
"Alhamdulillah benar " perkataan ustadz Zaid menggema di seluruh ruangan aula semua mata tertuju pada Reina
"Reina !! kamu benar!"seru Jasmin dan hawa tak percaya
selang berapa menit salah satu ustadzh memberikan paper bag hadiah kepada Reina
"aku pingin dapat.."seru Jasmine lesu
"niih " Reina memberikan hadiah nya ke pada Jasmine
"ya Allah untuk aku? , Makasih ya Reina ,padahal nggak perlu loh" seru Jasmine senang
"pegangin " tambah Reina memperjelas ke adaan
"apa !!cuma minta tolong pegangin "seru Jasmin malu bercampur kesal sedangkan hawa hanya bisa tertawa pelan tingkah laku 2kawan nya cukup menghibur walaupun kaki nya sekarang sudah mati rasa
mereka sudah berdiri 1 jam lebih
menit berlalu 9 pertanyaan telah di jawab oleh para santri yang beruntung
mungkin rezeki Reina kali yaa
karna hanya 1pertanyaan pertama yg.dia tahu jawaban nya
9 pertanyaan lagi dia tidak tahu sama sekali jawaban nya
"Alhamdulillah ya Allah ,ber sakit sakit dahulu bersenang senang kemudian " seru hawa menggadeng ke dua teman nya
hari ini hari yg paling bersejarah untuk mereka bertiga
karna mereka hari ini telah berdiri di depan aula selama hampir 2 jam ,tapi mereka ber 3 ,tiga tiga nya juga dapat hadiah dari ustad Zaid
"ini langsung ke aula atau ke perpus dulu"tanya Reina
ada satu tekad lagi yg Reina dapat setelah kuis bersama ustadz Zaid ,suatu saat nanti dia akan mampu untuk menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan .
oleh karena itu dia harus mempersiapkan nya dari sekarang
"aula ,sebentar lagi shalat berjamaah "seru hawa mengingat kn
"tapi ,kita ke kamar dulu ya ,aku mau nyimpan ini" seru Jasmine
"emang masih sempat waa?"tanya Reina
"bisa kok waktu amalan sebelum shalat masih 30 menit lagi "sahut Hawa
hawa memang paling disiplin diantara mereka ber 3 ,paling peka akan yg namanya waktu , keberadaan hawa di antara mereka ber 3 adalah paling penting,karna jika tidak hawa bagaimana lah nasib merek yang lupa kan waktu jika sudah mengerjakan sesuatu
mereka pun berjalan ke ara asrama mereka
tak sabar untuk membuka bingkisan pemberian ustad Zaid
saat di buka di tiap tiap paper bag nya ada
1 kotak pensil, 1 diarry ,dan satu set pewarna
"imut banget Reina ..." seru hawa saat membuka paper bag nya
"iya ini imut banget " sahut Jasmin tak kalah alay nya saat membuka punya nya
"biasa aja" sahut Reina
"APA !!! biasa aja kata kamu?" seru hawa dan Jasmine tidak terima
__ADS_1
"iyaa ,nia,aku kasih tau di Indonesia dapat kyk gini mah gampang , download aplikasi ,pencet pencet ,beli "seru Reina memasukan kembali paper bag nya ke lemari
" ihh kamu tu Reina ,kenapa GK dibuka puper bag kamu?" tanya hawa dan Jasmin
" aku gak mau buka karena aku tahu isinya pasti kyk kalian ,saat ini aku ada semua hadiah itu ,besok besok aja aku bukanya pas butuh"seru Reina sambil mengambil persiapan shalat
"yakin GK mau di buka "tanya Jasmine menggoda
"iya"sahut Reina mantap
"bukalah Reina mana tau hadiah nya ada yg beda"tawar hawa
sebenarnya yg paling hawa dan Jasmine kepo tu hadiah nya Reina karna Reina hadiah pertama yg diberikan oleh ustad Zaid dan dari pertanyaan yg beda dari pertanyaan yg lain
"kalian mau aku buka ?" tanya Reina dengan tatapan menggoda
"mau " sahut Jasmin Dan hawa bersamaan
"oke kita buka !" sahut reina
saat di buka paper bag Reina isinya sama dengan punya Jasmin dan hawa
" kan udah dibilang sama isinya" sahut Reina membuka satu persatu isi nya yg terbungkus kertas kado
"itu apa yg paling bawah"tunjuk hawa saat semua hadiah nya telah terbuka kecuali satu hadiah berbentuk persegi panjang tipis
"apa nihh" sahut Reina membuka kotak persegi itu
Reina pun dengan cepat membuka
"wahhh!!"seru Reina terpesona dengan yg ada di tangan nya sekarang
"kumpulan syair syair cinta para hamba" sahut Hawa membaca buku yg ada di tangan nya
"buku syair?" tanya Jasmine yg masih belum mengerti kenapa Reina lebih suka dengan buku ini daripada hadiah hadiah yg lain.
