Ustadz And I

Ustadz And I
ganteng


__ADS_3

tanpa terasa waktu istirahat berakhir ,kelas kosong hanya berapa santri yg masih tersisa dalam kelas Raina mengerutkan keningnya


"kenapa masih ada yg tinggal di dalam kelas selain aku ,kan cuman aku yg terlambat "


Raina bertanya dalam hati


para santri yg tinggal di kelas bersamanya langsung membuka kitab berukuran tebal dan nampak mensalin nya


"apa !!tidak mungkin hukuman nya nyalin ,ya Allah semoga nggak aaminn"Raina memejamkan matanya


namanya di panggil


"Raina Mardiah "


"ya ustadz!"seru Raina ketakutan


"susun lembar jawaban ini sesuai abjad sekaligus kamu periksa benar salah nya ini kuncinya " terasa hawa mencekam mengelilingi Raina saat berjalan ke arah ustadz nya


"apa ini yang namanya aura " batin Raina merinding


" setelah itu buat ringkasan tentang hukum puasa Sunnah dari kitab al hawi al qudsi yg berpedoman Mazhab Hanafi" seru ustadz sambil memberikan kitab itu pada Raina


Raina yg masih syok menatap kitab yg di pegang oleh ustadz ,tangan nya sudah sangat berat memegangi setumpuk kertas lembar jawaban dan sekarang dia harus menerima satu kitab besar yg harus disalin nya


dengan berat hati Raina menerima kitab itu dan segera pergi ke meja nya ,sebelum dia mengerjakan itu semua ,Raina melihat ke arah beberapa santri bercadar seperti nya sibuk menyalin tanpa henti

__ADS_1


satu pertanyaan lagi di benak nya


" berapa lama mereka mengerjakan itu ,apakah itu hukuman yg sudah lama tapi belum kelar"seketika bulu kuduk berdiri


"apakah aku akan jadi seperti mereka yg mengganti waktu istirahat nya dengan menyalin ,nggak kuat !!!!" Raina berkata pelan dalam bahasa Indonesia sambil meletakkan kepalanya di meja dan memegang tumpukan tebal kertas di hadapannya


"jangan hanya dilihat kerjakan sekarang"seru ustad dengan nada yang bisa membuat siapapun mendengarkannya takut .


"baik ustad" selembar demi selembar sudah Raina periksa sekarang tinggal seperempat dari tumpukan lembar jawaban yang ada di mejanya tangannya lalah dia ingin beristirahat sebentar


Raina menumpangkan tangannya di dagunya dan menatap laki-laki di depannya


"ya Allah ustad tahu nggak sih kalau nga' sih kalau ngasih hukuman jangan banyak-banyak ustad si ganteng-ganteng tapi sadis


hukumannya "seru Raina denganbahasa Indonesia dia yakin bahwa laki-laki depannya itu tidak tidak akan mengerti apa yang dia katakan


"apa ustad? nga'kok ustad saya lagi baca lembar jawaban nya ,jadi ini dibaca dengan bahasa negara saya" bohong Raina ditertangkap basah sedang memerhatikan ustadz


"kerjakan kembali "seru ustadz


"ihh nyebelin banget "seru Raina dalam bahasa Indonesia


Farhan tersenyum melihat kelakuan murid nya "kamu pikir saya tidak mengerti apa yg kamu ucapkan "batin Farhan "ganteng ganteng sadis bagus juga " batin Farhan tersenyum tipis .


"ya Allah kapan saya bisa melihat Cha eunwo ,Park Shin ye ,Sehun ," seru Raina ketika sudah menyelesaikan seluruh lembar jawaban

__ADS_1


sekarang raina hanya bisa menempelkan kepalanya ke meja


"kenapa dengannya ,apa dia merindukan keluarga nya"batin ustad Farhan bertanya


ustad Farhan menyangka nama nama yg di sebut Raina adalah nama keluarga nya


"disini ada yg ganteng ya Allah,tapi tidak berbeda dengan patung ,nunduk aja, ngga' pegal tu kepala "seru Raina sambil mengadahkan kepalanya ke arah ustadz tapi masih tetap di menempel di meja


tiba ustadz Farhan juga mengangkat kepalanya sontak Raina mendukan kepalanya dengan cepa


"dukk" suara benturan keras antara kepala Raina dengan meja


Raina memegangi dahinnya yg sedikit membengkak "Bagaimana bisa " untuk menutupi rasa malu nya karna mendapat tatapan mata dari berapa arah Raina menempel kan kepalanya di meja seperti pura pura tertidur "ya Allah malu banget, sampai terhantuk gini mana benjol lagi" batin Raina


" lagian sihh ngangkat kepala ,kok nggak bilang bilang "batin Raina kesal


"pelajaran sampai di sini ,saya undur diri maaf atas segala kesalahan yg benar datang dari Allah SWT dan yg salah dari kesalahan saya sendir ...."di lanjutkan ustadz Farhan dengan doa doa penutup


"saya ingatkan ,jika belum menyelesaikan hukuman dari saya , pertemuan sore nanti dengan saya , harap tidak meninggalkan kelas"pesan ustad Farhan di akhir doa


dan kemudian ustad Farhan keluar dari pintu berwarna hijau yg hanya boleh digunakan oleh nya sendiri karena pintu khusus ini disediakan khusus untuk para ustadz yg hendak mengajar,karena pintu ini bisa langsung menghubungkan dengan kantor para ustadz yg berada terpisah dengan pondok dan juga terhubung dengan parkiran


disebabkan banyak nya dari santri perempuan di sini yg menggunakan cadar


setelah Melawati pintu itu ustad Farhan tidak bisa menahan senyum lebarnya mengingat murid baru nya yg sangat aneh

__ADS_1


"bagaimana bisa seorang terhantuk dengan mejanya sendiri "seru ustadz Farhan sambil tersenyum


__ADS_2