Ustadz And I

Ustadz And I
"iya sayang"


__ADS_3

Reina masih di perpustakaan bersama dua sahabat nya sampai jam diskusi tiba


"yuk cepat an keburu telat !!" seru Raina panik melihat mereka tidak mempunyai banyak waktu


" Reina ,nggak boleh lari atau apapun , nanti luka kamu kebuka!" ingat hawa


" iya iya ingat kok !" sahut Reina


" udah udah ngomong nya ,jalan nya yg cepat dong" seru Jasmin yg sudah jauh berada di depan nya


selesai nya dari kelas diskusi


Reina dan ke dua sahabat nya balik ke asrama


untuk tidur ,karna ini sudah lewat dari waktu tidur mereka biasanya ,kelas diskusi nya selesai malam sekali


" tau nggak katanya besok ustadz Zaid akan ngajar ke kelas kita lohh " seru Jasmine heboh


"kok bisa? bukan nya ustad Zaid ngajar kakak kakak senior yaa?" tanya Reina penasaran


mereka bercerita di tempat tidur mereka masing-masing


" aku gak tau , tapi katanya niaa ,hmm ustadz Zaid ngajar 1 jam di kelas kita !!" sahut Jasmine heboh


" yah masih katanya katanya ,kalau informasi GK boleh katanya katanya , Rasulullah GK suka " tegur hawa yg baru menyelesaikan sholat Sunnah nya


" iya sihh ,kamu tau darimana?" tanya Reina lagi


" aku sih kurang tau darimana ,hehehhe" Jasmine tersenyum malu


Reina dan hawa menggeleng kan kepalanya melihat senyum Jasmin


" tapi asli loh " Jasmin masih membela dirinya .


" kita liat aja besok" seru hawa sambil melipat sejadah nya


kebesokan harinya


bel ke dua sudah berbunyi ,pertanda kelas akan di mulai sebentar lagi


" astaghfirullah reinaaaaa!!!" seru Jasmin dari pintu asrama mereka


" iya iya ini sebentar lagi kok " sahut Reina masih membentulkan hijab nya


" cepat Reina,!!! sebentar lagi kita terlambat " sahut hawa juga sudah tidak sabaran,ntah sudah berapa lama Reina di depan kaca


"iya iya ini udah siap" sahut Reina menemui ke dua teman nya


" ayo!!!!"

__ADS_1


tanpa pikir panjang mereka ber 3 segera lari dengan segenap kekuatan nya,mereka berlari dengan kekuatan penuh,tak lain dengan Reina yg lupa dengan luka di perut nya


di pintu kelas ....


" Alhamdulillah ,sampai !!" seru hawa yg paling awal sampai ke kelas


menyusul Reina dan Jasmine


" hampir aja " sahut Reina saat melihat kawan kawan nya belum membaca doa


" kamu ya Reina ,!!" seru Jasmin yg baru sampai dan menyadari dirinya yg paling akhir sampai ke kelas dari pada dua sahabat nya


"sorry besok GK lagi kok " sahut Reina sambil merangkul jasmin


Reina merasa bersalah melihat ke dua sahabat nya harus lari larian ,karna ia memaksa hawa dan jasmin untuk menunggu nya


menit berlalu ,kelas sudah di mulai dari tadi ,tapi sosok ustadz belum juga terlihat


Reina melihat arloji yang melingkar di tangan nya


" ustadz kemana ya? ini udah lewat 10 menit dari biasanya ustadz datang" tanya Reina dalam hati


Reina menatap pintu hijau khusus ustad yg masih tertutup rapat


"kemana yaa??" tanya Reina lagi


tidak berapa lama kemudian


Reina segera menoleh ke arah pintu itu


muncul lah dari pintu itu ustadz yg Reina tunggu dari tadi


"tunggu ! siapa itu? siapa yg bersama ustadz Farhan?" tanya Reina sambil menatap lekat sosok yg datang bersama ustadz Farhan mencoba mengingat sosok di samping ustadz farhan


" itu kn ,itu kn ustadz Zaid!!" Reina membulatkan mata nya tidak percaya ,dia bisa melihat ustad Zaid dengan sedekat ini


