
"Jasmin ?" seru seseorang dari belakang
Jasmin membalikan badannya "Reina !"
"Reina kenapa di sini ?" Tanya Jasmin
"Hmm aku hanya pingin ",balas Reina singkat ,awalnya ia berniat kembali ke asrama nya ,tapi tiba tiba saja ia ingin ke taman
"Kamu kenapa Jasmin?",tanya reina ketika melihat mata sembab jasmin
"Aku tidak apa-apa " jawab jasmin singkat ,berat baginya untuk menceritakan apa yang dialaminya
"Bohong , kamu ada masalah kan !", sahut reina yakin
"Aku menyukai seseorang ", ujar jasmin singkat mata nya menatap lurus ke depan
"Seseorang?" ,tanya reina memastikan
"Aku menyukai nya sejak umur 12 thn " ,lanjut jasmin
"Sampai sekarang? " ,tanya reina mengerutkan kening nya
"Sampai detik ini ,aku masih menyukainya ",jasmin mengenggam erat kedua tangan nya
"Wow ! Apakah dia tahu ?" Tanya reina dengan nada serius
Jasmin menggeleng pelan ,"dia sama sekali tidak tahu"
" siapa orang nya ?" Tanya reina dengan nada serius
Jasmin menatap reina , perlahan air matanya jatuh satu persatu , ia tidak bisa mengatakan nya sekarang
Reina mengerti ,sahabat nya ini tidak mau mengatakan nya sekarang "tidak perlu mengatakan nya sekarang ,aku mengerti" reina memeluk jasmin mencoba menghibur sahabat nya "aku yakin jika ia mengetahui kamu suka padanya ,pasti dia akan bahagia ,disukai oleh wanita secantik kamu " bisik reina pada jasmin
Jasmin hanya tersenyum mendengar kata-kata reina ,ia sendiri tidak yakin apakah ia bisa mengungkapkan perasaan nya in suatu hari nanti
Hari berganti hari ,Reina dan kedua sahabatnya selalu mengahabiskan jam istirahat mereka di perpustakaan ,mereka masing masing mempunyai alasan sendiri untuk ini
Di sebuah ruangan
Farhan membaca dokumen ,dokumen yang akan ia kirim pada gurunya yang berada di mekkah ,farhan membaca satu persatu data dirinya semua sudah lengkap ,ada rasa ragu dari dalam lubuk terdalam hati nya , karena setelah ia mengirim kan ini ,ia hanya tinggal menunggu waktu nya untuk segera pergi ke mekkah untuk waktu sangat lama
Farhan memasukkan kembali dokumen yang ia pegang ke dalam map ,"beberapa hari lagi ini ?", batin farhan bertanya ,sambil melihat kalender yang berada di meja nya
"Tinggal 10 hari lagi ," batin farhan
" ini terasa sangat lama",seru farhan dengan nada pelan
__ADS_1
Di kelas…
Reina menyandarkan tangan nya menatap sosok yang sedang mem baca kitab yang berada di depan nya ,dia tetap diposisi itu sampai kegiatan belajar berakhir ,menurut pisikologis melihat orang ganteng itu bagus untuk kesehatan ,hitung hitung menjaga kesehatan
"Tapi mengapa ustadz belakang ini jadi lebih sholeh?" Batin reina bertanya , beberapa hari ini ustadz bahkan terus menundukkan pandangan nya dan jarang menegurnya lagi ,bahkan setiap reina berjalan ke meja ustadz ,ustadz memalingkan wajah nya menghindari nya
" apakah ini efek karna ustadz sudah melamar kk fatima?" Batin reina
Farhan telah selesai dari kelas nya ia segera beranjak keluar dari kelas nya ,ia punya urusan yang sangat penting hari ini
Mata reina mengikuti gerak gerik farhan , "kenapa terburu buru ?",ucap reina sembari bangun dari posisi nya .
