
SAME DAY, DIFFERENT FEELINGS
Aku pernah bercerita bahwa ada sebuah hari yang sangat aku benci di dunia, hari itu adalah hari minggu. Hari yang paling jahat yang selalu membuatku terjebak di rumahku. Hanya berdiam diri dan tak tahu harus melakukan apa-apa.
Namun sekarang, paham itu tidak berlaku lagi untukku, karena ada Keira. Keira membisingkan hidupku, dan aku menyukai hal itu. Keira selalu membuatku menatap ponselku, dan aku sadar bahwa ponsel telah menjadi kebutuhan primer di hidupku.
Berbalas pesan dengannya menjadi sebuah keharusan, sementara berbicara di telpon dengannya menjadi hal favorit bagiku.
Berbicara banyak hal di telpon selama berjam-jam, dengan beragam topik yang kita obrolkan. Mulai dari menanyakan kabar, kesibukan, bahkan curhatan kita tentang sekolah.
Setelah kejadian di ruang UKS, Aku dan Keira pun menjadi dekat. Walau aku tidak bisa menyimpulkan status hubungan diantara kita berdua, karena aku tidak pernah mengajaknya untuk resmi berpacaran, dan dia juga tidak pernah menyinggung hal tersebut. Jadi aku tidak bisa menyimpulkan status kita berdua, namun yang terpenting bagiku, aku bisa selalu bersamanya.
Hampir 3 bulan kita menjalin hubungan tanpa status ini, meskipun demikian, tidak ada satu hari pun, aku tidak memikirkannya. Dan tanpa aku sadari, aku sudah menjadi tawanan baginya. Tidak bisa lepas dan kuharap aku tidak akan pernah bisa lepas dari sisinya.
Dan banyak hal yang terjadi kepadaku dan Keira selama tiga bulan ini, tentang Keira yang mengundurkan diri dari bursa pemilihan ketua OSIS, sampai Keira yang kehilangan statusnya di sekolah.
__ADS_1
Walaupun awalnya ia kesulitan, karena ia banyak mendapat gunjingan dan cemoohan dari siswa-siswi di sekolah. Namun setelah berselang waktu, ia pun tidak mengambil pusing omongan-omongan tersebut, ia tidak mau terperangkap dan hidup dari hasil pemikiran orang lain.
Keira mengatakan bahwa ia akan menjalani hidup dengan keyakinannya sendiri, dan aku pun bersyukur karena itu. Sementara aku masih berada di tempat yang sama, tidak ada perubahan di hidupku. Dan aku tidak akan merubahnya, karena bagiku, ini sudah sangat cukup dengan hanya memiliki Keira di sisiku.
Sementara di sekolah, Teddy berhasil menjabat ketua OSIS di sekolah untuk Periode 2020-2021. Setelah mundurnya Keira dari bursa pemilihan OSIS, Romi kembali menjadi wakil Teddy. Dan tanpa hambatan berarti, ia menang dengan suara mutlak di pemilihan tersebut, walau sebenarnya ia sangat tidak pantas mengemban tanggung jawab tersebut.
Melihat hal itu, walaupun awalnya kita kesal. Namun Aku dan Keira sepakat untuk membuang memori tentang Teddy dari kepala kami dan hidup kami. Kita pun sudah tidak akan peduli dan mengurusi Teddy lagi, karena kita tahu. Kita semua berbeda, jadi kita tidak akan pernah menilai ataupun mencoba untuk mengerti.
Carl Sandberg pernah berkata, Hidup ini layaknya mengupas bawang, saat anda mengupasnya satu demi satu, kadang anda bisa menangis. Dan aku menyetujui pernyataan itu, hidup adalah tentang pasang surut. Kadang anda tersenyum dan kadang anda menangis.
Namun itu terserah bagaimana kita memahaminya dan membuat kedua hal tersebut menjadi manis. Itulah yang kita alami, dalam 3 bulan belakangan ini, dan aku bersyukur karena memiliki Keira di hidupku.
Dan aku sungguh bersyukur memiliki Keira di hidupku.
Aku telah banyak melalui beragam rasa sakit, dan aku juga telah berguru lama dengannya. Jadi alangkah jahatnya, jika aku memberikan rasa sakit yang pernah aku rasakan itu kepada orang lain.Terlebih lagi, memberikan rasa sakit itu kepada Keira. Dan aku sadar, balas dendam terbaik adalah menjalani hidup dengan baik.
__ADS_1
Dan aku harus lebih kuat dari sebelumnya, karena aku harus melawan garis nestapa di takdirnya. Karena sebuah takdir, bukan suatu hal yang hanya bisa kita tunggu datangnya.
Dan aku tidak akan membiarkan, nestapa itu bertamu dan tinggal di sisinya. Dan semoga Tuhan mengabulkan doa ku, dan merubah skenario hidupnya.
Hari ini adalah hari minggu, dan Keira terus memaksaku untuk menatap ponsel milikku. Hanya berbaring di Kasur sambil berbalas pesan singkat dengan Keira, tanpa sadar, waktu pun berlalu dengan cepat.
Mungkin karena aku menikmatinya, jadi waktu berjalan dengan cepat. Namun hari ini, entah kenapa aku terus menjadi serakah, pesan singkat dari Keira makin memacu hal tersebut. Aku sangat merindukannya dan berharap bisa bertemu dengannya hari ini. Hati ini pun terus memberikan perintah ke kepalaku, perintah untuk membuatnya mendekat kearah ku.
Namun aku menghardik keinginan itu, karena aku ingin memberikan waktu kepadanya untuk bersama keluarganya dirumah. Karena hampir tiga bulan ini, aku selalu membuatnya di sisiku. Bahkan kadang aku mengambil waktu liburnya, yang harusnya ia pakai untuk berkumpul dengan keluarganya. Jadi aku mengalah hari ini, dan menahan egoku yang telah dikuasai oleh keserakahan.
Aku hanya memandangi foto kita berdua yang tersimpan di galeri ponselku, dan itu sedikit mengobati kerinduanku padanya. Dan anehnya 3 bulan ini, aku belum melihat satu pun penglihatan masa depan milik orang lain.
Beragam pikiran-pikiran pun segera memenuhi kepala ini, apakah aku sudah sembuh dan sudah tidak bisa melihat masa depan orang lain lagi. Dan semoga seperti itu, bahwa aku sudah sembuh dan tidak akan pernah bisa melihat masa depan lagi.
Tak lama aku mendapat pesan singkat dari Paman, dan aku bersyukur karena itu. Setelah kepergian kedua orangtuaku, Paman lah yang selalu berada di sisiku. Dan aku sudah menganggapnya seperti orangtuaku sendiri, Paman mengatakan bahwa hari ini ia akan berkunjung.
__ADS_1
Memang setiap minggunya, Paman selalu menyempatkan satu atau dua harinya untuk mengunjungi ku. Dan itu sangat berarti bagiku, karena aku sangat mengerti kesibukannya. Setelah kepergian kedua orangtuaku, Paman mengambil posisi kosong di perusahaan Ayahku.
Paman sebenarnya enggan mengambil jabatan itu, tapi Paman berusaha menjaga jabatan itu untuk diriku. Sebenarnya paman adalah seorang pelukis, dan bisa di bilang ia cukup sukses sebagai seorang pelukis. Ia telah berkali-kali menggelar pameran untuk lukisannya di Jakarta dan beberapa wilayah di Indonesia.