
"bukk " Reina menabrak seseorang dan tiba tiba pandangan nya gelap
"astaghfirullah " sahut seorang perempuan berkaca mata ketika melihat Reina yg sudah tidak sadarkan diri di hadapan nya
"ada apa rah?" tanya seseorang perempuan menghampiri Rahma
"Astaghfirullah kenapa dia ?" tanya Airin pada Rahma ketika melihat Reina
"ya Allah aku juga nggak tahu ,kyk mana ini!" sahut Rahma panik
" kita bawa UKS aja " sahut Airin
" yaya kamu betul " sahut Rahma
mereka berdua mengandeng reina dan membawa nya ke UKS
di tengah jalan mereka berpapasan dengan ustadz Zaid
tapi mereka hanya menunduk kemudian melanjutkan jalan mereka
Zaid menoleh ke belakang dilihat nya ke tiga santri itu sudah berjalan menjauh dari nya
"hmm Reina ?kyk pernah dengar namanya" Zaid mencoba mengingat name tag yg dilihat nya dari jilbab santri yg di Gadeng oleh ke dua santri lain nya
"astaghfirullah itu kan , santri yg jatuh dari pohon" sahut Zaid
"kenapa lagi dia ,"tanya Zaid dalam hati
tapi Zaid memilih untuk tidak coba memusingkan nya
karna dia harus segera masuk ke kelas nya
untuk mengajar
jam pun silih berganti .....
di sebuah ruangan
yg berukuran sedang, bernuansa putih susu yang menampilkan kesan elegan bagi siapapun yang melihatnya
seorang pria bermata coklat dengan sorotan mata nya yg teduh ,sedang membaca buku
tak jarang dahinya berkerut dan tak jarang juga bibir nya tersenyum
sorotan matanya mengikuti setiap kata yg dibacanya
tapi ketenangan itu tidak berlangsung lama
suara ketokan pintu mengharuskan laki laki itu bangkit dari posisinya
"assalamualaikum " sahut Hasan dan Zaid kepada sang empunya ruangan
__ADS_1
"wa'alaikumsalam marhaban" sahut Farhan dengan tersenyum menyambut ke dua teman nya
Zaid dan Hasan pun masuk dan segera duduk di sofa yg ada di ruangan itu ,mereka pun berbincang mengenai masalah masalah yg berkaitan dengan pondok
berbeda dengan Farhan ia hanya mendengarkan ke dua orang itu berbicara
sedangkan ia kembali sibuk membaca bukunya tadi
"deg " tangan Farhan berhenti saat telinga menangkap Sebuah kata dari ke salah satu sahabat nya
"sakit lagi?" tanya Hasan pada Zaid
"Wallahu alam, tapi tadi aku melihatnya tidak sadarkan diri dan sedang di bawa oleh ke dua teman nya ke UKS "jawab Zaid
Farhan masih diam mendengarkan pembicaraan kedua nya
"aku yakin dia belum terlalu sehat,dan terlalu memaksa kan diri " ujar Hasan
" aku pun merasa begitu ,tapi apakah dia orang yg sama dengan yg menjawab soal kuis ku?"tanya Zaid mencoba memastikan
"hmm aku rasa iya " sahut Hasan
Farhan menutup buku yg di baca nya ,hati nya merasa tidak tenang .
