Ustadz And I

Ustadz And I
49


__ADS_3

"Jadi kamu pulang ke Indo karna kakak kamu nikah bukan kamu yang nikah ?" Tanya Farhan tak percaya ,ia tidak bisa menggambarkan betapa bahagia nya ,seakan akan Allah masih memberinya kesempatan untuk terus berjuang ,ia masih belum terlambat "ya Allah Terimakasih Terimakasih banyak"batin Farhan berkali kali


"Iya ustadz bukan Reina "jawab pemuda di samping Reina dengan yakin


"Jadi kamu siapa ?"tanya Farhan pada pemuda di depan nya


"Ini mas Arya ustadz ,sepupu saya"jawab Reina pelan


Farhan terdiam seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar


"Kalau begitu kami duluan ustadz" ujar Arya pamit


Farhan hanya bisa menganggukkan kepala nya pelan ,setelah kepergian Reina dan Arya ,Farhan berjalan pelan ke arah mobil dengan berkali kali mengatakan "yes alhamdulillah yes yes "ujar Farhan dengan bersemangat.


Setelah masuk ke mobil .Farhan nampak sedang menelfon seseorang


"Assalaamu'alaikum sob ,di pondok lu masih ada lowongan nginap ?" Tanya farhan pada Harits


"Lah gimana ? Bukan nya Kemaren ngotot gak mau ?" Tanya Harits dari sebrang telfon terdengar dari nada bicara nya ia sedang bingung .


"Ya ada apa gak ?" Tanya Farhan lagi


"Untuk lu sih ada ,emang kenapa ?gak enak di hotel ?" Tanya Harits pada Farhan


"Enak enak,cuma mau dekat calon istri aja " ujar Farhan sambil tersenyum sendiri .


"Calon istri ?" Tanya Harits tidak mengerti


"Ya"jawab Farhan singkat .


setelah selesai berbicara di telfon Farhan segera menancap gas mobil nya menuju ke arah pondok milik keluarga Harits .


Di tempat lain .

__ADS_1


Terlihat Hawa dan Jasmin tampak saling menatap


Sudah berapa kali Hawa mencoba menghindar tapi Jasmin tetap kokoh memegang tangan nya


"Jelaskan waa,apa maksud nya?" Tanya Jasmin tak sabaran lagi ,bagaimana ia tidak tahu apa yang di rasakan reina selama 3 tahun mereka bersama ,mengapa di baru tahu sekarang .


"Aku gak bisa " jawab Hawa dengan jawaban yang sama seperti sebelum nya .


"Mau berapa lama lagi wa ? Mau berapa lagi kalian mau menjadikan aku sebagai orang bodoh yang berada di tengah tengah kalian ? Aku ………bahkan sama sekali tidak tahu tentang ini ,apakah ini benar Hawa ? Please jawab " teriak Jasmin marah di depan hawa ,betapa terkejut nya dirinya saat ia dengan tidak sengaja membuka buku rahasia milik sahabat nya ,betapa sangat terkejut nya ia ,saat ia tahu tentang apa yang sudah selama ini sahabat sahabat nya sembunyikan dari nya .


"Hawa JAWAB ! " seru Jasmin marah


"Semua di buku itu benar " ujar Hawa sambil menutup matanya .


"Apa? "Ujar Jasmin terdiam ,sakit sekali Jasmin memegang dada nya yang terasa sakit .


"Semua di buku itu benar ,Reina tahu kamu suka sama ustadz Farhan ,karena alasan itu reina menolak lamaran ustadz " ujar Hawa lirih sambil memalingkan muka nya .


"Mengapa ?mengapa harus karena aku ?" Ujar Jasmin menatap Hawa dengan mata berkaca kaca


"Mengapa dia lebih mementingkan perasaan ku dari pada kebahagiaan nya ,mengapa aku yang jadi alasan nya ,mengapa ? Aku bahkan tidak sadar aku yang menjadi alasan rasa sakit nya selama ini " ujar Jasmin sambil menundukkan kepala nya ,perlahan air mata nya jatuh satu per satu .


Melihat Jasmin yang terduduk sambil menyembunyikan tangis nya ,Hawa merasa tak tega ,dengan pelan ia peluk sahabat nya.


"Itu keputusan nya ,bukan salah kamu Jas " bisik Hawa pelan ,sambil memeluk sahabat nya .


"Kenapa ? " tanya Jasmin dengan berlinangan air mata


"Reina pengen kamu bahagia " jawab Hawa pelan


"Egois sekali " ujar Jasmin ia kembali mengingat sosok sahabat nya Reina ,kenapa Reina bisa memutuskan hal tentang nya ,tanpa ia tahu sama sekali ,egois sekali ,kenapa dia menginginkan aku bahagia dengan kebahagiaan nya .


Di tempat yang berbeda

__ADS_1


Farhan dan Harits masuk ke salah satu ruangan ,tempat dimana Farhan menginap sementara waktu.


"Ngapa lu senyum senyum ?" Tanya Harits heran ,dari semenjak Farhan menemuinya sore tadi ,Farhan tidak berhenti tersenyum


"Hah apa kakak ipar ?" Jawab Farhan sambil menggoda .


"Wah antum ke sambet nih " Ujar Harits ,pasalnya semenjak Reina menolak lamaran Farhan ,Farhan jarang menggoda nya dengan panggilan kk ipar tapi kenapa sekarang farhan kembali memanggil nya dengan panggilan itu


"No ke sambet ,im failing in love again " jawab Farhan sambil berjalan ke arah jendela kamar yang ia tempati sekarang


Bangunan yang ia tempati sekarang adalah bangunan khusus para Ustadz ,dimana sekarang ia berada di salah satu kamar di sini .karna mendapat bantuan dari Harits ,Farhan bisa menginap di sini selama ia masih di Indo .


Farhan membuka tirai jendela di kamar nya kemudian ia membuka perlahan jendela kayu itu ,agar ia bisa menghirup udara malam di pondok pesantren Al abrar ini .


"Reina ?" Ujar Farhan ketika tampa sengaja matanya tampak mengenali seseorang yang sedang mengendap endap pergi .


"Ada apa ?" Ujar Harits berjalan mendekat ketika farhan tampak menyebut nama adik nya .


"Orang itu Reina bukan ?" Tanya Farhan sambil menunjuk seseorang masuk ke dalam mobi


Harits mengikuti arah pandang yang Farhan tunjuk ,ia memerhatikan dengan baik siapa orang itu.


"Astagfirullah !! " ujar Harits keras setelah ia yakin bahwa orang itu benar benar Reina .dengan cepat Harits membalikkan badan nya tangan nya segera mengambil kunci mobil nya yang terletak di atas meja kamar kemudian segera berjalan terburu buru keluar dari kamar .


Farhan yang tahu apa yang sahabat nya itu akan lakukan segera mengambil jubah nya dan segera mengikuti harits dari belakang .


Di dalam mobil Harits


"Masih saja nakal " ujar Harits menatap cemas ke arah mobil yang berada di depan nya


"Apa yang reina lakukan ?" Tanya Farhan masih tidak mengerti ,kenapa Reina keluar di jam 9 malam ,apa yang ia lakukan dan siapa yang bersama nya .


"Kita lihat saja nanti " ujar Harits masih mengejar mobil di depan nya ,ia tahu siapa pemilik mobil di depan nya ,mobil siapa lagi jika bukan milik sepupu sepupu nya ,mereka benar benak dampak buruk bagi reina .

__ADS_1


__ADS_2