WAKTU YANG SEMPURNA UNTUK MATI

WAKTU YANG SEMPURNA UNTUK MATI
(CHAPTER 74) HIDUP INI SUNGGUH MISTERIUS


__ADS_3

HIDUP INI SUNGGUH MISTERIUS


Dan saat aku menatap matanya, aku melihat takdir akan masa depannya. Pagi di sebuah rumah, aku melihat seorang wanita tua terduduk disebuah kursi bergoyang yang menghadap kearah sebuah jendela. Ia terlihat sibuk merajut sebuah syal, dengan benang bewarna merah muda.


Disana ia tersenyum, menikmati masa tuanya. Aku hanya terdiam dan menatap potongan peristiwa itu, dan aku pun bertanya-tanya apakah itu takdir masa depannya Frisca. Dan kuharap begitu, karena aku sungguh ingin dia bahagia. Dan tak lama aku mendengar suara langkah kaki mendekat, aku melihat seorang pria tua berjalan seraya membawa sebuah ponsel.


Aku hanya terdiam menatap pria tua itu, pria tua yang berjalan di bantu tongkat. Ia tersenyum membawa sebuah ponsel tersebut, Pria tua itu lantas memberikan ponsel itu kepada wanita tua yang masih terduduk. Dan aku lihat itu ada panggilan video, di sana ada sebuah keluarga kecil berisi seorang pria, wanita dan anak kecil.


Wanita tua itu tersenyum kearah mereka, dan aku terkejut saat wanita tua itu menyebut sebuah nama yang sangat familiar.


Wanita tua itu memanggil salah satu orang di panggilan video itu, dengan nama Pasha. Sebuah nama yang membuat senyum di wajah ini, saat menatap potongan masa depan itu. Dan saat aku menatap pria tua itu, aku melihat kaca mata minus yang biasa aku gunakan.

__ADS_1


**


Saat aku tersadar, aku hanya menatap Frisca yang ada di depanku. Disisi lain ia hanya menatapku, kemudian tersenyum. Apakah dia melihatnya juga, kebahagian itu. Dan apakah ini mungkin, akan neraka ku sudah sudah berakhir. Apakah ini sebuah babak baru di hidupku, jika seperti itu.


Rasanya aku bisa mengatasi apapun, dan akan kulakukan segalanya untuk mencapai hal itu. Aku hanya ingin bahagia, seperti orang pada umumnya. Tapi apakah itu mungkin, dan aku masih disibukan akan senyuman Frisca di hadapanku.


“Kamu lihat juga?” Tanyaku.


Pagi ini secara tiba-tiba, aku di penuhi oleh harapan. Pagi ini secara tiba-tiba, aku diberikan takdir baru. Pagi ini secara tiba-tiba, aku di berikan kebahagian. Dan karena hal itu, aku tersenyum.


Semuanya akan baik-baik saja, adalah kata yang sering aku sangkal. Karena aku tidak yakin, kata itu berlaku untukku. Tapi kata itu berubah makna hari ini, kepastian akan kata itu membuat dada ini bergetar.

__ADS_1


Aku hanya menatap Frisca di depanku, seorang wanita yang menjadi takdirku. Dia akan menjadi isti dan seorang ibu bagi anak-anakku. Aku akan membagi segala keluh kesah ku dengan dirinya, dan aku akan menua bersamanya.


Mengetahui hal tersebut, aku tersenyum. Namun aku masih ada di tempat yang sama, hati ini masih sama. Telah di miliki oleh orang lain, dapatkah kau merubah hatiku untuk hanya melihat kearah mu. Jadi kumohon goda lah aku, buat aku memikirkan mu.


Jadi kumohon goda lah aku, buat aku untuk jatuh cinta kepadamu. Jadi goda lah aku, dan buat aku tidak bisa hidup tanpamu. Karena aku menginginkan takdir itu, karena aku ingin menginginkan kebahagian.


Berikan semua usahamu, dan aku akan menilainya. Buat aku melupakan Keira, seperti potongan takdir yang aku lihat di masa depan kita. Jika kau tidak memulainya, maka izinkan aku untuk memulainya. Dan mendekat kearah ku, dan mendekat kepada kebahagian. Dan aku akan membuang Keira dari hidupku.


Meskipun aku tahu, bahwa aku akan sulit untuk melakukanya. Ditengah senyuman, aku lantas menyelaraskan tatapanku. Dan aku mulai mendekat diriku kearah Frisca, dia tampak binggung saat mengetahui diriku menatapnya. Aku pun menatap bibir merahnya, dan aku dibutakan oleh niatku untuk memilikinya. Dengan perlahan aku pun mendekatkan diriku kearahnya, dan aku pun mencium bibir merah Frisca.


Obat cinta adalah jatuh cinta. Karena itu aku akan mulai menatapnya, dan hanya akan menatapnya. Aku akan menjadi parasit di hidup Frisca, karena itu satu-satu cara untuk aku bahagia dan orang yang aku sayangi bahagia.

__ADS_1


__ADS_2