Ustadz And I

Ustadz And I
43


__ADS_3

Reina berjalan ke luar kelas sambil memegangi dada nya yang berdegup kencang .


"Astagfirullah kenapa ini ?" Batin Reina bertanya-tanya ,pasalnya jantung nya masih tetap berdegup kencang setelah ia keluar dari kelas


Reina berjalan cepat menjauhi kelas nya menuju ke perpus untuk menghentikan degupan di dada nya


Di ruangan Ustadz Farhan


Terlihat jelas seorang Farhan sedang senyum senyum sendiri ,menatap lurus di depan nya sambil pikiran nya melayang jauh membayangkan betapa lucu nya waktu memperbalik keadaan ,dulu ia yang berusaha menghindar dari tatapan reina ,sekarang justru ia yang berusaha agar reina menatap nya .


Farhan masih tersenyum sampai ketika sebuah pesan masuk,dengan cepat farhan membuka hp nya ,ternyata ada pesan dari mama nya .


"Nak ,jangan lupa pulang pondok beliin kanvas untuk Adli."


"Insyaallah ma."ketik farhan menjawab pesan mama nya


Farhan melihat arloji nya ,masih sempat jika ia keluar membeli kanvas sebelum waktu zuhur tiba .farhan bergegas berjalan menuju parkiran,tempat mobil nya berada ,dan segera berjalan menuju ke stationery store terkenal di sini .


Sesampainya di sana ,farhan turun dari mobil nya ,melangkah kan kaki nya masuk ke dalam .bermacam model kanvas tersedia disini ,dari alat tulis hingga perlengkapan sekolah lain nya ,bahkan tersedia juga beberapa aksesoris alat tulis seperti pembatas buku yang beraneka rupa,stick notes yang bermacam macam ,dan banyak lagi


Ketika Farhan sedang sibuk memilih kanvas untuk Adli ,adik bungsunya ."assalamualaikum ustadz ." Sapa seseorang di samping farhan


Farhan menoleh ke samping ,mencari siapakah yang menyapa nya


"Wa'alaikumsalam"jawab farhan sambil tersenyum


"Lama tidak berjumpa ustadz . " sapa Emir yang tak lain adalah paman nya jasmin .


"Iya ,saya baru pulang.." Jawab farhan ia hampir saja lupa siapa pria di samping nya ini

__ADS_1


"Maaf ustad boleh minta saran nya ustadz ,apakah ini bagus? ," ujar Emir sambil menunjukkan ganTungan kunci berbentuk bunga melati yang sudah lama ia pilih


"Bagus " jawab farhan jujur .


"Oh alhamdulillah ,saya sudah memilih ini hampir setengah jam ,saya duluan ustadz ,ini mau ke pondok nganterin pesanan nya ponakan saya " pamit Emir pada farhan ,kemudian emir segera berlalu pergi ,meninggalkan Farhan yang masih memilih ukuran kanvas


Setelah selesai belanja ,farhan segera berjalan ke mobil nya ,segera pergi menuju masjid terdekat untuk menunaikan shalat zuhur .


Detik berganti menit ,di tempat yang berbeda ,jasmin terlihat sedang membawa 2 paper bag besar ,yang barusan ia dapat dari paman nya.jasmin melangkah masuk ke perpustakaan ,berjalan ke meja biasanya ia dan dua sahabat nya berkumpul.


"Assalamualaikum" sapa jasmin pada dua sahabatnya yang sedang asik membaca


"Wa'alaikumsalam "jawab hawa dan Reina kompak


"Rei,ini pesanan kamu ,sekaligus titipan mama ." Jasmin menyerahkan salah satu dari paper bag di tangan nya pada Reina .


"Alhamdulilah ,yang di tunggu tunggu akhirnya tiba ." Sahut reina bahagia ,ia sudah lama menitip pena khusus untuk kaligrafi dan juga chat warna ,karna di market pondok kehabisan barang .dan ia juga sedang membutuhkan nya ,untuk menyelesaikan tugas kaligrafi nya .


"Ketika sedang asik mengeluarkan barang barang belanjaan nya ,tampak satu benda kecil berkilau jatuh ke pangkuan nya. "Apaan ini " sahut reina mengambil benda itu ,"gantungan kunci ?" Sahut reina penuh tanda tanya sambil memperlihatkan pada dua sahabatnya benda berkilau di tangan nya


"Mungkin bonus hadiah " sahut hawa menimpali


"Iya tuh ," seru jasmin setuju


"Alhamdulillah rezeki !" Sahut reina dengan nada bahagia mata nya tak berhenti menatap gantungan gratisan yang sekarang ia pegang


"Bagus nya letak dimana ya? " sahut reina tampak berfikir ,dimana ia harus menggantungkan gantungan unyu unyu ini .


