
Tiba tiba monitor Ayraa berbunyi membuat Rio kembali menoleh ke arah Ayraa.Dokter Gina kelihatan panik dan coba mengontrol degupan jantung Ayraa.
"Tuan muda sila tunggu di luar dahulu.Kami akan coba sebaik mungkin"ujar suster.
Henri menarik Rio yang terdiam di muka hadapan pintu.Gion dan yang lain mendengarkan keributan mendekati Rio dan Henri.
"Apa yang terjadi Rio??"tanya Ditrain.Rio tidak menjawab lalu mendekati Atmadja dan yang lain dengan amarah.Henri segera mengikutinya untuk mengawal emosi Rio yang memuncak.
"Kalian ingat ya kalau apa apa terjadi sama istriku,aku nggak akan segan menghancurkan kalian sekeluarga.Camkan itu Tuan Atmadja!!"amarah Rio.
"Rio tenang.Ini rumah sakit.Kawal emosimh"tegur Gion.
"Dia telah menyebabkan Ayraa kembali kambuh.Aku nggak akan maafkan mereka jika terjadi apa apa sama istriku"emosi Rio.
"Rio tenang.Jaga emosi kamu.Jangan begini Rio.Ayraa nggak mahu kamu emosi begini"tegur Albert.
Rio kembali tenang dan duduk di kerusi yang Dion sediakan untuknya.
Sedangkan Sri dan Rico kecewa sama Atmadja.
"Apa daddy puas sekarang??Jangan salahkan aku jika Ayraa nggak diizikan ketemu sama kita lagi.Aku sangat kecewa sama Daddy sekarang"kecewa Rico melangkah menjauhi Atmadja.
"Aku nggak mahu komentar apa apa karena Mommy sungguh kecewa dan sedih dengan sikapmu Atmadja.Ayraa masih kecil di saat itu.Kamu bikin ulah tanpa memikirkan akibatnya.Mommy nggak mahu ikut campur lagi dalam halmu"kecewa Sri mengalihkan pandangannya.
"Apa paman tahu,Ayraa diberi racun semasa pesta tadi malam"ujar Alea membuat Sri dan Atmadja menatapnya.
"Apa benar??"tanya Sri memastikan.
"Iya aunty.Racun itu sangat bahaya karena daoat menghentikan saluran penafasan.Dan untungnya Rio mempunyai penawarnya.Aku nggak salah menilai Rio karena aku tahu dia dapat melindungi Ayraa dan lihat aja nanti Rio pasti akan menjauhi Ayraa daripada kalian"ujar Alea membuat Sri menghelakan nafasnya.
"Aunty udah redha jika itu berlaku.Rio juga nggak salah jika lakukan itu"pasrah Sri.
Tiba tiba.....
...****************...
Tiba tiba,Dokter Gina keluar dari ruangan dengan wajah lesu.Rio mendekatinya.
"Kondisi Nona Ayraa drop seketika dan untungnya kami dapat mengatasinya.Dan mohon tuan muda jaga emosi Nona Ayraa karena emosinya tidak stabil membahayakan keadaannya sekarang.Tambahan pula racun dalam badannya belum sepenuhnya hilang dan meninggalkan kesannya.Jadi saya sarankan jangan biarkan Nona Ayraa terlalu emosi"jelas Gina.
"Apa aku bisa masuk??"tanya Rio tanpa menjawab penjelasan Gina.
"Iya bisa tapi jangan bikin ribut karena Nona Ayraa harus istirihat"tegur Gina lalu berjalan meninggalkan mereka.
Rio mendekati Rico.Rico mendongak melihat Rio di hadapannya.
"Mulai hari ini jangan pernah kalian munculkan diri di hadapan istriku dan aku akan putuskan semua hubungan kalian.Dan ingat Tuan Atmadja aku masih punya hati kemanusiaan untuk tidak menghancurkan perusahaan anda"dingin Rio lalu melangkah masuk ke ruangan Ayraa.
"Tunggu Rio.Apa aku dan Mommy bisa melwat Ayraa sebelum pulang???"pinta Rico.
"Silakan"setuju Rio.
Rio,Rico dan Sri memasuki ruangan Ayraa.Kelihatan Ayraa yang masih pucat terkulai lemas di ranjang pesakit.Sri mendekatinya.
"Maafin mommy sayang.Mommy sentiasa sayangin kamu.Maafin Daddymu sayang ya.Mommy harap kami bahagia sama suamimu sayang.Jangan khawatir mommy merestuin kalian berdua"lirih Sri menahan tangisannya.Bergantian dengan Rico.Rico mendekati adik manjanya.