"ya Allah akhirnya aku punya ini .." seru Reina terharu mendapat kan buku impian nya yg mana sekarang udah jarang menemukan kitab asli yg seperti di pegang nya sekarang
" suka banget banget ,aku udah cari ini dari lama , tapi GK ada yg kyk gini " seru Reina dengan lebay nya
" udah udah ,ayo kita buruan sebentar lagi waktu nya habis ,kita harus segera ke aula " seru hawa mengingatkan
mereka pun bergegas tak ingin terlambat
lagi
sore harinya
"Reina kamu Piket apa ? tanya Zahra teman sekamar Reina
" ini aku dapat piket bersihkan taman dari kakak kelas tapi aku gk tau ini taman yang mana " seru Reina frustasi ntah mengapa
kakak kelas nya seperti nya tak bosan bosan untuk menghukum nya ,bukan kakak kelas nya saja ustadz nya juga
" hmm aku juga kurang tau pasti sihh ,tapi coba kamu tanya Jasmine , kayak nya dia tau " seru Zahra
" makasih ya Zahra "seru Reina segera mencari sosok sahabat nya
" Jasmine " tegur Reina menemukan sahabat nya duduk di kursi yg berada di lorong kamar asrama nya
" ya ! ada apa ? kok tumben nyari aku bukan nya ini waktu piket ya "tanya Jasmine.
" iya ini waktu piket ,makanya itu aku tu mau tanya sama kamu taman ini dimana ?" tanya Reina sambil menyodorkan kertas yg bertuliskan nama taman nya dan denah taman nya yg tidak jelas yg diberikan oleh kakak kelas nya
"oh ya kamu Piket apa ? udah siap belum?" tanya Reina lagi
Jasmine membaca kertas yg diberikan Reina
wah bener bener ini
__ADS_1
" siapa yg kasih kamu piket ini?" tanya Jasmine menahan emosi
" kakak kelas ,kata kakak kelas semuanya udah ada yg piketin makanya aku ditugaskan piket ini"Reina menjelaskan
" tapi taman ini tu jorok ,seram ,tidak terurus ,kamu yakin mau piket taman ini ,jarang loh orang mau ke taman ini ,lah kamu disuruh berikan " seru Jasmin menjelaskan
" mending kamu minta di ganti piket nya" usul Jasmine
"hmm GK usah deh jas , aku bisa kok ,kamu mau nggak tunjukkin nih taman di mana?" tanya Reina lagi
bukan nya Reina tidak mau Reina malas berurusan dengan kakak kelasnya itu
jadi gimana jas mau temenin aku nggak ? tanya Reina
Ayo ikut aku ,aku temanin "Jasmine pun mengantarkan Reina ke taman yang yang disebutkan
"ini nih tamannya Rina" seru Jasmine melihat taman kecil dengan beberapa kayu-kayu berserakan rumput yang hampir panjang dan pohon apel yang tinggi besar
"kan udah gue bilang serem kamu sihh nggak percaya rei "
"tapi tapi tapi ini pohon apa?" tanya Reina yg masih melihat ketinggian pohon di depan nya
"ini pohon apel kali ,masa kamu nggak tahu sih" seru Jasmine heran masih ada yaa orang GK tau pohon apel
" ada apelnya?" tanya Reina
" ada kayaknya tuh " seru Jasmin asal
"tinggi banget pohon nya ,kayak nya enaklah kalau dipanjat " guman Reina
"Apa manjat ?" tanya Jasmine memastikan apa benar yang di dengar nya
"iya manjat manjatin pohon ini " seru Reina yg sudah bersiap siap menggulung baju gamis nya untuk.memudahkan nya
"ehh tunggu ,kamu bisa ?! Reina kalau ada yg tahu kyk mana ,bisa dapat hukuman lagi ini " seru Jasmine cemas
"bentar kok " sahut Reina segera memanjat pohon di depan nya
berapa menit kemudian Reina telah sampai di dahan yg besar menurut nya
"Wahhh indah nya ..."seru Reina dari atas pohon
dia berdiri di dahan pohon itu untuk melihat lebih jelas lagi
"Reina turun gak !!"ancam Jasmine
"jassmine dari sini bisa lihat luar pondok loh !" seru Reina angin pohon menyapa lembut jilbab nya , sensasi segar bagaikan habis keramas
"turun reinaaa !!!!!" teriak Jasmine
"Jasmine mau ke sini nggak "tawar Reina
"nggak gue GK mau , please turun Reina ,kalau nampak orang kyk mana Reina " Jasmine cemas memikirkan nasib nya dan nasib sahabat nya yg berada di atas pohon
"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" teriak Reina untuk melepaskan beban hatinya
"Astaghfirullah siapa itu " suara seseorang dengan volume masih bisa di dengar oleh Jasmine dan Reina
Reina dan Jasmin terdiam sebentar suara siapa ituu ....
Reina mencari sumber suara tadi dan ternyata suara itu berasal dari luar tembok pagar pondok yang merupakan parkiran luar pondok
3 orang itu menatap nanar seorang santri putri bercadar yg berada di atas pohon
Jasmine menatap Reina dengan isyarat turun
sedangkan Reina masih syok dengan 3 orang yg sedang melihat nya
"u..uu.. uustaddddddddd"seru Reina gemetar tanpa sadar kaki Reina melangkah mundur
__ADS_1
"bruukkkkk" dentuman keras
"Reinaaa!!!!!!!!!!!!!!"