
ARUM & CINTANYA
Raut wajah Arum pun membuat atap sekolah ikut tegang, walaupun aku tahu apa yang akan ia bicarakan, tapi entah kenapa aku juga tegang di buatnya.
“Rasya, gua minta tolong. lu lupain ya, apa yang lu lihat di UKS. Gua gak mau, itu berpengaruh terhadap pemilihan ketua osis.” Pinta Arum.
“Iya rum, gua juga minta maaf. Jujur gua gak bermaksud, dan gua gak akan bilang ke siapa pun, apa yang gua lihat tadi.” Jawabku.
Tak lama mata Arum memerah dan seketika ia menutup wajahnya dan menangis di hadapanku. Lagi-lagi aku tidak tahu harus berbuat apa, karena bagiku kejadian ini sangat awam, sehingga aku tidak tahu bagaimana harus bersikap.
Arum pun terus menangis, sementara aku terdiam bersama kebingungan yang memenuhi diriku.
“Gua gak mau, dia kalah dalam pemilihan, gua sayang sama dia.” Kata Arum seraya menangis.
Sekali lagi aku menyesal, karena tidak pernah membaca buku. Walau aku tahu, kejadian ini juga tidak akan pernah di jelaskan di buku manapun.
“Gua gak mau jadi penghalang bagi Romi, gua takut fakta bahwa Romi pacaran sama gua, membuat dia kehilangan suara.” Kata Arum sambil terus menangis.
“Gua pelupa kok, tenang aja.” Jawabku.
Kata-kataku sedikit menghentikan tangisan Arum, dan aku bersyukur karenanya. Melihat Arum, aku sadar bahwa sekuat apapun manusia akan menjadi orang yang paling lemah terhadap orang yang ia cinta. Dan aku mulai mengerti maksud Keira, ini semua soal kasta.
__ADS_1
Sistem itu yang sudah menjamur di sekolah kami. Di turunkan oleh para pendahulu, dan di jadikan tradisi di sekolah kami. Bahwa siswa/siswi popular di sekolah, harus berpacaran dengan siswa/siswi popular lainnya, jika tidak mereka harus kehilangan kepopuleran mereka.
Arum pun pergi setelah mengatakan permintaanya padaku, ia pergi setelah menyeka air matanya. Melihat besarnya cinta Arum, membuatku ingin mengerti dan merasakan cinta. Tapi aku sadar, bahwa cinta terlalu mewah untukku, karena nantinya penglihatan ku akan masa depan, merenggutnya dariku.
Saat aku kembali ke kelas, aku melihat Keira sedang mengobrol dengan Romi. Tampaknya Keira mengambil langkah cepat, dan semoga semua berjalan seperti yang Keira harapkan. Dan aku harap, Keira bisa menang di bursa pemilihan ketua OSIS, seperti harapannya.
**
Bel sekolah membuat hatiku bergembira, aku lantas mengambil langkah seribu untuk kembali ke istanaku. Hari adalah hari yang sangat melelahkan dan aku berharap hari ini, tidak pernah terulang lagi di hidupku.
Penuhnya penumpang membuat bus yang aku tumpangi melaju kencang, dan aku bersyukur karenanya. Bus pergi meninggalkan rasa lelah yang masih berkecamuk di tubuhku.
Sementara aku hanya berjalan kaki menuju istanaku, yang letaknya sekitar 500 meter dari halte ini. Hari ini aku cukup melelahkan, tapi aku cukup bersyukur. Di temani langit berwarna kemerahan, aku pelan kan ritme langkahku untuk mengurangi rasa sakit pada kakiku.
Kasur menyambut ku dengan lembut, dan rasa nyaman yang ia berikan siap membawa masuk ke alam mimpi. Dan berbahagialah bagi orang yang tidak pernah berharap, karena dia tidak akan kecewa.
**
Keira sekali lagi membuat hidupku lebih sibuk dari biasanya. Ponselku terus berbunyi, dan mulai mengusik kantuk yang memenuhi diriku. Aku lantas mematikan daya ponselku, aku sudah cukup tersiksa dengan hari ini. Namun rasa lelahku tampaknya melupakan siapa Keira, aku lupa akan fakta bahwa Keira adalah sebuah mesin yang tak mengenal rasa menyerah. Dia akan selalu mendapatkan apa yang dia mau, dan aku tampaknya harus melupakan keinginanku untuk bercengkrama lebih lama bersama tempat tidurku.
Aku di bising kan oleh bunyi bel berulang-ulang kali, dengan ritme yang sangat cepat. Kebisingan pun membuatku mulai beranjak dari tempat tidur dan aku sungguh membenci Keira hari ini. Saat pintu terbuka, dia menyambut ku dengan senyum menyebalkan ya.
__ADS_1
“Lama banget sih bukanya, lu lagi ngapain sih?” Tanya Keira sambil berjalan masuk kedalam rumah.
Aku hanya menatapnya, seraya menahan amarahku yang siap meledak. Keira langsung duduk sofa di ruang tamu. Tanpa daya, aku hanya mengikutinya keruang tamu, bersama rasa kesal ku yang mulai membuat kepala rasanya mendidih.
“Hape lu kemana sih? gua telpon gak diangkat-angkat.” Kata Keira dengan nada kesal.
Diam ku membuat amarah Keira makin meledak, dia lantas duduk di sofa dengan mata yang masih melotot kearah ku. Setelah terdiam berapa lama, Keira lantas menatapku dengan serius.
“Beneran, jika gua jadiin Romi wakil gua. Gua bisa menang?” Tanya Keira dengan serius.
“Iya.” Jawabku.
Wajah Keira lantas berubah, setelah mendengar jawabanku, dan aku sungguh tidak mengerti maksud dari tatapan itu. Setelah terdiam lama, Keira langsung menatapku dan tersenyum.
“Oke gua bakal jadi ketua osis baru.” Kata Keira sambil tersenyum.
Aku terkejut setelah mendengar perkataan Keira, tampaknya ia berhasil menyakinkan Romi untuk menjadi wakilnya di bursa pemilihan ketua OSIS. Dan aku bersyukur karenanya.
“Romi mau?” Tanyaku.
“Dengan satu syarat, gua harus jadi pacarnya.” Kata Keira dengan santai.
__ADS_1
Aku hanya terdiam menatap Keira, kali ini dia benar-benar mengejutkanku. Aku pun tidak mengerti akan diriku, sementara aku masih terganggu akan Keira. Dan benar, hidup ini terlalu misterius, untuk orang yang terlalu serius.