WAKTU YANG SEMPURNA UNTUK MATI

WAKTU YANG SEMPURNA UNTUK MATI
(CHAPTER 61) TAKDIR BARU MILIK KEIRA


__ADS_3

TAKDIR BARU MILIK KEIRA


Setelah tersenyum melihat potongan masa depannya, aku kembali dibawa oleh potongan masa depannya berikutnya. Disebuah jalan raya, aku hanya melihat sebuah gedung di depanku. Sungguh tinggi gedung itu, sampai aku tidak tahu berapa lantai yang mengisi gedung tersebut.


Tak lama aku di bawa untuk melihat sebuah ruangan, diruangan itu terlihat banyak sekali tumpukan kertas di atas meja. Dan kulihat seorang wanita terduduk di atas sebuah kursi dimeja tersebut. Wanita itu memunggungi diriku, ia terlihat sibuk berbicara ditelpon.


Dan saat wanita itu, memutar kursinya. Aku melihat Keira tersenyum, seraya memegang telepon genggamannya yang ia dekatkan di kupingnya.


Keira sangat cantik, dengan menggunakan dress bewarna hitam. Di salah satu kerahnya, terlihat sebuah lencana pengacara. Lencana itu menandakan bahwa ia telah meraih mimpinya, dan aku bersyukur karena itu. Keira terus berbicara dengan seseorang di telpon, raut wajahnya berbinar-binar.

__ADS_1


Ia tampak bahagia, melihat itu aku pun tersenyum. Aku pun lantas berjalan diruangan tersebut, dan kembali menatap seisi ruangan itu. Dan aku melihat banyak hal. Di meja yang Keira duduki, terdapat sebuah papan nama dan jabatanya. Dan aku tersenyum, karena masa depannya tidak banyak berubah.


Aku tahu bahwa inilah firma hukum miliknya. Diruangan ini terdapat banyak piagam di bungkus oleh bingkai foto yang mengantung di tembok ruangannya. Piagam yang diraih Keira kerena prestasinya, dan karena itu aku bangga kepadanya. Dan tak lama pandanganku teralih dan tertuju, oleh sebuah papan nama Firma hukum miliknya.


Dan aku tertawa karena ia masih kuno dan tidak berubah. Kulihat nama firma hukum itu KIT Lawyer. Melihat hal itu aku langsung menyimpulkan, bahwa nama Firma hukum itu adalah nama inisial darinya, inisial nama anaknya dan inisial nama suaminya.


Tak lama aku kembali di bawa oleh potongan kisah lainya, kisah akan masa depanya. Aku berdiri di sebuah ruang tamu disebuah rumah, disana sunyi dan gelap. Aku pun hampir tidak bisa melihat apapun, dan tak lama aku mendengar sebuah jeritan Keira. Aku pun khawatir akan teriakan itu, namun saat aku mendatangi sumber suara tersebut. Kulihat Keira bersama dengan vas bunga pecah di atas lantai.


Di tengah kegelapan, aku menatap raut wajah terkejutnya itu. Tampaknya ia tidak sengaja menyenggol vas bunga itu saat berjalan, fakta itu pun membuatku lega.

__ADS_1


Dan setelah beberapa lama, aku di kagetkan oleh nyalanya lampu. Dan dari arah dalam rumah, kulihat seorang pria berperawakan tinggi dan berkulit putih menghampiri Keira sambil membawa kue ulang tahun untuknya. Aku akhirnya melihat suami Keira di masa depan, seorang pria beruntung yang mendapatkan hatinya.


Dia tampak tampan, dan sangat cocok dengan Keira yang cantik. Aku iri olehnya, namun fakta bahwa ia akan membuat Keira bahagia membuatku dengan berat hati mendukungnya.


Di sebelah pria itu, kulihat seorang anak perempuan cantik. Ia langsung menghampiri Keira, dan dengan senyum di wajahnya Keira memeluk anak cantik itu.


Aku bersyukur tak lama, suami Keira menyodorkan Kue itu kearah Keira, diatas kue itu terlihat sebuah lilin yang menyala. Dan tanpa berfikir panjang, Keira lantas meniupnya. Dan setelah itu mereka bertiga tersenyum bahagia. Jika ini ulang tahun Keira, berarti sekarang adalah tanggal 27 Mei.


Dan aku sedikit menyesal, karena aku tidak mempunyai kesempatan merayakan hari lahirnya itu. Namun fakta bahwa aku bisa melihat senyumanya di hari lahirnya ini, membuatku sedikit bersyukur.

__ADS_1


__ADS_2