
"Kakak ipar sudah pergi"lirih Albert sambil memberi surat yang ada di kasur Ayraa.
"Ini surat yang ditinggal untuk kamu"serah Albert membuat Rio membeku.
"Apa ini maksudnya dengan pergi??"batin Rio memandang surat itu.
Rio mengambil dan membacanya.
"Hubby aku minta maaf karena kepergiaan aku ini.Aku tahu kamu pasti marah dan kecewa sama aku.Tapi maaf aku harus pergi.Berikan aku masa untuk tenangkan diri aku.Begitu banyak masalah yang kita lalui.Tambah pula hati kamu bukan milik aku sepenuhnya.Hahahaha aku terlalu tinggi melayang membayangkan cintamu dan hatimu hanya untuk aku.Tapi aku salah.Kamu bukan sepenuhnya milik aku.Aku sadar aku hanya penganti untukmu.Maaf hati aku masih sakit buat masa ini.Dan aku pikir kamu pasti nggak peduli sama kepergiaan aku.Bahagialah kamu selama aku tiada dan jika kamu mahu nanti aku akan uruskan perceriaan kita.Maaf tapi aku merasa lebih baik kita mengakhirinya sebekum terlalu jauh.Maaf hubby aku pergi karena aku nggak sanggup menahan sakit ini.Percayalah aku akan pulang jika hati aku mulai tenang atau sebaliknya akan ada surat dikirim kepadamu.Tebakla aku yakin kamu pasti bisa menebaknya.Aku harus oergi dan jangan mencariku.Maafkan aku karena aku yang paling tersakiti di sini.
^^^^^^Istrimu,Ayraa Adelia."^^^^^^
Rio menangis membaca surat itu.Dia menyesal karena mengabaikan penasaran Ayraa terhadapa mantannya sehingga salah faham ini terjadi.Dia meratapi semuanya.
"Aku udah salah hyung.Dia udah meninggalkan aku.Dia ragu sama cintaku"tangis Rio membuat semua yang ada turut terluka.Rio sangat sukar menangisi sesuatu dan ini membuat semua hanya bisa berdiam.
"Ji apa tadi ada yang masuk??"tanya Henri.
"Ada seorang nurse ke sini dan keluar bersama temannya nona"jawab lelaki yang bernama Ji itu.
"Teman??Apa kamu kenal yang mana??"tanya Henri.
"Nggak jelas tuan Henri karena dia menunduk semasa keluar"tutur Ji menunduk.
"Ini udah dirancang Rio"cicit Charles dari belakang.
"Apa maksudmu hyung??"tanya Rio tidak memahami.
"Baju Ayraa ada di kamar mandi.Nampaknya mereka menukar pakaian mereka sebelum keluar"cicit Charles.
"Ayraa kenapa kamu ninggalin aku"lirih Rio menunduk.
...****************...
"Dia sudah meninggalkan aku"lirih Rio.
"Sabar hyung.Kami akan usaha temukan kakak ipar.Kalian akan bersatu.Hanya saja kakak ipar salah faham sama kamu"nasihat Erudian.
"Saya akan bawakan Nona Muda ke sini Tuan Muda.Nggak usah khawatir.Saya janji itu"balas Bian dengan yakin.
"Lacak jam dan cincin Ayraa.Aku menyuruh Dion meletakkan alat pelacak di situ.Aku harap dia tidak menanggalkan"perintah Rio tergesa.
"Bentar.Tadi Ji mengatakan ada temannya Ayraa.Apa kata kita menemui mereka duluan"cadang Ditrain.
"Mereka ada di cafe di seberang rumah sakit"beritahu Erudian.
"Dari mana kamu tahu??"tanya Albert.
"Kiara ada sama mereka"balas cepat Erudian.
"Ayo ke sana"gesa Rio.
Mereka akhirnya menuju ke cafe yang dituju Erudian.Mereka memasukinya dan melihat ada Kiara,Alesya dan Anna.Mereka berdua nggak ikut untuk mengelirukan Rio.
Rio mendekati mereka bertiga.Sedangkan Henri mengosongkan cafe itu.Albert dan yang lain mendekati mereka takut Rio nggak bisa kawal emosinya.
"Di mana kalian sembunyikan Ayraa???"bentak Rio.
"Kakak"gugup Kiara.
"Katakan jangan sampai aku hancurkan kalain jika aku dapat tahu kalian berkaitan sama kaburnya Ayraa"emosi Rio membuat mereka bertiga langsung ketakutan.
"Apa maksud tuan muda??"tanya Anna gugup.
"Nggak usah basa basi sama kamu.Aku tanya di mana Ayraa sekarang???"bentak Rio.
"Kami nggak tahu"jawab Alesya gugup.
"Nona jawan jujur aja.Kami nggak bisa halangin jika Rio bermain sama keluarga kalian"pujuk Albert.
"Kami benar nggak tahu"balasnya.
__ADS_1
"Please bagitahu aku di mana Ayraa??"lirih Rio yang mulai melutut di lantai membuat Henri kaget mendekati Rio.
