
"Reina mas bilang TURUN !!" Teriak Harits
"REINA!!!" Panggil Harits mulai geram dengan Reina yang masih tidak turun turun juga
"Bukk" Farhan menyikut lengan Harits pelan
"Ada apa ?" Tanya Harits sambil memegangi lengan nya
"Yang lembut "ujar Farhan dengan raut wajah tidak suka pada Harits karena memanggil Reina dengan keras .
"Dia adikku ,apa urusan mu" seru Harits kesal .
"Dia istriku ,apa urusan mun" Ujar Farhan dengan tersenyum ,sedangkan Harits ia lupa bahwa sahabat nya ini sekarang adalah suami dari adik nya ,dan yang pantas menegur adik nya bukan dia lagi melainkan suami nya sendiri Farhan .
"Baiklah baiklah ,sekarang tolong urus istri mu itu " ujar Harits berlalu pergi diikuti oleh yang lain nya ,dan yang tersisa sekarang hanyalah tinggal Farhan dan Reina yang masih di atas pohon .
Melihat mas Harits nya sudah pergi ,dengan cepat Reina loncat dari atas ,dengan sekali loncata n Reina sudah berhasil turun ke bawah ,Farhan yang melihat itu segera berjalan ke arah istri nya
"Dek ,Gapapa? Ada yang sakit ?" Ujar Farhan menatap Reina kwatir. niat nya ia ingin mengambil tangga untuk istrinya turun tapi ternyata salah Reina bisa turun lebih cepat dari dugaan nya .
"Gapapa mas "ujar Reina sambil membersihkan baju nya.
"Yuk mas" Reina berjalan duluan menyusul yang lain nya
"Yuk. " ujar Farhan berjalan mengiringi langkah Reina .dengan pelan farhan mengambil tangan Reina dan mengengam nya .
"Deg deg deg "
Reina menoleh ke samping ,begitu juga dengan Farhan ,pandangan mereka bertemu dan dengan cepat mereka sama sama membuang muka karena malu .
Tapi walaupun begitu ,Reina merasakan tangan Farhan semakin erat mengengam tangan nya .
"Berjalan dengan mu seperti ini adalah doa ku selama ini " batin Farhan
__ADS_1
Waktu terus berlalu .
Jasmin dan hawa sudah pulang dari tadi ,sekarang juga sudah malam ,Reina sedang melipat mukenah nya ,ia sudah menyelesaikan shalat isya dan segera bersiap siap .
"Klek "pintu kamar terbuka
"Assalamualaikum Honey " ujar Farhan sambil melangkah masuk ke kamar mencari keberadaan sang istri .
"Waalaikumussalam mas" jawab Reina.
Farhan melihat dan sedang duduk di depan kaca ," mau ngapain ?" Tanya Farhan saat melihat Reina sudah rapi .
"Mau ikat rambut "ujar Reina menunjukkan ikat rambut nya kepada Farhan .
"Bukan itu tapi mau Kemana?" Tanya Farhan sambil mengambil ikat rambut di tangan Reina dan mengikatkan nya ke rambut Reina .
"Hmm mau jalan jalan ,mas mau ikut ,malam minggu " ujar Reina mengajak suaminya ikut pergi bersama nya
"Kemana ?" Tanya Farhan lagi
"Yuk masss" Reina mengambil tangan Farhan ,menarik farhan untuk mengikuti nya .
Di depan rumah mereka berpapasan dengan abi ,
"Mau Kemana Nduk ?" Tanya abi ketika melihat Reina mengendap endap keluar dari rumah .
"Eeee...e..i..itu abi mau ajak mas Farhan katanya mau jalan jalan " ujar Reina sambil menarik Farhan untuk menemui abi nya .
"Oaalah mau jalan jalan toh ,ya udah silahkan ,hati hati ya " ujar Abi sambil berlalu masuk kerumah setelah Farhan menyakini tangan mertuanya .
"Haahh??? Semudah itu ?" Ujar Reina tidak percaya ,bahwa semudah itu ia mendapatkan izin dari Abinya hanya karena memakai nama Mas Farhan ."wah kalau gini ...aku ajak sering sering mas Farhan"batin Reina tertawa bahagia
"Jadi dek?" Pertanyaan Farhan yang membuyarkan lamunan Reina .
__ADS_1
"Eh jadi,,,, jadi kok mas " jawab Reina pelan .
Berapa saat kemudian
"Naik ini ?" Tanya Farhan tidak percaya saat Reina menunjuk motor putih di depan nya .
"Iya mas naik ini ,emang kenapa ?" Tanya Reina lagi saat melihat wajah mas Farhan seperti tidak tertarik .
"Naik mobil aja ya dek ,"ujar Farhan pelan
"Loh kenapa mas ,justru naik motor yang lebih seru mas ,kalau naik mobil mah bisa kena macet ,kalau naik motor mah cepat mas" seru Reina dengan semangat
"Hmm "
"Apa jangan jangan mas gak bisa bawa motor ya ?" Tanya Reina sambil menatap Farhan curiga.
"Mas ......." Farhan menghentikan kata kata nya ,ia tidak mungkin menjawab iya bisa bisa nanti rencana mereka gagal .ia harus apa ? Gimana ini
Reina yang sedari tadi memerhatikan wajah farhan ,tau bahwa suaminya ini sedang memikirkan cara untuk bilang ia tidak bisa nii Honda .
"Mas ! Yuk naik" seru Reina yang sudah siap sedia .menunggu suaminya untuk berboncengan dengan nya
"Loh kamu bisa ?" Tanya Farhan tidak percaya ,ia tidak tahu jika Reina bisa naik Honda
"Bisa mas ,yuk " Reina menyerahkan helm satu lagi untuk Farhan kenakan .
Waktu berlalu ,sekarang mereka sudah di jalan tentu saja dengan posisi Reina di depan dan Farhan yang duduk di belakang .
"Gimana mas enak kan ?" Tanya Reina di tengah perjalanan
"Enak " jawab farhan senang
"Mas mau Kemana ?" Tanya Reina lagi
__ADS_1
"Saya ikut kamu aja" ujar Farhan sambil mencoba meletakkan tangan nya ke pinggang reina ,seperti yang ia lihat sewaktu lampu merah ,banyak orang yang melakukan nya ,tapi apakah ini tidak apa apa ?