
Reina dengan spontan berhenti ketika kalimat itu di ucapkan oleh kakak kakak senior nya ,
"mungkin kah?" batin nya bertanya
ntah mengapa hati nya hancur mendengar hal itu ,Reina melangkah kan kaki nya pelan pergi dari sana
sesampainya di perpustakaan,Reina masih tidak fokus ,ia membolak-balikkan buku yg dibacanya ,dia sama sekali tidak selera dengan ini semua "mengapa Rei ?" tanya Jasmin kwatir melihat tingkah Reina yang berada di depan nya
"ahh aku gak tau " Reina menutup wajah nya dengan kedua tangan nya
"ada apa?" tanya Jasmin
Reina membuka tangan nya ,mengadahkan kepalanya menatap ke langit langit perpustakaan "aku gak tau jas , kenapa kyk gini ,kenapa aku merasa gak nyaman sama sekali ,gak mood sama sekali" ujar Reina
"tentang masalah itu…" sahut Jasmin menebak
"ya " jawab Reina pelan
"aku dapat kabar hawa malam baru sampai sini" sahut Jasmin sambil tersenyum ,ia sengaja bertanya ke para ustadzah bagian keamanan tentang hawa yang belum datang
"benarkah?" sahut Reina langsung mengubah posisi duduk nya menghadap fokus ke Jasmin.
"insyaallah" sahut Jasmin memastikan
"Alhamdulillah" ujar Reina gembira , berarti besok ia akan bisa bertemu dengan ustadz
"hukuman yang di berikan ustadz bagaimana?" tanya Jasmin
"oh iya ! hukuman nyari kitab ,makasih ya jas udah ingatin hampir saja aku melupakan nya " dengan segera Reina mencari catatan yang ustadz berikan sebelum perpulangan
"dapat !" Reina menemukan kertas itu dan segera mencarinya mumpung dia masih di perpustakaan
kebesokan harinya ………
para santri sudah berada di kelas
hawa sudah datang ,dan mereka sudah ngobrol seperti biasa , berkali kali Reina meminta maaf perihal ustadz Farhan tapi hawa malah tertawa melihat Reina ,dan mengatakan tidak apa apa ,tidak perlu meminta maaf
menit berlalu , pelajaran sudah dimulai tapi sang ustadz belum juga datang
"mana yaa ?" Reina melihat arloji nya ntah sudah berapa kali
"kreiit" pintu hijau terbuka
muncul sosok pria berbadan tinggi berkulit putih berhidung mancung mengenakan baju jubah putih yang menambah ke wibawaan nya , tatapan nya yang menunduk ke bawah tak berani sembarang menatap.
membuat Reina kembali terpesona untuk sekian kali nya
ntah mengapa Reina sangat gembira melihat keadaan pria di depannya nya ini dengan kondisi yang sangat baik bahkan menurut Reina Ustadz Farhan jauh lebih tampan dari biasanya
Reina menatap lekat sosok yang sedang menghalangi pandangan nya dengan kita yang sedang di pegang nya
tapi ini semua tak berarti bagi Reina ,ada rasa bahagia walaupun hanya menatap badan ustadz Farhan aja
__ADS_1
pelajaran berakhir
Reina menutup buku nya , meletakkan tangan nya di dagu nya dan langsung menatap sosok di depannya lagi
"kerjakan tugas kalian!" perintah ustadz Farhan dengan nada datar nya ,para santri yang terkena hukuman langsung membuka kembali kitab mereka
Farhan menatap Reina yang masih menatap nya ,
"no 7 hukuman kamu!", sahut Farhan dengan nada datar nya lagi
"ohh!" Reina sadar dari lamunan nya ,berjalan ke arah meja Farhan dengan membawa buku-buku yang sudah di siapkan nya dari kemarin
saat Reina datang ke meja Farhan ,Farhan memalingkan wajah nya ke arah lain
Reina terdiam menatap sikap ustadz nya ,yang berbeda dari biasanya, Ustadz Farhan biasa nya tidak akan peduli dengan kedatangan nya ke meja nya mengapa justru Sekarang membuang muka dari nya
Reina melangkah kembali ke meja nya ,ntah mengapa mood nya langsung anjlok ketika melihat sikap ustadznya
waktu terus berganti ,Reina masih terdiam di depan tumpukan lembar jawaban yang harus ia periksa satu persatu
"apa benar?",batin nya kembali bertanya
"kalaupun benar ,mengapa aku harus se kecewa ini ?,mengapa ?" batin nya bertanya tanya
Reina membuka buku catatan nya ,mengambil pena nya ,menggambar asal asalan ,ia sangat kesal
Reina berjalan ke luar kelas ,tapi ia mengubah arah nya ,ia bukan ke perpustakaan melainkan taman tempat ia terjatuh dahulu
Reina melihat taman itu ,Reina menduduki ayunan yang ada ,dan mengayun kan nya ,terus mengayunkan nya dengan cepat
Reina terus berkata seperti itu ,ia mengatakan ini agar ia bisa terbebas dengan fikiran yang menghantuinya
"bodo amattt!" teriak Reina lagi dia benar-benar kesal
"gue gak peduli:!" ,Reina meyakinkan dirinya yang jauh berbeda dengan apa yang ia ucapkan
"gue kesini untuk belajar ,bukan untuk peduli sama orang , seterah … pokok nya seterah " Reina menghentak hentakan kaki nya
rasa nya ia ingin men smack down seseorang
Reina berjalan mondar mandir di taman
"tarik napas dalam-dalam buang buang " Reina mencoba menenangkan dirinya
"gak da pokok nya gue harus ke koperasi pondok " Reina sudah memutuskan
di koperasi pondok Reina memborong segala snack yang ia suka dan juga beberapa minuman ,Reina mengambil permen dan juga snack snack tanpa memikirkan berapa yang harus ia bayar
Alhasil Reina menenteng 3 kantong besar snakc dan juga jajanan yang lain ,ia butuh semua ini , sangat sangat butuh
Reina berjalan menuju perpus ,ketika di jalan ia melewati kelas kakak kakak senior nya .
