
Waktu silih berganti
Terlihat di sebuah ruangan sedang sibuk memperbaiki jilbab nya ,ia haru segera bersiap-siap karna umi nya tadi berpesan agar ia hadir di acara yang dia doakan di aula
Dan waktu sudah hampir tiba ,dengan cepat reina keluar dari kamar nya dan langsung menuju ke aula ,ia menyusuri halaman belakang rumah nya yang merupakan jalan pintas menuju aula pondok putri .
Reina menyusuri jalan setapak ,ada sesuatu yang aneh menurut nya ,"jika ada acara mengapa para Santi masih di kelas ,kenapa sepi sekali, ?" Ujar Reina saat melihat kelas Full dengan santri dan juga halaman sepi ,biasanya jika ada acara para santri akan ramai menuju aula .
"Kalau boleh tau ,acara nya dimana?" Tanya Reina pada salah satu santri yang berpapasan dengan nya.
"Mohon maaf mbak ,acara apa yaa,?" Tanya santri itu balik bertanya
"Katanya ada acara pondok ," sahut Reina tidak mengerti
"Mohon maaf mbak ,Setau saya tidak ada acara pondok minggu ini ,baik putra maupun putri " ujar santri itu dengan hati hati ,ia tahu jelas siapa di depan nya ,baru kali ini ia bisa bicara dengan mbak rei ,anak bungsu dari Pak kyai dan Bu Nyai ,bagi santri biasa sepertinya ini merupakan suatu kebanggaan bisa bertemu dan membantu keluarga pendiri pondok nya tempat nya menuntut ilmu .
"Ohh gitu ya ,Makasih yaa." ujar Reina setelah mendengar jawaban dari santri di depan nya
"Sama sama mbak. " sahut santri itu dengan sedikit menundukkan kepala nya pelan
"Saya duluan yaa."ujar Reina pamit
"Silahkan mbak."ujar santri itu menatap kepergian Reina
Reina berjalan kembali ,ia berjalan dengan cepat "apa tadi ia salah dengar?",tapi tidak mungkin ia tadi jelas jelas mendengar nya dari umi sendiri .
Reina masuk ke rumah nya dan segera naik kelantai dua menuju kamar nya hendak mengambil handphone nya, yang sengaja ia tinggal di atas meja belajar ,ketika hendak masuk ke kamar nya terdengar seseorang memanggil nya dari belakang .
"Mbak Reina !" Sahut kk Asih(pengasuh Reina ) dari belakang
Reina menoleh melihat siapa yang memanggil nya
"Kk asih ,ada apa ? Tanya Reina
__ADS_1
"Mbak kok masih di sini ? Ibuk udah nunggu di ruang bapak " seru kk asih
"Loh kok ruang bapak kk? Bukan nya di aula yaa?" Tanya Reina
"Bukan mbak di ruang bapak " ujar kk asih
"Oh ya mbak"sahut Reina segera berjalan menuju ruang abi nya,santri santri di sini selalu memanggil abi dan umi nya dengan sebutan bapak dan ibu .
