Ustadz And I

Ustadz And I
Jasmin


__ADS_3

Farhan duduk di hadapan reina tangan kiri nya ia masukkan ke saku nya kemudian memngeluarkan kotak berwarna hitam dengan lis emas di pinggiran nya farhan mengambil tangan Reina pelan dan dengan hati hati ia Sematkan cincin itu di jari manis sang istri ,selesai ....


Sekarang gilirannya Reina ,dengan menahan kegugupan nya Rina mengambil satu cincin yang ada dan segera memasangnya ke jari Farhan


Farhan mengangkat tangan nya ,satu tangan nya ia letakkan di kepala reina dan segera berdoa ,memohon kepada Allah kebaikan dari pernikahan ini ,setelah selesai berdoa ,Reina mengambil tangan farhan pelan dan segera mencium nya singkat ,mukanya sudah berubah menjadi merah padam ,ia tidak tahu harus melakukan nya sekarang untung nya mbak Raisa nya mencubit nya dan dengan isyarat mbak nya menyuruh adik nya mencium tangan suaminya


"Deg deg deg " Farhan tidak bisa menutupi nya lagi ,ia juga sedang gugup ,apalagi saat Reina mencium tangan nya ,jantung nya seperti ingin meledak ,bahkan mungkin orang orang di sekitar nya sekarang bisa mendengar desakan jantung nya


Farhan perlahan mendekat ,ia meraih wajah Reina dan dengan sekilas mencium kening istri nya,Reina yang memerah akibat ulah ustadz nya segera memalingkan muka nya ,ia yakin wajah nya sekarang sudah seperti kepiting rebus


Setelah selasai mencium Reina ,Farhan menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan senyum bahagia sekaligus wajah nya yang malu .


Raisa yang melihat interaksi antara adik nya dan adik ipar nya merasa tak tahan ,dengan sikap malu malu tapi mau kedua insan dihadapkan nya ,ia tidak bisa berlama lama lagi di sini ,ia harus segera mencari suami nya ,jika tidak… ia bisa eneg melihat hal ini lebih lama lagi ,bukan apa -apa ,dirinya juga seorang pengantin baru ,ia harus mencari suaminya ,harus segera mencari suami nya ,segera!!


Farhan memanggil Reina pelan "dek …"


Reina terdiam ,jantungnya seakan akan berhenti ketika ustadz nya memanggil nya dengan sebutan dek dalam bahasa Indonesia


Bukan hanya Raisa,sekarang umi Zainab(umi nya Reina) juga ikut keluar menyusul Raisa ,


Melihat tinggal mereka berdua farhan memegang wajah reina ,Reina yang sudah hampir serangan jantung hanya diam saja tak berani melawan ,bukan tak berani ia seakan akan lemas mati rasa .


Farhan tersenyum manis ,saat melihat wajah reina dihadapkan nya "lucu sekali "ujar Farhan dala hati tangan nya mengelus pelan pipi reina yang memerah ,reina hanya diam saja tak berani melawan ,ia tak kuat dengan hal seperti ini .hal hal yang baru pertama kali ia rasakan .


Farhan menatap internet bola mata reina yang membulat saat ia mendekatkan wajah nya ke reina

__ADS_1


"Panggil saya suami " ujar Farhan pelan layak nya seperti berbisik dengan mata yang masih menatap mata istrinya .


"S.suami " ujar Reina pelan


Farhan tersenyum manis ,hingga mata nya menyipit ,bulir bening jatuh dari pelupuk mata nya ,dengan cepat ia kembali mencium kening Reina untuk sekali lagi .


Dengan pelan Farhan mengeluarkan satu benda berwarna putih dari saku nya ,dan segera memasangkan nya ke Reina


"Jangan di lepas ya dek,mas takut " ujar Farhan pelan saat sedang memasangkan cadar dengan warna senada dengan baju yang Reina kenakan.


Reina hanya bisa menjawab dengan anggukan pelan ,farhan menatap Reina lama kemudian segera membukakan pintu diamana keluarganya dan keluarga reina akan masuk untuk sesi berfoto


Di tempat yang berbeda ..........


Seorang perempuan berlari tanpa arah ,hatinya kacau ,ia berlari menjauh ,air matanya tak bisa ia hentikan ,walaupun sudah berusaha ,tapi S…sakit ,ia masih merasakan sakit saat mengingat kata sah yang baru ia dengar beberapa menit yang lalu


"Brukk"


Badan nya hilang keseimbangan ,ia terjatuh seperti nya ia menabrak seseorang


Tapi ia tidak mempedulikan nya ,


"Maafkan saya nona" ujar orang dihadapkan nya dengan suara nya berat


"Its okay don't worry "ujar Jasmin segera bangkit dari posisi nya dan segera berdiri ,matanya sekilas bertemu dengan mata hitam pekat milik pemuda di depan nya tapi ia tidak peduli ,

__ADS_1


Baru ia hendak berjalan ,Jasmin kembali terdiam saat melihat barang barang ditas nya berhamburan jatuh ke tanah ,dengan cepat Jasmin segera memungut satu persatu barang nya ,


Harits yang melihat barang barang cewek di depan nya ini berserakan dengan cepat memungut satu persatu berang barang cewek di hadapan nya dengan niat membantu


Jasmin mengambil barang barang nya ,ia tidak bisa menahan nya jasmin duduk di tanah ia tak peduli dengan barang barang nya itu ,Jasmin menutupi muka nya dengan kedua tangan nya


"Huaaaaaaa ,aaaa,sakit " ujar nya pelan sambil memukuli dada nya berkali kali kali


Mendengar tangisan jasmin ,Harits segera memasukkan barang yang ia kumpulkan ke dalam tas cewe di depan nya dan dengan hati hati ia berjalan mendekat


"Maafkan saya ,apa Anda merasa sakit? Saya akan bertanggung Jawab" ujar Harits pelan ia menyangka cewe di depan nya ini menangis karena bertabrakan dengan nya


Bukan nya berhenti Jasmin kembali menangis dengan kencang


"Apa sangat sakit ?" Tanya Harits dengan bahasa Inggris


Jasmin membuka tangan nya dan mengangguk pelan


Harits terdiam saat melihat mata biru milik Jasmin yang berkaca kaca di hadapan nya ,saat sadar dengan cepat Harits memalingkan muka nya


"Apa perlu ke rumah sakit ?" Tanya Harits pelan


Jasmin terdiam ia sedang berfikir keras "apa pemuda ini menganggap nya sakit ?ia sekarang sedang sakit tapi bukan fisik melainkan hatinya sakit " batin Jasmin bertanya


Dengan cepat Jasmin berdiri dan mengambil tas nya dan berang barang yang tersisa dengan cepat pergi setelah mengucapkan "No Thanks "

__ADS_1


Harits terdiam di tempatnya ,"apa ada yang salah ?" "Mengapa aneh sekali"


__ADS_2