"Princess,maafin kakak ya sayang.Kakak terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga lupain kamu sayang.Kakak harap kamu bahagia sama Rio ya.Kakak percaya dia bisa bahagiain kamu.Kakak tahu kamu udah layak menjadi istri dan calon ibu tidak lama lagi.Kakak minta maaf di pihak daddy ya.Ingat kakak sentiasa sayang kamu sampai kapanpun.Kamu akan tetap menjadi princessnya kakak.Kamu akan menjadi milik Rico sampai kapanpun"bisik Rico menitikkan air matanya.Dirinya sukar menerima ini semua tetapi dia tahu ini salah Daddynya.
"Tolong jagain princess aku ya Rio.Jangan sakitkan hatinya.Aku percaya sama kamu.Semoga kalian bahagia selalu"pesan Rico diangguk oleh Rio.
"Kakak dan Mommy pamit ya"pamit Rico menuntun Sri keluar dari ruangan itu.
"Aku harap kamu nggak membatasi komunikasi kami ya Rio"lirih Rico sebelum hilang di balik pintu ruangan itu.
Selepas kepergian mereka,Gion dan yang lain memasuki ruangan Ayraa.Sedangkan Ayraa sedari tadi telah sadar tetapi memutuskan untuk tetap berpura pura.Dia menahan tangisnnya mendengar ucapan Rico dan Sri.
"Di mana temannya Ayraa??"tanya Rio.
"Mereka udah pamit sekalian sama keluarga kakak ipar.Katanya ada revision bersama"jawab Erudian.
"Apa keputusanmu untuk muktamad Rio??"tanya Gion sedari tadi diam membisu.
"Iya aku nggak mahu Ayraa emosi lagi.Biarkan keadaan surut duluan baru aku pertimbangkan lagi"kekeh Rio.
"Ya udah kalau itu keputusanmu"balas Gion.
"Ini udah dekat waktu makan siang.Kamu mahu makan apa??"tanya Gion.
"Sayang kamu mahu makan apa??"alih alih Rio menanyakan kepada Ayraa yang berpura pura tidak sadar lagi.Rio mendekatinya.
"Aku tahu kamu udah sadar.Jadi kamu mahu makan apa??"tanya Rio kembali.
"Hubby...Ikut kamu aja"jawab Ayraa dengan pelan.
"Kalian aja pilih makanannya dan pastikan tidak pedas"pesan Rio.
"Baiklah kalau gitu kami keluar aja"pamit Gion karena dia ingin memberikan ruang kepada Rio dan Ayraa berbincang.
Selepas mereka keluar,Rio mendekati Ayraa dan mengusap pelan wajahnya.
"Maaf"cicit Ayraa.
"Kenapa kamu minta maaf??Kamu nggak salah sama aku"tanya Rio tersenyum.
"Maaf karena kelakuan Daddy aku"lirih Ayraa.
"Nggak usah mikirinnya.Kamu nggak boleh banyak pikiran.Jadi sekarang ayo tiduran aja sambil menunggu mereka membeli makan siang untuk kita"ajak Rio.
"Tapi sebelum itu aku mahu dengar kamu nyanyi bisa???Aku lihat kamu di sosmedmu pandai menyanyi.Aku jadi ingin mendengar nyanyian kamu"pinta Rio.
"Apa benar??Tapi suaraku nggak merdu buat masa ini.Nanti aja ya"tolak Ayraa.
"Ya udah"rajuk Rio memalingkan wajahnya.
"Okay okay aku nyanyi.Kamu naik dan duduk di sebelah aku aja okay.Ranjang ini sangat luas untuk aku seorang"pinta Ayraa.Rio mengangguk lalu naik ke sebelah Ayraa.
"Any resquest??"tanya Ayraa.
"Lagu favouritmu"balas Rio teruja.
"Apa kita duet aja??"tanya Ayraa.
"Aku penasaran dengan nyanyian kamu"ujar Ayraa.
"Apa benar mahu duet sama aku???"tanya Rio memastikan.
"Iya aku mahu"balas Ayraa tersenyum.
"Ya udah pilih aja lagunya"pinta Rio.Ayraa segera memilih lagunya.
"Bagaimana dengan I"LL NEVER LOVE AGAIN???"cadang Ayraa.
"Ikut kamu aja.Aku okay aja.Ya udah kita mulain ya"seru Ayraa teruja.
