When CEO Fall In Love

When CEO Fall In Love
Terpaksa??


__ADS_3

"Maksudmu keluargaku kandung masih ada dan mereka adalah berkuasa juga.Begitu???"tanya Ayraa memastikan.


"Jika tekaan aku benar yahh begitu.Tapi itu hanya prediksi aku dan yang lain.Karena jati diri kamu ditutup sangat rapat aku juga jadi kesusahan menerobos maklumat pribadi kamu"balas Rio tersenyum.


"Tapi kamu bagaimana bisa cari maklumat tentang aku??"tanya Ayraa.


"Ada dechh.Kepo ya"goda Rio menbuat Ayraa tersenyum.


"Ya udah sekarang aku suapi kamu aja ya Hubby.Nanti kamu bisa rehat"tegur Ayraa.


"Huurmm baiklah"balas Rio tersenyum.Ayraa mulai menyuapinya dengan telaten.Ayraa tersenyum melihat Rio yang begitu lahap.


"Kata mereka kamu nggak selera.Terus ini sampe habes makanannya"goda Ayraa.


"Aku cuma mahu kamu suapi aku.Selera aku nggak ada tanpa kamu sayang.Tambah lagi kamu ngambek sama aku"lirih Rio.


"Maafin aku hubby.Aku nggak akan pergi lagi dari kamu.Tapi aku penasaran bagaiman kamu tahu aku di sini???"tanya Ayraa.


"Rahsia"bisik Rio.


"Apa Alea yang menberitahu kalian??curiga Ayraa membuat Rio tergelak.


"Nggak sayang.Ada dech.Sambung nyuapiku sayang.Aku lapar"rajuk Rio mengalihkan ucapan mereka.Ayraa mengangguk lalu sambung menyuapinya.Tanpa sadari,bubur itu habes dilahap Rio.Ayraa gembira karena Rio makan demgan lahap.Jadi dirinya nggak terlalu khawatir sama Rio.


Ayraa tersenyum sambil memberikan minuman kepada Rio.Rio menerimanya lalu meneguknya dengan pelan.


...****************...


Tiba tiba mereka mendengar suara ketukan pintu dari luar membuat mereka menoleh.Rio mengangguk lalu Ayraa bangum dari duduknya untuk membukakan pintu.


"Hyung ada apa??"tanya Ayraa melihat Gion di hadapan.Ayraa bingung karena reaksi Gion yang kelam kabut.


"Ada di dalam"jawab Ayraa.Tanpa menunggu ucapan selanjutnya Gion menerobos masuk ke dalam kamar itu.Ayraa mengikutinya dari belakang.


"Ada apa???"tanya Rio penasaran.


"Ada orang yang menyerang kita di villa ini.Kelihatan target meraka adalah Kakak Ipar"bisik Gion membuat Rio marah.


"Siapa yang berani menyerangku??"emosi Rio.Ayraa mendekatinya dan menenangkannya.


"Hubby tenang.Jangan emosi.Emang ada apa yang terjadi??"bingung Ayraa melihat Rio mendadak emosi.


"Ada orang yang menyerang kita di bawah.Dan targetnya kamu.Jadi kamu di sini aja.Aku akan selesaiin semua ini sebelum kita kembali ke Jakarta ya"jelas Rio bangun dari duduknya walaupun masih merasakan pusing di kepalanya.


"Diserang??Siapa??Kenapa aku??Tapi hubby kamu masih sakit.Aku nggak mahu kamu terluka lagi.Kamu rehat aja ya"tutur Ayraa.


"Nggak sayang.Aku harus selesaiin semua ini dengan cepat.Aku nggak mahu kita nggak tenang untuk kembali ke Jakarta"tolak Rio.


"Benar kata kakak ipar Rio.Kamu di sini aja rehat.Lagipula pasukan bantuan telah dipanggil.Jangan khawatir.Semuanya akan baik baik.Kamu juga nggak terlalu sihat"pujuk Gion.


"Nggak hyung aku mahu ke bawah"tegas Rio.


"Hubby please dengarin aku.Aku nggak mahu kehilangan kamu.Kamu di sini sama aku ya"pujuk Ayraa menahan tangisnya.


"Baiklah aku disini.Hyung aku serahkan semuanya kepada kamu.Dan amankan temannya istriku.Aku harap kalian nggak terluka"pesan Rio yang tidak tega melihat Ayraa yang akan menangis.Dia memeluk Ayraa untuk menenangkannya.


"Soal teman kakak ipar,Henri udah mengurusnya.Jangan khawatir.Aku turun duluan ya.Tenang aja ya jangan tegang"sahut Gion sebelum keluar dari kamar itu.


