
Reina melangkah masuk di tengah hiruk pikuk suasana dapur, ada sekitar 50 orang disini .ada yang memasak ,menghidangkan ,dan membantu bantu
Reina terus berjalan hingga ia berhenti di pojok ruangan ...tempat di mana periuk periuk besar berada ......ia terus berjalan melihat lihat mana yang bisa ia bantu ..
"Hei yang pakai jilbab ungu !"panggil seseorang dari arah belakang .
Reina yang mengenakan jilbab ungu menoleh mencari sumber suara ,ia mendapati beberapa santri memanggil nya ,Reina mengangguk berjalan mendekat .
"Tolong aduk ini ....." Ujar segerombolan santri putri yang mempunyai tubuh tiga kali lipat dari tubuh nya sambil menunjuk satu periuk berukuran besar sangat besar yang berada dihadapan nya
" sendiri ?" Tanya Reina saat seorang memberi nya satu pengaduk berukuran besar yang biasanya dikerjakan dua orang karna sangat berat untuk mengaduk nya
" siapa lagi ! !!!!ya sendiri !! Mengharap kan kAMI ?....heh dengar kami sudah lelah ,aduk ini sendiri dasar lemah !" Bentak salah seorang di antara mereka
Reina melihat sekeliling nya ,semua orang sibuk ,bagaimana ini ......dia bisa saja mengeluarkan ilmu bela diri nya untuk membela diri nya tapi tetap saja tidak bisa ...ia sudah santri tingkat akhir ...jika ia kena masalah ,itu akan mempengaruhi nilai akhir nya ....ia tidak bisa jika harus mengorbankan nilai nya ,jika nilai nya tidak cukup ia tidak bisa lulus tahun ini dan harus menunggu satu tahun lagi ....
"Tidak Reina ...sabar !! Atau kamu akan bersabar untuk satu tahun ke depan " batin Reina berusaha menahan amarah nya
"Bukk" tubuh reina terhuyung ke depan untung nya ia bisa menahan diri nya sendiri ...jika tidak mungkin ia bisa masuk dalam periuk besar ini ....periuk yang sedang mendidih ia tahu seorang mendorong nya dari belakang
"KERJAKAN!!!" Bentak mereka lagi
Reina melirik mereka dengan tajam ,sama sekali tidak tahu diri mereka bahkan hampir saja membuat orang cacat seumur hidup dan tak ada sedikitpun rasa peduli
"Buggh"
Reina terdiam beberapa saat ,"perih " batin nya ....barusan perempuan di depan nya meninju pipi nya dengan sangat keras ....
__ADS_1
"Kendalikan mata mu itu jika tidak ingin yang kedua kali nya" bisik perempuan di depan nya
Di tempat itu 5 orang tertawa melihat Kondisi Reina ...mereka satu geng ....tidak ada yang tahu kondisi gadis kecil ini selain mereka karna mereka menutupi nya dari berbagai arah agar tidak ada yang dapat melihat pertunjukan ini selain mereka
"Bukan kan bagus jika ditambah di pipi sebelah kanan agar setimpal " ujar salah seorang memberi usul
"Ku rasa bagus jika memukul nya lagi " seru yang lain
Reina menggeleng hendak mengelak tapi terlambat satu pukulan mendarat di pipi nya .....walaupun pusing Reina mengangkat kepalanya
"Apa !! Masih berani !! "Teriak perempuan di depan nya dan langsung memukul nya tampa ampun
"Bugh bughhh bughh" berkali kali perempuan itu memukul dan menampar Reina tanpa ada rasa kasihan setelah selesai ia ikut tertawa bersama kawan kawan nya ....merasa bangga dengan perbuatan nya
Reina tidak menjawab ia merasakan kepalanya sangat berat
"Aku ingin bersama suamiku secepat nya ..jika tidak lulus aku harus menunggu setahun lagi " ujar Reina dalam hati ....dengan terpaksa ia memegang pengaduk itu dan mengaduk masakan itu dengan sekuat tenaga ..."pantas saja kenapa ada 5 orang di sini ..makanan ini sangat susah untuk di aduk .."
