" ya mas " balas Reina melangkah kan kaki nya ke pintu dimana ia akan kembali ke asrama nya


"Dek barang nya gak di bawa ?"


"barang ? Setau nya ia tidak membawa barang apapun tadi " batin reina ..Reina menoleh ke belakang ia melihat mas Farhan memegang 4 paperbag berukuran besar


"Mas ..?" Ujar menanyakan milik siapa paperbag yang ada di tangan Reina


"Ini .....vitamin sama obat obat kamu dan juga minuman herbal untuk kamu " terang Farhan sambil menyerah kan satu paperbag "jangan lupa di minum "


"Yang ini snack khusus untuk kamu "


" yang ini sabun sama baju kamu "


"Dan yang ini buat kawan kawan kamu "Farhan memberikan satu persatu paperbag ke tangan Reina ...Reina hanya bisa menelan ludah ia bahkan belum menghabiskan vitamin dan obat obat yang di berikan suami nya dan sekarang ia di berikan lagi ..dan juga ini terlalu banyak


"Makasih mas ..." Ujar reina mencium kembali tangan Farhan berniat untuk pergi


"Sayang tunggu ...ini " ujar Farhan memberikan salah satu kartu dari dompet nya


Reina melihat ke tangan Farhan ia terdiam sebentar "Mas Rei punya sendiri " tolak Reina ,ia bahkan punya dua kartu ATM untuk biaya hidup nya


"Sayang ini buat keperluan kamu " ujar Farhan menyerahkan kartu ATM yang memang ia sudah mempersiapkan dari lama untuk reina


"Tapi mas ...rei punya juga ..malahan yang dari abi jarang kepakai " tolak reina


"Istriku ini dari suamimu..gak boleh di tolak " ujar Farhan ngotot


Reina terdiam mas Farhan benar ...ia tidak bisa menolak karena yang ini adalah nafkah dari suaminya dan sekarang ia tanggung jawab suaminya .


"Makasih mas " reina mengambil kartu itu dari tangan suami nya


"Belanja yang banyak ...kalau kurang bilang sama mas" ingat Farhan kepada reina sebelum Reina keluar dari ruangan penerimaan tamu


Farhan menatap arloji nya menandakan sudah 2 jam lebih ia di sini "wah bahkan ia belum puas memeluk istri nya "


Sepanjang koridor Reina menatap kartu Yang di berikan suami nya ,dengan kartu ini berarti ia memiliki tiga kartu yang tidak ia tahu berapa saldo ketiga kartu itu


Yang sering ia gunakan adalah kartu dari umi nya yang mengirimkan nya uang sekolah dan juga uang tambahan untuk keperluan nya yang lain setiap bulan dan kartu yang dari abi nya yang ia tidak tahu pasti berapa nominal yang masuk setiap bulan nya karna ia sangat jarang memakai nya ia cukup dengan kartu dari umi nya ....dan sekarang tambah satu lagi dari suaminya

__ADS_1


"Yang mana dari ketiga kartu itu yang harus ia gunakan ?" Batin Reina frustasi


__ADS_2