Ayraa berada di pelukan Rio dengan menangis.Dia masih belum terbiasa dengan keadaan sekarang.Rio memahami coba untuk menenangkannya.


"Shuttt sayang.Aku di sini.Jangan khawatir ya.Semuanya akan baik baik aja.Udah nangis dong.Ntar jelek"goda Rio.


"Kenapa masalah selalu aja datang saat kita mahu bahagia??Apa aku nggak layak rasakan bahagia??"tangis Ayraa.


"Jangan bilang begitu.Aku akan pastikan kamu sentiasa bahagia sama aku.Aku nggak akan biarkan sesiapa sakitinn kamu.Kamu hanya perlu janji sama aku untuk setia bersama aku.Jangan ninggalkan aku lagi karena aku nggak sanggup kehilangan kamu lagi.Cukup hati ini cukup sakit saat kamu pergi.Jangan ninggalin aku lagi.Aku nggak sanggup tanpa kamu"tutur Rio membuat Ayraa menyesal perbuatannya.Dia menyesal karena telah berbiat meninggalkan lelaki sebaik Rio.


"Maafin aku hubby.Aku nyesal.Aku janji nggak akan ninggalin kamu lagi.Aku mahu bina hubungan yang harmoni dan ceria.Maafin aku hubby"lirih Ayraa.


"Nggak apa apa.Aku tahu kamu terdesak.Jika ada apa apa pertanyaan atau curiga sama aku tanya aja.Jangan diam.Karena aku nggak peka dengan perasaan kamu"jujur Rio.Ayraa mengangguk lalu masuk ke pelukan Rio.


Tiba tiba pintu kamar mereka diketuk dari luar.Rio menatap Ayraa untuk berjaga berjaga.Rio mendekati pintu sambil menarik tangan Ayraa mengikutinya.Ayraa hanya bisa diam tanpa melakukan apa apa.


"Tuan muda ini aku.Dion"ujar Dion yang berada di luar sana membuat Rio lega.Dia membukakan pintu untuk Dion.


"Ada apa Dion??"tanya Rio.


"Keadaan sudah terkendali.Sekarang ayo kita harus segera berangkat ke Jakarta.Karena situsai di sini masih belum aman.Dan anggota kita di sini kalah bilangan jika ada yang menyerang lagi"jelas Dion.Rio memahaminya karena dia nggak bawa terlali banyak anggota ke sini karena merasakan semuanya akan aman namum sebaliknya.


"Baiklah.Tunggu kami di luar"balas Rio.Akhirnya Dion pamit kepadanya untuk bersiap siap di luar.


"Sayang kita harus berangkat sekarang.Kamu nggak marah kann???"tanya Rio khawatir Ayraa memarahinya.


"Gapapa Hubby.Ini juga untuk kebaikan kita berdua.Asalkan kamu dan aku selamat,aku nggak peduli sama apapun"seru Ayraaa membuat Rio tersenyum.


"Ya udah ayo kemasin baranganmu.Kita harus berangjat secepatnya"tutur Rio membuat Ayraa bangun lalu mengambil barangannya yang telah dikemas..

__ADS_1


"Kok udah siap??"tanya Rio.


"Hehehe sebernanya semalam sebelum kamu ke sini aku berancang untuk pulang.Jadinya aku telah mengemasnya tetapi kamu ke sini aku pulang sama kamu aja"cicit Ayraa


"Nakal ya kamu.Awas kamu aku akan menerkammu nanti"goda Rio.


"Ayolah hubby.Jangan menggoda aku terus.Aku bisa jantungan begini"gerutu Ayraa.


"Hahahaha baiklah.Ayo kita pergi sekarang aja.Mereka pasti menunggu kita di luar"ajak Rio.


"Tapi kamu benar benar udah baikkan??"tanya Ayraa khawatir dengan keadaan Rio.


"Aku baik baik aja.Jangan khawatir"yakin Rio.


"Baiklah jika kamu sakit bilang aja kepada aku ya"pesan Ayraa.


"Iya princess.Jangan khawatir sama aku ya.Aku baik baik aja.Rilex"pujuk Rio.Ayraa mengangguk dan tersenyum lebar.


Akhirnya mereka keluar dari kamar itu dengan Ayraa yang membawanya kopernya sendiri setelah perdebatan hebat di antara keduanya.


"Apa semua udah siap Henri??"tanya Rio.


"Saya telah menyiapkan semuanya tuan muda"balas Henri membungkuk hormat.Ya Henri akan berucap formal jika berkaitan dengan urusan kerjanya.


"Bian bawain koper istriku"perintah Rio.