"Bagus kalau di kotak pensil kamu " usul jasmin

__ADS_1


"Iya bagus itu ,kan kotak pensil kamu itu polos kali " sahut hawa sambil memakan cake coklat pemberian reina ,yang lebih tepat nya pemberian mama jasmin yang di berikan pada reina .


Dengan cepat reina menggantungkan gantungan kunci itu ke kotak pensilnya ,dan kembali melanjutkan belajarnya .


Tampa terasa bel kelas sore berbunyi,santri santi yang baru selesai dari aula langsung menuju kelas mereka agar tidak terlambat .begitu juga dengan hawa dan ke dua sahabatnya


Sekarang mereka sedang berlari sekuat tenaga untuk sampai ke kelas ,walau banyak pasang mata yang memperhatikan mereka,biarlah mereka berlari seperti ini daripada nanti jika mereka terlambat ,malu yang mereka rasakan pasti berkali lipat lebih dari ini ,sebagai seorang senior mereka adalah contoh untuk para santri lain nya ,terutama untuk adik kelas mereka .


Akhirnya setelah lelah berlari ,mereka sampai pada waktu yang tepat ,hanya tersisa beberapa detik lagi sebelum mereka terlambat .


Setelah cape berlari reina duduk di meja nya ,sambil memegangii dadanya nya yang berdegup tak beraturan .reina membuka buku yang belum selesai ia baca di perpustakaan dan melanjutkan membacanya disini ,sebelum membaca reina melihat jadwal pelajaran yg tertempel di buku kecil nya "pelajaran hadits ,sama ustadz Hasan " baca reina melihat jadwal bukunya


"eitss bukan nya pelajaran ustadz Hasan di gantikan ustadz Farhan ,bagaimana mungkin aku bisa lupa hal ini ," batin reina ,ia benar benar lupa padahal ini hal yang sangat penting baginya ,kenapa ia tadi ikut berlari bersama kedua sahabatnya ,harus nya untuk sementara ia tidak menghadiri kelas ustadz ,karna jantung nya seakan belum bisa beradaptasi dengan baik jika bertemu dengan ustadz nya yang baru pulang dari studi nya .


"Klek " pintu hijau terbuka ,terlihat sosok pemuda masuk ke kelas dengan bekar air wudhu yang membasahi wajah tampan nya.siapa lagi jika bukan ustadz farhan ,sosok pendiam yang selalu menundukkan pandangan nya ,walaupun begitu sosok nya terkenal sabagai orang yang sangat tegas


Farhan duduk di mejanya setelah mengucapkan salm dan mengucapkan beberapa bait doa pembuka pelajaran .kelas di mulai ,semua aanti tampak tenang mendengarkan keterangan dari pelajaran ustadz farhan .


Ketika para santri sibuk menghafal hadits ,farhan dengan diam diam mengangkat kepalanya menatap ke arah seseorang yng sudah berhasil merubah nya.menjadi seperti ini .farhan terus memerhatikan sosok perempuan yang sedang asik menghafal itu beberapa menit.


"Ada yang aneh " farhan terdiam dan kembali mengangkat kepalanya memastikan sesuatu,seketika farhan menggempalkan tangan nya ,urat urat lehernya semakin jelas ,rahang nya menengang pertanda bahwa ia sedang menahan sesuatu yang ingin meledak dalam dirinya


"Sama ,sama persis," ujar Farhan pelan sambil menatap lekat benda kecil berkilau itu ,benda yang sama persis ia lihat beberapa jam yang lalu .


Farhan mengurut perlahan dahi nya untuk meredakan amarahnnya yang sedang ia tahan dengan sekuat tenaga,berkali kali farhan membuang nafas nya dan menghirup kembali ,perasaan marah dan kesal bercampur jadi satu ,marah mengapa benda itu ada di sisi reina ,dan kesal kenapa tadi ia membantu saingan nya memilihkan benda itu


"Tenang farhan ,benda kyk gitu banyak ,bukan satu saja tapi banyak ,oke ,kamu tidak boleh terbawa suasana " batin nya mencoba menenangkan


"Gak bisa,harus nya itu tidak berada di sisi reina " batin nya menolak untuk bersikap tenang

__ADS_1


Para santri hanya melihat sosok tenang dari sikap farhan,tapi siapa yang tahu dalam dirinya sedang ada pertengkaran sengit dari kedua belah sisi batin nya .


__ADS_2