"But wait..Bisa aku rekod untuk sosmed aku??"tanya Ayraa memelas.
"Nggak sayang.Jangan post di sosmed.Kalau ingin mengirimnya ke temanmu aku setuju tetapi tidak dengan sosmed.Nanti mereka akan mengetahui lokasi kita"tolak Rio.
"Baiklah"seru Ayraa tersenyum.Dia mengerti alasannya.Ayraa memgambil ponselnya dan memposisikannya agar senang untuk divideoin
"One two three start"kira Ayraa sebelum memulakan nyanyiannya.
✨I"LL NEVER LOVE AGAIN✨
Wish I could, I could've said goodbye
I would've said what I wanted to
Maybe even cried for you
If I knew it would be the last time
I would've broke my heart in two
Tryna save a part of you
Don't wanna feel another touch
Don't wanna start another fire
Don't wanna know another kiss
No other name fallin' off my lips
Don't wanna give my heart away
To another stranger
Or let another day begin
__ADS_1
Won't even let the sunlight in
No, I'll never love again
I'll never love again, oh, oh, oh, oh
When we first met
I never thought that I would fall
I never thought that I'd find myself
Lying in your arms, mm, mm
And I wanna pretend that it's not true
Oh, baby, that you're gone
'Cause my world keeps turnin', and turnin', and turnin'
And I'm not movin' on
Don't wanna feel another touch
Don't wanna start another fire
Don't wanna know another kiss
No other name fallin' off my lips
Don't wanna give my heart away
To another stranger
Or let another day begin
Won't even let the sunlight in
No, I'll never love
I don't wanna know this feelin'
Unless it's you and me
I don't wanna waste a moment, ooh
And I don't wanna give somebody else the better part of me
I would rather wait for you, ooh
Don't wanna feel another touch
Don't wanna start another fire
Don't wanna know another kiss
Baby, unless they are your lips
Don't wanna give my heart away
To another stranger
Don't let another day begin
Won't let the sunlight in
Oh, I'll never love again
Never love again
Never love again
Oh, I'll never love again
Mereka menamatkan nyanyian mereka dengan senyuman bahagia.Ayraa tidak menyangka suara Rio begitu merdu.
"Wow sayang kamu keren banget"puji Ayraa.
"Kamu ada aja.Ya udah sekarang kita tidur yukk"alih Rio.
"Baiklah"balas Ayraa lalu mengambil ponselnya untuk disimpan video tadi.
"Jangan ninggalin aku lagi.Aku udah nggak punya sesiapa lagi.Aku hanya punya kamu"tangis Ayraa pecah di pelukan Rio.
"Aku nggak akan ninggalin kamu sayang.Tenang aja.Aku akan lindungi kamu sebaik mungkin.Kamu nggak mikirin terlalu berat.Itu nggak baik untuk kesihatan kamu.Lupakan segala masalah sejenak.Ingat ya aku nggak suka kamu mikirin hal mereka lagi.Lupain dan jangan khawatir aku akan jaga kamu sayang"jelas Rio mengeratkan pelukannya.Rio tidak mendapat balasan dari Ayraa dan rupanya Ayraa udah terlelap dengan matanya yang sembap.
"Aku janji akan bahagiakan kamu sayang"gumam Rio mengecup lembut kening Ayraa.Rio memutuskan untuk nggap tidur karena dirinya tidak ngantuk saat ini.
"Knock,knock"pintu ruangan Ayraa diketuk.
"Masuk aja"panggil Rio.
"Rio ada apa masalah??"tanys Akbert karena Rio menelefonnnya.
"Tolong aku ambilin ponsel dan laptop ku di sana.Aku nggak mahu Ayraa tersadar"pinta Rio karena saat ini Ayraa memeluknya denga erat tetapi Rio melepaskannya dengan pelan dan membiarkan Ayraa memeluk pinggangnya.
"Iya bentar"balas Albert mendekati Rio sambil membawa laptop dan ponsel Rio.
"Nahh.Apa ada keperluan lain??"tanya Albert.
"Nggak ada.Kamu mahu keluar silakan"usid Rio.
"Dasar ya.Nggak perlukan aku terus usir aku ya.Jahat kamu Rio"gerutu Albert.
"Udah diam nanti istriku terbangun"tegur Rio.
"Kakak ipar kelihatan capek banget.Apa dia nangis lagi??"tanya Albert melihat air mata di sudut mata Ayraa.
