WAKTU YANG SEMPURNA UNTUK MATI

WAKTU YANG SEMPURNA UNTUK MATI
(CHAPTER 9) BUNGA YANG INDAH, NAMUN BERDURI


__ADS_3

BUNGA YANG INDAH, NAMUN BERDURI


Di balik paras cantiknya, Keira adalah pembohong yang ahli, mempunyai banyak wajah, dan tidak memiliki rasa solidaritas. Dan masih banyak hal buruk lain tentangnya, mungkin jika aku uraikan semuanya, tidak akan ada habisnya.


Dan menurut ku, tidak ada yang baik, jika itu mengenai Keira. Kesimpulannya adalah aku hanya membencinya. Salah satu episode, dimana aku sangat membencinya.


Kala itu, adalah ulangan Kimia. Semua anak di kelasku pun panik, walaupun tidak semua sih, karena aku tidak peduli, tapi suasana di kelas kala itu, sungguh mencekam.


Selain soalnya ulangannya yang sulit, guru Kimia di sekolahku juga terkenal dengan keganasannya saat mengawas. Matanya sangat jeli saat mengawasi ulangan, dan sangat mustahil bagi kita untuk mencontek.

__ADS_1


Nama guru itu adalah Pak Hidayat, guru Kimia di sekolahku. Saat mengawas, ia tidak hanya memperhatikan satu persatu anak-anak dari mejanya, tapi ia juga selalu berjalan-jalan seraya memperhatikan kita saat mengerjakan ulangan. Dan hal itu membuat anak-anak dikelas mati kutu saat mau atau sedang mencontek.


Beribu macam cara sudah dilakukan anak-anak kelasku untuk memenjarakan Pak Hidayat di tempat duduknya, tapi itu semua tidak berhasil. Mulai dari menaruh Koran, majalah dan lain-lain.


Dan ulangan Kimia hari itu, membuat anak-anak kelasku sangat kacau balau. Anak-anak kelasku pun sibuk mencari formula yang pas untuk menyelamatkan nilai mereka.


Tapi tidak dengan Keira, dia sangat tenang dan percaya diri saat mengerjakan ulangan itu, sungguh kesal rasanya, melihatnya baik-baik saja.


Hipotesa sementara ku, mengenai tidurnya Pak hidayat adalah karena semalam dia begadang untuk menonton pertandingan sepakbola. Karena semalam ada pertandingan liga champion eropa, dimana tim kesayangannya bermain. Manchester United, adalah tim favorit dari Pak Hidayat.

__ADS_1


Walupun aku tidak mengerti sepakbola tapi kuharap Klub Manchester United bubar agar Pak Hidayat tidak begadang lagi dan mengawas ulangan seperti biasanya. Karena sungguh merepotkan, semua anak-anak kelas melihat kearah mejaku dan keira, untuk mencontek. Karena Keira murid terpintar di kelasku, mulai dari Roni sampai Ine teman dekatnya Keira, meminta contekan kepadanya.


Dan saat itu, aku melihat sisi buruk dari Keira. Dia sungguh pelit dan tidak mempunyai jiwa solidaritas. Semua murid di kelasku, meminta contekan kepadanya.


Tapi Keira menjawab belum, padahal aku dengan mata kepalaku sendiri melihat kertas ulangannya sudah terisi semua. Bahkan aku pernah mengujinya dan meminta contekan kepadanya.


“Keira, bagi no 16 dong?” Pintaku.


Dan dia jawab belum, padahal kala itu soalnya cuma sampai 15.

__ADS_1


Saat itu aku menyimpulkan dan semakin yakin akan penilaian ku selama ini tentangnya, bahwa di balik paras cantiknya, Keira adalah pembohong yang ahli, mempunyai banyak wajah, dan tidak memiliki rasa solidaritas. Bahkan aku mengetahui itu semua, hanya dengan satu minggu aku duduk sebangku dengannya. Walaupun aku tidak peduli, tapi menurutku Keira pantas mempunyai takdir masa depan yang mengerikan seperti itu.


Tapi setelah aku mengenal dia lebih jauh, dia membuatku sadar dan mengetahui sisi lain dari dirinya, cara dia memandang sesuatu, merusak opini yang telah bersarang di kepalaku tantang dia selama ini. Seorang penulis asal Amerika, bernama Rita Mae Brown pernah berkata, Penilaian bagus berasal dari pengalaman dan pengalaman itu berasal dari penilaian yang buruk.


__ADS_2