
I'M SORRY, I LOVE YOU
Laki-laki di masa depan Keira itu adalah aku. Aku bagai tersambar petir, air mata terbentuk dari rasa sakit. fakta itu merobohkan harapan, dan cinta ini menyakitkan seperti demam. Bagaimana ini, alasanku bertahan selama ini karena aku yakin bisa menghapus semua air mata itu. Tapi melihat itu semua, aku hancur karena akulah yang mengukir luka di takdirnya.
Potongan-potongan masa depannya terus hadir, aku pun menguatkan diriku untuk menatap setiap potongan-potongan kisah menyedihkan itu. Kenapa itu terjadi, dan bagaimana kejadian itu terjadi. Dan kenapa kejadian itu harus terjadi, aku menyaksikannya dengan mataku.
Setelah tersiksa dan di sayat-sayat oleh potongan-potongan akan kejadian itu, aku akhirnya mengetahui itu semua. Cerita di balik kejadian menyedihkan itu.
**
Setelah lulus SMA, kita berdua sepakat untuk mengejar mimpi kita masing-masing. Walau awalnya penuh perdebatan, karena kita harus terpisah jarak antara Cambridge dan Jakarta. Namun demi mimpi kita, dan demi mewujudkan harapan orang-orang yang kita sayangi. Kita menahan sedikit angan kita, dan berlari bersama untuk mengejar mimpi dan masa depan.
Setelah lulus SMA, Paman mengirimiku ke Amerika untuk melanjutkan studi ku, membuatku memiliki bekal untuk dapat mengola perusahan peninggalan Ayah dan Ibu. Aku pun melanjutkan studi ku di Universitas Harvard, disana aku mengambil jurusan manajemen bisnis.
__ADS_1
Dan dengan berat hati, aku harus meninggalkan Keira di Jakarta. Namun aku tidak begitu khawatir, karena di sana ia juga berjuang untuk mimpinya. Di Jakarta, Keira mengejar mimpinya untuk menjadi seorang pengacara. Dengan mengambil jurusan hukum di Universitas Indonesia.
Walaupun kita tahu bahwa hubungan ini tidak mudah, dan banyak kisah cinta yang berakhir dengan kata putus karena sebuah jarak. Melihat hal itu aku pun sedikit khawatir, masalah jarak akan mengganggu hubungan kita. Namun kita yakin akan cinta kita, dan keyakinan itu juga yang membuat kita bersemangat mengejar mimpi kita dan kembali bersama setelah cita-cita itu terwujud.
Dan memang tidak mudah, karena aku harus bolak-balik Amerika - Jakarta untuk melepas rasa rindu. Dan bisa di bilang, hubungan kita tidak berjalan dengan mulus, kita sering bertengkar dan putus nyambung di tengah jalan. Namun fakta, bahwa kita tidak bisa untuk tidak saling bergantung satu sama lain. Membuat hubungan kita tetap ada, meski sering tertimpa badai karena mengikuti ego masing-masing.
Namun semua badai itu malah membuat, cinta kita menjadi semakin kuat. Setelah hampir empat tahun tersiksa, aku berhasil menyelesaikan studi ku di Universitas Harvard. Dan itu menjadi momen paling membahagiakan di hidupku, karena aku bisa melihat senyum dari orang-orang yang aku sayangi.
Keira pun ada di momen tersebut, dan aku bersyukur karenanya. Aku pun pulang ke Jakarta, dengan senyum di wajahku. Melewati satu fase di hidup ini, dan aku sadar bahwa bahwa aku semakin dekat tujuanku. Dan tujuan akhir ku adalah Keira, fakta itu membuatku bersyukur dan bahagia.
Dan satu bulan setelah aku pulang. Aku mengambil alih posisi Paman dan menjadi CEO di perusahan peninggalan Ayah dan Ibu. Sebuah perusahaan yang bergerak sebagai label rekaman dan agensi bakat.
Perusahan pun langsung menyita seluruh waktuku, dan setelah lima bulan aku memimpinnya. Banyak masalah terjadi di perusahaan. Mulai dari skandal artis yang bernaung di agensiku, penjualan album yang tidak berjalan sesuai harapan dll. Hal itu membuatku stress, dan mengikis kepercayaan diriku.
__ADS_1
Aku pun terus berfikir, mampukah aku memimpin perusahan ini. Bagaimana jika aku malah menghancurkan perusahaan ini. Pikiran-pikiran itu tercipta di benakku, dan membuatku kesulitan bernafas.
Namun Keira tetap ada disaat diriku merasa sulit, di saat diriku merasa bahwa aku hanya sendirian. Dia selalu memberikan senyumannya dan membantuku untuk melewati segala kesulitan itu.
Aku bersyukur memilikinya, dan ia membuatku yakin bahwa ia adalah pemberhentian terakhirku. Setelah hampir tujuh tahun bersama, aku pun memantapkan diriku dan melamar Keira. Menambahkan namaku dibelakang namanya, kita pun menikah.
Semuanya terasa sempurna, bahkan di tahun kedua pernikahan kita, kita dikirimkan sebuah hadiah oleh Tuhan. Seorang anak laki-laki dikirim tuhan di tengah kita berdua, aku memberi nama anak laki-laki itu, Azka Setya Negara.
Dalam bahasa arab Azka memiliki arti suci, dan aku menaruh nama belakangku disana yaitu Setya Negara. Dalam bahasa jawa, berarti Kharisma. Aku ingin dia Suci dan berkarisma. Anak pertamaku, hasil dari cintaku bersama Keira.
Aku pun menyerahkan seluruh hidupku untuk dirinya, aku ingin ia tumbuh dengan penuh kasih sayang dan cinta yang tulus. Anak yang sangat lucu dan menggemaskan bahkan aku dan Keira sering memperdebatkan dan mengklaim bahwa ia mirip dengan kami berdua. Kata yang tepat menggambarkan hidup kami kala itu adalah kami bahagia.
Sekarang aku mengerti, kenapa takdir itu tidak berjalan pergi dari hidupnya. Kenapa takdir itu, tetap ada. Itu karena, aku adalah bagian dari takdir itu sendiri. Begitu bodoh, karena sudah berlagak, telah mengetahui semuanya. Walau pada kenyataannya, aku hanya mengacaukan segalanya.
__ADS_1
Alasan diriku untuk berjalan kearahnya, itu karena aku percaya bahwa aku bisa untuk merubah cerita sayu miliknya. Namun pada kenyataannya, akulah yang mendorong cerita itu tercipta. Dan aku juga yang menempatkan dirinya akan masa depan yang mengerikan itu.
Aku adalah laki-laki di masa depan Keira. laki- laki yang akan kehilangan darah dagingnya. Laki-laki kejam, yang membuat senyuman bagai sebuah dosa untuknya. Dan seorang laki-laki yang berjalan pergi, di saat seluruh dunia meninggalkannya.