
"Mas kita pulang malam ini ?" Ujar Reina tak terima
Ia baru saja terbangun dari tidur nya saat mendengar suara mas nya berbicara dengan seorang di telfon
Farhan meletakkan jari telunjuk nya ke mulut nya sebagai isyarat untuk diam . Reina yang melihat hal itu hanya menekuk wajah nya .Farhan melihat wajah istrinya segera berjalan mendekat dan mengelus rambut Reina pelan ,sambil tetap melanjutkan telfon nya
"Gimana paman ? Apa tidak bisa di tunda ? Hmm insyaallah paman Saya musyawarahkan dulu sama istri ,...Hmm ya paman Waalaikumussalam "ujar Farhan mengakhiri telfon
Reina menatap Farhan minta penjelasan dengan apa yang barusan ia dengar
"Maafin mas ya dek .....kita mungkin harus kembali lebih cepat ,paman minta mas untuk ikut beliau pergi ke sebuah daerah meninjau Pembangunan pondok cabang "terang Farhan pada istrinya
"Pembangunan pondok cabang ? Apa hubungan nya sama mas ?" Reina benar Benar tidak mengerti kenapa suaminya ini harus cepat cepat pulang hanya untuk meninjau Pembangunan pondok bukankah suaminya ini hanya seorang ustadz yang mengajar di sana
Farhan menatap wajah istri yang baru bangun tidur ,sepertinya ia harus jujur sekarang ,tentang kehidupan nya ,tapi apakah Reina bersedia menjadi istri nya setelah mengetahui siapa diri nya .
"Mas mau bicara ? Kalau adek siap mendengarkan mas akan ceritakan ,kalau belum siap mas akan ceritakan lain hari "
"Panjang ya Mas ceritanya ?" Tanya Reina
"Iya sayang pnjang " jawab Farhan
__ADS_1
"Adek siap" jawab Reina ,ia bahkan tidak terpikir untuk tidur lagi karena banyak nya pertanyaan yang berputar di kepala nya
"Bismillahirahmanirrahim ......kakek mas nama nya Zubair al Faruq mempunyai dua orang putra dan tiga orang putri ,peraturan di keluarga mas yang mewarisi peninggalan hanya anak laki laki ,sedangkan anak perempuan hanya mendapat pembagian harta warisan ,kakek mas seorang pengusaha di lain ia mempunyai usaha ia juga menjaga sebuah pondok peninggalan turunan keluarga mas .ketika beliau hampir wafat kakek memanggil paman dan aba(panggilan untuk ayah mas Farhan ) ,kakek mewarisi pondok kepada paman dan mewarisi perusahaan kepada aba ,setelah beberapa tahun kemudian aba mempunyai dua anak laki laki (mas Farhan dan Faris ) dan paman hanya memiliki satu anak perempuan paman tidak memiliki anak laki laki ,aba pernah menyarankan agar paman menikah lagi tapi paman menolak nya ,setelah mas dan Faris lulus ,paman dan aba memanggil kami menawarkan pilihan mau mengurus pondok atau perusahaan. Faris memilih mengurus perusahaan sedangkan mas ,mas hanya diam tidak memilih ,sampai akhirnya an memutuskan kalau setelah mas nikah mas akan mengurus pondok ,"Farhan mengakhirkan cerita keluarga nya ketika pandangan menangkap wajah istri nya ia seakan akan ingin tertawa "serius sekali " batin Farhan
"Mas ,emang apa pondok yang akan di wariskan ? Hmm nama pondok nya apa mas?" Tanya Reina dari tadi mas nya tidak menyebutkan nama pondok nya
"Darull ulum Adzadville " jawab Farhan pelan
Reina membulatkan matanya ia berusaha mencerna kata kata yang baru mas nya nya sebutkan. Reina menatap Farhan dari atas ke bawah "Ya Allah siapa yang hamba nikahkan ini ?" Batin Reina syok ,bagaimana ia tidak syok pondok yang akan mas nya pegang bukan hanya sekedar pondok besar seperti pondok nya Tarbiyatul banaat adzadville melainkan seluruh pondok di bawah naungan Darull ulum Adzadvile
"Dek maaf ya mas nggak bilang dari awal "ujar Farhan
"Gus ?" Tanya Farhan tak mengerti apa arti Gus
Reina memejamkan matanya "kenapa kamu tanya lagi Reina ,sudah pasti Gus ,kenapa setelah sekian lama kamu baru tahu sekarang ? Seperti nya author harus ganti judul bukan ustadz and i melainkan Gus and i "protes batin Reina
"Jadi sekarang Reina istrinya mas ?" Tanya Reina dengan wajah polos
Raut wajah Farhan seketika berubah "adek kan memang istri mas ,kenapa tanya lagi ?" Tanya Farhan dengan nada tidak suka
"Mas kenapa pilih adek ?" Sekarang pertanyaan itu menjadi wajar ,setelah tahu siapa Mas Farhan sebenar nya ,dari sekian banyak santri putri yang luar biasa cerdas dan dari sekian banyak perempuan yang mengantri untuk menjadi istri dari Seorang Farhan ,kenapa dia yang dipilih?
__ADS_1
"Kenapa ?" "Tentu saja karna mas cinta sama kamu ,mas sayang nya sama kamu " ujar Farhan menciumi pipi kanan dan kiri Reina bergantian
"Ya tapikan mas ?banyak yang la...n " kata kata Reina terputus saat sebuah bibir mendarat di bibir nya
"Cup " Farhan mencium istrinya dengan cepat "yang lain gimanapun sayang ,mas mau nya kamu "
Seketika pipi Reina memerah mendengar kan nya .
"Dan mas ga suka ,kamu menganggap semua perempuan lebih dari kamu ,kamu punya pesona sendiri sayangku ...di mata mas kamu udah perfect ,ga perlu dan gak mau kalau digantikan sama yang lain,jadi ....jaga mas ya sayangku " ujar Farhan memeluk Reina pelan
"Beruntung banget aku punya suami kyk ustad Farhan "ujar Reina dalam hati
"Kamu mau jadi istri mas aja udah bersyukur banget ,apalagi sekarang udah sah ,beruntung banget bisa jadi suaminya Reina Mardhiah "batin Farhan
"Jadi kita pulang malam ni mas ?" Tanya Reina di tengah tengah pelukan
"Gak sayang ,besok lusa ..maukan ?" Tanya Farhan
Reina hanya mengangguk pelan dan tersenyum
"Alhamdulilah "ujar Farhan sambil mencium Ubun Ubun istrinya
__ADS_1