
Reina memegang bahunya yang terasa pegal ,ia hanya mengadakan acara yang sangat sederhana tapi siapa sangka yang datang silih berganti ,tak habis habis ,menyebabkan badan nya pegal pegal ,karna terlalu lama duduk .
Reina melepas mukenah nya ,ia baru saja menyelesaikan shalat isya ,Reina segera memasang jilbab nya ,berniat pergi menemui tamu tamu yang menunggu nya di bawah . Reina menatap sebentar kamarnya yang,sudah dihiasi "apa malam ini di akan melakukan nya ....... ?" Tanya Reina dalam hati ,ia segera menggeleng pelan menghapuskan pikiran yang sedang ia pikirkan dan segera bergegas keluar dari kamar nya
Waktu terus berlalu
"Reina kok masih disini ? Udah kamu istirahat aja sana " ujar Mbak Raisa
"Bentar lagi mbak ,nii mau bantu nyuci piring " ujar Reina sambil menunjukkan tumpukan piring di depan nya
" udah gak usah ,nanti mbak aja yang nyuci ,kamu cepat ke kamar ,istirahat " ujar mbak nya sambil mendorong Reina keluar dari dapur
Ini sudah jam 10 malam ,tamu tamu sudah pulang ,dan hanya tersisa para santri dan juga keluarga dekat reina
Reina melangkah kan kaki nya menaiki tangga menuju ke kamarnya ,sesampai nya di depan pintu kamar Reina memegangi dada nya yang berdegup kencang ,dengan perlahan Reina membuka pintu kamarnya
"Assalamualaikum " ujar Reina pelan
"Waalaikumussalam " sahut seseorang dari dalam
Reina melangkah masuk ke kamarnya ,di kamarnya duduk seorang yang sangat ia kenali ,yang sekarang adalah suami nya
Reina terus berjalan ,melewati Farhan yang sedang membaca buku di atas kasur nya
"Dek ?" Panggil Farhan pelan
"Ya ustadz ,ada apa ?" Tanya Reina hati hati ia bahkan tidak sanggup mengangkat kepalan nya
" mau Kemana ? " ujar Farhan lembut
Mendengar pertanyaan Farhan ,Reina segera menunjuk ke arah kamar mandi
"Ohh ya " ujar Farhan sambil mengangguk mengerti ,istrinya ternyata ingin ke kamar mandi
Dengan cepat Reina mengambil baju tidur nya dari dalam lemari dan dengan cepat Reina melangkah masuk kamar mandi
Berapa menit berlalu ,Reina telah selesai ,ia keluar dari kamar mandi ,dengan baju tidur lengan panjang warna pink motif bunga sakura.
Mendengar suara pintu kamar mandi terbuka ,Farhan segera menoleh ,tanpa ia sadari ia tersenyum melihat reina yang keluar kamar mandi masih menggunakan cadar dan jilbabnya
"Dek sini " panggil Farhan pelan
Reina yang di panggil segera berjalan mendekat walau sekarang ia harus menahan mati mati an rasa gugup nya
__ADS_1
Farhan menepuk kasur di sebelah nya ,isyarat agar Reina duduk di samping nya
Reina duduk di tempat yang Farhan suruh
Farhan mendekatkan dirinya pada Reina yang duduk di samping nya ,menatap mata reina dalam ,Reina hanya bisa diam saja ,ia lemas jika ustadz menatapnya sedekat ini
"Kenapa cadarnya tidak di buka " ujar Farhan dengan setengahnya berbisik wajah nya memerah
Reina hanya bisa menelan ludah ,jarak muka nya dan muka ustadz hanya berjarak beberapa inci saja .
" boleh buka " ujar Farhan sambil memegang cadar yang Reina kenakan
Mendengar pertanyaan Farhan Reina mengangguk pelan
Farhan tersenyum dengan cepat tangan nya membuka tali cadr Reina ,dan tanpa butuh waktu lama cadar Reina berhasil terbuka
Wajah farhan kembali memerah,saat ia kembali menatap wajah reina ,istri nya
Reina memalingkan wajah nya yang sedang memerah karna malu
"Ustadz " ujar reina menyadarkan farhan akan tatapan nya
Sadar reina nya malu ,farhan segera menjauhkan tatapan nya
" malu " ujar Reina jujur
" apa adek akan terus memakai jilbab " goda Farhan
Dengan cepat Reina mengangguk mengiyakan
Farhan hanya tersenyum mendengar pernyataan istrinya yang begitu pemalu ,dengan pelan Farhan mengambil tangan Reina dan digenggam kan nya ,Farhan terus mengenggam tangan Reina tanpa ada niat untuk melepaskan nya
Suasana di kamar ini sangat berat ,Reina yang diam membisu akhirnya memberanikan diri bertanya ketika Farhan tampak melepaskan tangan nya dan turun dari ranjang
"Ustadz mau Kemana?" Ujar reina pelan
"Mau ke kamar mand bentar ya dek "ujar farhan lembut
Reina hanya mengangguk mengiyakan
Selama Farhan di kamar mandi reina memegangi dada nya ,yang masih berdegup kencang ,"bagaimana bisa ia tidur malam ini ?" Batin reina bertanya ,ia tak pernah tidur bersama seorang pria ,ini pertama kali nya ada seseorang yang tidur di samping nya .
