
Beberapa hari kemudian Reina sudah siap siap untuk kembali masuk ke pondok ,sekarang Farhan hanya menatap istri nya yang sedang memeriksa barang barang bawaan nya .ia sudah membujuk agar istrinya beristirahat beberapa hari lagi tapi Reina tetap bersikeras ia sudah tidak apa apa
Reina keluar dari kamar nya ditemani dengan Farhan dengan membawa dua koper besar di tangan nya
"Anak mama ...mau balik yaa?" Tanya mama Farhan menghampiri menantu kesayangan nya yang sudah menetap dua hari di rumah nya
"Alhamdulillah iya ma " ujar Reina berjalan bergandengan dengan mama ke tempat aba berada
"Assalamualaikum " ujar Reina saat ia masuk ke ruang baca aba ,tempat dimana aba sering menghabiskan waktu di sana
"Waalaikumussalam " seorang pria patuh baya menghentikan kegiatan nya dan melihat siapa yang datang ,senyum nya merekah saat seorang wanita yang tak lain adalah menantu nya berdiri di pintu bersama dengan putra sulung nya
"Masuk lah nak "
Reina melangkah kaki nya ia sangat gugup ...dengan pelan ia berjalan di susul dengan ustadz Farhan di belakang nya
"Reina Izin pamit aba ...Rei mau balik ke pondok " pamit Reina sambil menyalami tangan aba
" ohh ..mau balik ya...rajin rajin belajar di sana nak ..kalau butuh sesuatu jangan segan segan bilang aja sama Farhan ..." Ujar aba sambil melirik ke arah Farhan ,menggoda reina
__ADS_1
" insyaallah aba " ujar Reina tersenyum mengerti ia sudah tidak segugup tadi saat awal masuk
Setelah berpamitan...mereka segera menuju ke pondok
Sepanjang perjalanan Farhan mengengam erat tangan Reina ...ia masih belum yakin istrinya ini sudah sembuh ...awalnya ia yang menyarankan istri nya agar balik lebih cepat ..tapi sekarang ia merasa sangat ingin lebih lama lagi bersama Reina
Sesampai nya di depan gerbang pondok ..Reina turun mengambil dua kopernya yang sudah diambilkan oleh sopir mereka ...Reina menatap pintu gerbang besar di depan nya ,ia menarik nafas dalam dalam menikmati suasana yng sudah lama ia rindu ..tiba tiba sebuah tangan menarik nya kebelakang
Reina menikah ternyata suaminya "Mas?" Panggil Reina,tanpa bicara sepatah kata pun Farhan menarik Reina ke pelukan nya memeluk nya seberat mungkin begitu juga dengan reina yang membalas pelukan Farhan sama erat nya
Farhan melepaskan pelukan ya membetulkan jilbab Reina yang sudah rapi "sayang dengarin pesan mas ....banyakin istirahat yaa..minum air ...jangan memaksakan diri ...kalau ada masalah jangan di pendam ...cerita sama Allah ...dan kalau kamu dengar berita yang aneh aneh tentang mas ..jangan percaya sayang ..mas mau kita saling percaya..saling menjaga walau tidak bersama "ujar Farhan panjang lebar
Reina menahan tangis nya dan dengan langkah cepat ia segera masuk ke pondok meninggalkan Farhan di luar gerbang ..ia tahu jika ia menangis mungkin ia tak kan kuat..
Di sisi lain Farhan menatap lekat punggung istri nya sampai hilang dari bayangan nya ,setelah terdiam cukup lama ia masuk kembali ke dalam mobil dan kembali menuju rumah nya ..
Sepanjang perjalanan Farhan memegang dada nya bergemuruh ada rasa ngilu di dada nya ...Farhan menatap jalanan sambil tersenyum sedih
Di pondok .....
__ADS_1
Reina disambut hangat oleh kedua sahabat nya mereka bertiga saling berpelukan menyalurkan rasa rindu mereka ...
Selain sambutlah hangat Reina di sambut dengan tumpukan salinan yang harus ia salin..dan juga beberapa pertanyaan dari teman sekelas nya menanyakan keterlambatan Reina ..Reina hanya menjawab " ada urusan keluarga " ia masih belum mempublish kan pernikahan dengan ustadz Farhan ,yang tahu hanya jasmin dan Hawa dan juga beberapa petinggi pondok (saudara suaminya )
Reina menghela nafas nya saat melihat beberapa banyak ia ketinggalan materi ,tapi dengan bantuan catatan hawa dan jasmin ,reina yakin ia akan mengerti ,jika masih belum ia bisa meminta Hawa dan jasmin menjelaskan untuk nya
Berbeda dengan Reina yang sibuk ....di tempat lain Farhan mulai merasa aneh saat ia tidak lagi mendapati istri nya bersama nya ... Ia tak mendapati Reina lagi saat sampai rumah dan tidak juga saat ia masuk kamar nya .
Malam hari nya
Setelah kelas musyawarah berakhir Reina berjalan kembali ke asrama bersama dengan hawa dan jasmin dengan diselimuti rasa kantuk yang hebat ,ia ingin sekali sampai ke kamar nya dan segera tidur ,karena kelas musyawarah hari ini selesai nya larut malam .
Di tempat yang berbeda Farhan membalikkan tubuh nya berkali kali mencari posisi untuk tidur,baru 5 menit Farhan kembali mengubah posisi tidur nya hingga Akhir nya ia beranjak dari tempat tidur nya berjalan menuju sofa yang berhadapan dengan jendela ,ia duduk sambil membuka layar hp nya menatap layar hp nya dengan walpaper wajah reina yang tertidur di pelukan nya .
" Mas yakin bisa tidur tampa meluk adek ?"
"Insyaallah mas yakin bisa "
Farhan menatap foto istrinya lama "dek mas gak bisa tidur " kadu Farhan sambil menatap foto istrinya ,akhirnya Farhan memutuskan untuk membaca al quran agar hati nya lebih tentram setelah merasa agak baikan Farhan kembali ketempat tidur nya.
__ADS_1