Selagi Reina mengaduk makanan lima orang ini duduk mengitari Reina mereka sengaja agar mereka terlihat berkerajinan tanpa ada yang tahu gadis ini yang mengaduk nya
Satu jam berlalu .....Reina sungguh tidak kuat ...tangan nya bahkan sudah luka luka karna gesekan saat mengaduk .ia berkali kali berdoa dalam hati "ya Allah bantulah hamba mu ini " "ya Allah tolonglah hamba " berkali kali Reina me lahfadzkan doa doa itu ...hingga akhirnya sebuah bel menolong nya
Jika sudah bel berarti makanan makanan akan segera di antarkan ke luar pondok menuju aula pertemuan ....seketika itu juga para santri kocar kacir ..termasuk 5 orang yang sedang bersama nya ini ...reina yang melihat itu sebagai peluang diam diam menyelinap keluar dengan para santri yang di tugaskan mengantar makanan ke luar ....reina segera merapikan cadarnya sambil membawa satu piring besar dan berjalan menunduk bersama gerombolan ini ......
Jika ia tidak keluar dan masih di dapur ia yakin mereka akan menemukan nya .
Saat di luar gerbang pondok putri "Cepat ...cepat " suara petugas rombongan menyuruh mereka agar jalan lebih cepat
__ADS_1
Reina melihat rombongan yang jauh di depan nya ...ia tertinggal.... tidak mungkin jika ia kembali sekarang pasti mereka sedang mencari nya di sekitar gerbang ..
Reina berjalan pelan ia berjalan menuju parkiran mobil .....karna sedang acara banyak mobil terparkir di sini ...Reina duduk di tanah sambil menyandarkan tubuh nya di sela antara dua mobil agar tidak ada yang melihat nya .
Reina menutup matanya sambil tetap memegang piring hidangan ....hingga sebuah suara membangunkan nya "hello are you Okay ?" Suara samar samar yang masuk ke pendengaran nya ...reina perlahan membuka mata nya ..ia melihat sosok pria di depan nya ....tapi mulut nya tak bisa berkata ia hanya diam menatap lemah ..
"P..pam...an E...emir " ujar Reina dengan sangat pelan
Ketika mendengar namanya di sebut Emir (paman nya jasmin )membulatkan matanya terkejut ..."siapa wanita ini ?mengapa bisa tahu namanya ?" Bantuin Emir bertanya tanya ...Emir melihat kalung pengenal di pakai reina ....ia terdiam beberapa saat "REINA??" Ujar nya tak percaya saat tahu perempuan yang tak berdaya di hadapan nya ini adalah Reina sahabat keponakan nya jasmin ..
"REINA !!! " teriak seseorang dari belakang .....Emir menoleh ke belakang melihat seorang pemuda menatap nya dan Reina dengan tatapan yang tak bisa di artikan siapa lagi jika buka Farhan ...ia barusan memakirkan mobil nya dan ketika ia melangkah pergi ia mendengar seseorang meneriaki nama Reina ..
"Ustadz Farhan ! Tolong santri ini saya temukan tergeletak di sini tak berdaya ..." Ujar Emir meminta bantuan Farhan
Farhan berjalan mendekat hati nya seakan akan hancur ia kenal perempuan bercadar itu ..Farhan melihat cadar yang di kenaKan Reina berubah warna dari ungu muda hingga merah darah ...Farhan berjalan ia tahu persis di balik cadar itu ada luka ..."tapi kenapa?" Kenapa harus istri nya..... jilbab nya bahkan sudah kotor terkena tetesan darah dari balik cadar ..hatinya ngilu ia tak kuat melihat darah segar itu ..
Farhan berjalan mendekat ,tampa basa basi dengan cepat ia menggendong tubuh Reina meninggalkan Emir seorang diri ....Farhan membawa reina ke dalam mobil ,di dalam mobil Farhan perlahan membuka cadar Reina yang basah karna darah ...Farhan terdiam saat melihat lembam unggu kehitaman di kedua pipi Reina ia juga melihat sobekan sobekan luka di pipi dan bibir Reina ...
Dengan hati hati Farhan membersihkan luka di wajah Reina dengan peralatan p3k di mobil nya ia hanya diam sambil membersihkan luka luka itu "Makasih mas " ujar reina sambil tersenyum menatap suaminya yang sedang membersihkan luka nya
Sebuah cairan bening jatuh dari mata Farhan tapi ia tetap diam saja tak berbicara ...terus membersihkan luka
"Mas jangan nangis " ujar Reina pelan ...ia mengusap air mata pria didepan nya
Farhan tak bergeming ia sibuk membersihkan luka dengan air mata yang satu persatu jatuh membasahi pipi nya .
..."Percayalah aku lebih terluka jika dirimu terluka "...
__ADS_1