"Hemm iya.Udahlah keluar aja sana.Aku nggak bisa fokus sama pekerjaan aku"usir Rio.
"Iya iya aku keluar.Kalau ada apa apa panggil aja aku"ujar Albert sebelum keluar.
Rio mengabaikannya dan mula berkerja dengan laptopnya.Walaupun cuti dia nggak bisa mengabaikan kerjaannya.
Akhirnya setelah lama berkutat dengan laptopnya,Rio meletakkan kembali laptopnya karena udah mahu memasuki jam makan siang.Dia nggak mahu Ayraa terlambat makan karena dia tahu Ayraa masih belum sepenuhnya sembuh.
Rio mengusap pelan wajahnya Ayraa.Ayraa terusik dengan sentuhan Rio di wajahnya lalu membuka mata.
"Good morning sayang"sapa Rio tersenyum.
"Ini udah jam berapa hubby??"tanya Ayraa.
"Jam 11"jawab Rio.
"Ini udah siang jadi Good Afternoon Hubby"sapa Ayraa membuat Rio tersenyum.
"Ayo bangun.Kamu harus bersihkan diri kamh.Nanti kita makan siang sama mereka"ajak Rio.
"Bantuin aku bangun"manja Ayraa.
"Ayo sini"balas Rio menghulurkan tangannya.
"Makasih hubby"ujar Ayraa kemudian memeluk Rio.
"Kenapa??"tanya Rio yang menyadari kesedihan Ayraa.
"Jangan ninggalin aku.Aku udah nggak punya sesiapa"lirih Ayraa.
"Heyy lihat aku.Aku janji nggak akan ninggalin kamu.Apa kamu nggak percaya sama aku"balas Rio memegang kedua pipi Ayraa.
"Aku percaya sama kamu"ujar Ayraa kembali tersenyum.
"Sekarang ayo mandi"ajak Rio.
"Bentar Rio.Kenapa mahu ngajak aku mandi.Aku bisa sendiri"tolak Ayraa.
"Nggak aku akan mandiin kamu sayang"seru Rio.
"No no aku bisa sendiri.Jangan khawatir.Kamu tunggu aja di luar kamar mandi ya"tolak Ayraa.
"Apa kamu malu sayang?"goda Rio membuat Ayraa kembali merona malu.
"Pleass hubby biarkan aku mandi duluan ya"pinta Ayraa.
"Iya iya.Aku tunggu di luar aja.Ada apa apa panggil aku ya"pasrah Rio.Ayraa berjalan memasuki kamar mandi.
Setelah selesai bersihkan dirinya,Ayraa keluar dengan pakaiannya yang diberikan Rio sebelum masuk ke kamar mandi.
"Sayang kamu udah siap"tegur Rio dari belakang Ayraa dan memeluknya.
__ADS_1
"Udah.Hubby sekarang kamu gantian mandi sana"usir Ayraa melepaskan pelukannya.
"Tolong kuncikan pintu duluan dan jangan buka sebelum aku keluar"suruh Rio kemudian masuk ke kamar mandi.
"Emang ada apa??"gumam Ayraa menatap pintu kamar mandi yang tertutup.Walaupun masih bingung,Ayraa tetap mengunci pintu itu.Kemudian,dia duduk kembali di kasurnya sambil menunggu Rio.
Tidak lama kemudian,Rio keluar dengan hanya memakai handuknya.Die sengaja tidak memakai pakaiannya di kamar mandi.Ayraa melihat segera mengalihkan pandangannya.
"Hubby kenapa kamu nggak pakai pakaian mu di kamar mandi??"seru Ayraa menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Apa kamu malu??"tanya Rio berjalan mendekati Ayraa membuat Ayraa semakin mengundurkan dirinya.
"Jangan malu sayang.Ini hanya sedikit.Tunggu aja nanti honeymoon kita kamu bakalan lihat semuanya"bisik Rio dengan nada menggoda.
Ketika Rio mahu mencium bibir ranum Ayraa suara ketukan pintu menghentikannya.Dia memberengus kesal lalu beranjak ke kamar mandi untuk memakai pakaiannnya.
"Sayang kamu buka aja pintunya"suruh Rio.Ayraa mengangguk lalu mendekati pintu dan membukakannya.
"Masukla"ajak Ayraa yang melihat temannya Rio berada di hadapan pintu dengan membawa makan siang mereka.
"Kakak ipar di mana Rio??"tanya Ditrain selepas meletakkan makanan di meja.
"Di kamar mandi"jawab Ayraa.