"Kenapa acara nya di ruang abi ? Bukan nya ruang abi tempat abi musyawarah ya ,ada apa ini ?" Batin Reina bertanya tanya
Reina membuka pelan salah satu pintu coklat yang ada di lantai bawah ,dan segera melangkah masuk ,ketika reina masuk matanya menangkap sosok keluarganya sedang berkumpul ,dan ada mama ,hawa dan jasmin,dan beberapa orang laki laki yang Reina tidak kenal ,dengan langkah pelan Reina duduk di samping umi nya
"Ada acara apa umi ,kok malam acara nya ?" Tanya Reina sambil berbisik
"Kamu masuk ke dalam ,ada seorang Ikhwan yang ingin melamar kamu ,abi dan umi sudah setuju ,tinggal tunggu keputusan kamu ," ujar umi dengan berbisik
Detak jantung reina dengan spontan berdetak dengan cepat ,
"Umi siapa yang mau lamar rei?" Tanya Reina ingin memastikan
Dengan segala ke kwhatir an reina berdiri dari tempat duduk nya dan membuka salah satu pintu dimana ada seorang menunggu nya di dalam
Sebelum masuk reina menatap ke arah Jasmin sebentar dan segera masuk
Benar dugaan nya ,sosok Ikhwan yang di katakan umi nya tak lain adalah ustadz nya
Dengan pelan reina duduk di pojok ruangan ,duduk berjauhan dengan ustadz nya
"Assalamualaikum bisa saya mulai " ujar Farhan dengan menahan rasa gugup nya
"Waalaikumussalam silahkan ustadz" ujar Reina tidak berani mengangkat kepalanya
Atmosfer di ruangan ini terasa menipis ,hingga membuat rasa gugup dan malu menyerang ke dua insan yang sedang menyampaikan niat mereka
__ADS_1
"Assalamualaikum wr .wb ,bismillahirahmanirrahim dengan nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang ,saya hamba allah Muhammad Farhan al Faruqi ingin melamar Reina mardhiah binti Saad Al Ghazali untuk menjadi pasangan hidup saya lillah karna Allah ta'ala " ujar ustadz Farhan dengan lancar
Walaupun Reina sudah mendengar kata kata itu sebelum nya tapi tetap saja jantung nya berdebar Debar saat ia mendengar kata kata itu untuk kedua kali nya .
Reina terdiam lama ,menatap lurus kedepan nya
Farhan yang sedari menunguu dengan penuh harap akhir nya memberanikan dirinya untuk bertanya
"Reina bagaimana ?" Tanya Farhan dengan perasaan campur aduk antara harap dan takut
"Ustadz apa boleh saya mengajukan pertanyaan ?" Tanya reina hati hati
"Boleh ,silahkan " ujar ustad farhan membolehkan
"Saya ini orang nya nakal ,suka marah marah ,suka nangis ,suka menghilang ,saya keras kepala,tidak mau diatur ,saya juga hobi makan,saya juga tidak begitu rajin ,saya tidak pandai masak ,tidak pandai bersih bersih, tidak pandai nyuci , dan juga saya tidak pandai ngurus anak ,apakah setelah mendengar semua ini ustadz masih mau melamar saya ?"tanya reina ia sudah jujur setidak nya ia sudah mengungkapkan kelemahan nya pada sosok yang duduk di hadapan nya
"Dengan menyebut nama Allah yang maha penyayang lagi maha pengasih ,saya tidak akan berubah dengan niat saya ingin melamar kamu untuk menjadi istri saya dengan segala apa yang ada pada diri kamu ,apakah kamu bersedia menerima lamaran saya " tanya Farhan dengan mantap
Reina menatap lama sosok di depan nya ,sosok yang masih menempati hati nya selama ini ,Reina menutup matanya perlahan
"Bismillahirahmanirrahim ,saya hamba Allah ,Reina Mardhiah bersedia menerima lamaran ustadz Muhammad Farhan al faruqi " ujar reina dengan lancar tanpa paksaan
Suasana seketika hening
Perlahan air mata Farhan jatuh membasahi pipi nya ,ia kembali menangis seperti lamaran pertama ,tapi kini tangisan nya berbeda ,tangisan nya kali ini adalah tangisan penuh syukur kepada Allah sang maha mengetahui atas terkabul nya doa nya selama ini
"Alhamdulillah " seru Farhan bibir nya tersenyum senang ,matanya nya menangis haru ,hatinya kembali memuji Rabb nya
"Alhamdulillah " ujar Reina yang kini sedang menahan tangis nya ,ia tidak tahu harus berkata apa apa ,sosok yang dulu ia berusaha kubur mati matian dari hatinya sekarang justru menjadi calon suami nya ,betapa indah nya skenario Allah atas hamba-Nya ,hanya puji dan syukur yang dapat ia panjatkan dalam hatinya
"ALHAMDULILLAH DI TERIMA "teriak seorang dri luar ruangan
"alhamdulillah "
__ADS_1
"Allahuakbar"sorak takbir terdengar dari luar