"Rei?" Sapa hawa dari belakang
" yaa ",seru reina menoleh ke belakang
"Ngapain ?" Tanya hawa melihat reina masih menatap pintu hijau dimana ustadz mereka baru ke luar
"Abang kamu kenapa ?buru- buru banget",tanya Reina pada hawa sembari berjalan ke arah perpus bersama Hawa
"Ohh itu ,rahasia ,kamu pasti akan tahu kok beberapa hari ini ",sahut hawa sembari tersenyum
"Ihh apaan sihh ,kasih tahu please " ,rayu reina dengan wajah memelas
"Tunggu aja 2 hari lagi " sahut hawa dengan senyum sejuta misteri
" 2 hari lagi ?", ulang reina
"Baiklah ",sahut reina menyadarkan kepala nya ke bahu hawa
Malam hari nya ……
Di kamar asrama Adawiyah
"Alhamdulillah " sahut reina sembari menutup buku yang di baca nya ,sudah jam 12 malam ,reina mematikan lampu tidur nya dan segera membaca doa tidur , ketika telah selesai membaca amalan sebelum tidur ,reina menarik selimut nya , menutupi badan nya baru saja hendak memejamkan matanya ,telinga nya mendengar sesuatu
" apa itu ?",tanya reina penuh tanda tanya ,reina menelan ludah nya suasana di sini sudah sangat gelap ,semua sudah tertidur ,dengan memberanikan diri reina melangkah mencaria asal suara
Baru beberapa langakah reina menemukan asal suara ,ternyata berasal dari sahabat nya jasmin yang sedang mengingau "fari ""fari ""fari " ngigau jasmin dalam keadaan tak sadar
"Fari ?" Tanya reina tak mengerti. Reina melihat selimut jasmin yang terbuka dengan hati hati reina membenarkan selimut jasmin ,ketika hendak merapatkan selimut ke leher jasmin tanpa sengaja tangan reina menyentuh kulit jasmin "auu" reina menarik tangan nya ,matanya membesar menatap lurus ke arah jasmin yg masih tertidur
Reina meletakkan tangan nya ke dahi jasmin untuk memastikan sekali lagi…
"Astagfirullah ,astagfirullah " ,seru reina berkali kali ia tampak syok dan dengan cepat reina menarik tangan nya dari dahi jasmin
"Jas! Jasmin " reina mencoba memanggil jasmin yang masih mengigau kata "fari "
__ADS_1
tak ada jawaban dari jasmin ,dengan segera reina berdiri hendak membangunkan hawa yang berada di atas tempat tidur jasmin ,(karna tempat tidur mereka di sini adalah model bertingkat dua )
"Fari aku mencintai mu ,jangan tinggalkan ...a.aku "
Reina terdiam di tempat ketika mendengar kata kata jasmin "apa fari nama laki laki yang jasmin suka?" Ujar reina pelan saat melihat sahabat nya mengucapkan kata kata itu sebelum berhenti mengigau
"Tapi siapa fari ?" ,Tanya reina sekilas sebelum ia membangunkan hawa
"Ada apa rei? Aku sangat mengantuk ,lain kali aja" ,ujar hawa kembali menutup matanya mengira reina membangun kan nya karna takut ke wc sendirian
"Hawa,..waa.waa bangun ,badan jasmin panas banget " reina menggoncangkan tubuh hawa dengan kuat
"Demam!?",tanya hawa langsung membuka matanya
"Aku tidak tahu ,tapi ini sangat panas ",jawab reina
Dengan segera hawa dan reina kembali mengecek keadaan jasmin "astagfirullah ini bahaya rei " sahut hawa dengan nada khawatir
"bahaya kenapa ?" Tanya reina tak kalah serius
"Pokok nya sekarang kita harus bawa jasmin ke uks pondok ,nanti aku jelaskan padamu " sahut hawa mencoba menggedong jasmin
"Waa,kita papah bersama sama " usul reina langsung mendapat anggukan dari hawa
Dengan sekuat tenaga mereka memapah jasmin yang terkulai lemas tak sadarkan diri, setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai di ruangan uks yang masih terbuka karna ada kk kk senior yang bertugas jam malam
Setelah menyerahkan jasmin kepada kk bagian kesehatan reina dan hawa beristirahat di sofa uks
"Aku tidak menyangka jasmin demam setinggi ini", ujar hawa sembari menutup mata nya ,ia masih mengantuk
"Alhamdulillah kita bisa membawa jasmin tepat waktu", sahut reina menatap jasmin terbaring lemah dengan kakak kesehatan yang sedang mengurus nya
"Alhamdulillah " , sahut hawa yang mulai tertidur
"Waa ,kamu tahu Fari ?" Tanya Reina masih mempertanyakan siapa sosok feri yang di ada di tidur jasmin
"Kenapa bertanya tentang abang ku ?", tanya hawa setengah sadar
"Abang mu ,fari ?" Tanya reina menatap hawa serius
"Abang farhan itu fari " sahut hawa dengan setengah sadar
"Fari itu panggilan ustadz farhan wa?" Tanya reina sekali lagi mencoba menenangkan dirinya
"IYaa",jawab hawa yakin dengan mata nya tertutup
"Jadi ...jadi .. Yang jasmin suka selama ini adalah ustadz Farhan " ,seru reina pelan dengan mata mata berkaca kaca ,reina memegangi dada nya nya yang terasa sangat ngilu
__ADS_1
Perlahan cairan bening putih jatuh dari pelupuk mata reina ,satu persatu air mata reina terus berjatuhan
"Kenapa tidak bilang padaku dari dulu jas,setidak nya rasa ini tidak tumbuh "batin reina menatap jasmin dengan menangis dalam diam ,hatinya terasa sangat sakit tahu kenyataan ini ,kenyataan yang di sembunyikan jasmin bertahun tahun