"Apa kalian udah lakuin apa apa??"siasat Albert memandang lekat wajah Ayraa membuat Ayraa malu.
"Jangan menggodanya Albert"seru Rio yang baru sahaja keluar dari kamar mandi dan berjalan mendekati Ayraa.
"Hehehehe,aku cuma penasaran aja"tawa Albert.
"Diam kamu"kesal Rio melihat Albert yang menggoda sedari tadi.
"Iya iya.Sekarang ayo makan siang.Kasian kakak ipar.Dia butuh tenaga untuk sembuh"ajak Erudian.
"Kamu perhatian sekali Erudian"puji Ayraa tersenyum manis ke arah Erudian membuat Rio cemburu.
"Kamu nggak bisa tersenyuk begitu kepada mana mana lelaki.Aku nggak suka"gerutu Rio.
"Dia temanmu hubby"ujar Ayraa.
"Tenang kakak ipar.Kami sudah memakluminya.Sedari dulu dia begitu posesif sama pacarnya"cerocos Albert secara tidak sadar kembali mengungkit kisah lalu Rio.
Ayraa berubah wajahnya.Semua mata memandang Albert dengan tajam.Akbert menelan salivanya saat menyadari kesalahannya.
"Maaf kakak ipar aku nggak bermaks..."sesal Albert.
"Udah tenang aja.Aku gapapa kok.Ayo kita mulai makan siangnya"potong Ayraa lalu kembali mengambilkan makanan untuk Rio dan juga dirinya.
"Mati aku"batin Albert ketakutan.
"Sayang apa kamu mahu aku suapi??"tawar Rio mengalihkan pandangan semua orang.
"Gapapa Hubby.Biar aku makan sendiri.Kamu pasti lapar juga"cegah Ayraa mengambil kembali piringnya.Rio hanya menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.
"Hubby makanlah.Kenapa lihat aku begitu??"seru Ayraa dengan tersenyum.
"Aku sadar diri.Aku hanya pengantinya"batin Ayraa menahan sakit di hatinya.
Semua kembali makan siang dan menghabiskan tanpa tersisa.Ayraa sedari tadi banyak melamun daripada makannya.
"Sayang kamu baik baik aja??"tanya Rio membuat lamunan Ayraa terhenti.
"Iya aku baik baik aja.Nggak usah khawatir sama aku"balas Ayraa tersenyum palsu.
Setelah makan siang,Ayraa memutuskan untuk melayani ponselnya dan mengacuhkan Rio.Sedangkan Henri,Albert dan Gion berjaga di luar ruangan karena ada hal yang ingin dibincangkan dan yang lainnya memutuskan untuk ke apartment untuk mengambil pakaian ganti mereka.
Tidak lama kemudian,Dokter Gina masuk ke ruangan untuk mengecek kondisi Ayraa.Ayraa menyambutnya dengan senyuman tidak dengan Rio yang memasang wajah datarnya.
"Nona Muda udah sembuh dan jika mahu harini udah bisa discharge.Dan ingat ya minum secara rutin agar kembali fit karena racun mungkin akan meninggalkan kesan kepada tubuh anda"pesan Gina.
"Apa benar aku bisa keluar dok??"tanya Ayraa gembira.
"Iya anda udah bisa keluar karena semuanya udah normal dan hanya ingat minum obatnya"seru Gina.
"Makasih dokter"balas Ayraa.
"Kalau nggak ada keperluan lagi,saya permisu"pamit Gina berjalan keluar ruangan.
Setelah kepergian Gina,Rio mendekati Ayraa yang sedang mengacuhkannya secara tidak langsung.
"Sayang apa kamu mahu kita terus honeymoon atau rehat duluan??"tanya Rio dengan lembut.
"Rehat aja duluan"jawab Ayraa yang masih bete dan nggak mahu honeymoon lagi.
"Apa kamu okay sayang??"tanya Rio.
"Aku baik baik aja.Nggak usah khawatir"sery Ayraa.Dia mengacuhkan Rio dengan bermain ponselnya tanpa meladeni Rio.
"Jujur sama aku.Apa kamu baik baik aja??"tanya Rio mengulang soalannya.
"Aku baik baik aja.Nggak usah ulang soalannya"kesal Ayraa.
"Aku mahu rehat aja.Kamu keluar aja.Tinggalkan aku sendirian"usir Ayraa membuat Rio menghelakan nafasnya.
"Sayang dengarin aku sini.Apa kamu marah tentang perkataan Albert??"ujar Rio.
