Ustadz And I

Ustadz And I
40


__ADS_3

Harits menatap Reina lama


"Apa maksud nya mas? " tanya reina lagi


"Hmm tidak ada ,mas lupa tadi abi manggil," elak harits ia sudah berjanji kepada farhan untuk menjaga ini


"Mass ,mas ,cerita mas!!." Ujar reina kesal melihat mas nya meninggalkan nya dengan rasa penasaran


Beberapa jam kemudian reina sudah sampai di pondok ,ia tidak mau untuk kemana mana selain kembali ke pondok ,berkali kali mas nya mengajak nya kepusat perbelanjaan di kota ini ,ia tetap menolak nya karna memang ia tidak ada mood lagi ,hatinya sakit mengingat tentang bagaimana tadi saat ia menolak lamaran pria yang ia cintai.


Reina melangkah ke arah asrama nya dengan membawa 3 plastik besar di tangan nya, oleh oleh yang abi dan mas nya bawakan dari indonesia untuk nya


"Wow dari mana rei?" Sambut jasmin dengan ceria membantu membawa barang bawaan reina


Reina hanya diam menatap jasmin yang berdiri di depan nya tampak nya kondisi jasmin sudah membaik.


"kamu abis nangis Rei ?,ini nih kebiasaan santri kalau baru pertama kali di jengguk " ledek jasmin melihat mata sembab reina


"Hmm Aku keluar bentar ya ,kamu ambil aja kalau ada yang mau ,ini semua asli makanan indonesia,"ujar reina tersenyum menatap jasmin


"Benarkah ? Makasih !!" Sahut jasmin memeluk erat reina,


Reina tersenyum melangkah keluar dari kamar asrama ,"betulkah apa yang dilakukan nya ini?" Batin nya bertanya


Reina menundukkan kepala nya berjalan ke arah taman kecil tempat biasanya ia datang ke sana


Reina duduk terdiam dibawah pohon mengingat kembali tentang bagaimana ia melihat ustadz nya menangis di hadapan nya ,matanya kembali berkaca kaca ,"sakit ! Sakit" reina memukuli dada nya dengan air mata yang masih menetes membasahi pipi nya

__ADS_1


Reina menyandarkan tubuh nya ke pohon menatap pasrah ke langit biru yang membentang luas di hadapan nya ,sambil terus mengingat allah reina meneteskan air matanya.


Berpa menit kemudian pandangan reina di halangi oleh sosok perempuan yang tidak lain adalah hawa


Muka nya memerah menatap ke arah reina "Kenapa? Kenapa Rei ? Kenapa kamu menolak ?, " seru hawa dengan nada marah ,ia benar benar tidak bisa menahan nya ,bagaimana terkejutnya ia saat mendengar abang nya menangis di telfon saat ia bertanya tentang lamaran abang nya


"Waa"panggil reina dengan nada sendu


"Apa salah nya rei ! Apa salahnya kenapa kamu menolak nya?,!!!!!" tanya Hawa sambil menatap reina marah


"Waa dengarkam aku dulu please !" Seru reina dengan nada memelas


"Aku kecewa sama kamu rei ,tega kamu ! Aku kecewa rei !," seru hawa dengan nada marah ia benar benar kecewa dengan reina ,ia menyangi abang nya dan dilain sisi ia juga sayang pada sahabat nya ,tapi sekarang rasa sayang itu berganti dengan rasa kecewa mendalam ,bagaimana ia tahu betapa bersemangat nya abang nya ketika menceritakan tentang niatnya untuk melamar reina ,awalnya hawa terkejut bagaimana abang bisa memiliki niat seperti itu ..tapi ia mengerti setelah mama nya menceritakan bagaimana abangnya jatuh cinta pada seorang gadis kecil yang ia temui sewaktu ia masih remaja ,bagaimana abang nya dengan berani menyampaikan niat nya kepada mama dan papa mereka untuk melamar reina ,bagaimana setia nya abang nya saat menunggu kedatangan reina kesini .


Hawa menatap Reina marah ia berjalan melangkah pergi ,baru berapa langkah hawa terdiam berhenti saat suara isak reina terdengar dari belakang sambil mengatakan sesuatu yang membuat nya seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar


"Jasmin sudah sangat lama waa ,ia mencintai abang mu "ujar reina lagi .