"Rio bangun.Nggak usah begini.Aku akan cari istrimu sampai ketemu"pinta Henri.Alesya,Anna dan Kiara tersentuh melihat keadaan Rio yang kacau.Mereka sebernanya nggak tega tapi mengingat janjinya sama Ayraa hanya bisa terdiam.
"Jika kalian milih berdiam ya udah.Tapi jangan salahkan aku jika aku hancurin keluar kalian jika kalian terlibat sama kehilangan.Dan tanpa Rio akj bisa hancurin kalian dengan sekejap.Aku nggak akan bertolenransi sama pembohong"bentak Gion yang emosi melihat adiknya kehilangan arah.
"Tolong beritahu aku di mana Ayraa.Aku mo...."ucapan Rio terputus karena dirinya terjatuh tepat di hadapan Gion.
Semua menjadi kaget melihat Rio pengsan.Dengan gerakan cepat Gion mengangkat Rio dan berlari ke rumah sakit kembali dan memasuki kamar tadi.
Dokter pribadi keluarga William dipanggil karena mereka mahu membahayakan keadaan Rio yang masih tidak bertenaga itu.
"Ada apa sama Rio Dok??"cemas Henri.
"Stress.Tuan muda terlalu stress bikin dirinya nggak bisa mengawal pernafasannya.Tolong jangan bikin tuan muda stress dan kepikiran.Itu bahaya untuk tuan muda.Dan jangan lupakan elakkan alkohol semestinya"jelas Dokter Miko.
"Baiklah Dok.Makasih"balas Albert.
"Kalau nggak ada apa apa saya permisi"pamit Miko.
"Baiklah"jawab Henri.
Kepergiaan Miko membuat suasan semakin hening.Tiada seorangpun membuka suara.
"Hyung kita harus cari Ayraa sekarang sebelum Rio terjaga dia pasti akan maksa untuk mencari Ayraa.Aku nggak mahu dia emosi lagi.Kasian aku lihat samanya.Ini semua salah faham dan kakak ipar harus tahu semuanya"lirih Albert memandang Ditrain.
"Lacak lokasi kakak ipar melalui cincinnya.Suruh Dion lacak keberadaan kakak ipar sebelum siasat kebusukan keluarga Audrey"balas Ditrain kepada Bian.
"Baiklah"dengan segera Bian bangun dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Dion.
Sedangkan di lain tempat
Ayraa memilih pergi ke villa milik Alea di selatan Jakarta.Alea mengatakan dia mahu menemani Ayraa karena khawatir.Dia dan Alea memutuskan semua kontak dari sesiapapun karena nggak mahu dilacak Rio.Ayraa masih nggak tahu tentang alat pelacak yang ada di jamnya dan juga cincin nikahnya.
"Ayraa apa kamu nggak menyesal??"tanya Alea duduk di sebelah Ayraa yang bersantai di balkon kamarnya.
"Aku harus tenangkan fikiran aku.Biarkan aku rehatkan diri aku Alea.Aku mohon selama di sini jangan nyebut tentangnya lagi"pinta Ayraa membuat Alea pasrah.Mereka menikmati sore itu dengan tenang.Setidaknya Alea dapat mengawasi Ayraa daripada melakukan perkara yang bukan bukan.
Skip di cafe
"Nggak Ayraa sengaja matikan ponselnya dan Alea"lirih Anna.
"Aku nggak tega lihat keadaan Kak Rio begiti.Sebernanya kakak ipar telah salah faham di sini"cicit Kiara.
"Salah faham??Apa maksudmu??"tanya Anna.
"Iya kakak ipar salah faham tentang perasaan Kak Rio terhadap mantannya.Kak Rio memang nggak ngerti perasaan kita perempuan.Jadi itu yang aku tahankan Kak Ayraa di sini"lirih Kiara kemudian menceritakan semuanya kepada Alesya dan Anna.
"Ya ampun Raa kamu terburu banget.Aku jadi bersalah sama Tuan Muda"lirih Alesya.
"Pasti Kak Gion marah jika tahu hal yang sebernanya"takut Kiara.
"Apa kita harus terus terang sama mereka??"tanya Anna meminta pendapat.
"Ya udah ayo.Tapi kita nggak tahu di mana Ayraa"tutur Alesya membuat semua mengangguk.
"Gapapa.Asalkan kita udah jujur.Aku takut sama kemarahan Kak Gion.Dia bisa berubah menjadi mengerikan jika lagi marah.Apa lagi Kak Rio adalah adik kesayangannya"yakin Kiara.
"Ya udah ayo"ajak Anna setelah yakin dengan keputusan mereka.
Mereka segera menuju ke rumah sakit.Setibanya di sana,mereka menuju ke arah kamar Ayraa karena mereka yakin Rio di situ.
"Apa yang terjadi kita harus jujur"yakin Alesya.
Kiara mengetuk pintu ruangan itu dan keluarlah Henri yang membukanya.
"Apa bisa kami masuk Kak Henri.Kami harus bicara sama Kak Rio"pinta Kiara yang akhirnya dibenarkan samanya.