"Nggak.Aku nggak marah sama kamu.Tenang aja"balas Ayraa lalu meletakkan ponselnya bersedia untuk berehat sebelum pulang.
"Sayang dengarin aku duluan"cegah Rio memgang tangan Ayraa membuat Ayraa menghentikan niatnya.
"Aku hanya cintaimu saat ini dan sampai bila bila.Dia hanya mantanku.Masa lalu aku.Aku harap kamu ngerti apa yang aku ucapkan Sayang"jelas Rio memegang kedua tangan Ayraa lalu mengecupnya bergantian.
"Aku hanya takut kamu jadikan aku sebagai pengganti wanita itu"lirih Ayraa yang akhirnya membukakan suaranya.
"Lihat sini.Dia hanya masa lalu aku dan kamu bakal calon ibu kepada anak anak aku.Jadi nggak usah bandingkan diri kamu samanya.Kamu dan dia sangat berbeda.Olease jangan terus begini.Aku nggak kuat jika harus berjauhan kamu lagi"pinta Rio dengan mentapa lekat mata Ayraa yang indah lagi mempersona.
"Aku akan usahain dan bisa aku meminta sesuatu nggak??"tanya Ayraa dengan ragu.
"Apa??Asal nggak mengarut aku akan jawabnya"jawab Rio.
"Bisa aku tahu di mana mantanmu sekarang??"tanya Ayraa dengan pelan.
"Apa itu penting bagimu??"tanya Rio kembali.
"Iya penting.Aku hanya ingin tahu"jawab Ayraa dengan sungguh sungguh.
"Dia...."ucapan Rio terpotong dengan kedatangan Alea secara tergopoh gopoh tanoa meminta izin.
"Alea kamu kenapa??"tanya Ayraa penasaran dengan temannya itu.
"Tuan Muda bawa Ayraa sekarang dari rumah sakit ini"seru Alea tanpa mengendahkan soalan Ayraa.
"Emang kenapa??"tanya Rio bingung.
"Daddy Atmadja telah mengupah orang untyk mengambil Ayraa secara kasar dari mu"jealas Alea singkat dan padat..
"Nggak Leaa.Daddy nggak akan lakuin itu"bantah Ayraa nggak percaya.
"Nggak ada masa untuk aku jelasin semuanya.Sekarang kamu harus keluar dari sini"tekan Alea.
Tiba tiba,Henri masuk ke ruangan Ayraa dan membisikkan sesuatu membuat Rio marah.
"Bedebah sialan.Berani ya dia bermain sama aku"kesal Rio.
"Hubby ada apa??"tanya Ayraa bingung.
Sebelum Rio sempat menjawab soalan Ayraa pintu ruangan itu dibuka paksa oleh beberapa orang lelaki berbaju hitam.
Ayraa gementar ketakutan segera memeluk Dio dari belakang.Alea mengumpat kesal melihat dia kelewatan membawa Ayraa pergi dari sini.
"Hubby aku takut"lirih Ayraa di pelukan Rio.
...Bersambung......
Hallo semuanya.Bagaimana??Apa kalian menikmati jalan cerita Ayraa dan Rio??Pasti kalian penasaran sama sambungannya...Jangan khawatir jika ada masa aku akan update setiap hari...Dan aku punya sedikit pesanan untuk kalian...
Untuk para readers,aku harap kalian bisa membaca duluan syaratnya untuk giveawaynya karena aku akan milih secara adil dan bilangan orang aku rahsiain duluan.Jadi aku berhak nentuin sesiapa yang nggak ikut syaratnya disqualified....Dan siapa yang udah ngelike setiap episodes jangan lupa follow account aku ya dan juga acc ig aku @whenceofallinlove....
Ini sekali lagi aku tegaskan syarat ii penyertaan dan kelayakan Giveaway di sini ya
1)Kalian wajib menfollow account ig aku @whenceofallinlove dan juga @syzlnnfzhh.Jika udah chat aku di ig ya dan maklumkan nama acc kalian di sini.
2)Ngelike tiap episode di novel ini.Ini wajib ya.Aku bisa negecek balik.
3)Sertai group chat aku di muka hadapan novel ini.
4)Untuk markah tambahan kalian bisa memberi voting dan juga hadiah kepadaku.
5)Follow acc noveltoon aku ini ya.
__ADS_1
Jangan lupa ya ikuti syarat syaratnya agar kaliam bisa layak sertai giveaway ini.Makasih semuanya.