Reina mengambil hp nya sebentar ,ia mendapatkan pesan dari keluarga nya dan juga dari beberapa orang yang tidak di kenal ,mereka mengucapkan selamat atas pernikahan nya .reina tersenyum sambil membalas satu persatu chat mereka ,hingga tanpa ia sadari seseorang sekarang tepat di samping nya sedang membaca pesan pesan nya
__ADS_1
"Besok saja ,ini sudah malam " ujar farhan tepat di telinga reina
Reina segera menoleh "astagfirullah " ujar nya kaget saat mendapati farhan di samping nya
"Aaaa"teriak reina sambil menutupi mata nya
"ustadz kok gak pakai baju ?" Tanya reina masih menutup kedua matanya dengan tangan nya
"Saya kepanasan ,udara di sini tidak sedingin africa ,jadi saya terbiasa buka baju ketika tidur ," ujar farhan jujur suasana di kamar reina ini tidak sebanding di rumah nya,walaupun ia sudah mengatur AC menjadi 16 derajat tapi tetap saja
Farhan segera berjalan di sisi ranjang reina dan segera berbaring dengan bertelanjang dada
"Tangan nya " ujar farhan memegang tangan kanan reina
Mengerti maksud nya reina memberikan tangan kanan nya tanpa menolehkan wajah nya
Farhan segera menggengam erat tengah reina dan mulai menutup mata nya tertidur
Melihat farhan tertidur reina segera mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur ,ia melepas jilbab nya karna melihat ustadz sudah tertidur pulas ,bukan nya tidur reina malahmembuka hp nya ,karna hari ini sibuk ia tidak sempat untuk melanjutkan nonton nya ,dan malam ini ia akan melanjutkan nya ,tinggal 2 episode dari drama Desecentdant of the sun yang belum ia Tamati ,jika kalian ingin tahu Reina sudah ingin menonton ini sejak 3 thn yang lalu dan baru sekarang ia bisa menonton .
Menit silih berganti
Tanpa Rina sadari airmata nya perlahan menetes ketika tahu pemeran utama nya dikabarkan meninggal oleh pihak militer ,airmatanya mulai menjadi isakan saat kedua pemeran wanita tahu kabar tentang kekasih mereka
Tak lama setelah itu tangis reina pecah ,ia tak kuat saat melihat pemeran wanitanya merindukan pemeran pria nya ,hatinya sakit ..
Tiba tiba ,seorang memegangi wajah reina dari depan
"Ada apa ? Kenapa menangis? " tanya farhan dengan sorot mata kwhatir menatap reina yangsekarang menangis di depan nya
"Huaaaa" ujar reina masih terbawa perasaan
"Ada apa ?apakah ada yang tidak enak " tanya farhan sambil mengusap lembut air mata reina ,ia benar benar kwhatir ,saat ia terbangun ketika mendengarkan isakan tangis seseorang yang tidak lain adalah istrinya sendiri
"Apa ada yang sakit ?apa mimpi buruk ? " tanya farhan berkali kali
Reina hanya menggeleng menjawab pertanyaan farhan
Tak tahan lagi farhan segera membawa reina kedalam kedalam dekapan nya ,"jangan menangis lagi "ujar farhan sambil mengelus lembut rambut reina
Tidak menunggu beberapa lama reina sudah tertidur dalam dekapan farhan ,farhan yang sadar hanya berusaha mengubah posisi yang awal nya duduk menjadi tidur bersama dengan reina yang masih memeluk nya
Farhan masih mengusap rambut reina lembut,jantungnya berdegup dengan cepat ,hatinya seperti sedang berbunga bunga saat untuk pertama kali dalam hidup nya ia memeluk seseoran selain keluarga nya ,dan yang ada di pelukan nya sekarang adalah reina mardhiah seorang perempuan yang sekarang sudah sah menjadi istrinya
__ADS_1
"Cup "Farhan mencium singkat Ubun Ubun reina dan dengan perlahan menutup mata nya tertidur