WAKTU YANG SEMPURNA UNTUK MATI

WAKTU YANG SEMPURNA UNTUK MATI
(CHAPTER 18) PARTIKEL TAKDIR


__ADS_3

PARTIKEL TAKDIR


Setelah sampai kelas, kulihat arum menatapku kaku. Jujur aku masih tidak enak, seharusnya aku langsung keluar tadi. Tapi aku simpan rasa tidak enak itu dan duduk di bangkuku. Keira tertidur di bangkunya, aku sempat binggung karena Keira belum pernah seperti ini sebelumnya.


Aku pun ingin membangunkan Keira dan segera mengakhiri perjanjian itu, tapi aku tidak tega membangunkannya. Keira tertidur dengan nyenyak, dan aku bisa hanya menatapnya.


Aku terus menatapnya, dan timbul perasaan aneh di benakku.


Entah kenapa, aku sangat ingin melindunginya. Takdir akan masa depannya lah yang ku jadikan alasan, walau jujur, aku tidak pernah tahu alasan sebenarnya dan tidak pernah mencari tahunya.


Karena aku takut, akan fakta di balik itu. Aku sungguh ingin Keira tetap seperti saat ini, tetap kuat, angkuh, tetap merasa bahwa dirinya lah yang paling tinggi dan kuharap dia tidak pernah menangis.


“Ngapain lu ngeliatin gua?” Tanya Keira seraya menatapku.


Tatapan Keira mengakhiri bait-bait angan ku, dan dengan cepat aku lantas memalingkan pandanganku darinya.


“Teddy, Teddy yang akan memenangkan pemilihan itu.” Kataku Kepada Keira.


Kata-kataku membuatnya beranjak dari tidurnya dan seketika menatapku, aku pun kaget akan reaksinya.

__ADS_1


“Lu tahu dari mana? lu ngeliat masa depan Teddy?” Tanya Keira.


“Bukan, gua ngeliat masa depan Romi.” Jawabku.


Keira tertunduk setelah mendengar kata-kataku, dia tampak kecewa. Hal itu terlihat jelas, dari wajahnya. Dan tak lama, Keira menghantamkan jidatnya ke meja dan melakukanya berulang-ulang kali. Mungkin bagi orang seperti Keira, kalah dari orang lain adalah sebuah neraka.


“Emang harus ya, Jadi ketua osis?” Tanyaku.


“Harus lah, banyak kampus yang mempertimbangkan keorganisasian selain nilai, dan membayangkan wajah Teddy setelah ngalahin gua, aduh mau di taro mana muka gua.” Kata Keira dengan lemas.


Aku belum pernah melihat Keira seperti ini, dan entah kenapa, aku sangat ingin membantunya. Aku pun terus berfikir, bagaimana cara untuk bisa membantunya. Dan entah kenapa aku teringat kata-kata yang wanita yang kutemui di lapangan basket tadi.


Bahwa karena Romi, Teddy bisa menang dalam bursa pemilihan ketua OSIS. Dan tadi pun aku melihat masa depan Romi, bukan Teddy.


“Mau, Lu punya ide?” Tanya balik Keira.


“Lu harus rebut Romi dari sisi Teddy, buat Romi jadi wakil lu.” Jawabku.


“Kok gitu?” Tanya Keira.

__ADS_1


“Soalnya, tadi yang gua lihat kan itu masa depan Romi bukan Teddy, berarti takdir Romi memang jadi wakil ketua osis. Jadi lu harus rebut Romi dari Teddy, jadiin Romi wakil ketua osis lu.” Kataku menjelaskan kepada Keira.


Keira hanya terdiam menatapku, tampaknya ia belum mengerti analogi yang aku berikan. Aku sebenarnya juga tidak tahu, apakah analogi ku ini benar atau tidak. Karena yang aku tahu, aku hanya ingin membantu Keira dan membuatnya menjadi ketua OSIS yang baru.


“Ngerti gak?” Tanyaku kepada Keira.


“Engga.” Kata Keira sambil menggelengkan kepalanya.


“Yaudah, pokoknya lu harus rebut Romi dan jadiin dia wakil ketua osis lu.” Tuntas ku.


Setelah menjelaskan kepada Keira dan dia tak kunjung mengerti, kaki mulai terasa sakit. Aku pun mulai mencari posisi yang pas dan tepat untuk merebahkan tubuhku. Namun saat aku hendak merebahkan tubuhku, aku melihat


Arum memperhatikanku dari mejanya, dan tak lama ia mengalihkan pandangannya dariku, saat mata kita bertemu.


“Arum kenapa ngeliatin lu?” Tanya Keira.


“Enggak tahu?” Jawabku.


Setelah mendengar jawabanku, Keira kemudian memalingkan pandanganya dariku, dan palingan wajah itu menyudahi percakapan kita berdua. Dan saat aku kembali merebahkan tubuhku, aku di kejutkan saat melihat Arum yang sudah berada di depan mejaku.

__ADS_1


“Rasya, gua mau ngomong sama lu? bisa ikut gua gak.” Pinta Arum kepadaku.


Aku hanya mengangguk kan kepalaku dan Arum pun membawaku ke atap sekolah, hari ini aku benar-benar sibuk. Dan entah kenapa, semua wanita sangat menyukai atap sekolah untuk berbicara, sungguh sangat merepotkan.


__ADS_2