Ustadz And I

Ustadz And I
-


__ADS_3

Reina memegang bahunya yang terasa pegal ,ia hanya mengadakan acara yang sangat sederhana tapi siapa sangka yang datang silih berganti ,tak habis habis ,menyebabkan badan nya pegal pegal ,karna terlalu lama duduk .


Reina melepas mukenah nya ,ia baru saja menyelesaikan shalat isya ,Reina segera memasang jilbab nya ,berniat pergi menemui tamu tamu yang menunggu nya di bawah . Reina menatap sebentar kamarnya yang,sudah dihiasi "apa malam ini di akan melakukan nya ....... ?" Tanya Reina dalam hati ,ia segera menggeleng pelan menghapuskan pikiran yang sedang ia pikirkan dan segera bergegas keluar dari kamar nya


Waktu terus berlalu


"Reina kok masih disini ? Udah kamu istirahat aja sana " ujar Mbak Raisa


"Bentar lagi mbak ,nii mau bantu nyuci piring " ujar Reina sambil menunjukkan tumpukan piring di depan nya


" udah gak usah ,nanti mbak aja yang nyuci ,kamu cepat ke kamar ,istirahat " ujar mbak nya sambil mendorong Reina keluar dari dapur


Ini sudah jam 10 malam ,tamu tamu sudah pulang ,dan hanya tersisa para santri dan juga keluarga dekat reina


Reina melangkah kan kaki nya menaiki tangga menuju ke kamarnya ,sesampai nya di depan pintu kamar Reina memegangi dada nya yang berdegup kencang ,dengan perlahan Reina membuka pintu kamarnya


"Assalamualaikum " ujar Reina pelan


"Waalaikumussalam " sahut seseorang dari dalam


Reina melangkah masuk ke kamarnya ,di kamarnya duduk seorang yang sangat ia kenali ,yang sekarang adalah suami nya


Reina terus berjalan ,melewati Farhan yang sedang membaca buku di atas kasur nya


"Dek ?" Panggil Farhan pelan


"Ya ustadz ,ada apa ?" Tanya Reina hati hati ia bahkan tidak sanggup mengangkat kepalan nya


" mau Kemana ? " ujar Farhan lembut


Mendengar pertanyaan Farhan ,Reina segera menunjuk ke arah kamar mandi


"Ohh ya " ujar Farhan sambil mengangguk mengerti ,istrinya ternyata ingin ke kamar mandi


Dengan cepat Reina mengambil baju tidur nya dari dalam lemari dan dengan cepat Reina melangkah masuk kamar mandi


Berapa menit berlalu ,Reina telah selesai ,ia keluar dari kamar mandi ,dengan baju tidur lengan panjang warna pink motif bunga sakura.


Mendengar suara pintu kamar mandi terbuka ,Farhan segera menoleh ,tanpa ia sadari ia tersenyum melihat reina yang keluar kamar mandi masih menggunakan cadar dan jilbabnya


"Dek sini " panggil Farhan pelan


Reina yang di panggil segera berjalan mendekat walau sekarang ia harus menahan mati mati an rasa gugup nya

__ADS_1


Farhan menepuk kasur di sebelah nya ,isyarat agar Reina duduk di samping nya


Reina duduk di tempat yang Farhan suruh


Farhan mendekatkan dirinya pada Reina yang duduk di samping nya ,menatap mata reina dalam ,Reina hanya bisa diam saja ,ia lemas jika ustadz menatapnya sedekat ini


"Kenapa cadarnya tidak di buka " ujar Farhan dengan setengahnya berbisik wajah nya memerah


Reina hanya bisa menelan ludah ,jarak muka nya dan muka ustadz hanya berjarak beberapa inci saja .


" boleh buka " ujar Farhan sambil memegang cadar yang Reina kenakan


Mendengar pertanyaan Farhan Reina mengangguk pelan


Farhan tersenyum dengan cepat tangan nya membuka tali cadr Reina ,dan tanpa butuh waktu lama cadar Reina berhasil terbuka


Wajah farhan kembali memerah,saat ia kembali menatap wajah reina ,istri nya


Reina memalingkan wajah nya yang sedang memerah karna malu


"Ustadz " ujar reina menyadarkan farhan akan tatapan nya


Sadar reina nya malu ,farhan segera menjauhkan tatapan nya


" malu " ujar Reina jujur


" apa adek akan terus memakai jilbab " goda Farhan


Dengan cepat Reina mengangguk mengiyakan


Farhan hanya tersenyum mendengar pernyataan istrinya yang begitu pemalu ,dengan pelan Farhan mengambil tangan Reina dan digenggam kan nya ,Farhan terus mengenggam tangan Reina tanpa ada niat untuk melepaskan nya


Suasana di kamar ini sangat berat ,Reina yang diam membisu akhirnya memberanikan diri bertanya ketika Farhan tampak melepaskan tangan nya dan turun dari ranjang


"Ustadz mau Kemana?" Ujar reina pelan


"Mau ke kamar mand bentar ya dek "ujar farhan lembut


Reina hanya mengangguk mengiyakan


Selama Farhan di kamar mandi reina memegangi dada nya ,yang masih berdegup kencang ,"bagaimana bisa ia tidur malam ini ?" Batin reina bertanya ,ia tak pernah tidur bersama seorang pria ,ini pertama kali nya ada seseorang yang tidur di samping nya .