"Baiklah tuan muda"balas Bian mengambil alih koper Ayraa yang berada di sisinya.


"Jadi apa kita bisa berangkat ke bandara??"tanya Albert.


"Iya kita udah bisa.Ayo kita berangkat"ajak Dion.


"Baiklah"balas Gion melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu.Semua orang mengikutinya.Alea bersama Henri yang membawakan kopernya.


Kelihatan beberapa mobil polisi yang akan memgawasi mereka ke bandara.Rio terpaksa melibatkan polisi karena kondisi mereka yang lagi darurat.


"Kenapa ada poisi hubby??"tanya Ayraa.


"Aku terpaksa menggunakan mereka untuk mengawal kita karena bilangan anak buah aku akan kalah jika kita diserang dalam perjalanan nanti"jelas Rio membuat Ayraa mengangguk.


"Ayo tuan muda"ajak Bian membukakan pintu untuk Ayraa dan Rio.Mereka menaiki mobil mewah Rio yang anti peluru.Ayraa kagum melihat mobil itu karena sangat keren menurutnya.Begitu juga dengan Alea yang berada di samping Henri.Dia terperangah melihat kemewahan mobil itu.


"Sayang ada apa??"tanya Rio melihat Ayraa terdiam.


"Ini mobilmu hubby???"tanya Ayraa tidam percaya.


"Iya ini keren banget Hubby.Apa kita menaiki mobil ini??"kagum Ayraa membuat Rio terkekeh.


"Iya sayangku.Kita akan menaiki mobil ini.Jangan kaget ini hanya sikit dari kekayaan aku"goda Rio membuat Ayraa tersenyum.


"Ayo naik.Aku nggak sabar"desak Ayraa membuat Rio mengelengkan kepalanya.


"Henri,kamu,Dion dan Alea sama Rio dan Ayraa aja.Aku,Alnert dan Bian naiki mobil yang lain aja"seru Gion.


"Baiklah"balas Henri.


"Ayo Alea kamu di belakang aja sama Nona Muda dan Tuan Muda"ajak Henri.


"Mobil ini??"tanya Alea.


"Iya mobil ini.Cepatan ayo"seru Henri menarik Alea masuk ke mobil.


"Albert dan Hyung di mana??"tanya Rio selepas melihat Alea dan Henri masuk.


"Mereka menggunakan mobil yang lain.Bian membawanya.Dia akan mengikuti dari belakang"jelas Henri.


"Kenapa nggak semobil aja??"tanya Rio.


"Apa tuan muda lupa.Mobil ini hanya muat untuk 5 orang"seru Henri.


"Oh iya"balas Rio.


"Ya udah berangkat aja"perintah Rio menarik Ayraa ke pelukannya.


"Kenapa narik aku??"bisik Ayraa.


"Diam sayang aku mahu meluk kamu"jawab Rio dengan santai.


"Tapi di sini ada Alea"protes Ayraa.


"Sayang please.Biarkan aku meluk kamu"pinta Rio msmbuat Ayraa menghelakan nafasnya karena nggak bisa menolak permintaannya.


"Iya iya hubby.Menolak juga nggak akan berkesan juga.Kamu ini pemaksa"gerutu Ayraa menbuat Rio tersenyum.


"Makasih sayang.Aku sayang kamu"bisik Rio dengan nada menggoda.

__ADS_1


"Hubby jangan ahhh.Alea ada di sini.Aku malu"cemberut Ayraa membuat Rio terkekeh.


"Iya iya aku diam.Sini geser posisimu agar aku senang untuk meluk kamu"pinta Rio menbuat Ayraa mahu tidak mahu harus mengikutinya.


Alea tersenyum canggung melihat mereka berdua.Dia merasakan seperti nyamuk penganggu di antara mereka berdua.


"Ya ampun.Apa masih lama??Aku nggak sanggup jika terus ada di sini"batin Alea tersiksa.


"Kasian sama temannya Nona Muda harus berada di sana.Pasti dia tersiksa dengan keromantisan mereka"gumam Dion melirik ke arah spion mobilnya itu.


Mereka tiba di bandara dengan aman dan tentunya di bawah kawalan polisi.Sebelum mereka turun,beberapa polisi menunduk memberi hormat kepada Rio.


Ayraa bingung kenapa mereka begiti hormat kepada Rio yang hanya pembisnis.


"Nanti aku jelaskan kepadamu sayang.Sekarang kita harus bergegas.Tahan dulu penasaranmu itu.Nggak usah mikirin nanti aku akan jelasin kepada kamu"tutur Rio melihat Ayraa ingin menanyakan sesuatu kepadanya.


