
Di dalam mobil Harits
"Masih saja nakal " ujar Harits menatap cemas ke arah mobil yang berada di depan nya
"Apa yang reina lakukan ?" Tanya Farhan masih tidak mengerti ,kenapa Reina keluar di jam 9 malam ,apa yang ia lakukan dan siapa yang bersama nya .
"Kita lihat saja nanti " ujar Harits masih mengejar mobil di depan nya ,ia tahu siapa pemilik mobil di depan nya ,mobil siapa lagi jika bukan milik sepupu sepupu nya ,mereka benar benak dampak buruk bagi reina .
butuh beberapa menit ,mobil Harits terparkir dengan sempurna di salah satu kedai ,
"Mengapa kita ke sini?" Tanya farhan ketika melihat toko di depan nya.
"Udah ikut saja " ujar Harits sambil biru buru keluar dari mobil ,
Farhan berjalan mengikuti Harits dari belakang ,di sini banyak sekali penjual kaki lima yang berjualan ,mulai dari makanan sampai aksesoris ada semuanya
Berbeda dengan Reina yang menatap bakso bakar nya yang baru saja di bakar ,ia memesan 20 tusuk untuk dirinya sendiri ,jangan tanya kenapa ia sudah lama tidak memakan ini .
Beberapa menit kemudian bakso bakar nya sudah bisa ia nikmati , Reina duduk di salah satu kursi yang tersedia di sini ,reina mengambil satu tusuk bakso bakar pedas dan memakan nya perlahan
"Hmm " sudah lama sekali ia tidak merasakan rasa ini ,perpaduan bakso dan saus cabe yang dibakar memang tidak ada tanding ,reina terus memakan baksonya tanpa memikirkan nasib sepupu nya yang sedang memesan makanan lain untuk nya ,reina memesan martabak keju dan coklat ,es doger ,otak otak ,sate Padang ,dan banyak lagi ,ia benar benar harus makan semuanya sebelum ia kembali ke south africa .
Ketika sedang asik asik menikmati bakso bakar nya tusukan yang ke sepuluh ,reina merasa seperti ada yang menarik kuping dari belakang
"Aduh aduh " ujar reina merasa kesakitan
"Subhanallah " ujar seseorang dari belakang
Reina menoleh dengan perasaan takut takut ,ia sering seperti ini ketika sebelum ia mondok ,benar saja di belakang nya sekarang ada mas Harits nya yang sedang menatap nya dengan tatapan yang ngeri jika di artikan
"Mas lepas ...sakit" ujar reina sambil memegang kuping nya
__ADS_1
Harits melepaskan tangan nya
"Sendirian adek. "Ujar Harits lirih
"Nggak " jawab reina pelan ia masih memakan bakso nya dari balik cadarnya
Harits duduk di bangku yang berhadapan dengan reina ,betapa ceroboh nya sepupu sepupu nya itu meninggalkan adik nya sendirian di sini
Reina masih dengan santai memakan baksonya sampai matanya menangkap sosok duduk di depan nya
"Ustadz?" Ujar reina sambil mengerutkan kening nya
Farhan tersenyum ketika reina memanggil dirinya "apakah enak ?" Tanya farhan menggoda reina
Reina hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan dari ustadz nya itu ,yang ntah kenapa ada di sini .
Reina mendadak menjadi canggung karna ada kehadiran ustadz nya di sini ,ia bahkan harus memakan bakso tusuk nya dengan relawan untuk menjaga image nya di depan ustadz .
Tidak berapa lama kemudian tiga orang pemuda datang dengan sejumlah kantong berisi pesanan adik mereka .tiga irang itu segera duduk di meja yang sama dengan yang reina ,Harits ,Farhan tempati
Baru hendak memasukkan bakso itu ke mulut nya reina sudah berseru tidak terima "ihh itu kan punya rei" ujar Reina menatap baksonya yang berada di tangan fadli
Tanpa pikir panjang Fadli tersenyum dengan satu suapan fadli melahap habis satu tusukan bakso yang di pegang nya
"Ihh massss " ujar Rina mengadu pada Harit yang tampak tidak peduli .
"Udah itu masih banyak " ujar Harits pada Reina sambil menunjuk piring reina yang masih penuh .
"Ihh pilit" ujar ridwan sambil mencomot salah satu bakso milik reina .
Reina menatap sayang bakso milik nya yang berada di tangan Ridwan . Berbeda dengan ridwan yang merasa senang bisa mengerjai adek sepupu nya
__ADS_1
Arya melirik pelan ke arah bakso reina ,berniat sama dengan kedua saudaranya itu ,reina yang sadar akan lirikan Arya segera bangkit dari kursinya berpindah ke ujung meja sambil membawa baksonya
"Gak boleh ,ini punya reina ,mas Arya beli aja sendiri " ujar reina yang berhasil mengundang tawa ketiga sepupu nya termasuk mas Harits nya ,selain sifat nakal sifat pelit reina masih sama .
Berbeda dengan farhan yang hanya memerhatikan reina yang sibuk dengan makanan nya
"Imut banget sihh" batin farhan
Melihat ustadz nya tidak berhenti menatap nya ,reina mengambil satu tusuk bakso nya dan memberikan nya pada farhan
"Ustadz mau ?" Tawar reina ,ia mengira ustadz nya ingin mencoba makanan nya
"Mau mau mau " ujar fadli ,ridwan dam Arya bersamaan .
Reina melirik tajam abang sepupu nya itu ,dengan pelan farhan tersenyum dan mengambil bakso yang reina berikan
Dengan tanpa ragu farhan memakan bakso bakar di tangan nya ,baru satu gigitan farhan sudah tidak tahan ,makanan ini kelewat pedas ,farhan yang tidak tahan pedas segera mengambil gelas yang berada di dekat nya dan langsung meminum air nya sampai habis
Reina,Harits dan ketiga sepupu nya hanya menatap pelan farhan yang sedang minum .
Setelah selesai minum ,farhan mengerutkan kening nya mendapat tatapan dari orang orang sekitar nya
"Ada apa ?" Tanya farhan pada orang orang yang sedang menatap nya
Mendengar pertanyaan dari farhan ketiga sepupu reina langsung mengalihkan pandangan mereka sambil tersenyum menahan tawa mereka
"Ada apa ?" Tanya farhan pada Harits yang duduk di samping nya
Harits hanya menepuk bahu farhan pelan .pertanda ada sesuatu terjadi
"Ustadz !" Panggil reina
__ADS_1
"Ustadz itu kan gelas saya " seru reina tidak terima
"APA!!"