"Aku mengakui aku suka dengan abang mu ,tapi aku tidak bisa menerima nya waa,jasmin mencintai nya ,maafkan aku waa ,aku buat kamu kecewa ,tapi aku benar benar tidak bisa melakukan nya ,aku sayang waa ,sama kalian berdua ,maafkan aku wa ." Isak reina ,ia mengeluarkan semua yang ia rasa ,karna menahan semua itu terlalu menyakitkan


Hawa membalikkan badan nya ,hatinya terenyuh saat mendengar ucapan reina ,dengan cepat ia berjalan kembali ke arah reina dan langsung memeluk nya


Dalam pelukan hawa ,Reina berkali kali meminta maaf "maafkan aku waa ,aku menyakitinya , aku menolak nya maafkan aku waa. "Tangis reina di pelukan hawa tubuh kecil nya bergetar hebat .


Hawa menepuk pelan pundak sahabatnya ,tampa ia sadari ia juga ikut menangis mendengar apa yang sahabat nya ini rasakan


"Sakit waa,rasanya sakit sekali waa, " isak reina lagi

__ADS_1


"Aku melihatnnya waa, aku melihat abang mu menangis di hadapan ku ,aku jahat waa" lanjut reina lagi


Hawa hanya bisa terdiam tak berkata kata , ia hanya bisa memangis sambil memeluk tubuh gemetaran reina


Di tempat yang berbeda……


Farhan kembali mengangkat tangan nya ,kembali bermunajat kepada rabb nya mengenai kesedihan hatinya ,ia mengadu pada rabb nya ,sungguh kali ini hati nya benar benar sakit


"Ya allah yang maha penyayang yang maha tau hati hati hambanya ,ya allah yang menciptakan rasa cinta ,ya allah maha kuasa atas sesuatau ,tak ada yang bisa ku lakukan tampa kehendak mu ,


wahai rabb ku ,kuadukan semua masalah ku ,karna ku tahu engkaulah yang menciptakan aku dan dia ,kemana lagi aku harus mengadukan semua kegelisahan ini ,selain pada mu ,oh ya rabb perasaan ini seakan makin merasuki ku ,perasaan yang engkau ciptakan antara adam dan hawa .ya rabb ku hati ini masih menginginkan nya ,duhai rabb ku tolong bantu hamba mu ini untuk menjaga perasaan ini agar tetap suci ,wahai rabb ku ,aku adalah hamba mu yang lemah ,yang tak luput dari kesalahan ,ya rabb engkau lah yang menumbuhkan rasa ini dalam hati ku bantulah hamba mu ini "doa farhan sambil meneteskan air mata nya menangis lemah dalam doa nya "


Ke besokan harinya


Pagi pagi buta ,Farhan mendapat panggilan dari gurunya mengingatkan nya akan jadwal penerbangan supaya ia tidak terlambat .


Farhan terduduk lemas menatap barang barang nya ,ia sudah menyampaikan surat pemberhentian sementara kepada pihak pondok beberapa hari yang lalu ,farhan keluar dari kamar ia harus segera berangkat ,tidak ada waktu lagi untuk nya untuk tetap merenung di sini , farhan sudah berada di mobil nya sekarang ia hanya seorang diri karna keluarganya sedang ada urusan di luar kota ,farhan berjalan membawa koper besar nya ketika hendak masuk ,farhan membalikkan badan nya menatap ke arah ke kota , ia menghena nafas nya panjang "Bismillah ." Ucap nya membalikkan badan nya masuk ke arah bandara


Di tempat yang berbeda


"Sudah jam 10 :13 ," ucap reina lirih menatap lekat ke arah arloji nya ,kata kata ustadz masih terbanyang jelas di ingatan nya


"Besok Pukul 10:15 menit penerbangan pagi ,saya akan pergi Reina ,pergi untuk waktu yang lama ,dam saya tidak tahu kapan kembali ,tolong reina. tolong berikan saya alasan ,"


Reina memutup wajah nya dengan tangan nya ,ia mengira kata kata itu hanya sebatas kata kata ,tapi pagi ini reina menunggu kedatangan Farhan yang tak kunjung datang ,reina masih menunggu sampai masuk Ustadz Zaid masuk ke kelas mereka dan mengungumkan berita itu ,berita tentang pemberhentian Ustadz Farhan yang akan di gantikan dengan ustadz Zaid sebagai wali kelas mereka .


Reina menundukkan kepala nya "apakah ustadz benar benar pergi?," tanya reina lirih ,sambil menatap meja ustadz yang sekarang di tempati oleh ustadz Zaid .

__ADS_1


"Benarkah?"


__ADS_2