"Iya iya hubby"pasrah Ayraa.Dion keluar membuka pintu untuk Rio dan Ayraa sedangakn Henri membawa Alea keluar dari pintu yang lain.


"Ayo"ajak Rio sambil melihat tangannya bermaksud untuk Ayraa mengandengnya.Ayraa memahaminya segera mengandeng tangan Rio lalu mereka keluar dari mobil dan berjalan masuk ke bandara dikawal oleh beberapa anak buahnya dan juga polisi.Henri dan yang lain turut mengikuti mereka dan tentunya Henri berada tepat di samping Rio karena nggak mahu apa apa terjadi sama Tuan Mudanya.


"Apa jet telah siap??"tanya Rio kepada salah seorang anak buahnya.


"Udah tuan muda.Hanya tunggu untuk berlepas aja"jawab pengawal itu.Rio mengangguk lalu melangkah masuk ke dalam jet itu.Ayraa menatap kagun dengan jet di hadapannya.


Rio sengaja membawa Ayraa ke kamar pribadinya yang ada di jet itu yang selalu digunakannya jika ke luar negeri yang akan makan masa yang agak lama.


"Ayo ikut aku"ajak Rio membawa Ayraa ke kamar pribadinya.Henri dan Gion membiarkannya karena dia tahu Rio dan Ayraa masih memerlukan masa untuk membaiki semua masalah yang menimpa mereka.


Alea hanya diam ditarik Henri yang mendudukkannya di sebelah kerusinya.Alea terdiam karena aneh dengan perlakuan Henri.


"Di mana Ayraa??"tanya Alea mencari keberadaan Ayraa.


"Di kamar sama Tuan muda"jawab Henri tanoa memandang Alea.Alea hanya diam tanpa membalas lagi.Dia memilih untuk membaca novelnya daripada harus mati kebosanan di situ.


Skip ke kamar Rio.


"Hubby,tempat apa ini??"tanya Ayraa bengong.


"Ini kamar pribadiku yang ada khusus di sini untuk aku.Aku sering bolak balik ke sana ke sini jadi aku harus ada kamar untuk selesakan diri aku dan rehatkan diri aku"jelas Rio.


Rio merebahkan kepalanya di pangkuan Ayraa menbuat Ayraa mengusap kepalanya dengan pelan dan lembut.


"Apa kamu masih capek hubby??"tanya Ayraa kasian melihat Rio.


"Nggak.Asalkan kamu di sisi aku capek aku hilang begitu aja"ujar Rio membuat Ayraa tersipu malu.


"Apa kamu pernah membawa sesiapa ke sini kecuali aku??"tanya Ayraa yang melihat sesuatu.


"Maksud kamu??"bingung Rio.Ayraa mengarahkan pandangannya kepada satu tempat membuat Rio mengikuti arah pandangannya.Dirinya seketika bangun melihat barangan itu.


Ayraa terdiam sambil menatap barang itu.Rio cemas melihat Ayraa karena takut Ayraa akan memarahinya lagi.


Tetapi......



Mobil yang mereka naiki🤭



Bahagian dalam mobil Rio✨



Rio dan Ayraa yang lagi masuk ke dalam bandara💜


...BERSAMBUNG...........


...****************...


Hallo semuanya.Bagaimana??Apa kalian menikmati jalan cerita Ayraa dan Rio??Pasti kalian penasaran sama sambungannya...Jangan khawatir jika ada masa aku akan update setiap hari...Dan aku punya sedikit pesanan untuk kalian...


Untuk para readers,aku harap kalian bisa membaca duluan syaratnya untuk giveawaynya karena aku akan milih secara adil dan bilangan orang aku rahsiain duluan.Jadi aku berhak nentuin sesiapa yang nggak ikut syaratnya disqualified....Dan siapa yang udah ngelike setiap episodes jangan lupa follow account aku ya dan juga acc ig aku @whenceofallinlove....


Ini sekali lagi aku tegaskan syarat ii penyertaan dan kelayakan Giveaway di sini ya


1)Kalian wajib menfollow account ig aku @whenceofallinlove dan juga @syzlnnfzhh.Jika udah chat aku di ig ya dan maklumkan nama acc kalian di sini.


2)Ngelike tiap episode di novel ini.Ini wajib ya.Aku bisa negecek balik.


3)Sertai group chat aku di muka hadapan novel ini.


4)Untuk markah tambahan kalian bisa memberi voting dan juga hadiah kepadaku.


5)Follow acc noveltoon aku ini ya.

__ADS_1


Jangan lupa ya ikuti syarat syaratnya agar kaliam bisa layak sertai giveaway ini.Makasih semuanya.


__ADS_2