"Fatima cerita dongg ! siapa yang lamar kamu!" sahut beberapa orang yang masih bisa terdengar di telinga nya
__ADS_1
"katanya gak boleh kasih tau dulu ,nanti aja kalau aku sudah lulus!" ujar Fatima malu malu
Reina memutar bola matanya jengah ,"Mengapa lagi ia harus mendengar ini ?!!!!" ,Reina melangkah dengan sejuta kekesalan nya
Di perpustakaan
Reina meletakkan 3 kantong itu di meja tempat ia biasanya belajar bersama hawa dan Jasmin
"wow Reina !" sahut hawa dan jasmin bersamaan
"bantu aku habiskan oke , " sahut Reina memeganginya keningnya
"are you okay?" ,tanya hawa memastikan
"huh ,aku sedang kesal ", jawab Reina sambil membuka snakc dan memakan nya
"karena apa?" ,tanya Jasmin sambil membuka snakc juga
"aku mungkin iri pada seseorang " sahut Reina sambil membuka kembali snakc yang baru dan mencampurnya jadi satu dengan yang pertama ia buka
"kamu iri ?" tanya hawa tak yakin
"seperti nya iya ,aku bahkan tidak ada apa apanya jika dibandingkan dia " sahut Reina mengarah pada kk Fatima kakak senior yang pintar dengan suara dan juga rupanya yang tak kalah indah nya
"hahaahahah" Jasmin tertawa melihat Reina yang kesal , "ternyata bisa juga Reina iri",batin Jasmin
"nii aku kasih tau ,kalau kamu iri jangan hanya sekedar iri ,iri tidak akan membawa apapun bagimu , tingkat kan dirimu ,perbaiki dirimu sendiri , tingkat kan kualitas dirimu , cobalah untuk andalkan dirimu sendiri tanpa harus iri dengan orang " sahut hawa sambil membuka Snack yang baru
Reina dan Jasmin langsung terdiam , mendengar kata kata dari hawa ,tak salah jika hawa adalah adik dari ustadz mereka ,kata katanya saja sangat bagus
"ada apa?" ,tanya hawa ketika melihat kedua teman nya menatap nya
"tidak " jawab Jasmin dan Reina bersamaan
dengan santai hawa melanjutkan kegiatan makan nya
"hawa ! tipe ideal suami mu seperti apa ?" tanya Reina penasaran bagaimana tipe adik ustad nya ini
"tipe ? aku? " tanya hawa memastikan
"ya kamu!" jawab Reina
" tipe .." ,hawa tampak berfikir
"sebenarnya aku selalu berdoa pada Allah , jodohkanlah aku dengan orang yang engkau Ridhoi dan aku pun ridho terhadap nya ,aku tak punya tipe ,aku berharap yang terbaik dari pilihan Allah ,karna bukan kita yang tahu siapa yang terbaik bagi kita , Allah lah yang tahu ,yang mana yang terbaik "sahut hawa masih dengan santainya memakan kembali snakc yang ia buka
"tak salah hawa adalah adik nya ustadz " ,Jasmin menepuk pundak hawa kagum
"apa?" tanya hawa dengan polosnya
"bagus banget waa" sahut Reina yang masih terdiam memikirkan kata kata hawa.
"pantas Lo waa!" ,sahut Jasmin menepuk-nepuk pundak hawa
__ADS_1
"apaan sihh ,aku lagi makan nii" sahut hawa menatap aneh ke-dua teman nya yang sedang menatap nya