"hmm " Farhan berjalan mondar mandir di ruangan nya
sontak perbuatan nya itu menarik perhatian Zaid dan Hasan
" ada apa dengan Farhan ?" tanya Zaid
Tanpa fikir panjang lagi Farhan segera keluar dari ruangan nya berjalan ke arah parkiran mobil nya
sesampainya di mobil ,Farhan menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju masjid terdekat
sesampainya di mesjid
Farhan mengambil wudhu ,dan segera mendirikan shalat Sunnah hajat
setelah menyelesaikan sholat nya ,Farhan mengangkat tangan nya dan mulai mencurahkan semua keresahan hati nya mengenai keadaan santrinya
tanpa ia sadari air mata nya jatuh satu per satu , membasahi wajahnya dalam doa nya berkali kali ia sebut nama sang hawa nya , menceritakan kepada Rabb nya kondisi Reina , setelah selesai berdoa Farhan segera kembali ke pondok
menit berlalu Farhan sudah selesai dari jam mengajar pagi
apa yg ia takutkan terjadi ,meja yg berada di depannya kosong tanpa pemilik nya ,Farhan pun memegangi dadanya yg ngilu ,ntah mengapa ,Farhan selalu merasakan suatu perasaan tidak terima jika ada sesuatu terjadi pada Reina
seakan akan ia yg mengalami nya
"astaghfirullahalazim,segala sesuatu ketentuan mu ya Rabb "sahut Farhan dalam hati nya mencoba memenangi hati nya yg sedang galau
jam berlalu………
__ADS_1
di perpustakaan
Reina sekarang sudah baik baik saja ,
bisa bisa nya asam kambuh nya kumat ,saat dia terbangun tadi Reina sudah berada di UKS dan dua sahabat nya Jasmin dan hawa sudah ada sana ,
Reina tidak ingin berlama lama di UKS karena tidak ada yg serius menurut nya
asam lambung nya kumat karena dia minum kopi dengan perut kosong ,hal itu sudah biasa bagi Reina
Reina dan ke dua sahabat nya kembali menghabiskan waktu dengan risalah risalah yg sebentar lagi akan di lombakan
sore harinya ……
Reina sudah di kelas sebelum Jasmin dan hawa sampai sambil menunggu kelas mulai
Reina memakan roti untuk mengganjal perut nya , sudah berapa lama ia menetap di sini(south Africa) tapi lidah nya belum terbiasa dengan makanan yg disediakan oleh pihak pondok ,tak banyak makanan yg ia suka dari sekian banyak makanan ,bisa dikatakan lidah nya ini lidah orang Indonesia asli
"ya Allah kangen nasi padang" sahut Reina menatapi roti selai coklat yg menjadi andalan nya untuk menunda lapar
"bersyukur Reina , bersyukur" sahut Reina lagi mengingat kn dirinya untuk selalu bersyukur atas pemberian Allah
"tringggggg" bel pertama berbunyi murid murid berdatangan masuk ke kelas
tak lama setelah itu kelas sore pun dimulai
tapi Reina belum melihat sosok ustadz hari ini
"mungkin terlambat" ujar Reina
murid murid melanjutkan aktivitas sendiri sendiri sambil menunggu ustadz datang ada yg membaca buku ,ada yg menghafal hukum hukum dalam Islam dan ada yg seperti nya diam diam melanjutkan makan
"kreeitt"pintu hijau yg di nanti telah terbuka
sontak Reina langsung menoleh ke arah pintu itu ,sosok yg keluar dari pintu itu ,
dan dengan segera juga tangan nya memasukkan roti yg ada di meja nya ke laci bawah meja
"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"sahut sang ustadz memulai pelajaran
kelas pun dimulai ,setelah menerangkan ,ustadz memberi kan soal dan sekarang kelas sepi sunyi tanpa suara karna semua murid fokus menjawab soal
sedangkan Farhan dari balik kitab nya diam diam memastikan apa yg duduk di meja Reina benar Reina ,
maklum Farhan tak terbiasa mengangkat pandangan nya saat ia di kelas pandangan nya hanya tertuju pada buku dan papan tulis tapi sekarang ia sangat penasaran
Reina mengangkat kepalanya
tatapan ke duanya bertemu
"Alhamdulillah benar reina "sahut Farhan saat yakin bahwa yg di depan nya adalah Reina
__ADS_1
bedanya Reina dengan murid lainnya ,jika murid lain nya bertatap dengan nya dengan secepat mungkin mereka langsung menunduk tak berani
tapi lain dengan Reina ,jika Farhan tak menunduk terlebih dahulu maka pandangan mereka mungkin tidak berhenti ,dan bahkan lebih parah nya setelah Farhan menunduk pun Reina masih tetap memandanginya 😅