Reina mengambil hp nya sebentar ,ia mendapatkan pesan dari keluarga nya dan juga dari beberapa orang yang tidak di kenal ,mereka mengucapkan selamat atas pernikahan nya .reina tersenyum sambil membalas satu persatu chat mereka ,hingga tanpa ia sadari seseorang sekarang tepat di samping nya sedang membaca pesan pesan nya

__ADS_1


"Besok saja ,ini sudah malam " ujar farhan tepat di telinga reina


Reina segera menoleh "astagfirullah " ujar nya kaget saat mendapati farhan di samping nya


"Aaaa"teriak reina sambil menutupi mata nya


"ustadz kok gak pakai baju ?" Tanya reina masih menutup kedua matanya dengan tangan nya


"Saya kepanasan ,udara di sini tidak sedingin africa ,jadi saya terbiasa buka baju ketika tidur ," ujar farhan jujur suasana di kamar reina ini tidak sebanding di rumah nya,walaupun ia sudah mengatur AC menjadi 16 derajat tapi tetap saja


Farhan segera berjalan di sisi ranjang reina dan segera berbaring dengan bertelanjang dada


"Tangan nya " ujar farhan memegang tangan kanan reina


Mengerti maksud nya reina memberikan tangan kanan nya tanpa menolehkan wajah nya


Farhan segera menggengam erat tengah reina dan mulai menutup mata nya tertidur


Melihat farhan tertidur reina segera mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur ,ia melepas jilbab nya karna melihat ustadz sudah tertidur pulas ,bukan nya tidur reina malahmembuka hp nya ,karna hari ini sibuk ia tidak sempat untuk melanjutkan nonton nya ,dan malam ini ia akan melanjutkan nya ,tinggal 2 episode dari drama Desecentdant of the sun yang belum ia Tamati ,jika kalian ingin tahu Reina sudah ingin menonton ini sejak 3 thn yang lalu dan baru sekarang ia bisa menonton .


Menit silih berganti


Tanpa Rina sadari airmata nya perlahan menetes ketika tahu pemeran utama nya dikabarkan meninggal oleh pihak militer ,airmatanya mulai menjadi isakan saat kedua pemeran wanita tahu kabar tentang kekasih mereka


Tak lama setelah itu tangis reina pecah ,ia tak kuat saat melihat pemeran wanitanya merindukan pemeran pria nya ,hatinya sakit ..


Tiba tiba ,seorang memegangi wajah reina dari depan


"Ada apa ? Kenapa menangis? " tanya farhan dengan sorot mata kwhatir menatap reina yangsekarang menangis di depan nya


"Huaaaa" ujar reina masih terbawa perasaan


"Ada apa ?apakah ada yang tidak enak " tanya farhan sambil mengusap lembut air mata reina ,ia benar benar kwhatir ,saat ia terbangun ketika mendengarkan isakan tangis seseorang yang tidak lain adalah istrinya sendiri


"Apa ada yang sakit ?apa mimpi buruk ? " tanya farhan berkali kali


Reina hanya menggeleng menjawab pertanyaan farhan


Tak tahan lagi farhan segera membawa reina kedalam kedalam dekapan nya ,"jangan menangis lagi "ujar farhan sambil mengelus lembut rambut reina


Tidak menunggu beberapa lama reina sudah tertidur dalam dekapan farhan ,farhan yang sadar hanya berusaha mengubah posisi yang awal nya duduk menjadi tidur bersama dengan reina yang masih memeluk nya


Farhan masih mengusap rambut reina lembut,jantungnya berdegup dengan cepat ,hatinya seperti sedang berbunga bunga saat untuk pertama kali dalam hidup nya ia memeluk seseoran selain keluarga nya ,dan yang ada di pelukan nya sekarang adalah reina mardhiah seorang perempuan yang sekarang sudah sah menjadi istrinya

__ADS_1


"Cup "Farhan mencium singkat Ubun Ubun reina dan dengan perlahan menutup mata nya tertidur


__ADS_2