" benar !! iya benar! itu ustad Zaid ,ya Allah ganteng pisan " teriak Reina dalam hati nya


di lain sisi


Farhan menatap erat santri yg paling mencuri perhatian nya


" apa dia bisa melihat dengan biasa biasa aja !!" gurutu Farhan dari dalam dirinya Farhan mencoba menahan diri nya


ntah mengapa dia tidak suka ,dengan cara Reina menatap Zaid


" Farhan sadar ,ini di kelas , kontrol dirimu " tegas ustadz Farhan pada dirinya


Farhan segera menetralkan diri nya dan segera melanjutkan kegiatan mengajar nya tidak lupa mengucapkan doa pembuka dan doa doa lainya

__ADS_1


"Assalamualaikum semuanya ,di sini saya menemani ustad Zaid yang akan mengajarkan kalian tentang syair syair terkenal " sahut ustad Farhan kepada murid murid nya


beberapa santri lain sangat antusias mendengar bahwa mereka memiliki jam pelajaran bersama salah satu ustad most wanted di pondok ini


sedangkan Reina yg masih memandangi ustadz Zaid tanpa peduli apa yang ada di sekitar nya


,Reina menatap ustadz Zaid ,pikiran nya sudah jauh mengikuti indah nya khayalan nya


tidak sadar seseorang sedang mati-matian menahan amarahnya


Farhan tidak tahu bagaimana cara menegur Reina yg masih menatap Zaid dengan tatapan saat pertama kali ustadz Zaid masuk bersamanya


dari balik cadar Reina tersenyum ,saat adegan khayalan nya sudah berjalan ke arah yg tidak sehat


sampai pelajaran ustadz Zaid berakhir Reina masih sama posisi nya


stelah mengucapkan doa penutup dan salam ustad Zaid segera keluar karna Sekarang di lanjutkan jam pelajaran ustadz Farhan


setelah kepergian ustadz Zaid ,Farhan berjalan ke meja Reina


"kamu santri no 7" ustadz Farhan memanggil Reina tapi yg di panggil masih terhanyut dalam khayalan nya .


ustadz Farhan memanggil Reina berkali kali tapi tidak ada jawaban


semua murid di kelas memandangi Reina penuh tanda tanya


" kenapa tidak menjawab panggilan ustadz?" tanya murid murid memandang heran Reina


"REINA MARDHIAH" seru ustadz Farhan sambil menokok pelan meja Reina dengan pena nya


"i,iya sayang " ceplos Reina betapa terkejutnya Reina saat Reina sadar siapa yg berada di depan nya sekarang


" astaghfirullah " Reina menutup dirinya dengan buku yang berada di meja nya


" iya ustadz " jawab Reina dari balik buku


" jgn melamun lagi" seru ustadz farhan pelan dan langsung kembali ke meja nya dengan telinga nya yg sudah memerah bahkan Sekarang wajah nya benar benar lebih merah dari tadi saat ia menahan amarahnya


ntah mengapa kata kata Reina membuat amarah nya hilang seketika


"iya sayang " Farhan mengulang kata kata reina berkali kali dengan pelan nya bahkan lebih tepatnya seperti sedang berbisik pada dirinya sendiri


dari balik kitab nya Farhan kembali memikirkan kata kata itu ,bibir Farhan melengkung saat mengingat kata kata itu keluar dari mulut Reina ,reina mengucapkan kata kata itu dengan bahasa Indonesia yg Farhan tau jelas makna dari kata kata itu


"iya sayang" Farhan mengucapkan nya lagi dan lagi


sedangkan di sisi lain ada Reina yg sedang merutuki dirinya ,merutuki hobi buruk nya yaitu mengkhayal tidak kenal waktu dan tepat bagaimana bisa dia mengucapkan kata kata ituuu ,ingin segera Reina menghilang sekarang juga , walaupun Reina tahu dia terceplos masih dengan bahasa Indonesia nya ,tapi dia masih malu , mengapa ??? ,mengapa hobi buruk nya masih melekat di dirinya???


"arrgaggahahahg" Reina menyesali dirinya lagi saat Sadar ustadz Zaid telah meninggalkan kelas nya ...

__ADS_1


berbeda dengan mood Reina yg buruk , mood ustadz Farhan jauh lebih baik dari sebelumnya


__ADS_2