"Masuklah"ajak Henri.
Gion dan Rio yang melihat mereka bertiga kembali ke sini melihat aneh ke arahnya.Albert sudah tahu mereka akan bicara jujur dari wajahnya.
__ADS_1
"Kakak aku mahu bicara sesuatu"cicit Kiara menunduk tetapi kakinya mendekati ke arah Rio yang masih berbaring tanpa infus karena ditolak olehnya.
"Katakan aja"ketus Rio.
"Sebernanya...."gugup Kiara.
"Ayo Kiara kamu bisa"semangat Anna dan Alesya dari belakang.
"Sebernanya,Kak Ayraa salah faham sama kakak"jujur Kiara.
"Maksudmu Kiara??"bingung Rio.
"Kak Ayraa salah faham sama barangan mantan Kak Rio yang ada di apartmentmu dan juga album gambar kalian berdua.Dan juga surat yang ada di situ.Kak Ayraa melihatnya dan membacanya.Dia juga capek dan takut sama Mommy"jelas Kiara menunduk.
"Apa maksudmu dengan mommy??"tanya Rio.
"Nyonya Besar ada mengirimkan pesan kepada Ayraa yang juga merupakan ancaman kepadanya.Bukan itu saja,sewaktu Ayraa dihias sebelum pesta bermula,Nyonya Besar dan Nona Pelakor itu memburukkan Ayraa dan mengatakan nasib Ayraa yang buruk yang harus menjadi penganti mantanmu"jelas Anna yang tidak tahan.
"Apa maksudmu??"kaget Rio.
"Iya kak.Mommy mengancam Ayraa dan juga menghinanya.Audrey ****** itu juga ikut campur dan mengatakan Kak Ayraa akan berpisah sama Kak Rio tak lama lagi karena dirinya sudah tidur sama Kak Rio"tambah Kiara membuat Rio semakin emosi.
"Brengsekk.Sialan ****** itu.Dion pastikan ****** hancur dan mommyku kamu tarik aksesn kartunya dan passportnya dan pindahkan mommy dan daddy pulang ke negeri inggeris.Aku nggak akan biarin sesiapa yang sakitin Ayraa bebas begitu saja"perintah Rio dengan emosi memburu.
"Apa kalian tahu di mana Kakak Ipar sekarang???"tanya Gion menatap ke arah mereka bertiga.
"Nggak Kak Gion.Sumpah dech kami bertiga nggak tahu keberadaan Kak Ayraa.Kami hanya tahu Kak Ayraa akan kabur sama Kak Alea tetapi kami juga kaget mereka kaburnya hari ini"jujur Kiara.
"Beneran kalian nggak sembunyiin apa apa lagi??"siasat Leon dari jauh.
"Nggak...."dengan gugup Alesya dan Anna menjawab.
"Jujur semuanya atau aku akan hancurin kaliam juga"marah Rio.
"Sebernanya,Ayraa telah mengugat penceraian di mahkamah"latah Anna yang kaget di bentak.
"Apa?!!!!!!!Cerai??Bagaimana bisa???"kaget Gion dan Rio.
"M....mommy.Mommy telah siapin dokumennya dan Ayraa terpaksa menandatanganinya.D...dannn...."takut Kiara.
"Dan apa Kiara Diana?!!!!"bentak Rio.
"Dan mommy akan menjebak kakak untuk tandantangan dokumen itu dan juga mereka berdua merancang untuk menaruh obat perangsang agar Kak Rio dan Audrey melakukannya"lirih Kiara.
"Brengsek aku akan balas semua perbuatan kalian"kesal Rio.
"Menjijikannya"gumam Charles.
"Apa benar kalian nggak tahu di mana kakak ipar sekarang Kiara??"tanya Erudian memastikan.
"Benar kak Eru.Kami nggak tahu.Sumpah"balss Kiara menyakinkan mereka.
"Kalian pulang duluan jika Kakak Ipar menelefon kalian bisa beritahu kami dan Henri serahkan nombor ponselmu"perintah Gion.
"Ini"serah Henri kepada Alesya.
"Hubungi Henri jika ada kabar tentang mereka"perintah Gion.
"Baiklah.Kami pulang duluan"pamit Kiara diikuti Anna dan Alesya.
Selepas mereka bertiga keluar,Dion mendekati Rio yang melamun.
"Tuan Muda saya sudah menemukan keberadaan Nona Ayraa"ujar Dion membuat Rio mendapat kegembiraan.
"Benarkah??Di mana??"teruja Rio.
"Di kawasan pedalaman di selatan Jakarta.Mereka berada di villa milik keluarga Nona Alea temannya Nona Ayraa"jelas Dion.
"Lacak CCTV di sana duluan Dion.Bisa aja mereka udah menyadari alat pelacak di cincin kakak ipar"perintah Gion.
"Baiklah.Bentar saya melacak CCTV yang ada di sana"balas Dion.
__ADS_1
"Sayang tunggu aku"lirih Rio menatap foto Ayraa di ponselnya.
...BERSAMBUNG✨...